21/07/2026
Sudah berapa kali kita mengkhatamkan Al-Qur'an? Lalu, sudah berapa banyak ayat yang benar-benar kita pahami?
Sering kali kita menangis karena masalah hidup, padahal jawabannya telah Allah turunkan dalam Al-Qur'an. Kita mencari ketenangan ke mana-mana, sementara petunjuknya ada di dalam kitab yang setiap hari kita baca.
Namun, bagaimana mungkin kita dapat mengamalkan pesan dari sebuah surat jika kita belum memahami maksudnya?
Belajar tafsir bukan hanya untuk para ulama atau penuntut ilmu. Ia adalah kebutuhan setiap muslim yang ingin mengenal Rabbnya, mencintai firman-Nya, dan menjalani hidup sesuai petunjuk-Nya.
Tafsir membuka tabir makna. Ia menjelaskan sebab turunnya ayat, pelajaran yang dikandungnya, dan bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saat itulah Al-Qur'an tidak lagi sekadar terdengar indah, tetapi benar-benar berbicara kepada hati.
Maka, jika Allah masih memberi kita kesempatan, jangan puas hanya menjadi pembaca Al-Qur'an. Berusahalah menjadi hamba yang memahami, mentadabburi, lalu mengamalkannya.
๐ฟ Mari luangkan waktu untuk duduk bersama Al-Qur'an. Belajar tafsir dari para ulama yang terpercaya, selangkah demi selangkah. Semoga setiap ilmu yang kita pelajari menjadi cahaya di dunia, penolong di alam kubur, dan pemberat timbangan amal di akhirat.
"Dan Al-Qur'an ini adalah kitab yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Maka ikutilah ia dan bertakwalah agar kalian mendapat rahmat."
(QS. Al-An'am: 155)
โจ Insya Allah, dua hari lagi akan dimulai kembali kelas Daurah Tafsir Shahih Ibnu Katsir. Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk menjadi bagian dari hamba-hamba yang bukan hanya membaca Al-Qur'an, tetapi juga memahami kalam-Nya. Yuuk... masih ada waktu untuk gabung.
Ibukhoulah Luthfiyah Abdulmuthollib