31/08/2022
Ketika ada testimoni produk baik berupa kualitas ataupun kuantitas penjualan.
ada dua pola pikir yg berbeda:
Yang pertama menilai bahwa seller tersebut sangatlah recommended terlihat dengan banyaknya postingan penjualan ataupun review produk dari customer. Seller pun merasa bahwa strategi ini sangat bermanfaat untuk menarik calon customer Yang Lain dengan seringnya mengupload produknya yang berhasil terjual.
Yang kedua menilai bahwa seller tersebut melakukan pansos yang mengarah kepada kesombongan sok-sokan laku barangnya padahal dijual ke tetangga tapi di-upload di sosial media.
Ya biasa netizen selalu punya pemikirannya masing-masing. Kami merasa di situlah seninya bermain sosial media tergantung dari sudut pandang mana kita menilai sebuah postingan. Kalau Anda termasuk yang mana?
Sejujurnya kami tidak pernah memikirkan pandangan orang lain terhadap posting-postingan kami di sosial media. selain kami gaptek kami juga tidak memprioritaskan sosial media sebagai alat marketing kami satu-satunya. Bagi kami produk yang konsisten dan service yang mendekati excellent adalah marketing yang sesungguhnya.