PSRP

PSRP PERHIMPUNAN REVOLUSIOR SOSIALIS PAPUA-PRSP

Taktik Politik Itu Buka Mata Dunia, Bukan Menutupi Mata Dunia ๐Ž๐ฅ๐ž๐ก: ๐๐ฒ๐š๐ฆ๐ฎ๐ค ๐ค๐š๐ซ๐ฎ๐ง๐ ๐ ๐ฎโ€œSemua orang adalah Intelektual tapi ...
03/07/2026

Taktik Politik Itu Buka Mata Dunia, Bukan Menutupi Mata Dunia

๐Ž๐ฅ๐ž๐ก: ๐๐ฒ๐š๐ฆ๐ฎ๐ค ๐ค๐š๐ซ๐ฎ๐ง๐ ๐ ๐ฎ

โ€œSemua orang adalah Intelektual tapi tidak semua orang adalah mempunyai fungsi Intelektualโ€ -Gransi

TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Kompi Bakusip dari markas bahwa mereka bertanggung jawab atas penembakan terhadap Nichloas F Goselin Seorang pilot berkembangsaan Amerika Serikat serta pembakaran satu unit pesawat milik maskapai penerbangan Indonesia milik PT AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua pada hari Kamis, 2 Juli 2026.

Itu terjadi karena TPNPB tidak terikat dengan Hukum Nasional Indonesia dan HAM karena TPNPB berada diluar NKRI yang merupakan Kombatan Non pemerintahan sehingga mereka (TPNPB) tidak bisa menghargai hukum nasional Indonesia apalagi mau tunduk dan patuh kepada hukum NKRI itu tidak ada legalitas hukum.

Akan tetapi penting untuk Combatan bersenjata Non Negara adalah untuk menghormati dan patuh pada hukum humaniter Internasional seperti Covensi Jenewa 1949 Tentang Perlindungan Terhadap Warga Sipil, tawanan militer tanpa senjata, Gereja, sekolah dan pelayanan umum seperti pilot, kesehatan medis dan Hamba Tuhan tambahan protokol 1,ll dan lll 1970.

Orang tua kami pernah Sandera orang asing 26 orang tahun 1996 disebut dengan Sandera Mapnduma tahun 1996 dibawah Pimpinan Jenderal Kellyk kwalik, Daniel Kogoya dan Silas Karunggu alias Kogoya akan tetapi TPNPB kodap lll Ndugama Derakma menjaga mereka dengan baik seperti telur dengan menarik perhatian dunia Internasional. Walaupun waktu itu, satu pucuk melawan seribu pucuk senjata dan seribu pasukan kolonial Indonesia dibawah Pimpinan Prabowo Subianto yang saat ini menjadi presiden Republik Indonesia.

Hasil daripada sandera 26 orang peneliti Lorens 95 melahirkan membuka mata dunia internasional bahwa orang asli west Papua menuntut kemerdekaan bangsa Papua Barat sebelumnya,dunia internasional berpikir bahwa Pepera 1969 itu telah status politik bangsa Papua Barat telah Final, hasil Sandera Mapnduma 1996 juga melahirkan UU Otsus, bebas berbicara politik bangsa Papua Barat Merdeka, bebas cetak baju bermotif BK dan bisa mendirikan Bank Papua itu hasil daripada Sandera Mapnduma yang merupakan Taktik Politik untuk menarik perhatian Mata Dunia.

Kutipan Jenderal Silas Kogoya: menyatakan bahwa kami tidak pernah membunuh orang sembarangan, kami tahan musuh tapi kami biasa jaga mereka,pihara mereka, kasih makan mereka dan membebaskan mereka dengan dalam keadaan sehat dan baik. Karena tujuan kami bukan bunuh membunuh tapi tujuan kami adalah Merdeka secara politik, ekonomi, sosial dan budaya diatas tanah dan negeri kami sendiri.

Tahun 1990-an kami orang Nduga tidak mengenal pendidikan,apalagi hukum humaniter Internasional akan tetapi kami dididik dan diajarkan pendidikan alamiah dari hukum alam dan hukum Honai bahwa jangan membunuh orang sembarangan dalam peperangan tapi bunuhlah pelaku karena menuntut darah masih berlaku.

Pada 7 Februari 2023 TPNPB kodap lll Ndugama Derakma Dibawah pimpinan Panglima Jendral Egianus Kogoya dan pasukannya kembali Sandera Pilot Marthen Asal Selandia Baru, TPNPB kodap lll Ndugama Derakma menjaga Pilot Marthen Asal Selandia Baru seperti telur dan bebaskan dalam keadaan sehat dan baik bukan karena TPNPB kodap lll Ndugama Derakma Dibawah pimpinan Panglima Jendral Egianus Kogoya bukan tidak Berani membunuh orang tapi hanya Jenderal Egianus Kogoya dan pasukannya mematuhi hukum humaniter Internasional yang mengatur tentang melindungi warga sipil dan pelayanan publik.

Penahanan dan sandera Pilot Marthen Asal Selandia Baru merupakan Taktik Politik Papua Barat Merdeka untuk menarik perhatian dunia Internasional bahwa orang asli west Papua mau Merdeka dan Jenderal Egianus Kogoya kodap lll Ndugama Derakma membuktikan bahwa Nilai Kemanusiaan dan perlindungan terhadap non Kombatan lebih penting untuk pengakuan dari dunia internasional bahwa orang Papua Barat berjuang untuk Merdeka bukan untuk menggulingkan NKRI.

