Chocoban Chipz

Chocoban Chipz Chocoban Chipz hadir menawarkan banyak rasa untuk menambah rasa dalam cerita kehidupan dan obrolan bermanfaat lainnya.

*MENDAPATKAN HASIL YANG SETIMPAL*Banyak orang mengeluh mengenai hidupnya, mulai dari kekurangan uang, banyak pengeluaran...
26/05/2021

*MENDAPATKAN HASIL YANG SETIMPAL*
Banyak orang mengeluh mengenai hidupnya, mulai dari kekurangan uang, banyak pengeluaran yang harus ditanggung, masalah ini, dan itu. Namun jika diamati lebih dalam, semua itu terjadi tidak jauh merupakan hasil atau dampak dari apa yang dilakukannya selama ini.
Jangan lupa, bahwa apa yang kita alami merupakan konsekuensi logis dari apa yang pernah kita lakukan. Artinya, Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang berbeda, jangan hanya melakukan rutinitas yang sama.
Dalil sederhana ini juga berlaku dalam upaya kita dalam meraih kesuksesan. Berhasil dalam bisnis itu bukan datang tiba-tiba, bahkan datang tanpa perencanaan dan upaya apapun. Lupakan hal itu! Kenyataannya kesuksesan itu mesti direncanakan, diupayakan, dan diusahakan terus-menerus hingga berhasil.
Hanya orang yang mau melakukan perubahan dalam dirinyalah yang berhasil meraihnya.

Meskipun kamu bukan yang pertama, bukan berarti kamu hanya bisa jadi pengikut. Kamu bisa kok jadi pemenang,  ambil momen...
04/11/2020

Meskipun kamu bukan yang pertama, bukan berarti kamu hanya bisa jadi pengikut. Kamu bisa kok jadi pemenang, ambil momen nya gaes,

Hajar bleh...

Ini chocoban chipz rasa greentea,
Masih ada 7 rasa yang lain.














Kamu syuka chocoban chipz yang rasa apa?

Udah jam nya ngeteh nih. Sambil ngobrolin mimpi-mimpi, solusi-solusi, harapan-harapan, cinta dan kasih sayang.Chocoban c...
03/11/2020

Udah jam nya ngeteh nih.



Sambil ngobrolin mimpi-mimpi, solusi-solusi, harapan-harapan, cinta dan kasih sayang.

Chocoban chipz ready buat nemenin jam nge teh kamu.


















Udah muali aja ngobrol, kalo nggak ada yang mulai kapan ngomongnya.
I love you

Bohongmu mbok jangan terlalu jujur, begitu juga jujurmu jangan terlalu bohong.Ini chocoban chipz rasa greentea,Masih ada...
27/10/2020

Bohongmu mbok jangan terlalu jujur, begitu juga jujurmu jangan terlalu bohong.

Ini chocoban chipz rasa greentea,
Masih ada 7 rasa yang lain.














Kamu syuka chocoban chipz yang rasa apa?

Test3
26/10/2020

Test3

Test2
26/10/2020

Test2

04/11/2018

The Last Ottoman Stand

Katanya, ada seorang Kopral Ottoman yang menolak untuk meninggalkan tugasnya di al-Quds ketika ditarik untuk kembali ke negaranya Turki, sampai akhirnya sang Kopral dengan s**a rela meninggalkan tempat tugasnya itu ketika Rabb nya memanggilnya pada tahun 1982. Ketika ditanya kenapa tidak mau meninggalkan pos penjagaan itu, ia menjawab, “Saya takut Rasulullah akan sedih kalau tau tidak ada lagi yang menjaga masjid ini, Kiblat pertama dan masjid suci ketiga umat Islam”.

Ya, namanya Kopral Hasan Igdirli (93 yo), the Last Ottoman Stand, prajurit Ottoman terakhir yang meninggalkan tugasnya menjaga masjid Aqsha pada tahun 1982, bukan kembali ke negaranya Turki, tetapi kembali ke Rabb nya. Kisah ini ditulis oleh seorang jurnalis Turki, Elhan Bardagi, yang sedang berkunjung ke al-Quds bersama para delegasi jurnalis Turki pada tahun 1972 yang tanpa sengaja bertemu dengan Kopral Hasan selepas sholat Jumat.

