25/07/2026
MENGAPA TANAH PINGGIR JALAN RAYA SERING MENJADI INCARAN INVESTOR?
Banyak orang membeli tanah hanya karena harganya lebih murah. Padahal, dalam investasi properti, lokasi sering kali memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap nilai aset dibanding selisih harga saat membeli.
Berikut beberapa alasan mengapa tanah di pinggir jalan utama sering menjadi pilihan investor:
1. Memiliki nilai komersial yang lebih tinggi.
Tanah yang berada di jalan raya memiliki visibilitas yang baik dan lebih mudah diakses. Hal ini membuatnya cocok untuk berbagai jenis usaha, seperti restoran, kafe, showroom, klinik, kantor, hingga ruko.
2. Fleksibel untuk berbagai pengembangan.
Semakin banyak pilihan penggunaan sebuah lahan, semakin besar peluangnya untuk menarik pembeli atau penyewa di masa depan.
3. Potensi kenaikan nilai aset.
Kawasan yang berkembang pesat biasanya mengalami peningkatan aktivitas bisnis dan pembangunan. Seiring bertambahnya permintaan, harga tanah di lokasi strategis juga berpotensi meningkat.
4. Jangan hanya melihat harga total.
Bandingkan juga harga per meter persegi, akses jalan, bentuk lahan, serta perkembangan kawasan di sekitarnya. Cara ini membantu Anda menilai apakah harga yang ditawarkan masih kompetitif.
Sebagai contoh, saya sedang mempelajari sebuah tanah komersial di Jalan Raya Kerobokan, Bali, dengan spesifikasi:
• Luas tanah 450 m²
• Harga sekitar Rp17,33 juta per m²
• Berada langsung di jalan utama dengan akses yang sangat baik
• Dikelilingi kawasan villa, pusat bisnis, dan dekat dengan Seminyak, Petitenget, Canggu, serta Denpasar
Studi kasus seperti ini menunjukkan bahwa sebuah tanah bukan hanya dinilai dari luasnya, tetapi juga dari lokasi, aksesibilitas, dan potensi pengembangan yang dimilikinya.
Dalam investasi properti, membeli aset yang tepat sering kali lebih penting daripada membeli aset yang murah.
Menurut Anda, apa faktor yang paling menentukan saat membeli tanah: lokasi, harga per meter, akses jalan, atau potensi pengembangan kawasan?