23/11/2025
IMNIS MA IPYUM. Frasa berbahasa Biak ini mengandung makna: selaras dan harmoni. Ini adalah judul pertunjukan drama, hasil kolaborasi YP3SP dengan tim Family Art. Pertunjukan ini berhasil diselenggarakan pada 1 November 2025 lalu di Kampung Saribi, Distrik Orkeri, Pulau Numfor. Bertindak sebagai tuan rumah adalah Komunitas Fyarkin, mitra YP3SP di Numfor.
Tim Family Art terdiri dari lima orang. Kesemuanya adalah alumni Institut Kesenian Jakarta. Mereka co-producer pertunjukan ini, dan juga bertindak sebagai sutradara, direktur artistik, koreografer, penata artistik, serta pengarah sound. Sedangkan seluruh aktornya adalah warga Numfor, yang totalnya berjumlah sekitar 20 orang. Lebih dari separuhnya berusia remaja.
Pertunjukan Imnis Ma Ipyum ditonton oleh sekitar 300-an anggota masyarakat Numfor. Ia bisa disuguhkan ke hadapan penonton setelah melalui proses yang cukup panjang. Dimulai dari riset awal yang dilakukan tim Family Art pada Maret 2025. Berselang lima bulan setelahnya, proses latihan seluruh aktor dan pendukung bersama tim Family Art berlangsung pada 17 hingga 31 Oktober.
Bagi YP3SP dan Tim Family Art, pertunjukan Imnis Ma Ipyum adalah bagian dari program advokasi akar rumput melalui medium karya seni. Pertunjukan ini berupaya menggugah ingatan dan kesadaran, serta menghidupkan kembali nilai-nilai warisan para leluhur. Ini tentang vitalnya kemandirian pangan, dan tentang ajakan lintas generasi untuk mengingat kembali pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam.
“Pertunjukan ini mengingatkan kita semua bahwa perubahan terjadi dimulai dari tiap-tiap diri kita. Satu kata: PEDULI. Peduli terhadap generasi muda, peduli terhadap alam, peduli terhadap diri sendiri dan komunitas,” demikian tanggapan bapa Theofilus Sokoy—pendeta kampung Saribi supmander. “Ini merupakan bagian dari tugas kita, yang pada akhirnya nanti adalah demi menjaga kelestarian alam di keseluruhan Pulau Numfor.”
Teks dan visual: Hosea Mirino