HOT SULUT

HOT SULUT Tidak ada

Keluarga Besar HOT SULUT  dan Masyarakat Sulawesi Utara​Mengucapkan:​SELAMAT DAN SUKSES​Atas Kenaikan Pangkat Setingkat ...
30/08/2026

Keluarga Besar HOT SULUT dan Masyarakat Sulawesi Utara

​Mengucapkan:
​SELAMAT DAN SUKSES
​Atas Kenaikan Pangkat Setingkat Lebih Tinggi Menjadi:
​KOMISARIS JENDERAL POLISI (BINTANG TIGA)

​Kepada:
​KOMJEN POL. Dr. ROYCKE HARRY LANGIE, S.I.K., M.H.
​Dan Atas Kepercayaan Pimpinan Polri dalam Jabatan Baru Sebagai:

​ASTAMAOPS KAPOLRI
​"Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengemban amanah baru demi kemajuan Polri serta bangsa dan negara Indonesia."

Salam kasih dan Cinta.
30/08/2026

Salam kasih dan Cinta.

Berdasarkan laporan PRONEWS5, berikut potret kejanggalan dari kasus tersebut:​Modus Bebas Curiga: Ambulans ini diduga ku...
28/08/2026

Berdasarkan laporan PRONEWS5, berikut potret kejanggalan dari kasus tersebut:
​Modus Bebas Curiga: Ambulans ini diduga kuat digunakan untuk mengambil solar dari sejumlah SPBU. Dengan berlindung di balik identitas kendaraan darurat medis, aksi ini disinyalir ampuh untuk mengecoh petugas maupun warga.

​Menyuplai Tambang Rahasia: Alih-alih menuju rumah sakit, muatan solar tersebut kabarnya dikirim langsung ke lokasi tambang galian C di kawasan Kasuang, Minahasa, sebagai bahan bakar operasional alat berat.

​Beroperasi di Area "Blank Spot": Praktik galian C ini dilakukan sangat tertutup layaknya operasi rahasia. Lokasinya sengaja dipilih di area hutan yang tersembunyi dan tidak terjangkau sinyal telekomunikasi, sehingga mereka bisa leluasa mengeruk material tanpa takut diawasi publik.

​Legalitas Berujung Tanda Tanya: Aktivitas kucing-kucingan ini memicu tanda tanya besar terkait status hukum tambang. Publik mulai mempertanyakan siapa pemegang izin (jika ada), siapa dalang di balik layar, dan ke mana hasil galian tersebut dipasarkan.

Sumber: Pronews5

berat

Di tengah bayang-bayang El Nino yang berpotensi membawa cuaca lebih kering, secercah harapan dan ketegasan hadir dari Pr...
27/08/2026

Di tengah bayang-bayang El Nino yang berpotensi membawa cuaca lebih kering, secercah harapan dan ketegasan hadir dari Provinsi Sulawesi Utara. Sebuah simfoni kepedulian lingkungan tercipta melalui sinergi indah antara pihak eksekutif dan legislatif.

​Adalah Braein Waworuntu, Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Utara, yang dengan lantang menyuarakan dukungannya terhadap langkah taktis Pemerintah Provinsi Sulut. Di bawah nahkoda Gubernur Yulius Selvanus, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi garda terdepan dalam melindungi alam dan kenyamanan masyarakat.

​Bagi Braein, politikus Partai NasDem yang visioner ini, tindakan preventif bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang harus dilakukan sedini mungkin. "Mencegah jauh lebih bermakna daripada mengobati luka alam ketika api sudah terlanjur meluas," sebuah pesan kuat yang ia tegaskan.

Langkah antisipasi tidak boleh menunggu hingga asap mengepul.
​Arahan Gubernur Yulius Selvanus agar seluruh pemangku kepentingan bersiaga penuh, dinilai sebagai langkah emas. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, melainkan panggilan jiwa bagi setiap elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga bumi Nyiur Melambai.

​Dukungan tulus dari Komisi I DPRD Sulut ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan fungsi bukanlah penghalang untuk menyatukan visi demi keselamatan lingkungan.

Kesiapan pemerintah dipandang sebagai perisai pelindung yang memberikan rasa aman bagi masyarakat.
​Namun, Braein juga mengingatkan, instruksi mulia ini harus mewujud dalam tindakan nyata di lapangan. Pemantauan wilayah rawan, kesiapsiagaan personel tangguh, serta komunikasi yang mengalir lancar antarlembaga hingga ke akar rumput masyarakat, adalah kunci dari keberlanjutan upaya ini.

26/08/2026

Siapa Kamu di Internet?

