IKATAN REMAJA MUSLIM SMADA BALIKPAPAN

IKATAN REMAJA MUSLIM SMADA BALIKPAPAN organisasi IMSA SMADA Balikpapan IMSA ( Ikatan Remaja Muslim SMADA ) Adalah organisasi RESMI

Barangsiapa yg menginginkan kebahagiaan dunia-akhirat maka jadilah ia laksana debu di bawah telapak kaki para guru. (Sya...
15/09/2023

Barangsiapa yg menginginkan kebahagiaan dunia-akhirat maka jadilah ia laksana debu di bawah telapak kaki para guru. (Syaikh Abdul Qadir al-Jilani rh)

14/09/2023
25/12/2017

Assalaamu 'alaikum wrwb.
Hakikat Sombong.

Dari Abdullah Bin Mas’ud radhiayallahu’anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

وعن عبداللّه بن مسعودرضى اللّه عنه عن النّبىّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال : لايدخل الجنّةمن كان فى قلبه مثقال ذرّةمن كبر ، فقال رجل : انّ الرّجل يحبّ ان يكون ثوبه حسناونعله حسنة ، قال : انّ اللّه جميل يحبّ الجمال . الكبر : بطرالحقّ وغمط النّاس (رواه مسلم)٠

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.” Salah seorang shahabat lantas bertanya: “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”(HR Muslim)

Lagi melanjutkan pembangunan Masjid Sekolah
17/12/2017

Lagi melanjutkan pembangunan Masjid Sekolah

17/12/2017

Assalaamu 'alaikum wrwb.
Apa kabar semuanya ?

[Thariqul Iman] Anda diundang untuk bergabung dengan sebuah Square LINE. https://line.me/ti/g2/ZOWMQEHAYBBer islam denga...
30/11/2017

[Thariqul Iman] Anda diundang untuk bergabung dengan sebuah Square LINE.
https://line.me/ti/g2/ZOWMQEHAYB
Ber islam dengan berpegang pada Al-Qur'an dan sunah.

Ber islam dengan berpegang pada Al-Qur'an dan sunah.

14/11/2017


Pemuda, Politik, dan

Berita
Baru-baru ini, terjadi sebuah diskusi tentang keterlibatan pemuda Malaysia dalam . Ada laporan media bahwa para di negara ini semakin tidak tertarik pada politik. Hal ini disimpulkan dari minimnya partisipasi pemuda dalam diskusi-diskusi atau aktivitas politik yang dilakukan oleh partai politik, serta persentase pemilih muda di Malaysia yang menurun. Dilaporkan bahwa sekitar 14 juta pemilih yang telah mencapai usia 21 tahun telah terdaftar, namun, lebih dari 3,8 juta pemilih muda belum mendaftar untuk memberikan suara. Beberapa survei juga menunjukkan bahwa banyak kaum muda, karena berbagai alasan, hanya memiliki sedikit minat terhadap politik. Diperkirakan bahwa di antara faktor-faktor kuncinya adalah persepsi negatif di kalangan pemuda terhadap para politisi dan partai politik. Hal ini membuat mereka tidak lagi menaruh harapan, yang akibatnya membuat mereka memutuskan untuk tidak peduli dengan politik.

Komentar
Sekilas, kita menyadari bahwa pemuda Malaysia mungkin telah kehilangan minat pada politik berdasarkan pendaftaran pemilih dan kehadiran dalam diskusi-diskusi politik. Namun, jika kita meneliti masalah ini secara mendalam, masih banyak faktor lain yang mempengaruhi kaum muda untuk tidak tertarik pada politik.

Tidak benar-benar akurat untuk mengukur fenomena ini hanya berdasarkan persentase pendaftaran pemilih atau kehadiran dalam diskusi-diskusi politik. Jika kita melihat secara mendalam tentang perkembangan kaum muda, kita akan menemukan bahwa hilangnya minat atau ketidaktahuan dalam politik memiliki sejarah panjang dan melibatkan berbagai faktor. Selain dibuat frustrasi oleh politik dan partai politik, kebanyakan pemuda berjuang untuk mencari jalan keluar dari masalah-masalah kehidupannya, yang konsekuensinya membuat mereka hanya fokus pada urusan-urusan pribadi.

