30/09/2026
Sebuah dokumen bertanggal 29 September 2026 yang ditujukan langsung kepada Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, mendadak menggegerkan panggung politik Sulawesi Utara. DR. J. Victor Mailangkay, SH., MH., yang menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulut, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari partai bernuansa biru-emas tersebut.
Dalam surat bernomor 01- KHUSUS MUNDUR/IX/2026 itu, Victor mengungkapkan ketidakmampuannya lagi untuk mengikuti irama dan cara kerja Felly Estelita Runtuwene (Ketua DPP Partai NasDem / Kompemwil Partai NasDem Sulut). Pengunduran diri ini ditegaskan demi menjaga kekompakan dan menghindari perpecahan yang kian meluas di kalangan internal partai.
Eksodus Tokoh Hebat dan Arah Kompas yang Hilang
Pengunduran diri Victor Mailangkay bukan sekadar dinamika biasa, melainkan puncaknya "gempa politik" yang terus mengguncang NasDem Sulut. Publik mencatat, sebelum langkah drastis sang Ketua DPW, deretan figur penentu suara (vote getter) dan pilar kekuatan partai telah lebih dulu minggat. Nama-nama besar seperti politisi muda berdaya dongkrak tinggi Hillary Brigita Lasut hingga figur kepemimpinan strategis level Wakil Gubernur tercatat memilih angkat kaki dari barisan.
Pola eksodus yang terus berulang ini mengindikasikan adanya penyakit kronis di tubuh internal organisasi. Figur-figur potensial yang membawa basis massa riil satu per satu pergi meninggalkan partai yang pernah berjaya di Bumi Nyiur Melambai tersebut.
Analisis Pengamat Politik Jeffery Sorongan: "NasDem Sulut di Ambang Kehancuran"
Melihat goncangan politik yang tak kunjung mereda ini, pengamat politik Sulawesi Utara, Jeffery Sorongan, memberikan analisis menohok. Menurutnya, NasDem Sulut saat ini tengah berada di ambang kehancuran organisasi.
"Pola minggatnya orang-orang hebat di NasDem Sulut bukanlah kebetulan biasa, melainkan cerminan dari kegagalan tata kelola konflik internal," tegas Jeffery Sorongan.
"Ketika nama-nama potensial mulai dari Hillary Brigita Lasut, para pilar di level eksekutif, hingga kini Ketua DPW Victor Mailangkay memilih mundur, semua fakta politik ini mengerucut pada satu titik sentral masalah: dominasi dan gaya komunikasi pimpinan pusat wilayah, yakni Felly Estelita Runtuwene," lanjutnya.
Jeffery menilai, konflik kepentingan dan ketidakmampuan membangun harmoni politik lokal telah membuat roda organisasi berjalan tidak seirama. Elite partai di daerah merasa 'tercekik' oleh pola kepemimpinan yang restriktif dan tidak memberikan ruang gerak yang kondusif bagi pengembangan basis politik lokal.
Siapa Felly Estelita Runtuwene di Mata Pimpinan Tertinggi?
Satu pertanyaan besar yang mencuat di publik: Mengapa posisi Felly Estelita Runtuwene seolah tak tersentuh di mata Pimpinan Tertinggi Partai (Surya Paloh), meskipun dampaknya menggerus kekuatan partai di daerah?
Dalam kacamata analisis politik, Felly dipandang sebagai sosok penjamin loyalitas murni (loyalist core) dan perpanjangan tangan efektif bagi DPP. Di mata elite Jakarta, Felly adalah figur eksekutif partai yang lugas, patuh pada garis komando, serta mampu menjaga agenda-agenda strategis pusat di daerah
Namun, pengamat memberikan peringatan keras (warning) kepada Surya Paloh dan jajaran DPP NasDem:
Ilusi Loyalitas vs. Realitas Elektoral: Menjaga satu figur yang loyal di tingkat atas tetapi mengorbankan belasan vote getter dan pimpinan daerah adalah strategi politik yang destruktif.
Ancaman Kehilangan Kepercayaan Akar Rumput: Ketika figur-figur berpengaruh mundur, massa pendukung fanatik mereka akan ikut bergeser ke partai lain. NasDem Sulut berisiko kehilangan kursi signifikan pada pemilu mendatang.
Krisis Kepemimpinan Terbuka: Pengunduran diri Victor Mailangkay secara terbuka dengan menyebutkan nama Felly Estelita Runtuwene sebagai penyebab ketidaksesuaian irama kerja merupakan sinyal bahaya paling nyata bahwa legitimasi kepemimpinan Kompemwil telah runtuh di mata kadernya sendiri.
Merawat Partai atau Menjaga Elite?
Surat pengunduran diri bernomor 01- KHUSUS MUNDUR/IX/2026 kini berada di meja Surya Paloh dan Prananda Surya Paloh. Akankah DPP NasDem tetap bertahan dengan pola komando yang memicu migrasi kader, ataukah langkah evaluasi total akan diambil sebelum kapal NasDem di Sulawesi Utara benar-benar karam?
Satu hal yang pasti, publik Sulawesi Utara sedang menyaksikan babak penentuan dari masa depan Partai NasDem di daerah ini.