05/08/2014
beberapa kali menulis artikel dihapus, dari mulai judul :watados, impian (lagi) sampai judul kebiasaan, dan semuanya itu hilang kata perkatanya oleh tombol delete dalam keyboard... tulisan yang sudah berkumpul 6-7 kalimat itu raib oleh "ketidaktenangan" hati yang seolah memerintahkan untuk "hapus!", hapus tulisan itu karena kamu tidak menulisnya dengan hati ....
ketika kita menulis tidak dengan hati, asal ketik atau asal ada kalimat aja, tentu beda rasanya dengan keseriusan menulis menggunakan atau paling tidak sejalan dengan kata hati. sulitnya menulis adalah jemari tangan harus terkoneksi dengan hati serta pikiran, lantaran demikian tulisan merupakan sandi kode yang akan masuk ke otak pembaca, jika tidak ada hati, bagaimana signalnya masuk ke hati pembaca p**a ?
kita pernah berpikir, seberapa penting peran hati sih sampai mempengaruhi tulisan segala,...?...
hati itu tidak terlihat wujudnya, tetapi terasa, perwujudannya dengan tindakan kita. jika tindakan kita "berhati" maka akan baik karena sesuai dengan fitrah kata hati alias hati nurani..
hubungannya dengan menulis, saat kita menulis tentu mengeluarkan apa-apa yang terdapat dalam otak kita, dalam hati lebih tepatnya. jika hatinya tidak diikutsertakan, kita menuruti perintah siapa ? ... akal kita kah ? atau nafsu kita kah ?
setiap tulisan dari hati,
setiap hati bisa menuliskan kata hati,
dan mari kita bersyukur karena Tuhan telah memberikan kita anugerah hati yang nikmat untuk menjadi sahabat kita, diri kita menangis, itu hati kita menangis, diri kita bahagia ,hati ikut serta bahagia... Allah menciptakannya sempurna, bukan hati liver tapi hati heart
menulis dengan hati, sampaikan ke hati ?