Majenang Info

Majenang Info Berbagai Tentang Majenang & Sekitarnya! Wisata | Kuliner | Event | Berita | Hiburan

Jadi ginu lurr. Setelah dua hari dilakukan pencarian, seorang pria yang dilaporkan terjun dari Jembatan Sungai Serayu, K...
13/05/2026

Jadi ginu lurr. Setelah dua hari dilakukan pencarian, seorang pria yang dilaporkan terjun dari Jembatan Sungai Serayu, Kecamatan Banyumas, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Dermaga Desa Papringan, Selasa (12/5/2026) sore.

Korban diketahui berinisial IF (32), warga Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas.

Ia sebelumnya diduga menceburkan diri dari Jembatan Serayu, Senin (11/5/2026).

Koordinator Tim SAR Gabungan, Amin Riyanto, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 16.30 WIB dengan jarak kurang lebih 3,9 kilometer dari lokasi kejadian perkara.

"Alhamdulillah tadi sudah diakui dari pihak keluarga korban yang ditemukan sore ini sekitar jam 16.30 WIB dinyatakan adalah IF yang pada Senin, 11 Mei 2026, menceburkan diri dari Jembatan Serayu di Kecamatan Banyumas," kata Amin kepada Tribunbanyumas.com, dalam laporannya, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, proses pencarian telah dilakukan sejak hari pertama kejadian dengan melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur.

Pada hari kedua operasi pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan di aliran Sungai Serayu dalam kondisi meninggal dunia.

"Pada hari kedua pencarian oleh tim SAR gabungan berhasil ditemukan kurang lebih 3,9 kilometer dari LKP dalam kondisi meninggal dunia," jelasnya.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas untuk dilakukan proses identifikasi.

Petugas dari puskesmas bersama pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

Selengkapnya : Tribun Jateng

Jadi gini lurr. Kapolresta Cilacap Kombes Pol. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H. memimpin upacara serah terima jabatan...
12/05/2026

Jadi gini lurr. Kapolresta Cilacap Kombes Pol. Budi Adhy Buono, S.H., S.I.K., M.H. memimpin upacara serah terima jabatan Kasat Lantas, Kasat Binmas, serta pelantikan Kapolsek Cimanggu di Lapangan Apel Polresta Cilacap, Senin (11/5/2026) pagi.

“Mutasi jabatan di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk meningkatkan kinerja serta penyegaran di tubuh institusi. Saya berharap pejabat yang baru segera menyesuaikan diri dan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujar Kapolresta.

Dalam mutasi tersebut, Kompol Arpan, S.I.K., M.H., M.Si. yang sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polresta Cilacap mendapat promosi jabatan sebagai Kaurpullahinfodok Subbid PID Bidhumas Polda Jawa Tengah. Posisi Kasat Lantas kemudian diserahterimakan kepada AKP David Raditya Yudhistira, S.I.K., M.I.K. yang sebelumnya menjabat Kasat Binmas Polresta Cilacap.

Sementara itu, jabatan Kasat Binmas kini diemban AKP M***i Is Efendi, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat Kapolsek Wangon. “Selamat datang kepada AKP M***i Is Efendi di Polresta Cilacap. Saya berharap segera menyesuaikan diri dan dapat melanjutkan serta meningkatkan program pembinaan masyarakat yang sudah berjalan,” kata Kapolresta.

Sedangkan jabatan Kapolsek Cimanggu dipercayakan kepada Iptu Heru Widi Harsono, S.H. yang sebelumnya bertugas sebagai Kanit Samapta Polsek Dayeuhluhur Polresta Cilacap.

Kapolresta juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas di Polresta Cilacap. Kontribusi yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Selengkapnya : Tribun Tipikor

Jadi gini lurr. Suara dentuman kayu yang beradu terdengar nyaring dan berirama di Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja,...
11/05/2026

Jadi gini lurr. Suara dentuman kayu yang beradu terdengar nyaring dan berirama di Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap. Bukan sekadar aktivitas menumbuk padi biasa, dentuman ini adalah sebuah simfoni warisan leluhur yang kini kembali bergema kuat di tengah modernisasi.

Pada momen Sedekah Bumi, Jumat (8/5/2026), warga Desa Karanggedang kembali membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar masa lalu, melainkan identitas yang tetap hidup.

Ketukan Rasa Syukur dan Semangat Gotong Royong

Sekelompok ibu-ibu dengan balutan busana adat Jawa tampak begitu piawai mengayunkan alu (tongkat kayu) ke dalam lesung (wadah kayu panjang). Namun, yang keluar bukanlah sekadar bunyi benturan, melainkan irama ritmis yang padu, diiringi dengan kakawihan atau syair-syair merdu yang sarat akan makna.

Seni ini dikenal warga setempat dengan sebutan Gondang Lesung. Seni Ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME atas hasil panen yang melimpah, sekaligus simbol kebahagiaan warga.

Meski sempat terancam hilang ditelan zaman, geliat pelestarian kini terasa nyata. Tahun ini, sebanyak 6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 10 perempuan desa turut memeriahkan festival tersebut.