Gerak Sipil Mampu Menganalisis Dampak Dari Pembunuhan Pilot, Tenaga Medis dan Tenaga Guru Jangan Asal Dukung Mendukung Enak Tidur dan Bangun Di kota:

Sepatah kata bahwa โ€œ Pengalaman adalah guru terbaikโ€ agar tidak jatuh di jurang yang sama;.

1.Dampak Pelayanan untuk Masyarakat Dikampung

Kabupaten Nduga memiliki 32 distrik dan 248 kampung dan didalamnya ada pukesmas, sekolah dan lapangan terbang kecil-kecil lebih daripada 40-an lapangan terbang yang dilayani oleh pesawat kecil seperti AMA dan MAAF. Dampak dari konflik bersenjata antara TPNPB kodap lll Ndugama Derakma dan militer kolonial Indonesia telah tutup seluruh pelayanan publik seperti; Kesehatan, pendidikan dan bandara.

Tahun 2018 setelah merampas senjata dari tangan militer kolonial Indonesia di Derakma oleh Jenderal Egianus Kogoya dan perang berlanjut Mugi, Mapnduma, Kenyam dan berlanjut perang di Jigi dengan pembunuhan terhadap 31 militer Indonesia bekerja di jembatan kali Jigi. Dalam peperangan ini, perempuan muda,tua dan laki-laki muda dan tua orang Nduga semua menghiasi militer Rambo dan bahkan hiasannya dihiasi didalam kemaluan lebih-lebih perempuan (Rambo Kuru).

Akan tetapi beriring berjalan waktu perempuan muda Nduga yang hiasi wajah dan kemaluan dengan hiasan Rambo semua masuk di kota kolonial Indonesia, menjadi mahasiswa, pemerintah dan penjilat kolonial Indonesia dan demikian p**a dengan kaum muda laki-laki Nduga semua masuk di kota dan saat ini Jenderal Egianus Kogoya sendiri bertahan dihutan rimba raya di Ndugama.

Akibat penutupan bandara tersebut, masyarakat kampung penderita karena kita Nduga hanya satu jalur yaitu jalur Udara.

2.Dampak Kesehatan

Orang tua kami banyak yang mati dihutan-hutan tanpa bantuan kesehatan medis dan tanpa pengobatan karena tidak ada tenaga kesehatan.

3.Dampak Pendidikan

Generasi emas Nduga di terlantarkan karena gedung sekolah ditutup dan tenaga guru pengungsi di kota.

4.Dampak untuk Masyarakat Dikampung

Tinggalkan kampung halaman,rumah,ternak babi,kebun dan Pengungsi dan hari ini kami seperti anak-anak kecil, anak-anak Aibon dan tidak ada apa-apa di mata orang lain walaupun dikampung kami, kami adalah orang-orang yang Merdeka,Otonom, Independen dan Mandiri.

5.Pesan Moral untuk Aktivis Gerakan Sipil kota dan Mahasiswa:

โ€œSemua orang adalah Intelektual tapi tidak semua orang adalah memiliki fungsi Intelektualโ€-Gransi

Berhentilah! Menjadi kompor gas untuk Korbankan warga sipil dengan saling dukung dan mendukung atas Pembunuhan Pilot AMA Nichloas F Goselin di Yahukimo, karena kalian bukan dilapangan tapi kalian berada di kota dan kalian bukan masyarakat sipil yang menetap disana dan kalian bukan sayap militer tapi kalian adalah gerakan Sipil kota.

Kalian gerakan Sipil kota tugas dan tanggung jawab adalah lobi-lobi politik diplomasi untuk Perundingan dengan Kolonial Indonesia bukan kalian menunggu aksi Sayap Militer, tugas sayap militer adalah eksekusi dan mengelola hasil eksekusi adalah kalian gerakan Sipil kota didalam negeri dan diplomasi diluar negeri.

Perlu ingat bahwa: โ€œorang mati tidak bisa negosiasi dengan orang yang masih hidup dan orang tahanan tidak bisa negosiasi dengan orang bebasโ€ taktik politik kalian gerakan Sipil dukung mendukung kalian mendukung apa dulu?? Kalian bisa atasi nasib warga sipil dikampung disana kah tidak?? ketika warga Nduga pengungsi tahun 2019 saya tinggalkan sekolah dan p**ang kampung atas nama Kemanusiaan sekolah disampingkan bisa kah tidak??

Belum pernah merasakan dan mengatasi warga pengungsi dan rasa pengungsi itu seperti apa?, tapi asal dukung mendukung itu berarti anda tidak punya fungsi Intelektual dan tidak punya pisau analisis taktik politik terkait dengan penanganan pengungsi warga sipil.

Medan Juang,3 Juli 2026

Nyamuk karunggu

#๐ฉ๐ž๐ซ๐ฃ๐ฎ๐š๐ง๐ ๐ ๐š๐ง
#๐ฉ๐ช๐ฉ๐ฎ๐š๐›๐š๐ซ๐š๐ญ
#๐ฉ๐ž๐ซ๐ฃ๐ฎ๐š๐ง๐ ๐š๐ง๐ฌ๐จ๐ฌ๐ข๐š๐ฅ๐ข๐ฌ

Hierarki Kelas Menciptakan Ketidakadilan dan PenindasanPada hakikatnya, kebutuhan dasar setiap manusia adalah kebebasan ...
29/06/2026

Hierarki Kelas Menciptakan Ketidakadilan dan Penindasan

Pada hakikatnya, kebutuhan dasar setiap manusia adalah kebebasan dan keadilan. Kedua nilai tersebut telah melekat dalam kehidupan manusia sejak awal keberadaannya dan bersifat universal. Namun, istilah ketidakadilan dan penindasan muncul akibat perilaku serta kepentingan politik manusia sendiri. Sesungguhnya, ketidakadilan dan penindasan tidak akan ada apabila manusia tidak dikuasai oleh keserakahan dan tidak menempatkan dirinya sebagai penguasa atas sesama.

