07/07/2026
PSEL DENPASAR RAYA RESMI DIMULAI DIBANGUN! | Transformasi Sampah Jadi Energi Listrik untuk Bali Bersih & Mandiri
Bali memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah modern. Pada 8 Juli 2026, Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan Groundbreaking PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) Denpasar Raya di kawasan Benoa, Denpasar Selatan. Proyek strategis nasional ini menjadi tonggak penting menuju Bali yang lebih bersih, berkelanjutan, dan mandiri energi.
Dalam episode terbaru BALI INSPIRE Podcast, kami membahas secara mendalam bagaimana proyek PSEL ini dipersiapkan, siapa saja yang terlibat, teknologi yang digunakan, hingga dampaknya bagi masyarakat Bali di masa depan.
Apakah benar sampah bisa menjadi listrik?
Seberapa besar kapasitasnya?
Mengapa proyek ini disebut sebagai salah satu proyek paling penting dalam sejarah pengelolaan sampah di Bali?
Simak pembahasannya sampai selesai!
Yang Dibahas Dalam Video Ini
✅ Groundbreaking PSEL Denpasar Raya 8 Juli 2026
✅ Peran Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan proyek strategis nasional
✅ Komitmen Gubernur Bali Wayan Koster mewujudkan Bali bersih
✅ Teknologi Waste to Energy (WtE)
✅ Kapasitas pengolahan sampah mencapai 1.200–1.500 ton per hari
✅ Potensi menghasilkan energi listrik dari sampah
✅ Sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu hingga hilir
✅ Dampak terhadap lingkungan, ekonomi, investasi, dan pariwisata Bali
Fakta Penting PSEL Denpasar Raya
📍 Lokasi:
Benoa, Denpasar Selatan (lahan sekitar 6 hektare milik PT Pelindo)
📅 Groundbreaking:
8 Juli 2026
🏗 Target penyelesaian:
Sekitar 1,5 tahun dengan target beroperasi penuh pada September 2027.
♻️ Kapasitas Pengolahan:
1.200–1.500 ton sampah setiap hari.
Sampah berasal dari:
• Kota Denpasar
• Kabupaten Badung
PSEL menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah terpadu yang mengintegrasikan pemilahan sampah sejak dari sumber hingga proses konversi menjadi energi listrik.
Persiapan yang Telah Dilakukan
✔️ Pematangan lahan
✔️ Pengurugan area proyek
✔️ Persiapan akses jalan
✔️ Penyiapan administrasi proyek
✔️ Koordinasi lintas instansi
✔️ Sosialisasi kepada masyarakat
✔️ Peninjauan lapangan
✔️ Sinkronisasi jadwal groundbreaking
Seluruh proses dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
Sinergi Besar Berbagai Pihak
Pembangunan PSEL Denpasar Raya melibatkan:
• Pemerintah Republik Indonesia
• Pemerintah Provinsi Bali
• Pemerintah Kota Denpasar
• Pemerintah Kabupaten Badung
• Danantara
• PT Pelindo
• TNI AD
• Berbagai kementerian terkait
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi permanen terhadap persoalan sampah yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan di Bali.
Mengapa PSEL Sangat Penting?
Bali merupakan destinasi pariwisata dunia yang membutuhkan sistem pengelolaan sampah modern.
Melalui teknologi Waste to Energy, sampah tidak hanya dibuang ke TPA, tetapi diolah menjadi sumber energi yang bermanfaat.
Manfaat yang diharapkan antara lain:
🌱 Mengurangi volume sampah menuju TPA
⚡ Menghasilkan energi listrik
🌿 Mengurangi pencemaran lingkungan
🌊 Mendukung Bali yang bersih
🏝 Mendukung sektor pariwisata
📈 Meningkatkan investasi
👷 Membuka peluang ekonomi baru
♻️ Mendorong ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan
Bali Menuju Masa Depan
PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur.
Ini merupakan bagian dari transformasi besar Bali menuju:
• Bali Bersih
• Bali Hijau
• Bali Mandiri Energi
• Bali Berkelanjutan
Keberhasilan proyek ini juga membutuhkan dukungan seluruh masyarakat melalui budaya memilah sampah sejak dari rumah, mengurangi sampah plastik sekali pakai, serta membangun kesadaran menjaga lingkungan.
🎙️ Jangan lupa:
👍 Like
💬 Tinggalkan komentar
📤 Bagikan video ini
🔔 Subscribe BALI INSPIRE agar tidak ketinggalan informasi terbaru seputar pembangunan Bali, kebijakan publik, ekonomi, teknologi, lingkungan, UMKM, koperasi, dan transformasi digital.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan menyebarkan informasi positif untuk Bali dan Indonesia.
https://www.youtube.com/