09/03/2022
KUDA GAGAK RIMANG
Kuda Perkasa Tunggangan Arya Penangsang
Pecinta sejarah, cerita legenda ini merupakan lanjutan tentang dua artikel kami sebelumnya yaitu tentang keberadaan Pasukan Khusus Kerajaan Jipang yang bernama Surengpati dan Guru nya Ki Gede Senori.
Di tulisan kali ini, kami akan menceritakan kuda tunggangan Gusti Arya Penangsang yang sangat mashur yang bernama Kuda Gagak Rimang.
Kuda Gagak Rimang adalah kuda tunggangan andalan Arya Penangsang. Menurut cerita tutur yang berkembang di lingkungan masyarakat Kabupaten Blora, khususnya di sekitar wilayah Jipang, konon asal-usul kuda Gagak Rimang adalah kuda milik Riman.
Riman adalah anak Soreng Pati, Penggede di Desa Kasiman. Konon kuda tersebut menghilang pada saat tuannya, yaitu Riman bertarung melawan Siman, anak Soreng Rangkut, Penggede di Desa Sambeng, dalam memperebutkan Rara Swari.
Kisah dibalik penamaan serta asal-usul Kuda Gagak Rimang berdasarkan cerita tutur yang telah dikenal masyarakat.
PERSELISIHAN MURID KI GEDE SENORI, ASAL MULA DESA BRABOWAN - BITING - NGROTO - SWAREH
Diceritakan, jaman dahulu, hiduplah seorang sakti bernama Ki Gede Senori, yang memiliki banyak pengikut dan murid. Diantaranya, Ki Soreng Rana, Ki Soreng Pati, dan Ki Soreng Rungkut. Ketiganya memiliki ilmu kanuragan yang luar biasa.
Ketiga Soreng ini sangat terkenal, mereka disegani lawan maupun kawan. Soreng Rana menjadi penggede di Batokan, Soreng Pati menjadi penggede di Kasiman, dan Soreng Rangkut menjadi penggede di Sambeng.
Detailnya baca artikel kami dibawah ini 👇
https://m.facebook.com/groups/3995202817166375/permalink/5138741546145824/
_________________________________
Ketiga sosok tokoh wareng ini adalah punggawa Warengpati Jipang. Mereka mempunyai pasukan khusus yang dididik oleh pangeran Sekar dan Patih Metahun serta Ki Gede Senori . Warengpati merupakan pasukan khusus yang menjalankan tugas tugas penting dari kerajaan kecil bernama Jipang.
Untuk mengenal sejarah Surengpati Jipang ini, bisa baca secara detai di artikel kami sebelumnya di bawah ini 👇
https://m.facebook.com/groups/3995202817166375/permalink/5211342748885703/
___________________________________
Pada suatu ketika, Riman bertarung dengan Siman untuk memperebutkan Rara Swari gadis pujaan mereka, dalam sumber lain mengatakan ada masalah hutang piutang. Sampai pada saat pertarungan selesai dengan tewasnya Riman, kuda Riman yang berwarna hitam sepenuhnya itu lari sampai tidak diketahui, konon telah masuk hutan.
Dalam pertarungan Riman dan Siman sebenarnya mereka tidak mengetahui bahwa bapak dari mereka adalah merupakan saudara, jika digambarkan dalam cerita bahwa Soreng Pati, Soreng Rangkut dan Soreng Rana adalah satu guru yakni Ki Gede Senori.
_______________
BERTEMUNYA KUDA GAGAK RIMANG DENGAN ARYA PENANGSANG
Pada suatu waktu Arya Penangsang yang merupakan seorang Adipati Jipang Panolan melakukan pelawatan dan jalan-jalan untuk memeriksa daerah kekuasaannya serta memikirkan masalah kadipaten. Dalam lawatan ini beliau ditemani patihnya yakni Patih Metaun/Matahun. Dalam perjalanan tersebut sampailah beliau pada rerumputan yang segar, daerah dengan rerumputan hijau, lalu tampaklah oleh beliau seekor kuda hitam yang mulus pancal panggung sedang berlari mendekatinya. Anehnya, kuda tersebut tampak jinak seolah-olah minta dikasihani oleh sang Adipati. Ia menggaruk-garukkan kakinya ke tanah, yang seolah-olah meminta perlindungan. Melihat hal itu Arya Penangsang lalu mendekatinya dan kuda tersebut langsung jinak kepada Arya Penangsang. Seketika itu beliau pun merasa tertarik kepada kuda tersebut dan bermaksud ingin memilikinya. Lalu beliau naik ke punggungnya, di atas kuda yang baru ditemukannya itu Arya Penangsang nampak sangat gagah dan anggun.
