Titik Pilu

Titik Pilu saya hanya belajar untuk merangkai kata, bukan untuk menuju kesiapa

29/06/2022

Malam dunia!
Kau tau?
Aku sudah menemukan seseorang yang bisa kujadikan sebagai tempat mengadu ku. Aku sudah menemukannya, sungguh.
Tapi lagi-lagi aku dibuat ragu oleh sesuatu, akan kah kali ini perjalananku akan menemukan sebuah titik terang bahagia atau malah sebaliknya?
Akankah benar kali ini tidak ada lagi yang dinamakan rasa kecewa?
Ohh, dunia. Bolehkah aku mengetahui masa depanku bersamanya kali ini saja?

24/06/2022

Bahkan sudah beberapa kali aku terluka oleh ulahku yang masih saja menginginkanmu kembali. Tapi anehnya, hati ku masih saja membeku disaat orang baru mulai mencoba mendobrak masuk dihati ini.
Dan itu semua karena kamu, sungguh.

22/06/2022

Tidak ada yang baik-baik saja disini selagi kau masih belum ingin mengembalikan semuanya seperti dititik awal

22/06/2022

Untuk pertama kali disaat saya mengenalmu ditahun 2013 lalu, saya benar-benar merasa bahwa saya mempunyai seorang teman.
Tak pernah terfikir dibenak saya untuk mencintai kamu hingga sedalam ini.
Kau tau tuan? Kau lah orang pertama yang mengajari saya arti cinta. Kau lah orang pertama yang mengajari saya arti persahabatan.
Sulit rasanya menggenggam keduanya waktu itu, antara kamu dan persahabatan kita, antara kamu dan persahabatan orang tua kita, dan antara kamu serta perasaan saya.
Entahlah.
Tapi kemudian, kamu juga yang mengajari saya untuk menenggang keduanya.
Saya mengikuti alur waktu detik itu, dan lambat laun saya mulai terbiasa. Hingga akhirnya, saya benar-benar dibuat kebingungan suatu ketika disaat saya memang diharuskan berpisah denganmu.
Maafkan saya, saya tau hatimu retak.
Tapi percayalah, tidak ada yang bisa disatukan lagi ketika saya memilih pendidikan itu daripada saya harus berdua denganmu.
Bukannya sudah tidak ada rasa, tapi saya hanya ingin memperbaiki masa depan saya.
Dan berharap ketika masa depan saya sudah diperbaiki, kamu masih akan tetap berdiri disana.
Tapi ternyata tidak segampang yang saya pikirkan.
Lihatlah tuan, sikapmu kembali dingin.
Apakah benar kamu sudah tak lagi ingin hubungan kita kembali?
Apakah keputusanku waktu itu memang sangat melukai batinmu?
Jika memang benar, tolong maafkan saya. Saya hanya ingin yang terbaik hingga memilih jalan pintas untuk kita.
Maafkan saya, saya rindu:)

22/06/2022

Bagaimana tentang paginya?
Masihkah ada tentang luka?

22/06/2022

Jangankan kamu, aku saja sudah lelah dengan diriku.
Bukan karena kurang bersyukur, tapi lebih ke 'tau sifat sendiri aja'

22/06/2022

Sungguh, aku sudah mempelajari begitu banyak rasa.
Tapi tak satupun yang bisa kupahami jika ini menyangkut tentangmu-,

21/06/2022

Kita adalah kita. Hanya sebatas aku dan kamu yang saling bertukar cerita, bukan mengukirnya.

21/06/2022

Malam itu aku sendu
Malam itu aku pilu
Diantara heningnya duka,
Dan bertetes tetes air mata,
Aku mengadu kepadanya.

Dinginnya malam itu, mengingatkan ku akan segalanya
Aku mengingat dikala rembulan itu menyapaku
Aku mengingat jika dilangit tak ada bintang itu lagi
Lalu aku mengingat saat titik pilu itu retak dengan mudahnya
Yang jelas, aku mengingatmu

Malam itu, aku melangitkan rasa yang telah usai
Aku mendamaikan sebuah tanda tanya didalam hati
Ohh tidak!
Aku mengenang bayangan itu untuk yang kesekian kalinya.

Izinkan aku untuk merenggutmu kembali lewat jalur kepasrahan yang paling nyata
Aku lelah jika harus patah hati dan seperti orang bod0h disaat nanti itu akan terulang!
Aku tidak memintamu untuk kembali,
Aku hanya meminta kepada pencintaku agar mengembalikanmu kepadaku

~Ini tentang waktu

21/06/2022

Hallo! Apa kabarmu?
Ku harap malam ini terasa baik-baik saja walaupun ada luka yang sedang dirasa:)

21/06/2022

Aku pernah berada diposisi bagai dihancurkan sejadi-jadinya oleh keadaan.
Saat itu, duniaku terasa begitu pilu hingga aku lupa pada semua masalahku kala itu selain tentang kamu.
Kau tau tuan? Begitu tersiksanya aku ketika merindukan bayangan manis yang tersisa.
Begitu hancurnya aku ketika mengingat kota itu dan semua kenangan indah didalamnya.
Semuanya yang kuingat didetik itu hanya kamu!
Kembalilah..aku hanya ingin kamu sekali lagi.
bahkan setelah 5 tahun kepergianmu, aku masih saja berdiri kukuh disini hanya untuk berharap bahwa kamu akan kembali.
masihkah ada perwujudan yang nyata bagi harapku kali ini tuan?

21/06/2022

Kupikir selama ini, persahabatan yang kita jalin bertahun-tahun akan membuat kita bahagia satu sama lain. Tapi ternyata aku salah, karena dengan persahabatan itu, kita mulai saling menjauh. Sangattt jauhh hingga aku tak bisa menggapaimu.
Terasa aneh bukan ketika kita sama-sama ingin berdekatan tapi takdir memisahkan kita begitu saja.

~Titik pilu

Address

Batam

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Titik Pilu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share