05/03/2026
Keputusan Sulit, Harus Tetap Adil
Akhir-akhir ini saya menerima banyak pesan dari keluarga PPPK yang merasa cemas. Saya memahami kegelisahan itu. Di balik setiap angka, ada orang tua yang bekerja keras, ada anak yang harus sekolah, ada kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa ditunda.
Karena itu, saya ingin menyampaikan satu hal dengan jujur:
kita tidak boleh menyederhanakan persoalan ini.
Kondisi fiskal daerah memang harus dijaga. Ada aturan nasional yang membatasi belanja pegawai agar APBD tetap sehat dan pelayanan publik bisa berkelanjutan. Mengabaikan itu bukan solusi. Tetapi menjadikan pemberhentian massal sebagai satu-satunya jalan juga bukan pilihan yang bijak.
Saya percaya selalu ada jalan tengah.
Kita bisa:
– Melakukan audit kebutuhan riil berbasis data
– Menghentikan sementara rekrutmen baru
– Mengurangi belanja yang tidak prioritas seperti perjalanan dinas dan kegiatan seremonial
– Meningkatkan pendapatan daerah melalui digitalisasi dan penertiban kebocoran
– Melakukan evaluasi secara bertahap dan selektif, terutama dengan tetap memprioritaskan guru dan tenaga kesehatan
Dengan langkah-langkah terukur seperti itu, ruang fiskal bisa diselamatkan tanpa harus mengguncang ribuan keluarga sekaligus.
Bagi saya, ini bukan hanya soal angka dan presentase tetapi soal keberpihakan dan tanggung jawab. Fiskal harus sehat, tetapi kemanusiaan juga harus dijaga.
Mari kita kawal bersama agar setiap keputusan diambil dengan data yang jernih, hati yang tenang, dan keberanian untuk memilih solusi yang paling adil bagi masyarakat luas.