Beliau lalu mengajak sang patih untuk mencari pemilik kuda tersebut. Untuk mencarinya Adipati dan patihnya berjalan ke arah utara. Akhirnya beliau sampai di suatu tempat dimana pada saat itu Soreng Pati dan Soreng Rangkut bertarung. Konon setelah kematian Riman, Soreng Pati yang merupakan ayah dari Riman membalas dendam terhadap Siman akibat kematian anaknya, lalu setelah itu Soreng Rangkut yang tidak terima oleh kematian anaknya membalas dendam kepada Soreng Pati tetapi pertarungan seimbang. Lalu pada saat itu kedua jagoan sudah menyadari perbuatan salahnya itu dan sedang merenungi peristiwa yang baru saja mereka alami, yang memakan korban anak-anak yang sangat mereka cintai. Mereka berdua merasa sangat menyesal, baru kemudian berkat nasihat gurunya yakni Ki Gede Senori akhirnya mereka bisa menerima dengan ikhlas apa yang telah menimpa mereka.
Arya Penangsang begitu sampai di tempat itu segera menghampiri keempat orang yang sedang duduk termangu tersebut. Begitu melihat kuda tunggangan anaknya ditunggangi oleh orang lain, Soreng Pati seketika hatinya yang semula sudah agak reda langsung kembali membara karena teringat akan Riman. Dia langsung berdiri dengan marah menghampiri sang penunggang kuda, begitu p**a saudara saudaranya, Soreng Rangkut dan Soreng Rana, mereka mengira orang tersebut telah merampas kuda milik Riman. Mereka belum sadar bahwa yang sedang dihadapi adalah Adipatinya sendiri, dan setelah didekati baru tersadar bahwa yang duduk di kuda itu adalah Adipatinya sendiri, Arya Penangsang, putra Pangeran Sekar dan pimpinan Sureng yaitu Patih Metahun.
Seketika mereka duduk menghormat dan memohon ampun kepada Arya Penangsang. Arya Penangsang menerima permohonan ampun mereka dan menanyakan perihal kuda yang ditemukannya itu, tentang siapa pemilik kuda tersebut. Lalu ketiganya serentak menjawab bahwa kuda tersebut milik Riman. Setelah mendengar jawaban tersebut Arya Penangsang memberi nama kuda yang ditungganginya tersebut dengan sebutan “Gagak Riman” karena kuda tersebut berbulu hitam pada seluruh badannya sehingga laksana Gagak dan untuk menghormati pemiliknya yakni Riman.
Dalam perkembangan selanjutnya karena tersebar dari mulut ke mulut dari “Gagak Riman” menjadi “Gagak Rimang”. Dalam hukumnya kuda tersebut seharusnya adalah milik Soreng Pati karena sebelumnya adalah milik anaknya, tetapi mengetahui Adipatinya yang muda dan perkasa menyukai kuda tersebut, Soreng Pati menyerahkan kuda tersebut kepada Arya Penangsang sebagai persembahan.
Lalu mereka diminta oleh Arya Penangsang untuk kembali ke Jipang dan diberi pangkat Wedana Prajurit.
PERTEMPURAN BERSAMA GAGAK RIMANG
Dalam cerita selanjutnya Kuda Gagak Rimang menjadi kuda pribadi dan kebanggaan Arya Penangsang karena badannya yang gagah. Hingga dalam medan perang, karena begitu menyenanginya Arya Penangsang kepada Gagak Rimang, tetap berangkat ke medan perang dengan kuda Gagak Rimang, kuda jantan yang gagah. Padahal dalam nasihat gurunya yakni Sunan Kudus, Arya Penangsang disuruh untuk ke medan perang dengan kuda betina. Karena memakai Kuda jantan inilah Arya Penangsang menyebrangi sungai yang pantang seharusnya dalam pertempuran di daerah itu.
Menurut legenda masyarakat, Kuda tunggangan Gusti Arya Penangsang ini mempunyai keistimewaan dimana bila berlari bak secepat panah, sulit di tandingi kuda yang lain, Dengan mengendarai Gagak Rimang, Haryo Penangsang menjadi sulit didekati atau disergap oleh musuh.