Ada juga sebagian pemuda yang sekedar acuh tak acuh terhadap politik dan hanya peduli dengan hiburan dan kesenangan. Sebagian yang lain peduli dengan masalah keluarga, memprioritaskan tanggung jawab untuk melayani orang tua mereka di atas masalah-masalah lain. Yang tidak kalah pentingnya adalah mereka yang takut melibatkan diri dalam dunia politik, terutama saat berpihak pada oposisi, karena takut akan dimata-matai, disingkirkan, atau ditangkap. Lebih jauh lagi, rintangan-rintangan politik di masjid-masjid dan kampus-kampus, melalui Undang-undang seperti UU Provokasi, UU Pers Percetakan, SOSMA, POCA, dan undang-undang kejam lainnya, menciptakan ketakutan di kalangan pemuda dan akibatnya membuat mereka kehilangan minat pada bidang politik. Selain itu, tekanan-tekanan yang muncul di bawah sistem sekuler-demokrasi mengalihkan fokus kehidupan kaum muda pada titik dimana sebagian di antara mereka tidak hanya mengabaikan politik, tapi yang lebih buruk lagi, berakhir sebagai sampah masyarakat!

Alasan-alasan ini benar berkontribusi pada hilangnya minat pada politik di kalangan pemuda, namun, alasan sebenarnya lebih mendasar. Yakni, pemahaman keliru yang dipahami tentang makna politik, yang menciptakan persepsi negatif di kalangan pemuda. Politik dipahami dalam pengertian yang sangat sempit. Bagi banyak orang, politik berarti pemilihan umum atau parlemen, dan hanya menyangkut kekuasaan dan perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan. Akibat kesalahpahaman ini, kegagalan pemerintah dan nuansa politik negara yang mengerikan, politik dipandang sebagai hal yang kotor dan menjijikkan, penuh dengan kecurangan, kebodohan, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, penindasan, skandal, dan tirani.

Agar benar-benar memahami politik, kita harus kembali kepada Alquran dan Sunnah. Secara bahasa, politik mengacu pada pemeliharaan dan pengelolaan kepentingan. Menurut Syari'ah, politik didefinisikan sebagai pemerintahan, atau pengurusan, atas urusan-urusan warga negara di dalam dan luar negeri. Oleh karena itu, dalam Islam, mengurusi urusan warga negara di dalam semua aspek kehidupan termasuk pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan lain-lain, merupakan politik. Dalam Islam, politik dalam arti umum ada di semua bidang kehidupan, apalagi penanganan urusan warga negara!

Setiap muslim tidak punya pilihan selain dipolitisasi, dengan makna sebenarnya. Hal ini karena politik adalah bagian dari Islam, dan itu tidak bisa dipisahkan dari Islam. Oleh karena itu, apa yang wajib dilakukan sekarang oleh pemuda adalah tidak menjauhkan diri dari politik atau mengabaikan politik, melainkan memahami politik dengan cara yang benar. Generasi muda harus merangkul politik sejati untuk memahami sifat kejam dari politik sekuler masa modern dan memantik perubahan. Perubahan ini melibatkan mereka untuk memfokuskan hati dan pikiran sehingga bercita-cita dan berjuang demi sebuah negara yang akan mengemban tanggung jawab menerapkan Islam dalam memelihara urusan warga negara. Sebuah negara yang, melalui politik, akan mengantarkan kemakmuran dan keseimbangan kekuasaan melalui penerapan Hukum Allah dan menggapai keridhaan Allah (swt), InsyaAllah.

Ditulis untuk Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir oleh
Dr. Muhammad – Malaysia
http://www.hizb-ut-tahrir.info/en/index.php/2017-01-28-14-59-33/news-comment/14143.html

================

Iringi geliat kebangkitan umat dengan Menyebarkan Opini ini
Dari Redaksi
Menggiatkan opini untuk Kebangkitan Islam dari Timur
Facebook: https://m.facebook.com/MuslimahTimurJauh
Twitter
Instagram
Telegram channel https://t.me/FareasternMuslimah

Terima Kasih RohisOleh Fani Ratu R.Baru - baru ini rohis kembali disebut - sebut dan mencuat berbagai opini terhadap eks...
09/07/2017

Terima Kasih Rohis

Oleh Fani Ratu R.

