Seluas Tanah Merah

Seluas Tanah Merah Land for your own story

15/06/2026

Satu kepala, sepuluh layar, dan ribuan informasi yang berkejaran.

Perangkat ini memudahkan, tapi seringkali juga memisahkan kita dari diri sendiri. Kami di Seluas Tanah Merah mencoba terus ‘ngulik’ bagaimana menyeimbangkan teknologi dengan detak jantung yang sesungguhnya.

Bagaimana caramu tetap ‘membumi’ di tengah tumpukan notifikasi hari ini?

05/06/2026

Seringkali, kita merasa perangkat yang harus selalu penuh dayanya. Padahal, ada saat di mana ‘daya’ kita sendiri yang sudah di titik nadir.

Menepi sejenak bukan berarti berhenti. Justru di sanalah ide-ide paling jujur biasanya memilih untuk datang.

Kamu, kapan terakhir kali ‘mengisi daya’ dirimu sendiri tanpa melibatkan layar?

Dulu, kita sering bertanya, ‘Apakah ini akan berhasil?’ dengan perangkat seadanya dan kopi yang mulai dingin di sela mee...
03/06/2026

Dulu, kita sering bertanya, ‘Apakah ini akan berhasil?’ dengan perangkat seadanya dan kopi yang mulai dingin di sela meeting panjang.

Hari ini, kami menatap kembali potret-potret lama itu bukan dengan rasa malu, melainkan dengan rasa syukur.

Setiap kabel yang berantakan dan setiap pertemuan di tempat sederhana adalah fondasi bagi apa yang kita bangun sekarang.

Di Seluas Tanah Merah, kami percaya bahwa pertumbuhan bukan sekadar tentang hasil akhir yang megah, tapi tentang seberapa tekun kita memoles proses di balik layar.

Kepada teman-teman seperjalanan: Apa satu hal yang membuatmu bangga dengan progresmu tahun ini, sekecil apa pun itu? Mari saling menguatkan di kolom komentar.”

Di antara tumpukan data dan hiruk-pikuk riset, kami menemukan bahwa angka hanyalah kulit dari sebuah cerita kemanusiaan....
01/06/2026

Di antara tumpukan data dan hiruk-pikuk riset, kami menemukan bahwa angka hanyalah kulit dari sebuah cerita kemanusiaan.

Bekerja bersama AKATIGA adalah perjalanan menyusuri labirin informasi, di mana tugas kami bukan sekadar merapikan, tetapi menerjemahkan esensi riset menjadi bahasa visual yang membumi.

Dari kompleksitas teknis virtual event hingga detail narasi sosial, kolaborasi ini mengajarkan kami bahwa setiap proyek adalah tentang mendengar dengan lebih jernih.

Terima kasih AKATIGA, telah menjadi kawan diskusi yang berani untuk terus menelusuri jejak-jejak yang sering terabaikan. Karena pada akhirnya, bisnis bukan soal siapa yang paling kencang berteriak, tapi siapa yang mampu menjaga detak jantung cerita tetap autentik.

Di dunia yang kerap menuntut kita untuk terus berlari, ada satu waktu dalam setahun yang mengajak kita untuk sedikit mel...
27/05/2026

Di dunia yang kerap menuntut kita untuk terus berlari, ada satu waktu dalam setahun yang mengajak kita untuk sedikit melambat dan menapak bumi.
Idul Adha, bagi kami, bukan sekadar perayaan ritus tahunan. Ia adalah tentang keberanian untuk melepaskan. Tentang bagaimana kita belajar bahwa tangan yang menggenggam erat segala ambisi—target yang kaku, ego yang meninggi, atau rasa takut akan ketidakpastian—tidak akan pernah cukup terbuka untuk menampung keberkahan yang ingin dialirkan.
Hari ini, kami memilih untuk hening. Mengamati bagaimana jejak manusia yang tulus seringkali tertinggal dalam tindakan-tindakan kecil yang tak terdengar.
Bukankah bisnis—dan hidup—sebenarnya hanya soal bagaimana kita menanam, merawat, dan membagikan buah dari apa yang kita upayakan?
Kami ingin mendengar dari kalian yang sedang menemani langkah kami di sini: Apa satu hal “berat” yang hari ini sedang kalian lepaskan, agar hati kalian punya ruang lebih luas untuk sesama?
Mari berbagi cerita di kolom komentar, atau simpan saja sebagai pengingat personal. Selamat merayakan hari yang penuh makna ini.

Setiap karya yang lahir selalu bermula dari benih yang paling rapuh: sebuah ide.Sebagai pekerja kreatif, rutinitas kita ...
25/05/2026

Setiap karya yang lahir selalu bermula dari benih yang paling rapuh: sebuah ide.

Sebagai pekerja kreatif, rutinitas kita adalah menjaga benih itu tetap hidup. Layar laptop adalah bentangan “tanah” tempat kita mencangkul, menyiram, dan merawat narasi setiap harinya.

Terkadang prosesnya subur dan lancar, tak jarang p**a kita harus berhadapan dengan kemarau panjang bernama creative block.

Namun, di sanalah letak seninya. Di balik bunyi tuts keyboard yang ritmis, ada sebuah dedikasi untuk tidak membiarkan satu cerita pun mati sebelum sempat diceritakan.

Teruslah menggulik, karena akar yang kuat butuh waktu untuk tumbuh.

24/05/2026

Hanya ada dua makna “biru” khususnya bagi warga Bandung terutama Orang Sunda. Pertama adalah “bulao” sebuah padanan kata warna biru yang dibawa oleh orang kolonial, karena pada dasarnya secara tradisi kita (orang sunda) tidak menciptakan konsep warna biru, yang terdekat adalah warna hijau.

Makna “Biru” selanjutnya adalah simbol kebersamaan untuk mencintai sebuah club sepak bola yang mewakili tiap harapan dan semangat kami, Persib! Tetap jaya tetap bermakna. “Kita tidak memepertahankan juara, kita telah merebut juara” Selamat Sib!!

Ada hal-hal yang tak bisa diukur sekadar dari hasil akhir. Bagi kami, prosesnya sama pentingnya.Mendengar bahwa kehadira...
23/05/2026

Ada hal-hal yang tak bisa diukur sekadar dari hasil akhir. Bagi kami, prosesnya sama pentingnya.

Mendengar bahwa kehadiran kami dirasa seperti “teman yang sangat membantu” oleh Teh Nity dan tim Mulki Catering adalah sebuah resonansi yang kami cari. Kami percaya bahwa komunikasi yang baik lahir dari pemahaman yang mendalam, bukan sekadar instruksi yang kaku.

Terima kasih, Mulki Catering, karena telah mengizinkan kami ikut merawat ruang digital kalian.

Semoga akar kolaborasi ini terus tumbuh, menciptakan ekosistem yang semakin kuat ke depannya.

dan

Address

Jalan Cibeunying Kolot III No 41
Bandung
40133

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Seluas Tanah Merah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share