Dorongan untuk menguasai materi dan ketidakpuasan terhadap apa yang dimiliki membuat sebagian individu atau kelompok berusaha merebut hak milik orang lain tanpa memedulikan dampak yang ditimbulkan. Dalam praktiknya, kelompok masyarakat kelas atas yang bersifat diktator dan otoriter kerap menggunakan kekuasaan untuk menindas masyarakat kelas menengah dan kelas bawah demi memenuhi kepentingan pribadi. Kekuasaan tersebut sering kali disertai dengan sikap hedonistis dan egoistis yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Di sisi lain, sebagian masyarakat kelas menengah justru mengadopsi budaya kekuasaan dari kelas atas. Setelah mengalami penindasan, mereka kemudian mereproduksi pola yang sama terhadap masyarakat kelas bawah. Akibatnya, mereka menjadi kolaborator bagi kekuasaan yang menindas dan secara tidak langsung mempertahankan sistem feodal yang menguntungkan segelintir elite. Dari sinilah lahir siklus ketidakadilan dan penindasan yang berlangsung secara terstruktur, sistematis, dan terus berulang dari generasi ke generasi.

Dalam konteks tersebut, masyarakat kelas bawah atau kaum proletariat merupakan tulang punggung kehidupan bangsa. Melalui kerja keras, dedikasi, dan tenaga mereka, roda ekonomi serta pembangunan dapat terus berjalan. Oleh karena itu, penting untuk membangkitkan kesadaran seluruh pekerja agar tidak puas dengan kondisi yang membelenggu mereka, serta memiliki tekad untuk menghapus berbagai bentuk penindasan yang telah mengakar dalam sistem sosial.

Deng Xiaoping, yang dikenal sebagai reformis ekonomi Tiongkok, berhasil membawa Republik Rakyat Tiongkok mencapai pertumbuhan ekonomi dan peningkatan taraf hidup yang sangat pesat. Melalui kebijakan โ€œPintu Terbukaโ€ sejak tahun 1978, lebih dari 620 juta penduduk berhasil keluar dari garis kemiskinan internasional. Deng Xiaoping menyatakan:

โ€œKapitalisme lebih unggul dibanding feodalisme. Namun kita tidak dapat mengatakan bahwa segala sesuatu yang berkembang di negara-negara kapitalis bersifat kapitalis. Teknologi, sains, dan manajemen produksi merupakan pengetahuan yang berguna bagi masyarakat mana pun. Kami bermaksud memanfaatkan kemajuan tersebut untuk melayani pembangunan produksi kami. Semua itu tidak memiliki karakter kelas.โ€

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan, teknologi, dan manajemen modern dapat dimanfaatkan oleh sistem apa pun selama digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan semata-mata demi kepentingan segelintir orang.

Sebaliknya, dalam praktik kapitalisme yang dikuasai oligarki dan kekuasaan yang bersifat diktator, kebijakan ekonomi sering kali hanya menguntungkan kelompok tertentu. Akibatnya, sumber daya alam dieksploitasi, lingkungan dirusak, dan kaum proletariat dipaksa mengorbankan tenaga, waktu, kesehatan, bahkan martabatnya demi memperkaya kaum borjuis. Dalam konteks ini, Karl Marx pernah menyatakan:

โ€œMasyarakat borjuis adalah masyarakat yang paling berkembang dan merupakan organisasi produksi historis yang paling kompleks. Oleh karena itu, kategori-kategori yang menjelaskan hubungan-hubungan di dalam masyarakat borjuis juga memberikan pemahaman mengenai struktur dan hubungan produksi berbagai formasi sosial sebelumnya.โ€

Bagi Marx, perkembangan masyarakat selalu dipengaruhi oleh hubungan produksi dan kepemilikan. Proletariat merupakan kekuatan produktif yang menjadi penggerak utama kehidupan ekonomi. Hubungan produksi yang baru tidak muncul dari ruang hampa ataupun sekadar gagasan, melainkan berkembang melalui pertentangan terhadap sistem produksi dan hubungan kepemilikan yang telah ada sebelumnya.

Kesimp**an

Sebagaimana setiap manusia mengekspresikan kehidupannya, demikian p**a hakikat dirinya. Kaum tertindas memahami realitas penindasan karena mereka mengalaminya secara langsung. Oleh sebab itu, pengalaman hidup mereka menjadi dasar yang sah untuk menyuarakan perjuangan memperoleh keadilan. Kehidupan manusia selalu berkaitan dengan cara mereka memproduksi dan mempertahankan keberadaannya. Dengan demikian, kondisi sosial seseorang sangat dipengaruhi oleh hubungan produksi dan struktur sosial yang melingkupinya. Selama ketimpangan tersebut masih dipertahankan, perjuangan melawan ketidakadilan dan penindasan akan tetap menjadi bagian dari sejarah kehidupan manusia.

