21/09/2017
Jangan Makan Uang Haram
Lagi heboh liat artikel yang di dalamnya ada tulisan, gaji adalah tolak ukur....
perkenankan saya yang masih belum jago ini buat sedikiit aja berkata kata (nggak pernah nih kali kali lah ya)
Siapa sih yang nggak pengen gaji gede, nggak ada, baru2 aja resign dari sebuah perusahaan baik yang kemaren pernah (mau) meng hire saya, gajinya menurut saya dan mungkin sebagian besar orang cukup memberikan senyum lebar, namun, mungkin karena entah keserakahan atau kebutuhan, saya menginginkan lebih, apa saya merengut? yo ndak lah ya... ndak boleh, namanya rejeki itu udah diatur dari sana, kita cuma bisa berusaha, dan terus meningkatkan skill yang udah kita punya., dan lagi kalau ngerasa sadar diri, kita belum memenuhi ekspektasi yang diharapkan perusahaan, mendingan keluar, kasian mereka nge gaji kita, kalo kita cuma merengut, sama2 merengut kan jelek jadinya.
Soalnya sebenernya perusahaan mengaji kita karena mereka mempunyai ekspektasi, semakin tinggi gaji anda, semakin tinggi p**a ekspektasi perusahaan kepada kita, dan jangan lah ya minta gaji tinggi kalau belum bisa memenuhi ekspektasi itu
kembali lagi ke title "jangan makan uang haram" cuma bilang ya, kata mama, makan gaji buta itu uang haram, punya ekspektasi gaji gede tapi kerjanya juga belum memenuhi ekspektasi, baik itu dari segi skill, atau waktu (kerja lemburan dkk), jadi daripada ngedumel ndak jelas di pojokan, mending ayok benerin skill aja yah, dan juga attitude , makin bagus skill anda, percaya deh pastiii Tuhan kasih jalan buat anda..
Salam,
T