Ketika itu, Bardagi sedang berjalan-jalan di sekitar masjid Aqsha dan berjalan menuju ke halaman atas yang disebut dengan halaman “12 ribu lilin”. Dinamakan halaman “12 ribu lilin” karena dulu, ketika Sultan Selim l menaklukkan al-Quds untuk pertama kali pada tahun 1516 menyalakan 12 ribu lilin di halaman itu, dan disanalah tentara Ottoman melaksanakan sholat Isya yang diterangi oleh cahaya 12 ribu lilin.

Tidak jauh dari situ, Bardagi melihat seorang laki-laki berumur 80-an memakai pakaian tentara Ottoman yang sudah lusuh dan banyak bekas jahitan. Melihat laki-laki itu, Bardagi menanyakan kepada guide tentang laki-laki itu, kata guide, “Sejak aku kecil, aku sudah melihat laki-laki itu berdiri disitu seperti patung menghadap ke masjid dari pagi sampai sore. Dia tidak pernah berbicara kepada siapapun. Sepertinya sih orang gila”.

Bardagi mendekati laki-laki itu dan menyapanya dengan bahasa Turki, laki-laki itu menjawab dalam bahasa Turki dengan logat Anatolia yang masih sangat kental. Bardagi terkejut, berbagai pertanyaan muncul di benaknya, apa benar ini orang Turki? apa yang dia lakukan disini? Akhirnya Bardagi memberanikan diri untuk bertanya kepada laki-laki itu.

Laki-laki tua itu mengatakan, “Ketika negara kita kalah dalam perang pada tahun 1917, agar tidak terjadi penjarahan di kota al-Quds, pemerintah Ottoman meninggalkan 1 peleton pas**an di al-Quds sampai masuknya pas**an Inggris ke al-Quds. Aku memohon kepada Komandan untuk dimasukkan dalam peleton tersebut dan menolak kembali ke Turki. Namaku Kopral Hasan Igdirli, dari Korps 20, Brigade 36, Batalyon 8, Peleton Infanteri 11”

“Kami yang berjumlah 53 orang memutuskan untuk menetap di al-Quds agar nanti saudara-saudara kita orang Palestina tidak mengatakan bahwa Ottoman telah meninggalkan Palestina. Kami tidak ingin Sultan para Nabi, yaitu Nabi kita Muhammad sedih dan menangis”.

“Waktupun berlalu dengan cepat, para sahabatku pun telah meninggal satu per satu, kami tidak ditaklukkan oleh tentara musuh, tetapi kami dikalahkan oleh maut dan takdir Ilahi”.

Kata Bardagi, Hasan Affandi meminta satu permintaan kepadaku dan memohon agar aku melaksanakan permintaan itu,

“ Anakku, kalau kamu kembali ke Turki, pergilah ke desa Sanjak Tukat, temui disana Kapten Musthafa, dialah yang menugaskanku sebagai pengawal masjid Aqsha, dialah yang meletakkan amanah besar ini di pundakku. Ketika bertemu dengannya, ciumlah tangannya untukku, dan sampaikan padanya bahwa Kopral Hasan Igdirli, Komandan peleton 11 yang ditugaskan menjaga masjid Aqsha masih menjalankan tugasnya sebagaimana yang anda perintahkan dulu, dan tidak pernah meninggalkan posnya, dan Kopral Hasan memohon doa dari anda”.

Kata Bardagi, karena dia tahu aku datang dari Istanbul, dia menanyakan “Apa kabar negara kita?”. Aku bingung mau menjawab apa, aku tidak tega mengatakan bahwa negara Ottoman yang dibanggakannya itu telah dihancurkan oleh Inggris, Perancis, dan Armenia. Kukatakan, “Negara kita baik-baik saja”.

“Kalau baik-baik saja kenapa mereka tidak datang kesini dan membebaskan al-Quds dari para kafir itu?”, kata Hasan Afandi dengan suara tegas.

“Inshallah suatu hari mereka akan kembali kesini.…”

Akupun pamitan kepada Kopral Hasan, kucium tangannya dan kupeluk erat badannya yang sudah renta itu sambil menangis. “Sampaikan salamku kepada Istanbul”, kata Kopral Hasan.

