Essenzo

Essenzo Bagaimana Cara Membangun Bisnis Digital Dengan Tepat Sehingga Segera Profit, Walaupun Gaptek / Belum Punya Pengalaman?

17/03/2021

7 TANDA BATINMU LELAH
(Reposted from IG .id) πŸ‘

1. Mudah tersinggung.
2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah.
3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu bahkan pada hal yang biasanya antum s**ai.
4. Sering gelisah atau ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan.
5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tau sebabnya.
6. Mulai terasing dengan sekitar, merasa sendirian di tengah keramaian dan lebih asik membayangkan kehidupan ideal yang kita ciptakan di dalam pikiran.
7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar.

Maka itu adalah tanda jiwa atau batin tengah kelelahan. Saran terbaik adalah..
Hentikan sejenak aktivitas yang menyita banyak waktu.. lalu luangkan waktu untuk mengistirahatkan jiwa

Caranya??
Tidak ada dokter yang bisa mengobati sang jiwa kecuali yang memiliki jiwa
Perbanyaklah berdo'a bermunajat.
Wudhu, gelar sajadah, lalu sholat meski hanya 2 rakaat.

Setelah itu jangan beranjak.
Duduk saja. Nikmati.. meski itu hanya sekedar diam berdzikir menyebut nama Allah (kalau nggak bisa berdoa).
Atau berbincanglah sepihak dengan Allah..
Ciptakan kedekatan hanya dengan Allah.

Waktu malam lebih baik..
Berlama-lama lah di situ..
Karena jiwa yang lelah adalah isyarat waktu kebersamaanmu bersama Rabb-mu teramat kurang.
Jangan sampai lelahnya jiwa membuat kita tak bisa menjadi pribadi terbaik saat hidup di dunia

Karena tanpa sadar, lelahnya jiwa membuat kita menjadi mati sebelum jasad mati

Selamat Mengamalkan..πŸ˜‡πŸ™

Bismillah...*Mengubah  pola DO'A*Elang tidak melawan ular di tanahIa mengangkatnya ke langit dan mengubah medan pertempu...
16/02/2021

Bismillah...

*Mengubah pola DO'A*

Elang tidak melawan ular di tanah
Ia mengangkatnya ke langit dan mengubah medan pertempuran dan kemudian membawa terbang ular itu ke langit.

Ular itu tak lama kemudian jadi tidak memiliki stamina, tidak memiliki kekuatan dan tidak ada keseimbangan di udara, juga tidak berguna, lemah dan rentan tidak seperti di tanah dimana ia sangat kuat dan mematikan...

Jika kita umpamakan ular itu adalah persoalan hidup yg melilit kita maka bawalah persoalan kita itu ke alam spiritual (ke langit) dengan berdoa

Dan ketika kita berada di alam spiritual, maka Allah pun segera akan mengambil alih pertempuran tsb...

Jangan melawan musuh di zona nyamannya ubah Medan pertempuran seperti elang dan biarkan Allah mengambil alih melalui doa tulus kita...

Mari tetap berjuang
Tanpa pernah lelah/mengeluh

Yakini semua pasti akan baik dan indah pada waktu yang tepat.

SEPELE tapi memang BENARKata Miliarder Hongkong "Li Ka-shing": "Hal Apa yang Tersulit? Pinjam Uang!". Kalau Ada Orang In...
30/10/2020

SEPELE tapi memang BENAR

Kata Miliarder Hongkong "Li Ka-shing":
"Hal Apa yang Tersulit? Pinjam Uang!".
Kalau Ada Orang Ingin Meminjam Uang Padamu,
Jawablah Seperti Ini…!

Orang yang mau meminjamimu uang, adalah pahlawanmu.

Apabila orang tersebut memberimu pinjaman tanpa syarat, maka ia adalah pahlawan tertinggi di antara pahlawan- pahlawanmu yang lain.

Sampai saat ini, pahlawan seperti ini tidak banyak.
Jika kamu sampai menemukan mereka, hargailah seumur hidupmu!

Orang yang bisa bersedia meminjamkan uang ketika kamu kesulitan, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia ingin menarikmu saat jatuh.

Yang dipinjamkannya kepadamu juga bukanlah uang, melainkan ketulusan, kepercayaan, dukungan dan kesempatan untuk kamu berinvestasi di masa depan.

Saya sangat berharap sobat- sobat sekalian jangan sekali- kali menginjak "kepercayaan", sekali orang lain kehilangan kepercayaan padamu, maka hidupmu pasti hancur!
Ingat, kepercayaan orang lain adalah harta seumur hidup!

Selain itu, tolong kamu catat perkataan di bawah ini:

1. Orang yang s**a inisiatif mentraktir, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia memandang "pertemanan lebih penting" dari pada hartanya.