Kepala Desa Karanggedang, Saryo, mengungkapkan bahwa langkah serius untuk menghidupkan kembali seni ini telah dimulai sejak tahun 2019.

“Kami berupaya keras agar Gondang Lesung tidak punah. Melalui momen Sedekah Bumi setiap tahunnya, kami ingin generasi muda melihat dan bangga akan warisan ini,” ujar Saryo dengan penuh optimisme.

Seiring hilangnya fungsi lesung sebagai alat penumbuk padi manual karena modernisasi mesin penggiling, warga Karanggedang justru berhasil mengubah fungsi alat tersebut menjadi instrumen seni dan alat kepercayaan yang sakral.

Selengkapnya : Bercayaha FM

Jadi gini lurr. Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Dusun Sidasari, Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten...
11/05/2026

Jadi gini lurr. Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Dusun Sidasari, Desa Tambaksari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Minggu (10/5/2026) sore.

Peristiwa tersebut menghanguskan bagian dapur dan sebagian rumah belakang milik seorang petani bernama Taslim (66).

Dalam kejadian itu, seorang lansia bernama Tasinem (86) mengalami luka bakar setelah sempat terjebak di area dapur saat api membesar.

Korban kemudian dievakuasi warga dan dilarikan ke Rumah Sakit Aghisna Sidareja untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo menjelaskan, kebakaran diduga dipicu tungku pawon yang masih menyala saat ditinggal pemilik rumah.

Peristiwa bermula sekitar pukul 15.05 WIB ketika Tasinem memasak air menggunakan tungku tradisional. Karena faktor usia lanjut, korban diduga lupa mematikan api dan meninggalkan dapur.

“Api kemudian merambat ke tumpukan kayu bakar yang berada di sekitar tungku hingga membesar dan membakar dapur,” jelas Gatot.

Warga Berhamburan Padamkan Api
Kobaran api pertama kali diketahui seorang warga bernama Kesod yang saat itu melintas sambil membawa kambing sekitar pukul 15.20 WIB.

Ia melihat asap tebal keluar dari dapur rumah korban dan langsung berteriak meminta pertolongan warga.

Teriakan tersebut mengundang perhatian warga lain, yang segera berlari menuju lokasi. Saat pintu dapur dibuka, api diketahui sudah membesar dan Tasinem masih berada di dalam ruangan.

Tanpa pikir panjang, warga langsung masuk dan menggendong korban keluar rumah untuk menyelamatkannya dari kobaran api.

Setelah korban berhasil dievakuasi, warga sekitar bahu-membahu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar 20 menit kemudian sebelum merembet lebih luas ke bangunan utama rumah.

Damkar Sidareja Lakukan Pendinginan dan Pendataan
Petugas Pos Damkar Sidareja menerima laporan kejadian pada pukul 15.44 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.58 WIB dengan waktu respons kurang lebih 14 menit.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait sekaligus melakukan pendinginan dan pendataan dampak kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 58 juta. Kerusakan meliputi dapur yang habis terbakar, sebagian rumah bagian belakang, serta sejumlah perabot rumah tangga.

Sumber : Serayu News

Jadi gini lurr. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap di Kecamat...
11/05/2026

Jadi gini lurr. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (10/5), guna memastikan penanganan teknis dan percepatan pekerjaan konstruksi berjalan optimal di lapangan.

Dalam tinjauan tersebut, Menteri Dody menyoroti pentingnya penanganan drainase dan pengendalian aliran air untuk menjaga stabilitas area pembangunan serta mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi.

“Pastikan teknik penanganan aliran airnya berjalan baik. Jangan sampai drainase di area sekolah terganggu dan berdampak pada pekerjaan konstruksi,” ujar Menteri Dody.

Lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap berada di kawasan dengan tingkat kejenuhan air tanah yang cukup tinggi, terutama saat hujan. Selain itu, terdapat aliran limpasan (outflow) air yang berasal dari sistem drainase dua balai pembibitan di sekitar lokasi, yakni balai pembibitan ikan dan balai pembibitan pertanian.

Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah sekaligus Koordinator Satgas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah Nanda Lasro Elisabet Sirait mengatakan bahwa aliran air tersebut sempat mempengaruhi area pekerjaan konstruksi.

“Namun kami sudah berkoordinasi dengan balai pembibitan serta pemerintah daerah untuk memastikan aliran air dapat dialihkan ke saluran di depan lokasi proyek tanpa mengganggu irigasi yang ada,” ujar Nanda.

Untuk mendukung percepatan pekerjaan, Balai Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan (BTBGPL) juga merekomendasikan pembangunan subdrain sepanjang 100 meter guna membantu pelepasan air dari lapisan tanah di area pembangunan.

Selengkapnya : Bisnis Today

Jadi gini lurr. Menjelang momen Iduladha, aktivitas di Pasar Hewan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, semakin...
11/05/2026

Jadi gini lurr. Menjelang momen Iduladha, aktivitas di Pasar Hewan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, semakin ramai. Selain jual beli hewan ternak yang akan dikurbankan baik sapi maupun kambing, terdapat p**a sejumlah penyedia jasa perawatan hewan ternak.