Sebelum kembali, ku ceritakan kepada guide ku siapa laki-laki yang dikira gila itu, dan ku berikan alamatku kepada guide itu dan memintanya agar memberitahuku kabar Kopral Hasan.

Dalam perjalanan kembali ke Istanbul aku masih belum bisa percaya kalau ada seorang prajurit Ottoman yang masih bertugas di al-Quds menjaga masjid sejak tahun 1917!

Ketika sampai di Turki, aku pergi ke desa Sanjak Tukat di Anatolia, aku berhasil mendapatkan alamat Kapten Musthafa setelah menghubungi berbagai pihak. Aku pun tiba di desa itu, tetapi sayangnya aku tidak dapat memenuhi janjiku kepada Kopral Hasan, karena Kapten Musthafa telah meninggal belasan tahun yang lalu.

Pada tahun 1982, ketika aku bertugas di Kantor Berita Turki, aku menerima sepucut surat dari al-Quds. Ternyata surat dari guide yang 10 tahun lalu menemaniku, dalam surat itu tertulis, “Hari ini telah meninggal dunia prajurit terakhir penjaga masjid Aqsha” 😔😭

03/08/2018

BAROKAH ITU JELAS TIDAK ADA (HANYA MITOS)

Syaikh Ibrahim bin Adham ra., suatu ketika pernah terlibat dialog dengan salah seorang kafir zindiq yang tidak percaya akan eksistensi barokah.
Zindiq itu berkelakar, "Yang namanya barokah itu jelas tidak ada (hanya mitos)"

Mendengar itu, Syaikh Ibrahim lantas menanggapi pernyataannya:
Bin Adham : "Pernahkah kamu melihat anjing dan kambing?
Zindiq : Ia, tentu...
Bin Adham : Mana dari keduanya yang lebih banyak berreproduksi dalam melahirkan anak-anaknya?
Zindiq : Pastinya anjing, anjing bisa melahirkan sampai 7 anak anjing sekaligus. Sedangkan kambing hanya mampu melahirkan setidaknya hanya 3 anak kambing saja.
Bin Adham : Coba perhatikan lagi di sekelilingmu, manakah yang lebih banyak populasinya antara anjing dan kambing?
Zindiq : Aku lihat kambing lebih mendominasi, jumlahnya lebih banyak dibandingkan anjing.

Bin Adham : Bukankah kambing itu sering disembelih? Entah itu untuk keperluan hidangan jamuan tamu, prosesi kurban Idul Adha, acara aqiqah, atau momen istimewa dan hajat lainnya?
Tapi ajaibnya spesies kambing tidak kunjung punah dan bahkan jumlahnya justru nampak melebihi anjing.
Zindiq : Iya, iya, betul sekali

Bin Adham : Begitulah gambaran berkah
Zindiq : Jika tamsilnya begitu, lalu kenapa justru kambing yang mendapat berkah, bukan anjing?

Syaikh Ibrahim Bin Adham kemudian menutup dialog itu dengan jawabannya yang cukup menyentil:
لأن الأغنام تنوم أول الليل و تصحى قبل الفجر فتدرك وقت الرحمة فتنزل عليها البركة. وأما الكلاب تنبح طول الليل فإذا دَنا وقت الفجر هجست ونامت ويفوت عليها وقت الرحمة فتنزع منها البركة
Karena kambing lebih memilih tidur di awal petang tapi, ia selalu bangun sebelum fajar, di saat itulah ia mendapati waktu yang penuh dengan rahmat, hingga akhirnya turunlah Berkah kepadanya.

Beda halnya dengan anjing, ia doyan menggonggong sepanjang malam, tetapi di saat menjelang fajar ia malah pergi tidur sampai melewatkan saat-saat turunnya kucuran Rahmat dan ia pun tidak kebagian Berkah.

والله أعلم بالصواب ...

Apakah kita masih ragu bahwa barokah itu ada?
Dan sesuatu yang paling kita harapkan ?..

Copy

07/05/2018

Yes

Address

Selanegara Rt. 01 Rw. 01
Purbalingga
53391

Telephone

+6285291017049

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Chocoban Chipz posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share