Tanah juang, 29 Juni 2029
By: NoWene

Kami terbitkan tulisan terbaru oleh Wene Karunggu "Agitasi: Senjata Revolusi Sosialis".Wene menulis, "Jalan menuju revol...
26/06/2026

Kami terbitkan tulisan terbaru oleh Wene Karunggu "Agitasi: Senjata Revolusi Sosialis".

Wene menulis, "Jalan menuju revolusi sosialis bukanlah jalan yang dibangun oleh individu-individu besar semata. Jalan itu dibangun oleh jutaan manusia biasa yang mulai menyadari posisi mereka dalam masyarakat, memahami sumber penindasan yang mereka alami, dan bersatu untuk menciptakan dunia yang berbeda. Revolusi sosialis, dalam pandangan Marxis, bukan sekadar pergantian pemerintahan, melainkan transformasi menyeluruh terhadap hubungan sosial yang selama berabad-abad melahirkan eksploitasi manusia atas manusia."

Silahkan baca selengkapnya: https://laolaopapua.com/2026/06/26/agitasi-senjata-revolusi-sosialis/
___

Tanah Air, Kemerdekaan, dan Perdamaian!






struktur untuk mempertahankan status quo  NKRI Arga mati atau struktur untuk membangun pembebasan rakyat dalam gerakan o...
15/06/2026

struktur untuk mempertahankan status quo NKRI Arga mati atau struktur untuk membangun pembebasan rakyat dalam gerakan organisasi politik dan apa saja tugas-tugas kaum muda dalam orientasinya..!!

"perjuangan kelas pekerja tidak akan pernah berhasil jika hanya mengandalkan semangat buta tanpa pemahaman ilmiah mengenai sistem yang menindas mereka."

Papua dan Tugas Kaum Muda

Bagi rakyat Papua, persoalan kolonialisme bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan realitas yang masih dirasakan dalam berbagai bentuk kehidupan saat ini. Kolonialisme modern tidak selalu hadir melalui penjajahan langsung sebagaimana pada abad-abad sebelumnya. Ia hadir melalui penguasaan sumber daya alam, perampasan tanah adat, ketimpangan pembangunan, marginalisasi masyarakat adat, serta dominasi ekonomi yang menempatkan rakyat Papua sebagai penonton di atas tanahnya sendiri.

Di berbagai wilayah Papua, gunung-gunung digali untuk kepentingan modal besar, hutan-hutan dibuka atas nama investasi, dan tanah adat sering kali dipandang sebagai komoditas ekonomi semata. Sementara itu, sebagian besar rakyat masih menghadapi persoalan pendidikan, kesehatan, pengangguran, dan kemiskinan yang tidak sebanding dengan kekayaan alam yang dimiliki Papua.

Dalam pandangan kamerad: Karl Marx menjelaskan bahwa kapitalisme selalu mencari wilayah baru untuk dieksploitasi demi akumulasi keuntungan. Dalam konteks Papua, kekayaan alam menjadi daya tarik utama bagi modal besar. Akibatnya, hubungan antara manusia dan tanah yang selama berabad-abad menjadi dasar kehidupan masyarakat adat perlahan digantikan oleh hubungan pasar yang berorientasi pada keuntungan.

Dalam pandangan: Antonio Gramsci kita memahami bahwa dominasi tidak hanya berlangsung melalui kekuatan ekonomi dan politik, tetapi juga melalui hegemoni. Rakyat dapat dibuat percaya bahwa ketidakadilan adalah sesuatu yang normal, bahwa kemiskinan adalah kesalahan individu, dan bahwa eksploitasi atas nama pembangunan adalah sesuatu yang harus diterima. Oleh karena itu, perjuangan di Papua bukan hanya perjuangan ekonomi, tetapi juga perjuangan membangun kesadaran kritis rakyat.

Dalam pandangan: Paulo Freire mengajarkan bahwa rakyat tertindas harus menjadi subjek sejarah, bukan objek sejarah. Artinya, rakyat Papua tidak boleh hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi harus menjadi pelaku yang menentukan masa depan mereka sendiri melalui pendidikan kritis, diskusi kolektif, dan organisasi yang berakar pada kebutuhan rakyat.

Dalam perspektif kolektif, perjuangan Papua tidak boleh dibangun di atas kultus individu atau tokoh semata. Sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari kekuatan rakyat yang terorganisir. Kekuatan itu dibangun melalui belajar bersama, pendidikan politik, solidaritas antar kampung, solidaritas mahasiswa, solidaritas buruh, petani, nelayan, perempuan, dan seluruh lapisan rakyat yang mengalami penindasan.

Melawan kolonialisme di Papua berarti melawan setiap bentuk penghisapan manusia atas manusia. Melawan kolonialisme berarti mempertahankan hak rakyat atas tanah, hutan, sungai, dan seluruh sumber kehidupan. Melawan kolonialisme berarti memperjuangkan pendidikan yang membebaskan, kesehatan yang layak, pekerjaan yang bermartabat, serta kehidupan yang adil bagi seluruh rakyat.

Karena itu, tugas kaum muda Papua hari ini bukan sekadar menjadi penonton sejarah. Kaum muda harus menjadi pelopor pendidikan kritis, pengorganisasian rakyat, dan pembangunan gerakan kolektif yang berpihak kepada kepentingan rakyat banyak.

Kolektif Papua Belajar Bersama memandang bahwa pembebasan tidak akan lahir dari individu-individu yang bergerak sendiri-sendiri. Pembebasan hanya dapat lahir melalui kesadaran kolektif, kerja kolektif, dan perjuangan kolektif. Belajar adalah senjata. Organisasi adalah alat. Rakyat adalah kekuatan utama perubahan,suatu bangsa..

