21/11/2016
Pengertian Reseller dan Dropship
1. RESELLER :
Reseller adalah pelaku bisnis atau orang yang menjual kembali produk maupun jasa dari Supplier, produsen atau reseller yang lainnya. Lain halnya dengan dropshiper, Reseller harus mempunyai persediaan stok atau persediaan barang yang akan mereka pasarkan. Jadi Reseller diharuskan membeli dulu produk yang ingin dijual sebagai stock.
Perbedaannya..?
Sekilas Dropship hampir sama dengan Reseller, perbedaannya secara umum ada pada stock barang. Reseller harus menyetok barang dagangannya, sedangkan Dropshiper tidak melakukan stock barang. Dropshiper hanya memamerkan gambar kepada calon pembeli. Sehingga jika ada yang mau membelinya maka barang dikirimkannya dari supplier ke konsumen langsung, namun atas nama si dropshipper. Itu untuk menjaga supaya si konsumen tidak malah lari ke supplier utama apabila ingin membeli ulang.
Tentunya ada untung ruginya dari kedua system tersebut.
Mari kita Bahas satu persatu.
Keuntungan Reseller :
Bebas menentukan harga jual sendiri
Mudah dalam menawarkan barang secara langsung karena bisa memperlihatkan produknya
Bebas menjual secara langsung maupun melalui Website Toko Online
Bisa mengelola stok dan mengecek ketersediaan barang yang dijualnya
memiliki product knowledge yang baik, karena memiliki produk fisiknya
Minim kesalahan dan resiko kerugiannya bisa di kelola sendiri
Kekurangan Reseller :
Harus memiliki modal yang cukup untuk stock barang
Memiliki resiko jika produk tidak laku / tidak terjual
Masih direpotkan dengan proses packaging dan pengiriman
Menanggung kerugian jika ada barang yang tidak laku atau stock yang ketinggalan jaman
2. Sistem Dropship
Dropship adalah sebuah sistem yang paling banyak diminati saat ini. Saking mudahnya, banyak bermunculan pelaku bisnis Online Shop dadakan dengan sistem dropship ini. Sistem ini nyaris tanpa modal, hanya mengandalkan pemasaran menggunakan BBM, Facebook, Twitter, instagram, dan sosmed lainnya.
Kalau dalam dunia Internet Marketing, ini adalah sistem affiliate.
Dropship merupakan alternatif pertama bagi mereka yang ingin terjun ke dunia bisnis Online Shop, namun belum bisa menghasilkan produk atau barang dagangan sendiri, dan untuk meminimalisir kerugian akibat stock yang belum terjual.
Dengan Dropship, pelaku bisnis toko online atau penjual tidak perlu menyimpan stok barang banyak, karena saat mendapatkan orderan dari konsumen maka penjual langsung meneruskan orderan dan detail pengiriman kepada produsen, distributor atau supplier yang di ajak bekerja sama.
Sistem Dropship juga bisa meminta pihak supplier untuk mengirimkan barang/ orderan ke konsumen Anda dengan mencantumkan nama, alamat, No. HP Anda/ Online Shop Anda sebagai pihak pengirim.
Keuntungan dropshiper :
Tanpa modal untuk memulai usaha
Tidak perlu melakukan stock barang
Tidak perlu memikirkan tentang produksi produk ataupun quality control
Tidak dibingungkan dengan proses packaging ataupun pengiriman barang
Hanya fokus memasarkan produk saja.
Cukup pajang foto produk-produk dari supplier di FB, Twitter, BBM, dll
Hemat tenaga dan waktu.
Tidak rugi kalau ada barang yang tidak laku atau stock yang ketinggalan jaman.
Kerugian dropshipper :
Tidak tahu stock yang ready apa saja (untuk data stok kami ada di web)
Kadang tidak memiliki product knowledge yang baik, karena tidak memiliki produknya
Tidak bisa Promosi secara langsung karena tidak memiliki produk fisiknya
Tidak punya kendali penuh terhadap stock
Kita tidak tahu apakah produk jenis tersebut seperti apa
Setiap jenis usaha pasti ada resiko untung atau ruginya.
Tinggal pilih mana yang cocok untuk kita, dan keberanian untuk memulainya.