03/01/2024
Bahaya Dinasti Politik
Orang tua itu gelisah. Jika tak pilih Gibran, BanSos tak akan berlanjut. Kegelisahan seperti itu bersifat kolektif, tak hanya di kecamatan Pulau Lakor, namun terasa di seluruh wilayah negeri ini. Saya punya kegelisahan yang sebaliknya. Jika pilih Gibran, program pemerintah yang melibatkan pinjaman luar negeri kian meningkat dan itu merupakan bahaya bagi generasi anak-anakku di masa depan. Mereka akan menanggung penderitaan akibat hutang negara yang menumpuk.
Kerugian negara akibat maraknya korupsi yang diwariskan oleh pemerintah masa OrBa belum tuntas diatasi, sementara kita berpotensi terjerumus dalam bahaya yang sama dari orde yang berbeda. Megawati Soekarnoputri, pimpinan partai PDI-P mengingatkkan lewat mimbar politik agar rakyat berhati-hati dengan Neo OrBa ketika menyaksikan praktek kolusi dan nepotisme yang dilakukan secara terang-terangan oleh sekelompok orang yang yang mengemban tanggung jawab pada bidang pemerintahan belakangan ini.
Sebuah podcast yang terkenal dengan nama Bocor Alus (milik Tempo) sempat membeberkan informasi bahwa BanSos dan KIP merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi menyusutnya dukungan pada koalisi Indonesia-Maju dan timbulnya keresahan dari masyarakat terhadap manuver kebijakan presiden Jokowi yang dinilai sarat dengan kepentingan kelompok dan keluarganya.
Saksikan bocor alus untuk untuk informasi lebih banyak.
https://youtu.be/iyhepYA0qU8?si=bBvlOH5D8xjvf_QE
Bonus:
https://youtu.be/hdeTXqgfhUw?si=46O4CXGOgYVCH2FO
https://youtu.be/OvoDYfXNjYQ?si=6ILNhCCSI-uSJys1
https://youtu.be/SQXcaHsG0Fc?si=N-OW6ZenLYQkS2aB
Laporan jurnalistik berkualitas dan enak dibaca, Majalah Tempo kini bisa diakses cuma 10.000 Rupiah/bulan. Klik di sini: https://s.id/enakdibacaBaca di sini:...