2. Orang yang s**a mengalah saat bekerja sama, bukanlah karena ia takut, melainkan tahu apa artinya "berbagi".

3. Orang yang bersedia bekerja lebih keras dari orang lain, bukanlah karena ia bodoh, tapi karena mengerti apa artinya "bertanggung jawab".

4. Orang yang terlebih dulu minta maaf saat berdebat, bukanlah karena mengaku salah, melainkan tahu artinya "menghargai".

5. Orang bersedia membantumu, bukan karena berhutang, tapi karena menganggapmu sebagai "teman".

Sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan logika ini? Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah "hal yang semestinya"?

Bila orang tulus berjalan, ia akan jalan sampai ke dalam hati.
Bila orang munafik berjalan, cepat atau lambat ia akan ditendang sampai keluar dari pandangan orang lain!

Bila pertemuan di antara manusia adalah jodoh, maka hal yang diandalkan hanyalah ketulusan dan kepercayaan!

SUMBER : & inspirasi


22/10/2020

Assalamu'alaykum Wr.Wb
Semangat Pagi....-

πŸ‘‰ *ILMU BISNIS 1-*

*-AKHLAK PEDAGANG-*
Saya jadi kepikiran. . .
Benar-benar kepikiran.

Dulu Rasulullah, sahabat, dan pedagang-pedagang Arab lainnya kok bisa bergelimangan harta ya?

Harta mereka bukan lagi ratusan juta. Tapi miliaran, beberapa sahabat contohnya Umar Bin Khattab dan Abdurahman Bin Auf bahkan tembus Triliunan.

Umar mewariskan 11 Triliun ketika beliau wafat.
Dikisahkan Abdurahman Bin Auf hartanya melebihi seluruh sahabat.

Ini Harta lho, bukan Omzet.

Padahal yang dijual juga gak macam-macam.
Ada yang jual kain, ada yang jual madu, ada yang jual hewan ternak, ada yang jual hasil kebun.

Menariknya, mereka dulu nggak pakai ilmu Copywriting, Hipnowriting, covert Selling, dan ing ing lainnya.

Kok bisa begitu?

Ya, mungkin mereka gak pakai ilmu itu karena mereka gak jualan Online, hehe.

Tapi serius. .
Pencapaian bisnis Rasulullah dan Para Sahabat itu bukan pencapaian yang biasa.

Makin luar biasa lagi ketika mereka juga mencetak pencapaian Akhirat.

*Di dunia lapang, di akhirat menang.*

Siapa sih yang gak ingin seperti itu?
Justru aneh kalau ada yang gak pingin itu semua.

Apapun terjadi semua karena IJIN ALLAH.

Lama saya merenungi, apakah strateginya, apakah amalnya, apakah managemen bisnisnya, apakah apakah ??

Tapi karena keterbatasan ilmu, saya sampai di satu kesimpulan.

Akan banyak teori yang menjelaskan hal-hal di atas, dan mungkin Setiap orang berbeda-beda penafsirannya.

Tapi memang, ada yang dimiliki Rasulullah dan para sahabat yang tidak dimiliki kebanyakan pedagang.

Apakah itu?

Itu adalah *"Akhlak"*

Saat berbisnis, Rasulullah akhlaknya terpuji, sahabatpun begitu.

*) Bisnis bukan hanya tentang strategi.
*) Bisnis bukan hanya tentang jual beli.
*) Bisnis juga butuh akhlak.*

Siapa sih pembeli yang tidak s**a, jika sikap penjualnya terpuji?

Sebaliknya, tidak ada pembeli yang s**a jika sikap penjual seenaknya.

Saya pernah beli buku bisnis ke seseorang penjual. Saat bertanya harga, si penjual jawabannya ketus tanpa emot-emotan, hehe.

Ups, seandainya saja dia lebih ramah, mungkin saya akan pesan beberapa buku
Mungkin dia belum tau teknik cross selling πŸ˜ƒ

Saya positif saja, semoga sikap seperti itu hanya ditujukan ke Saya.

Ternyata, ada seorang teman yang juga beli ke penjual itu. Perlakuannya juga sama.

Teman Saya sampai menyimpulkan si penjual itu sombong.

Saya sih gak peduli apa kesimpulan teman Saya.
Tapi sejak saat itu kami tidak pernah lagi beli ke penjual tersebut. Lihat kan?
Dia kehilangan 2 pelanggan. Hehe

KITA JUALAN, YANG BUTUH PEMBELI ITU KITA.

Jadi janganlah jadi penjual yang ketus, sombong, angkuh, pamer. Allah kurang s**a.

*Beli atau nggak beli..., tetap ramah kesemua orang, itu harus jadi sikap kita.*

Sekarang masyaaAllah.
Ada orang jualan broadcast sembarangan, ada juga yang nyulik-nyulik grup semaunya, dan hal keji lainnya.

Promosi via Broadcast boleh, tapi ada aturannya.
Mau masukin orang ke grup boleh, via undangan, bukan langsung dijebloskan.

