11/05/2026
BANDA ACEH - Massa aksi dari Aliansi Rakyat Aceh (ARA) meminta Asisten I Sekda Aceh Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Syakir, melakukan video call dengan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, saat aksi penolakan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di Kantor Gubernur Aceh, Senin, 11 Mei 2026.
Permintaan itu disampaikan setelah Syakir menemui massa aksi untuk memberikan penjelasan terkait kebijakan JKA yang menuai polemik.
“Terkait Pergub JKA 2026 sampai hari ini masih terus dilakukan evaluasi,” kata Syakir di hadapan massa aksi.
Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat respons keras dari peserta demonstrasi. Orator aksi, Syarif Maulana, menilai pemerintah hanya terus menyampaikan alasan evaluasi tanpa mengambil keputusan yang mereka tuntut.
“Kemarin kita sudah mendengar dari sekda mereka juga melakukan evaluasi,” kata Syarif.
Massa kemudian meminta agar Gubernur Aceh dihadirkan secara langsung, minimal melalui sambungan video call, untuk menjawab tuntutan pencabutan pergub tersebut.
“Kita meminta untuk VC Mualem,” teriak Syarif yang langsung disambut sorakan peserta aksi.
Ia juga menyindir ketidakhadiran gubernur di tengah demonstrasi yang masih berlangsung.
“Hari ini sekda jangan merasa jadi gubernur, mana orang itu yang udah dipilih masyarakat,” ujarnya.
Dalam orasinya, massa juga menilai Pemerintah Aceh tidak mendengar aspirasi masyarakat terkait polemik pembatasan penerima manfaat JKA.
“Hari ini Pemerintah Aceh sudah tuli, sudah tidak peduli,” teriak massa aksi.
Hingga berita ini terkirim, massa masih bertahan di halaman Kantor Gubernur Aceh untuk menuntut pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang JKA.
Sumber rilis: AJNN
📽 istimewa