Lawan segala bentuk kolonialisme, rasisme, kapitalisme, dan penindasan yang merampas hak-hak rakyat.Karena masa depan Papua tidak akan ditentukan oleh mereka yang menguasai kekayaan alamnya, melainkan oleh rakyat yang sadar, terorganisir, dan berjuang secara kolektif untuk kebebasan dan keadilan sosial.

"Tidak ada pembebasan tanpa kesadaran. Tidak ada kesadaran tanpa organisasi. Tidak ada organisasi tanpa perjuangan."

Sejarah manusia bukanlah sejarah yang bergerak dengan sendirinya. Sejarah dibentuk oleh perjuangan manusia untuk mempert...
11/06/2026

Sejarah manusia bukanlah sejarah yang bergerak dengan sendirinya. Sejarah dibentuk oleh perjuangan manusia untuk mempertahankan hidup, memenuhi kebutuhan, dan melawan berbagai bentuk penindasan yang muncul dalam setiap tahap perkembangan masyarakat. Dari zaman perbudakan, feodalisme, hingga kapitalisme modern, selalu terdapat kelompok yang menguasai kekayaan dan kekuasaan, serta kelompok yang harus bekerja keras untuk mempertahankan kehidupannya. Dalam pandangan Marxis, sejarah adalah sejarah perjuangan kelas, yaitu perjuangan antara mereka yang menguasai alat-alat produksi dan mereka yang hidup dari tenaga kerjanya.

Baca selengkapnya;
๐Ÿ‘‡https://jalansunyi8.wordpress.com/2026/06/10/agitasi-merupakan-senjata-jalan-menuju-revolusi-sosialis/

AGITASI MERUPAKAN SENJATA: JALAN MENUJU REVOLUSI SOSIALISOleh : Ndugama Wene karungguSejarah manusia bukanlah sejarah ya...
10/06/2026

AGITASI MERUPAKAN SENJATA: JALAN MENUJU REVOLUSI SOSIALIS

Oleh : Ndugama Wene karunggu

Sejarah manusia bukanlah sejarah yang bergerak dengan sendirinya. Sejarah dibentuk oleh perjuangan manusia untuk mempertahankan hidup, memenuhi kebutuhan, dan melawan berbagai bentuk penindasan yang muncul dalam setiap tahap perkembangan masyarakat. Dari zaman perbudakan, feodalisme, hingga kapitalisme modern, selalu terdapat kelompok yang menguasai kekayaan dan kekuasaan, serta kelompok yang harus bekerja keras untuk mempertahankan kehidupannya. Dalam pandangan Marxis, sejarah adalah sejarah perjuangan kelas, yaitu perjuangan antara mereka yang menguasai alat-alat produksi dan mereka yang hidup dari tenaga kerjanya.

Pada masa sekarang, pertentangan tersebut muncul dalam bentuk hubungan antara kapital dan tenaga kerja. Segelintir orang menguasai perusahaan, tanah, industri, perbankan, serta sumber daya alam, sementara sebagian besar masyarakat bergantung pada upah atau penghasilan yang sering kali tidak sebanding dengan nilai kerja yang mereka hasilkan. Sistem kapitalisme menjanjikan kemajuan dan kesejahteraan, tetapi pada saat yang sama menghasilkan ketimpangan yang terus melebar. Kekayaan yang diciptakan oleh kerja kolektif jutaan manusia terkonsentrasi di tangan kelompok kecil yang memiliki kendali atas modal dan produksi.

Di tengah kondisi tersebut, rakyat sering diajarkan untuk menerima keadaan sebagai sesuatu yang wajar. Kemiskinan dianggap sebagai akibat dari kemalasan, pengangguran dianggap sebagai kesalahan individu, dan ketimpangan dianggap sebagai konsekuensi alami dari persaingan. Cara pandang seperti ini menutupi kenyataan bahwa persoalan-persoalan tersebut lahir dari struktur sosial yang tidak setara. Sistem yang ada mendorong akumulasi keuntungan bagi sebagian kecil orang, sementara mayoritas masyarakat harus berjuang menghadapi berbagai kesulitan hidup.

Dalam konteks Papua, persoalan tersebut memiliki bentuk yang lebih kompleks. Papua merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Gunung-gunungnya menyimpan mineral bernilai tinggi, hutannya menjadi salah satu kawasan tropis terbesar di dunia, dan lautnya mengandung kekayaan yang melimpah. Akan tetapi, kekayaan tersebut tidak secara otomatis menghadirkan kehidupan yang sejahtera bagi seluruh rakyat.

Di banyak tempat masih ditemukan kemiskinan, keterbatasan layanan kesehatan, rendahnya akses pendidikan, minimnya infrastruktur dasar, dan sempitnya kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kurangnya sumber daya, melainkan pada bagaimana sumber daya tersebut dikelola dan untuk siapa hasilnya digunakan. Ketika keuntungan menjadi tujuan utama pembangunan, kebutuhan rakyat sering kali ditempatkan pada posisi kedua. Ketika investasi dipandang sebagai ukuran keberhasilan, maka suara masyarakat yang terdampak sering kali dianggap sebagai hambatan. Dalam situasi seperti ini, masyarakat adat, petani, nelayan, buruh, dan rakyat kecil lainnya menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan.