Baru - baru ini rohis kembali disebut - sebut dan mencuat berbagai opini terhadap ekstrakurikuler ini. Ya, opini pro maupun kontra terkait keberadaan rohis bukanlah hal yang baru bahkan media mainstream 'hobi' menyuarakan serta mengkaitkan ekskul ini dengan radikalisme bahkan terorisme. Pasca Menag membuat pernyataan dengan meminta Rohis untuk diawasi, banyak pihak yang mempertanyakan sikap Menag tersebut.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. Din Syamsuddin mengecam pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang meminta Rohis (Pembina Rohani Islam) di sekolah-sekolah diawasi.

"Pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kurang mendidik," kata Din dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (8/7/2017).

Seharusnya, lanjut Din, Menag berterima kasih kepada para Rohis di sekolah-sekolah yang selama ini berjasa dalam ikut membina kerohanian siswa. (Voa-islam)

Sebelum menimbang pernyataan dari Menag, maka kita lihat dulu fakta yang terjadi. Kerusakan di negeri ini khususnya remaja atau generasi sudah tidak terbendung. Berbagai kerusakan mulai dari seks bebas, LGBT, narkoba, miras, tawuran, pelecehan seksual, hingga pembunuhan sudah tidak asing lagi jika remaja sebagai "aktornya". Ditambah lagi dengan "dunia maya" yang mendarah daging dengan kemajuan teknologi memunculkan eksistensi remaja mulai dari bangku SD,SMP,SMA bahkan mahasiswa, yang sarat dengan video kontroversial dan plagiarisme dalam hal tulisan. Sungguh, ini bukan sebuah prestasi negeri yang membanggakan.

Berbagai upaya pun dilakukan semisal mengintensifkan pendidikan karakter di sekolah, maksimalisasi peran orang tua dan sekolah dengan model pengawasan ketat, hingga pengalihan potensi remaja pada ajang prestatif seperti duta - duta atau pencarian bakat lainnya. Namun, hasil yang diraih tidak menunjukkan perubahan yang signifikan, tidak membawa pada perubahan generasi secara keseluruhan hanya secara parsial. Bahkan tidak menurunkan angka kerusakan remaja yang ada saat ini.

Sebuah ekskul yakni Kerohanian Islam yang disingkat dengan Rohis hadir di tengah - tengah remaja di bawah payung sekolah. Rohis yang membawa Visi dan Misi Islam berusaha untuk memperbaiki kerusakan yang ada dengan aktivitasnya yang senantiasa amar ma'ruf nahi munkar. Kegiatannya tidak lepas dari memahamkan islam ke tengah remaja. Apa ekskul ini "benalu" bagi remaja? Bukankah kita menginginkan remaja yang shalih - shalihah, beriman dan bertaqwa serta berkepribadian islam?

Di dalam Rohis, remaja diajarkan tsaqafah islam. Pembinaan rohis tidak mengajarkan pada kekerasan apalagi hingga disebut "corong terorisme" , sungguh fitnah keji bagi organisasi yang berdiri atas aqidah islam. Keimanan dan ketakwaan yang didasarkan pada aqidah yang kokoh senantiasa ditancapkan di dalam kegiatan rohis. Aktivitas dakwah senantiasa dipahamkan kepada siswa yang memang itu sebuah kewajiban. Lantas apa yang perlu ditakutkan?

Belum lagi dipahamkan tentang haramnya berpacaran yang berpotensi pada zina, haramnya narkoba yang merusak akal, haramnya LGBT, yanh memang aktivitas tersebut mengantarkan pada kerusakan yang sistemik di negeri ini. Bersyukurlah masih ada rohis yang masih menyuarakan ini di sekolah, jika bukan rohis sebagai "pilot" nya lantas siapa?

Kita jangan mudah menggeneralisasi sesuatu dan menarik pendekatan untuk membenarkan premis yang kita miliki. Adanya kasus radikalisme maupun terorisme yang selama ini selalu didekatkan dengan Islam, tidak bisa diambil kesimpulan bahwa islam mengajarkan hal tersebut. Apalagi jika beropini semua organisasi baik di sekolah maupun masyarakat yang berlabelkan islam juga mengajarkan hal yang sama. Padahal ketika kita mendalami islam itu sendiri, maka tidak akan didapati ajaran kekerasan berupa teror dan pemaksaan yang ditudingkan saat ini.

