26/06/2022
Copas....
Neo Feodalisme Berbaju Dresta Bali
Tidak mudah menahan agenda NeoFeodalisme berbaju jualan Dresta Bali di Bali. Siapapun yang tidak sepaham dengan kelompoknya dicap Sampradaya atau pendukung Sampradaya. Padahal belum tentu mereka lebih paham dan menjalani Hindu khas Bali tersebut. Rasanya dengan mereka, Saya masih tidak jauh amat memahami dan menjalani Dresta Bali. Maklum belasan tahun saya mendalami dan keliling Bali untuk membuat materi Tabloid Bali Aga sebuah tabloid yang sangat sangat khas spiritual Bali di masa lalu. Sebab isi tersembunyi gerakannya, ternyata Saya merasa ada gerakan kembali ke dunia feodal di era global dengan bungkusan lain.
Penggunaan nama palsu yang mengagung-agungkan diri atau tidak sama dengan identitas resmi di berbagai surat jabatan publik dalam perspektif hukum kependudukan menjadi contoh nyatanya. Bersyukur sekarang publik sudah bisa melihat langsung, karena ternyata hanya untuk melapor perjuangkan haknya pribadi saja, nama yang diagung-agungkan itu tidak berlaku dimata hukum. Belum lagi untuk di Bank, NPWP, SIM, dan lainnya.
Betapa banyak surat yang menyangkut kepentingan publik menjadi cacat formil karena nama yang punya otoritas menggunakan nama yang tidak sah dan diakui sistem hukum di Indonesia. Untuk urusan memperjuangkan hak pribadinya saja tidak berlaku, kenapa harus seluruh Bali tunduk dengan nama nggak jelas..?
Kasihan nasib desa adat di Bali jika ini dibiarkan begitu lama. Nama yang nggak berlaku di urusan resmi terkait pemerintahan di Indonesia, lalu dipakai untuk kepentingan pengukuhan desa adat di seluruh Bali. Betapa kasihan Desa Adat di Bali kalah wibawa dengan kantor Pajak, Kantor Bank, Kantor Polisi, maupun mungkin kantor Maskapai Penerbangan bahkan aplikasi Peduli Lindungi dan kartu Vaksin Covid. Dulu tidak pernah Desa Adat kita bernasib seperti ini. Belum lagi nasib FKUB dan organisasi lainnya.
Haruskah dibiarkan semua diam terhipnotis..?
Sekali lagi tidak mudah menahan dan menghentikan laju gerakan neo feodalisme yang mendapatkan berbagai fasilitas kekuasaan, tapi Saya bersiap untuk menghentikannya. Feodalisme adalah mirip penjajahan mental dengan membuat hirarki ada yang harus di Ratu Ratu kan dan ada yang harus dianggap panjak panjaknya.
Buih dan gelombang selalu akan hadir ketika ada batu penghadang di aliran sungai yang deras. Tapi dari buih dan gelombang itu orang akan tahu isi dalam airnya.
Satyam Eva Jayate..!!
GPS
Tolak Feodalisme berjubah Dresta Bali dengan menggunakan frame ini twb.nz/tolakfeodalisme