Di sinilah agitasi memperoleh maknanya yang sesungguhnya. Agitasi bukan sekadar pidato yang berapi-api atau seruan yang penuh emosi. Agitasi adalah metode untuk menjelaskan realitas sosial kepada rakyat.

Agitasi membantu rakyat memahami bahwa penderitaan yang mereka alami bukanlah persoalan individu yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari persoalan sosial yang lebih luas. Ketika seorang petani kehilangan lahannya, ketika seorang buruh menerima upah yang tidak layak, ketika mahasiswa menghadapi mahalnya biaya pendidikan, atau ketika masyarakat adat kehilangan ruang hidupnya, agitasi menjelaskan hubungan antara pengalaman tersebut dengan sistem yang melahirkannya.

Dalam tradisi Bolshevisme, agitasi memiliki fungsi penting untuk menghubungkan persoalan sehari-hari rakyat dengan tujuan politik yang lebih luas. Lenin menjelaskan bahwa gerakan revolusioner tidak boleh terpisah dari pengalaman nyata masyarakat. Teori hanya akan menjadi kump**an kata-kata jika tidak mampu menjelaskan kenyataan yang dihadapi rakyat. Oleh karena itu, agitasi harus berbicara mengenai persoalan konkret yang dirasakan masyarakat dan menunjukkan akar penyebab dari persoalan tersebut.

Namun, kesadaran yang lahir dari agitasi tidak boleh berhenti pada kemarahan. Kemarahan yang tidak memiliki arah hanya akan menjadi ledakan sesaat. Kesadaran harus berkembang menjadi pemahaman yang lebih mendalam, dan pemahaman tersebut harus melahirkan organisasi. Organisasi merupakan sarana yang memungkinkan rakyat menyatukan kekuatan, bertukar pengalaman, mengembangkan pendidikan politik, dan merumuskan strategi perjuangan yang lebih terarah.
Banyak pengalaman sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari tindakan individu semata. Perubahan lahir ketika rakyat yang sebelumnya tercerai-berai mulai menyadari kepentingan bersama dan bergerak secara kolektif. Gerakan buruh, perjuangan petani, gerakan mahasiswa, dan berbagai perjuangan rakyat lainnya memperoleh kekuatan bukan karena keberanian individu tertentu, melainkan karena kemampuan mereka membangun organisasi yang berakar di tengah masyarakat.

Dalam perjuangan politik Papua, persoalan kesadaran memiliki arti yang sangat penting. Selama rakyat hanya melihat masalah secara terpisah-pisah, maka penyebab utama dari berbagai ketidakadilan akan sulit dipahami. Ketika masyarakat melihat kemiskinan hanya sebagai persoalan ekonomi, kehilangan tanah hanya sebagai konflik lokal, atau ketimpangan pembangunan hanya sebagai masalah administratif, maka hubungan antara berbagai persoalan tersebut tidak akan terlihat. Padahal berbagai persoalan tersebut saling berkaitan dan muncul dari struktur sosial yang sama.

Oleh sebab itu, pendidikan politik menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari perjuangan rakyat. Pendidikan politik bukan sekadar membaca buku atau menghafal teori. Pendidikan politik adalah proses memahami kenyataan sosial secara ilmiah, memahami sejarah perjuangan rakyat, serta memahami hubungan antara kekuasaan politik dan kepentingan ekonomi. Melalui pendidikan politik, rakyat belajar bahwa perubahan tidak datang dari belas kasihan penguasa, melainkan dari kemampuan rakyat sendiri untuk mengorganisir kekuatan mereka.

Revolusi sosialis dalam pengertian Marxis bukanlah tindakan spontan yang terjadi dalam satu malam. Revolusi adalah proses panjang yang lahir dari perkembangan kontradiksi dalam masyarakat. Ketika sistem yang ada tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan rakyat, ketika kesenjangan sosial semakin tajam, dan ketika rakyat mulai kehilangan kepercayaan terhadap lembaga-lembaga yang ada, maka muncul kebutuhan akan perubahan yang lebih mendasar.
Perubahan tersebut bukan hanya menyangkut pergantian pemerintah atau pergantian elite politik. Revolusi sosialis bertujuan mengubah hubungan sosial yang memungkinkan terjadinya eksploitasi manusia atas manusia. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat di mana alat-alat produksi utama dikelola untuk memenuhi kebutuhan bersama, bukan untuk memperkaya segelintir orang.

Dalam masyarakat semacam itu, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan kesejahteraan tidak dipandang sebagai hak istimewa, melainkan sebagai hak yang harus dinikmati oleh seluruh rakyat.

Bagi generasi muda Papua, tugas sejarah yang paling penting adalah memperdalam kesadaran politik dan memperkuat organisasi rakyat. Kampus, komunitas belajar, organisasi mahasiswa, kelompok diskusi, serta berbagai ruang pendidikan alternatif harus menjadi tempat untuk mengembangkan pemikiran kritis. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton yang menyaksikan ketidakadilan dari kejauhan. Mereka harus menjadi bagian dari upaya memahami realitas sosial dan terlibat dalam perjuangan untuk mengubahnya.

Kesadaran politik yang kuat tidak lahir dari propaganda kosong, tetapi dari keterlibatan langsung dalam kehidupan rakyat. Seseorang memahami persoalan petani dengan berada di tengah petani. Seseorang memahami persoalan buruh dengan mendengarkan pengalaman buruh. Seseorang memahami persoalan masyarakat adat dengan melihat bagaimana mereka mempertahankan ruang hidup dan kebudayaannya.