Kemarahan yang kamu tinggalkan hari ini, akan meninggalkan jejak di masa depan.

Menjaga Akal Sehat di Tengah Badai Provokasi: Belajar Kebangsaan dari Jusuf HamkaDi era disrupsi informasi saat ini, jar...
26/08/2026

Menjaga Akal Sehat di Tengah Badai Provokasi: Belajar Kebangsaan dari Jusuf Hamka

Di era disrupsi informasi saat ini, jari kita seringkali bergerak lebih cepat daripada pikiran kita. Klik, share, dan tiba-tiba sebuah narasi liar meledak menjadi kegaduhan nasional. Dalam sebuah perbincangan mendalam, tokoh pengusaha dan sosial, Jusuf Hamka (Babah Alun), memberikan "vaksin" mental yang sangat dibutuhkan bangsa ini: ajakan untuk tetap tenang, berpikir jernih, dan tidak membiarkan diri kita menjadi "bahan bakar" bagi agenda para provokator.

1. Provokasi Menjual Ketakutan, Bukan Fakta
Jusuf Hamka dengan tegas menyoroti beredarnya narasi-narasi menakutkan yang sengaja diembuskan untuk membangkitkan trauma masa lalu, seperti tragedi 1998. Targetnya jelas: membuat kelompok minoritas, khususnya etnis Tionghoa, merasa terancam dan ketakutan hingga berpikiran untuk eksodus.Ulasannya: Ini adalah pola lama provokator. Mereka tidak menggunakan data, melainkan emosi (ketakutan). Kita harus sadar bahwa kemajuan teknologi, termasuk deepfake, kini digunakan untuk memfitnah secara personal dan menciptakan kekacauan. Menelan mentah-mentah informasi ini sama saja dengan membiarkan rumah kita (Indonesia) dibakar oleh orang lain.

2. Narasi Kebencian Meragukan Kesetiaan yang Sudah Final
Menjawab keraguan yang sering dilemparkan provokator, Jusuf Hamka menegaskan kembali cinta mati masyarakat minoritas pada Indonesia. Bagi mereka, Indonesia bukan sekadar tempat mencari nafkah, tapi tanah air tempat mereka dilahirkan, dibesarkan, dan kelak menutup usia.Ulasannya: Provokasi sering kali menggunakan sentimen rasisme untuk mengadu domba. Dengan memahami bahwa kesetiaan seluruh elemen bangsa—termasuk etnis Tionghoa—sudah final pada NKRI, kita mematahkan senjata utama para pemecah belah. Jangan biarkan stereotip yang dibangun hoaks merusak persaudaraan kita.

3. Move On dari Kebencian Politik, Fokus pada Kontinuitas
Alih-alih terjebak dalam dikotomi "pendukung si A" atau "pembenci si B" yang sering dipicu hoaks politik, Jusuf Hamka menunjukkan kedewasaan dengan mengapresiasi warisan kedelapan Presiden Indonesia. Dari Soekarno hingga Jokowi, semua memiliki jasa besar.Ulasannya: Provokasi politik sering membuat kita buta warna. Kita diajak untuk melihat keberlanjutan pembangunan, bukan sibuk mencari celah untuk membenci. Memahami sejarah dengan adil membuat kita tidak mudah disetir oleh narasi politik sesaat yang memecah belah.

4. Optimisme Adalah Racun Bagi Provokasi
Jusuf Hamka menularkan optimisme besar terhadap era pemerintahan Prabowo Subianto, yang ia juluki "Bapak Pemberantas Koruptor", serta fokusnya pada gizi anak bangsa.Ulasannya: Provokator menyukai keputusasaan. Ketika masyarakat optimis dan mendukung fokus pemerintah pada pemberantasan korupsi serta kesejahteraan rakyat, ruang gerak hoaks yang bertujuan menciptakan mosi tidak percaya pada negara akan menyempit dengan sendirinya.

5. Lawan Konflik dengan Kepedulian Nyata
Mungkin poin terkuat dari Jusuf Hamka adalah tindakannya. Ia mengingatkan bahwa ketimpangan sosial adalah bahan bakar konflik. Solusinya bukan saling curiga, tapi aksi nyata para pengusaha dan mereka yang mampunyai kecukupan untuk peduli dan membantu rakyat kecil.Ulasannya: Daripada sibuk berdebat di media sosial menyebarkan narasi kebencian yang dipicu hoaks, alangkah baiknya energi itu digunakan untuk berbagi (seperti gerakan nasi kuning gratis Babah Alun). Kepedulian sosial adalah perekat bangsa yang paling ampuh melawan provokasi.

