22/06/2022
Untuk pertama kali disaat saya mengenalmu ditahun 2013 lalu, saya benar-benar merasa bahwa saya mempunyai seorang teman.
Tak pernah terfikir dibenak saya untuk mencintai kamu hingga sedalam ini.
Kau tau tuan? Kau lah orang pertama yang mengajari saya arti cinta. Kau lah orang pertama yang mengajari saya arti persahabatan.
Sulit rasanya menggenggam keduanya waktu itu, antara kamu dan persahabatan kita, antara kamu dan persahabatan orang tua kita, dan antara kamu serta perasaan saya.
Entahlah.
Tapi kemudian, kamu juga yang mengajari saya untuk menenggang keduanya.
Saya mengikuti alur waktu detik itu, dan lambat laun saya mulai terbiasa. Hingga akhirnya, saya benar-benar dibuat kebingungan suatu ketika disaat saya memang diharuskan berpisah denganmu.
Maafkan saya, saya tau hatimu retak.
Tapi percayalah, tidak ada yang bisa disatukan lagi ketika saya memilih pendidikan itu daripada saya harus berdua denganmu.
Bukannya sudah tidak ada rasa, tapi saya hanya ingin memperbaiki masa depan saya.
Dan berharap ketika masa depan saya sudah diperbaiki, kamu masih akan tetap berdiri disana.
Tapi ternyata tidak segampang yang saya pikirkan.
Lihatlah tuan, sikapmu kembali dingin.
Apakah benar kamu sudah tak lagi ingin hubungan kita kembali?
Apakah keputusanku waktu itu memang sangat melukai batinmu?
Jika memang benar, tolong maafkan saya. Saya hanya ingin yang terbaik hingga memilih jalan pintas untuk kita.
Maafkan saya, saya rindu:)