Dari pengalaman-pengalaman konkret itulah lahir pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakter sistem yang sedang bekerja dalam masyarakat.
Karena itu, jalan menuju revolusi sosialis dimulai dari tugas yang tampaknya sederhana tetapi sangat menentukan: belajar, berdiskusi, mengorganisir, dan menyebarkan kesadaran. Dari proses tersebut lahir kader-kader yang mampu menjelaskan realitas sosial kepada rakyat. Dari kader-kader tersebut lahir organisasi yang berakar di tengah masyarakat. Dari organisasi lahir gerakan yang mampu memperjuangkan kepentingan rakyat secara lebih luas.
Sejarah tidak bergerak karena keinginan individu, tetapi karena tindakan kolektif manusia yang sadar akan kepentingannya.

Oleh sebab itu, perjuangan menuju masyarakat yang lebih adil memerlukan kesabaran, ketekunan, disiplin, dan keyakinan bahwa rakyat mampu menjadi subjek yang menentukan masa depannya sendiri.

Dalam perspektif sosialisme, masa depan Papua tidak ditentukan oleh kekayaan alam yang terkandung di dalam tanahnya, melainkan oleh tingkat kesadaran politik rakyatnya, kekuatan organisasinya, dan kemampuannya memperjuangkan masyarakat yang bebas dari eksploitasi, penindasan, kemiskinan, dan segala bentuk dominasi yang menghambat pembebasan manusia.

Tulisan ini aku menulis agar setiap gerakan pentingnya agitasi merupakan bagian dari senjata; jalan menuju revolusi, terutama (west papua)

Referensi:
1.Jalan menuju revolusi web. Marxis.com
2. Bolshevik 1917
3. Revolusi Permanen bukunya Leon trotsky.
4. Manifesto politik karx Marx

Medan juang 10 juni 2026

Kawan-kawan yang memiliki websit/ media silakan sebarluaskan atas agitasi adalah penting bagi kaum terjajah dan penidas...

โ€œPENA YANG TIDAK PERNAH DIAMโ€Sebuah Novel Karya Anak BangsaDi setiap peradaban, selalu ada dua jalan yang dapat dipilih ...
07/06/2026

โ€œPENA YANG TIDAK PERNAH DIAMโ€

Sebuah Novel Karya Anak Bangsa

Di setiap peradaban, selalu ada dua jalan yang dapat dipilih manusia: jalan yang meninggalkan jejak dengan kekuatan, dan jalan yang meninggalkan jejak melalui pemikiran. Kekuatan dapat menguasai ruang, tetapi tulisan mampu menembus waktu.
Baca selengkapnya:
๐Ÿ‘‡๐Ÿฝ

Sebuah Novel Karya Anak Bangsa

Manusia untuk melihat realitas secara kritis, bukan sekadar menerima keadaan sebagai sesuatu yang wajar, tanpa kesadaran...
06/06/2026

Manusia untuk melihat realitas secara kritis, bukan sekadar menerima keadaan sebagai sesuatu yang wajar, tanpa kesadaran penindasan dapat terus berlangsung karena di anggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.!

Baca selengkapnya :

Manusia untuk melihat realitas secara kritis, bukan sekadar menerima keadaan sebagai sesuatu yang wajar, tanpa kesadaran penindasan dapat terus berlangsung karena di anggap sebagai bagian dari kehiโ€ฆ

SELAMATKAN TANAH & BANGUN PERSATUAN KELAS.!โ€œHARI LINGKUNGGAN SEDUNIA TEPAT PADA TANNGGAL 05 JUNI 1972- 05 JUNI 2026โ€Oleh...
05/06/2026

SELAMATKAN TANAH & BANGUN PERSATUAN KELAS.!

โ€œHARI LINGKUNGGAN SEDUNIA TEPAT PADA TANNGGAL 05 JUNI 1972- 05 JUNI 2026โ€

Oleh : Jalan Sunyi

kapitalisme telah merusak keseimbangan alamiah.Metabolisme Sosial vs. Alam: Menurut Marx, manusia bermetabolisme dengan alam melalui proses produksi dan kerja. Manusia mengambil nutrisi dari alam untuk bertahan hidup dan seharusnya mengembalikan limbah tersebut sebagai pupuk untuk menjaga kesuburan tanah.

Kritik terhadap Kapitalisme dibawah sistem kapitalis, terjadi urbanisasi besar-besaran yang memusatkan penduduk di kota. Makanan dan serat diproduksi secara massal di pedesaan, lalu dikirim ke kota. Namun, sisa-sisa limbah manusia dari konsumsi tersebut menumpuk di kota sebagai polusi dan tidak pernah dikembalikan ke tanah pertanian.

Dampak Keretakan Akibat arus satu arah ini, tanah pertanian mengalami penipisan unsur hara (degradasi tanah), sementara kota mengalami pencemaran. Marx menyebut ini sebagai โ€œirreparable riftโ€ (keretakan yang tak dapat diperbaiki) antara manusia dan bumi akibat kerakusan sistem kapitalis yang hanya berfokus pada akumulasi keuntungan.

Hari Lingkungan Sedunia lahir di Stockholm, Swedia, pada tahun 1972 selama Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia.Sementara itu, meskipun bukan ahli ekologi murni, Karl Marx memiliki teori lingkungan yang dikenal sebagai โ€œMetabolic Riftโ€ (Keretakan Metabolisme).

