21/03/2023
Di titik mana kamu merasa puas dengan hidup ini? Rasulullah mengingatkan dunia tidak akan memuaskan kita... ketika mendapat harta banyak, rasanya ingin punya lebih banyak lagi. Sehingga ketika dikasih sedikit rasa syukur menghilang dan kita merasa kurang. Kehidupan yang demikian sangat melelahkan... Pada akhirnya kita terus menginginkan lebih. Bahkan yang melampaui kemampuan kita untuk menikmatinya apalagi mensyukurinya. Tubuh kita tidak membelah diri karena kita punya banyak rumah dan pakaian.. tapi kita malah lelah mengurusnya, Fitur handphone canggih kita tak termanfaatkan semua tapi malah habis waktu kita disibukannya, kapasitas perut kita tidak bertambah hanya karena kita kaya dan bisa membeli banyak makanan kita tetap kenyang, mual, bosan. Demikian sifat dunia, hawa nafsu, mubadzir, melalaikan, mendekatkan kekufuran yang tanpa disadari perlahan membinasakan.
Lalu apa yang bisa menyekat dan melawan semua itu, apa yang akan membuat kita cukup? Yaitu keyakinan bahwa akan adanya hari akhir. Malam pagi malam pagi, coba khayati, cepat sekali waktu berganti. Dan semua rutinitas ini akan terhenti ketika kita mati. Entah kapan pastinya tapi kita yakin semua akan ada akhirnya. Dan pertanyaan besar yang selalu kita takutkan ketika semua ini berakhir, aku sedang dalam keadaan apa? bagaimana nasibku setelahnya? Bagaimana nasib orang2 yang telah meninggal sebelum kita? tempat kembaliku seperti apa? Bagaimana nasib keluargaku sepeninggalku?apakah aku bisa bertemu dan berkumpul lagi dengan mereka? Bagi orang beriman tentu kematian adalah istirahat? Tapi apakah aku benar2 akan istirahat yang nyaman, tenang minimal seperti tidur nyenyakku didunia, yg kadang membebaskanku dlsekejap dari beban yang ada? Ataukan itu justru pintu gerbang dari kehidupan yang lebih melelahkan dan payah dibanding dunia itu sendiri? Sungguh memikirkan itu membuat dunia menjadi tak berarti. Karena apa yang kita hadapi setelah dunia ini berakhir adalah kehidupan yang tak ada akhir. Maka itulah yang lebih penting sebab selangkah pertama setelah kematian menentukan langkah langkah seterusnya. Makanya harus ada upaya, harus punya jaminan agar masa depan kita setelah kematian itu selamat.