*Sekali lagi, bisnis perlu akhlak.*

Jika jalankan bisnis kecil saja gak pakai akhlak, gak pantas jalankan bisnis yang besar.

Janganlah engkau katakan pembeli itu PHP, bisa jadi cara jualan kita yang masih salah.
Janganlah engkau caci orang yang telat transfer, bisa jadi mereka ada keperluan.
Janganlah engkau hina-hina calon pembeli mu di status-status postinganmu.

Buat apa saudaraku?

Belum tentu mereka baca πŸ˜‚

Sudahlah, gimana cara mereka memperlakukanmu itu urusan mereka dengan Allah.
Tapi kamu juga punya urusan dengan Allah. Kamu akan dimintai pertanggung jawaban tentang bagaimana kamu memperlakukan pembelimu.

Boleh punya ribuan strategi untuk jualan. Tapi pastikan *terselip akhlak* yang mulia disana.

Omzet hanya angka.
Ada yang lebih bernilai dari itu, "Yakni PAHALA."

*Kita lebih butuh pahala dibanding jualan kita laris.*
*Dan lebih enak jika jualan kita laris juga berbuah pahala.*

Maka,
*Jadilah penjual yang punya akhlak.*


" *UTAMAKANLAH* Urusan Akhirat namun *JANGAN LUPAKAN* Urusan Dunia"

28/09/2020

Self Reminder

"Mainkan Saja Peranmu, Tugasmu Hanya TAAT kan?!"

Oleh : Ust. Salim A. Fillah

Ketika ijazah S1 sudah di tangan, teman temanmu yang lain sudah berpenghasilan, sedangkan kamu, dari pagi hingga malam sibuk membentuk karakter bagi makhluk yang akan menjadi jalan surga bagi masa depan.
Mainkan saja peranmu, dan tak ada yang tak berguna dari pendidikan yang kau raih, dan bahwa rezeki Allah bukan hanya tentang penghasilan kan? Memiliki anak-anak penuh cinta pun adalah rezeki-Nya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika pasangan lain mengasuh bersama dalam cinta untuk buah hati, sedang kau terpisah jarak karena suatu sebab.
Mainkan saja peranmu, suatu hari percayalah bahwa Allah akan membersamai kalian kembali.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika nyatanya kondisi memaksamu untuk bekerja, meninggalkan buah hati yang tiap pagi melepas pergimu dengan tangis.
Mainkan saja peranmu, sambil memikirkan cara agar waktu bersamanya tetap berkualitas.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika katamu lelah ini seakan tiada habisnya, menjadi punggung padahal rusuk.
Mainkan saja peranmu, bukankah semata-mata mencari ridha Allah? Lelah yang Lillah, berujung maghfirah.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika belahan jiwa nyatanya bukan seperti imajinasimu dulu, mainkan saja peranmu, bukankah Allah yang lebih tahu mana yang terbaik untukmu? Tetaplah berjalan bersama ridha-Nya dan ridhanya, untuk bahagia buah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika timbul iri pada mereka yang dalam hitungan dekat setelah pernikahannya langsung Allah beri anugerah kehamilan, sedangkan kau kini masih menanti titipan tersebut.
Mainkan saja peranmu dengan sebaik sebaiknya sambil tetap merayu Allah dalam sepertiga malam, menengadah mesra bersamanya.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika hari-hari masih sama dalam angka menanti, menanti suatu bahagia yang katamu bukan hanya untuk satu hari dan satu hati.
Mainkan saja peranmu sambil perbaiki diri semata-mata murni karena ketaatan pada-Nya hingga laksana Adam yang menanti Hawa di sisi.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ketika ribuan pasangan pengantin mengharapkan amanah Ilahi, membesarkan anak kebanggaan hati, dan kau kini membesarkan, mengasuh dan mendidik anak yang meski bukan dari rahimmu.
Mainkan saja peranmu, sebagai ibu untuk anak dari rahim saudarimu.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ibrahim, melaksanakan peran dari Allah untuk membawa istri dan anaknya ke padang yang kering. Kemudian, rencana Allah luar biasa, menjadikannya kisah penuh hikmah takdir manusia.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat. Bagai Nabiyullah Ayub yang nestapa adalah bagian dari hidupnya, dan kau dapati ia tetap mempesona, menjadikannya kisah sabar yang tanpa batas berujung surga.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Ya, taat. Bagai Nabiyullah lainnya. Berkacalah pada mereka, dan jejaki kisah ketaatannya, maka taat adalah cinta.
Mainkan saja peranmu, tugasmu hanya taat kan?

Taat yang dalam s**a maupun tidak s**a.
Taat yang bukan tanpa keluh, namun mengupayakan agar keluh menguap bersama doa-doa yang mengangkasa menjadikan kekuatan untuk tetap taat.

Mainkan saja peranmu, dalam taat kepada-Nya, dan karena-Nya.

13/08/2020

Address

Bekasi
17125

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Essenzo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Essenzo:

Share