09/05/2026
*Saatnya Pilkades 2027 di Trenggalek Dipimpin Orang Berkualitas, Bukan Pemilik Modal!*
Demokrasi desa di Kabupaten Trenggalek tidak boleh terus-menerus dikuasai oleh politik uang. Sudah terlalu lama Pilkades berubah menjadi ajang transaksi kekuasaan, tempat suara rakyat dihargai dengan amplop, sembako, dan janji sesaat. Yang lahir kemudian bukan pemimpin pengabdi rakyat, melainkan penguasa yang sibuk mengembalikan modal politiknya. Inilah ironi terbesar demokrasi desa hari ini.
Rakyat kecil dijadikan sasaran serangan fajar, sementara masa depan desa dipertaruhkan selama sembilan tahun hanya demi uang recehan yang habis dalam hitungan hari. Desa akhirnya dipimpin bukan oleh orang paling cerdas dan tidak berkualitas, bukan yang paling memahami pemerintahan, tetapi oleh mereka yang paling kuat modal finansialnya.
Padahal regulasi sebenarnya telah memberi ruang untuk melahirkan calon kepala desa yang benar-benar berkualitas.
Dalam ketentuan Pilkades, apabila bakal calon kepala desa lebih dari lima orang, maka dilakukan seleksi tambahan melalui mekanisme ujian kompetensi, akademik, dan kriteria lainnya sebagaimana diatur dalam:
- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
- Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2017.
Artinya, masyarakat sebenarnya memiliki senjata moral dan konstitusional untuk melawan money politik.
Coba bayangkan jika dalam satu desa ada puluhan sarjana, tokoh muda, aktivis, akademisi, dan putra-putri terbaik desa yang kompak mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa.
Maka calon yang hanya mengandalkan uang akan dipaksa masuk ke arena pertarungan kualitas.
Di situlah yang berbicara bukan lagi isi tas dan kekuatan BOTOH, tetapi:
1. kecerdasan,
2. wawasan pemerintahan,
3. kemampuan memimpin,
4. integritas,
5. serta keberpihakan kepada rakyat.
Mekanisme ini bukan sekedar prosedur administratif. Ini adalah jalan revolusi moral demokrasi desa.
Karena semakin banyak figur berkualitas yang maju, maka semakin kecil ruang bagi politik uang untuk membeli masa depan rakyat.
Desa harus berhenti dipimpin oleh orang yang sekedar kaya dan tajir melintir. Desa harus dipimpin oleh orang yang layak. Pilkades 2027 harus menjadi momentum kebangkitan dan kesadaran rakyat di Kabupaten Trenggalek bahwa masa depan desa tidak boleh dijual murah oleh amplop politik.
Jika demokrasi desa ingin melahirkan kesejahteraan, maka kepala desa harus lahir dari kualitas, bukan transaksi.
Sudah waktunya rakyat melawan money politik dengan cara paling cerdas:
menghadirkan sebanyak mungkin calon-calon terbaik desa untuk bertarung secara kompetensi dan intelektualitas.
Karena ketika kualitas naik ke permukaan, politik uang perlahan akan tenggelam dengan sendirinya.