Kesimpulan: Jadilah Pemilih Informasi yang Cerdas
Pesan Jusuf Hamka sangat jelas: Damai itu mahal, dan konflik itu menyengsarakan. Jelang masa transisi pemerintahan, angin provokasi akan berembus kencang. Kita berhak, bahkan wajib, menuntut ketegasan hukum bagi para provokator.

Namun, pertahanan utama ada pada diri kita sendiri. Jangan mau diadu domba. Mari kita saring sebelum sharing, lawan kebencian dengan kepedulian, dan jaga persatuan dengan akal sehat. Indonesia adalah rumah kita bersama.

Gubernur Yulius Selvanus: Berita Informatif Itu Seperti Pohon Mangga, Faktual, Cepat, dan Tepat Konteks​HOTSULUT- Pemeri...
26/08/2026

Gubernur Yulius Selvanus: Berita Informatif Itu Seperti Pohon Mangga, Faktual, Cepat, dan Tepat Konteks

​HOTSULUT- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola informasi publik yang transparan dan akuntabel. Pesan ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam agenda Coffee Morning bersama Media Pemprov pada Rabu (26/8/2026).
​Dalam pertemuan yang mengusung semangat "Sinergi untuk Kemajuan Daerah" tersebut, Gubernur memberikan pandangan yang menarik mengenai standar kualitas produk jurnalistik. Beliau menganalogikan konstruksi sebuah berita yang baik layaknya sebuah pohon mangga yang rimbun dan berbuah.

​Filosofi Pohon Mangga dalam Jurnalistik
Gubernur Yulius Selvanus menekankan bahwa berita yang berkualitas harus memiliki unsur yang lengkap, kokoh, dan terarah, sama halnya dengan struktur pohon mangga. Beliau menitikberatkan pada dua hal krusial dalam dinamika peliputan saat ini:

​Akurasi Kecepatan (Memetik Buah Segar): Insan pers dituntut untuk sigap dalam menyajikan informasi. Jangan sampai fokus pada isu yang sudah usang atau "buah yang sudah jatuh". Berita yang terlambat akan kehilangan momentum dan nilai urgensinya di mata masyarakat.

​Menjaga Konteks (Tetap pada Pohonnya): Pemberitaan harus berakar murni dari peristiwa yang terjadi. Gubernur mengingatkan agar jurnalis tidak menarik narasi ke hal-hal yang berada di luar konteks utamanya agar publik mendapatkan pemahaman yang presisi.

​Harapan Pemprov untuk Ekosistem Media
Pemerintah Provinsi mengharapkan sajian berita dari para mitra media yang beroperasi di wilayah ini selalu memenuhi standar jurnalistik yang baku. Laporan peliputan harus memiliki unsur 5W 1H yang jelas, faktual, dan didistribusikan dengan cepat.

​Gubernur secara khusus menegaskan agar pemberitaan disajikan apa adanya tidak dilebih-lebihkan maupun dikurang-kurangkan. Fungsi utamanya murni sebagai jembatan yang informatif bagi masyarakat.

​Kolaborasi strategis antara pemerintah dan insan pers merupakan pilar pondasi yang vital. Dengan sinergi yang obyektif dan tata kelola komunikasi yang baik, langkah bersama menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan dapat terwujud.

26/08/2026

Sinergi untuk kemajuan daerah! ✊ Hari ini, 26 Agustus 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar agenda Coffee Morning Gubernur Sulawesi Utara bersama Media Pemprov. Kolaborasi yang baik antara pemerintah dan insan pers adalah pilar penting dalam mewujudkan tata kelola informasi yang transparan. Bersama menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan!

Wujud Nyata Solidaritas Antardaerah ​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara secara resmi menyalurkan bantuan keuangan sebesa...
24/08/2026

Wujud Nyata Solidaritas Antardaerah
​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara secara resmi menyalurkan bantuan keuangan sebesar Rp 750.000.000 untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

​Sinergi bersama jajaran Forkopimda dan DPRD ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan melintasi batas wilayah demi Indonesia yang tangguh dan bangkit bersama.

​

“Kami sudah mengantongi rekening Koran berupa transferan uang dari para korban. Para korban memberi uang sebagai imbalan...
24/08/2026

“Kami sudah mengantongi rekening Koran berupa transferan uang dari para korban. Para korban memberi uang sebagai imbalan untuk menghapus postingan" kata Kombe Pol FX Irwan Arianto.

Video dan Link berita di kolom komentar

Address

Hong Kong

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HOT SULUT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share