Sejarah Lahirnya Hari Lingkungan Sedunia Lokasi & Waktu Lahir tepat waktu Ditetapkan pada Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia (Pembukaan Konferensi Stockholm) di Stockholm, Swedia, pada tanggal 5-16 Juni 1972.Tanggal Peringatan: 5 Juni dipilih sebagai hari pertama konferensi tersebut, dan perayaan pertamanya dilaksanakan pada tahun 1974 dengan tema โ€œOnly One Earthโ€.Inisiator Resolusi ini diajukan oleh negara Senegal dan Jepang. Peringatan ini kemudian dikoordinasikan oleh United Nations Environment Programme (UNEP).

SELAMATKAN TANAH PAPUA DARI EKSPANSI MODAL DAN KOLONIALISME MODERN.!

Karl Marx dan Friedrich Engels menjelaskan โ€bahwa sejarah umat manusia adalah sejarah perjuangan kelasโ€. Dalam setiap zaman, selalu terdapat pertentangan antara kelompok yang menguasai alat produksi dengan kelompok yang dieksploitasi. Dalam masyarakat kapitalis modern, kekuasaan ekonomi berada di tangan pemilik modal yang terus memperluas wilayah akumulasi keuntungan melalui penguasaan tanah, sumber daya alam, dan tenaga kerja.

Dalam karya-karya Marx dan Engels, negara tidak berdiri netral di atas semua kepentingan sosial. Negara sering berfungsi sebagai alat politik yang menjaga kepentingan kelas yang berkuasa. Melalui kebijakan pembangunan, investasi, dan proyek-proyek ekonomi berskala besar, negara dapat menjadi instrumen yang memfasilitasi ekspansi kapitalisme ke wilayah-wilayah yang sebelumnya berada di luar sirkulasi modal.

Papua merupakan salah satu wilayah yang mengalami tekanan tersebut. Kekayaan hutan, mineral, sungai, dan tanah adat menjadikan Papua sasaran berbagai proyek ekstraktif. Atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, ruang hidup masyarakat adat semakin terdesak oleh pertambangan, perkebunan skala besar, pembukaan kawasan industri, dan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Marx menyebut proses ini sebagai bagian dari akumulasi kapital, yaitu upaya terus-menerus untuk memperluas keuntungan dengan menguasai sumber-sumber kehidupan masyarakat. Dalam perkembangannya, para pemikir Marxis melihat bahwa imperialisme merupakan tahap lanjut kapitalisme ketika modal membutuhkan wilayah-wilayah baru untuk dieksploitasi. Oleh karena itu, eksploitasi terhadap tanah, hutan, dan manusia tidak dapat dipisahkan dari kepentingan ekonomi global.

Dalam perspektif historis materialisme historis, kerusakan lingkungan bukanlah sekadar kesalahan individu atau lemahnya kesadaran masyarakat. Kerusakan lingkungan merupakan konsekuensi dari sistem ekonomi yang menempatkan keuntungan di atas keberlanjutan hidup manusia dan alam. Ketika hutan dipandang sebagai komoditas dan tanah dipandang sebagai aset investasi, maka masyarakat adat yang bergantung pada alam akan menjadi kelompok pertama yang menanggung dampaknya.

Friedrich Engels dalam kajiannya mengenai hubungan manusia dan alam mengingatkan bahwa setiap kemenangan manusia atas alam pada akhirnya dapat berbalik menjadi bencana apabila dilakukan tanpa memperhitungkan keseimbangan ekologis. Pengrusakan hutan, pencemaran sungai, dan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan akan melahirkan krisis sosial dan ekologis yang mengancam generasi mendatang.

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk menolak segala bentuk perampasan tanah adat, penghancuran lingkungan, dan praktik pembangunan yang mengabaikan hak-hak masyarakat adat Papua. Perjuangan menjaga lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari perjuangan mempertahankan tanah, identitas budaya, dan hak menentukan masa depan sendiri.



TUNTUTAN RAKYAT BENTUK PERLAWANAN SEBAGAI BERIKUT:

1. Hentikan perampasan tanah adat atas nama investasi dan pembangunan.

2. Evaluasi seluruh proyek yang mengancam lingkungan dan hak masyarakat adat Papua.

3. Akui dan lindungi wilayah adat sebagai ruang hidup rakyat Papua.

4.. Hentikan kriminalisasi terhadap pembela lingkungan dan masyarakat adat.

5. Wujudkan pembangunan yang berkeadilan sosial dan ekologis.

6. Hutan papua bukan untuk komoditas

7. Tanah papua bukan barang dagangan

8. Lingkungan hidup adalah hak rakyat

9. lawan kolonialisme imperialisme-kapitalisme

10. Selamatkan Papua, selamatkan masa depan Generasi akan mendatang



Referensi dari tulisan:

Karl Marx, Das Kapital (1867).
The Communist Manifesto, Karl Marx & Friedrich Engels.
The German Ideology, Karl Marx & Friedrich Engels.
The Origin of the Family, Private Property and the State, Friedrich Engels.
Dialectics of Nature.
Historical Materialism.
Political Ecology.
Di terbitkan 5 Juni 2026 waktu Indonesia Barat

Gulingkan Kapitalisme dan wujudkan sosialisme sekarang juga.!!

Bagikan ini: baca selengkapnya.!
https://jalansunyi8.wordpress.com/2026/06/04/selamatkan-tanah-bangun-persatuan-kelas/

Address

Perhimpunan Revolusioner Sosialis
Wamena
99511

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PSRP posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share