Kekuatan yang tak terpungkiri selanjutnya adalah kuda perkasa yang mampu menjejakkan kaki ke tubuh musuh hingga terpental dan mati. Gagak Rimang mempunyai kepekaan dalam bahaya dan tanpa di komando, bila tuannya terluka segara menyelamatkan menerobos pasukan dan dibawa lari secepat kilat. Jiwa patriotisme dari sosok kuda Gagak Rimang ini menjadi kebanggaan masyarakat Cepu-Blora.
SEJARAH DESA GAGAKAN
Konon, adapun tempat menemukannya kuda Gagak Rimang sekarang menjadi nama sebuah desa yakni Desa Gagakan. Dan jika kita melihat bahwa Soreng Rana adalah pembesar dari desa Sambeng, sampai sekarang ada yang namanya Desa Sambeng di kecamatan Kasiman, dan Desa Gagakan di kecamatan Kunduran di Kabupaten Blora.
Adapun sekarang nama Gagak Rimang di Blora ataupun di Jawa pada umumnya menjadi nama-nama berbagai sesuatu (tempat, komunitas, dll). Di Blora sendiri ada Terminal Gagak Rimang, Radio Gagak Rimang, dan lambang Persikaba (klub sepak bola di Kabupaten Blora).
RONGGOLAWE DAN GAGAK RIMANG
Banyak pecinta sejarah sering terjebak dengan sosok Kuda Gagak Rimang ini. Dimana ada dua kuda yang bernama sama tetapi dengan kurun masa yang berbeda.
âś… Kuda Gagak Rimang - Adipati Ronggolawe.
Masa Raden Wijaya - Majapahit
Sejarah Tuban
Dalam perjalanan sejarah Kabupaten Tuban tidak bisa dipisahkan oleh sepak terjang Adipati Ronggolawe dan kuda tunggangannya yang diberi nama Gagak Rimang pada masa itu, yang sekarang menjadi simbol Kabupaten Tuban.
Konon, nama Rangga Lawe sendiri merupakan pemberian Raden Wijaya karena berkaitan dengan penyediaan 27 ekor kuda dari Sumbawa sebagai kendaraan perang Raden Wijaya dan para pengikutnya dalam perang melawan Jayakatwang -raja Kediri.
Ada juga yang menjelaskan arti Rangga berarti ksatria / pegawai kerajaan dan Lawe merupakan sinonim dari wenang, yang berarti "benang", atau dapat juga bermakna "kekuasaan" atau kemenangan.
perselisihan hebat terjadi antara Kebo Anabrang dan Adipati Ronggolawe. Seperti yang dipercaya masyarakat Adipati Ronggolawe identik dengan kendaraan tunggangannya berupa kuda yang diberi nama Gagak Rimang.
Pertarungan adu kesaktian tersebut terjadi berlangsung berhari-hari, sehingga pada suatu saat kuda tunggangan Adipati Ronggolawe tumbang terbunuh di kawasan Desa Trutup, yang sekarang bernama Talunrejo. Petilasan kuburan jaran (kuda) tersebut terdapat persis di tepi jalan Tuban – Bojonegoro Km 20 dan 5m dari garis tepi jalan Propinsi
Di jaman kemerdekaan, dipakai menjadi divisi angkatan darat Republik Indonesia, Devisi V Ronggolawe yang dipimpin Letjen Djati Kusuma dalam pemberantasan PKI di Kecamatan Cepu.
1. Monumen Kuda Ronggolawe - Gagak Rimang, Cepu sekarang dipindah di jl Bypass Cepu.
2. Monumen Patung Djati Kusuma di perempatan Soos Sasonosuko Cepu
3. STT Ronggolawe ada di Mentul-Cepu
4. Di buat nama jalan. Jl Ronggolawe di area taman seribulampu - Cepu.
âś… Kuda Gagak Rimang - Arya Penangsang
Masa Kerajaan Demak
Sejarah Jipang - Cepu
Cerita tentang Gagak Rimang Arya Penangsang, telah kami sampaikan dalam cerita diatas. 🙏
Semoga bermanfaat.
Sumber :
- Potretblora com 2019 03 legenda kuda gagak rimang
- kaskus co id gagak rimang kuda ronggolawe
- Ensiklopedia Blora
- Legenda Rakyat Blora
_______________________
Pemerhati Sejarah Dan Budaya
Temmy Setiawan
Repost Desk.Official