27/11/2018
Riba: Pengalang Rezki & Penghapus Keberkahan
Menolak untuk diatur seakan sudah menjadi tabi’at manusia, hingga sampai pada satu titik dimana ia merasakan dampak dari perbuatannya tersebut. Begitu sama halnya dengan riba, padahal sudah tegas pengharamannya didalam Al Qur’an danHadits, seperti firman-Nya:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnyajual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. (QS Al Baqarah: 275)
Namun orang-orang tidak mengindahkan aturan ilahi ini, disatu sisi ia mengharap rezeki dari Allah Ta’ala, namun disisi lain ia tidak mengikuti prosedur yang dibuat oleh-Nya untuk mendapatkan rezeki itu.
Apakah mereka baru jera dari riba sampai mereka betul-betul bangkrut dan kehilangan semuanya?