Ketika Penguasa memperlihatkan sikap represif terhadap adanya rohis yang notabene membawa islam, justru ini akan membuat masyarakat mengaminkan bahwa rezim ini anti islam. Rohis yang melakukan edukatif harusnya diapresiasi bukan diawasi. Bahkan,Negara seharusnya bersinergi dengan rohis untuk kebaikan negeri ini. Karena kebaikan generasi merupakan tanggung jawab bersama bukan hanya tugas keluarga, sekolah saja atau bahkan rohis saja.

Kita memang seharusnya berterima kasih dengan keberadaan Rohis yang masih peduli pada keadaan remaja saat ini. Dan kita seharusnya sama - sama menyadari bahwa kerusakan di negeri ini disebabkan abainya kita kepada Islam, bukan justru islam yang memperkeruh permasalahan. Kesalahan dan ketidakpahaman terhadap islam bahwa islam hanya ajaran ritual itu harus diluruskan bahwa Islam merupakan konsep hidup aplikatif. Sebuah konsep yang mengatur segala aspek kehidupan hingga tataran politik, ekonomi, pendidikan, sosial hingga sanksi. Dan konsep ini wajib diterapkan dalam Negara Islam yakni Khilafah.

Saya pun berterima kasih pada Rohis tempat saya menimba ilmu di SMA dulunya. Karena dari rohis itulah saya memahami bahwa Islam sebuah Pandangan Hidup bukan hanya mengatur urusan hubungan diri dengan Allah saja. Dan Konsep yang didapat dari pembinaan islam di Rohis juga memberikan efek berarti hingga detik ini. Apa perlu kegiatan penuh dengan nuansa keimanan ini diawasi?

-FR-
Alumni Rohis Smada Kota Balikpapan

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. Din Syamsuddin mengecam pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang meminta Rohis (Pembina Rohani Islam) di sekolah-sekolah diawasi.

02/04/2017

Khilafah Kewajiban Syar'i , Jalan Kebangkitan Umat
Bersatulah dibawah satu naungan Panji Panji Nya. Bersama kita satukan Umat dan Tegakkan KHILAFAH

Tabligh Akbar | DPD I HTI Kalimantan Timur | Islamic Center Samarinda



30/03/2017
Yuk kenali bendera Rasul dan Umat islam(moon wink)1. Bendera Rasulullah SAW yang paling besar (Liwa’) berwarna putih dan...
19/03/2017

Yuk kenali bendera Rasul dan Umat islam(moon wink)

1. Bendera Rasulullah SAW yang paling besar (Liwa’) berwarna putih dan bertuliskan “La ilaha Illa Allah Muhammad Rasulullah warna hitam

2. Panji (Rayah) Rasulullah SAW berwarna hitam, dan di dalamnya bertuliskan “La ilaha Illa Allah Muhammad Rasulullah” warna putih

3. Al-‘Alam adalah al-liwaa’ al-a’dham (bendera besar). Sedangkan ar-raayaat adalah panji yang secara khusus dimiliki oleh setiap kabilah atau tiap divisi pasukan, dan lain-lain. Panji semacam ini jumlahnya sangat banyak. Sedangkan liwaa’ (bendera) jumlahnya hanya satu, tidak banyak.

4. Liwaa’ (bendera) adalah bendera resmi Daulah Islam di masa Rasulullah SAW dan para Khalifah setelah beliau SAW. Ini adalah kesimpulan Imam al-Sarakhsiy, dan dikuatkan dalam kitab Syarh As-Sair al-Kabir, karya Imam Muhammad bin al-Hasan as-Syaibaniy, murid Imam Abu Hanifah. Disimpulkan, “Liwaa adalah bendera yang berada di tangan penguasa. Ar-Raayah, adalah panji yang dimiliki oleh setiap pemimpin divisi pasukan, di mana semua pasukan yang ada dalam divisinya disatukan di bawah panji tsb.

source : Hizbut.tahrir.or.id



Address

Sekretariat : SMA Negeri 2 Balikpapan Jalan Soekarno-Hatta Strat IV Balikpapan [ Telp (0542) 424686 ]
Balikpapan
76125

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IKATAN REMAJA MUSLIM SMADA BALIKPAPAN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share