17/12/2024
Pandangan ulama terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab
Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan tokoh yang mendirikan paham Wahabi. Dia dilahirkan pada tahun 1111 H. di kota Ainat, salah satu kota di negara Najd. Dia tumbuh kembang di sana dan belajar ilmu agama terhadap orang tuanya sendiri yang bernama Abdul Wahhab. Keluarga abdul Abd Wahhab merupakan keluarga yang terkenal memiliki lingkungan keilmuan yang luar biasa. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh para sejarawan.
Beberapa tahun kemudian, Muhammad menunaikan ibadah haji dan pergi ke kota Madinah. Setelah itu, dia pindah ke desa Huraimala bersama Ayahnya. Huraimala merupakan salah satu desa di negara Najd. Semenjak Ayahnya wafat, dia kembali lagi ke desa Ainat. Di usianya pada saat itu, dia masih belum memiliki penguasaan ilmu yang mendalam, sehingga dia tetap belajar ilmu kepada ulama-ulama di negaranya. Anehnya di usianya yang seharusnya menekuni ilmu, dia justru tampil dan memulai dakwahnya kepada masyarakat. Padahal ilmunya masih seumur jagung. Dia pada saat itu berperan sebagai tokoh yang berdakwah amar makruf nahi munkar, padahal syarat orang yang ber amar makruf nahi munkar harus memiliki ilmu yang mumpuni, karena apabila tugas tersebut diperankan oleh orang yang tidak memiliki kapasitas ilmu yang memamadai, maka bahaya yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada maslahat yang dihasilkan.
Benar saja, dengan keilmuannya yang belum matang, dia berani membid'ahkan dan memfasikkan ajaran masyarakat bahkan ulama-ulama pada saat itu. Komentar ini tidak berlebihan, karena pengikut setianya yang bernama Ibni Baz membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab melakukan rihlah ke negara Iraq, tepatnya ke kota Bashrah. Menurut pernyataan Ibnu Baz, Muhammad menemui ulama-ulama di sana dan belajar ilmu kepada mereka. Setelah itu, dia berdakwah kepada masyarakat, mengajak mereka bertauhid kepada Allah Swt dan mengajak mereka kembali kepada Sunnah. Muhammad mengajak agar masyarakat beragama dengan berpegang Teguh langsung kepada Kitab Allah dan sunnah Rasulullah Saw. Muhammad sendiri, berdebat dengan ulama yang masih mempertahankan ajaran lamanya. Demikian pernyataan Ibnu Baz dalam mengomentari sosok Muhammad bin Abdul Wahhab.