Salah satu jasa yang mengalami lonjakan permintaan adalah perapian bagian tubuh atau grooming hewan kurban, mulai dari tanduk, bulu, hingga kuku kambing. Peningkatan permintaan terjadi seiring tingginya minat masyarakat membeli hewan kurban dengan kondisi lebih rapi dan menarik.

Salah seorang perajin di Pasar Hewan Karangpucung, Jaja, mengatakan jasa perapian kambing dibanderol mulai Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per ekor, tergantung tingkat kesulitan pengerjaan. Proses perapian meliputi pembentukan tanduk agar terlihat simetris, pencukuran dan penyisiran bulu, hingga pembersihan kuku kambing.

“Untuk merapikan tanduk, Jadi yang enggak sama disamain gitu. Agak mirip-mirip gitu. Paling kukunya. Kukunya ada rambutnya. Sedikit yang jembrong-jembrong (panjang-panjang tidak rapih). Kalau sekarang itu mau bulan haji, meningkat banyak.” ucapnya.

Sebelum memasuki musim Iduladha, para perajin atau penyedia jasa grooming hewan ternajk ini rata-rata hanya menangani sekitar 20 ekor kambing per hari. Namun kini jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 30 ekor setiap harinya.

“Kalau hari-hari biasa paling 20 ekor kambing, sekarang 30 lebih. Tergantung kesulitan kalau yang agak rumit (tarifnya) Rp 15.000, Rp 20.000, hingga Rp 25.000 per ekor," ujar Jaja.

Para pedagang mengaku sengaja menggunakan jasa perapian karena dinilai mampu meningkatkan daya tarik hewan kurban di mata pembeli. Selain lebih cepat terjual, kambing yang sudah dirapikan juga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan kambing biasa.

Selengkapnya : Berita Satu

Jadi gini lurr. Tradisi unik menanam kepala sapi dilakukan oleh warga Desa Kuripan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten...
10/05/2026

Jadi gini lurr. Tradisi unik menanam kepala sapi dilakukan oleh warga Desa Kuripan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah saat kegiatan budaya memetri bumi, Sabtu (9/5/2026).

Adapun tradisi turun temurun ini, diawali penyembelihan hewan sapi terlebih dulu, yang telah dilakukan sebelumnya.

Setelah itu daging dibagikan kepada warga, dan kepala sapi tersebut kemudian diarak bersamaan dengan gunungan hasil bumi menuju Balai Desa setempat.

Sesampainya di lokasi, kepala sapi tersebut ditanam tepat di pintu masuk Balai Desa setelah diarak warga.

"Arak-arakan kepala sapi ini dari rumah saya menuju balai desa berbarengan dengan arak-arakan enam gunungan, diikuti iring-iringan warga masyarakat," ujar Kepala Desa Kuripan Kidul, Bejo Parmin.

Bejo mengungkapkan, arak-arak dilakukan setelah ruwatan bumi. "Sekitar pukul 16.00 WIB, setelah ruwatan selesai, kepala sapi kita tanam," katanya.

Ia menambahkan, tujuan menaman kepala sapi tersebut sebagai wujud syukur warga dan permohonan keselamatan. "Intinya kita bersyukur dengan Yang Kuasa atas segala pemberiannya, kita potong sapi dan kambing," ujar Bejo.

"Setelah dipotong, dagingnya kita bagikan untuk kita makan bersama dengan warga di balai desa dan kepala sapinya kita tanam. Harapannya warga, khususnya di Desa Kuripan Kidul mendapat keberkahan," pungkasnya. (*)

Sumber : Suara Indonesia

Jadi gini lurr. Benteng Pendem Cilacap adalah situs pertahanan pesisir jaman Belanda yang dibangun pada abad ke-19. Dulu...
10/05/2026

Jadi gini lurr. Benteng Pendem Cilacap adalah situs pertahanan pesisir jaman Belanda yang dibangun pada abad ke-19. Dulunya benteng ini pernah tertimbun tanah selama puluhan tahun, sehingga memberikan atmosfer yang sangat sunyi sekaligus mencekam.

Sekarang, Benteng Pendem Cilacap yang memiliki nama asli Kustbatterij op de Landtong te Tjilatjap ini sudah jadi salah satu tujuan wisata sejarah populer bagi pecinta misteri. Struktur bangunan ini kokoh, namun lembap menciptakan perpaduan visual yang estetik namun menyimpan banyak teka-teki.

Tidak sedikit yang datang untuk menelusuri lorong-lorong gelap yang ada di dalam area benteng seluas 6,5 hektare ini. Konon, setiap sudut ruangan Benteng Pendem Cilacap memiliki cerita tersendiri, terutama berhubungan dengan masa peperangan dan kerja paksa di masa lalu.

Menelusuri Benteng Pendem Cilacap bukan sekadar melihat tumpukan bata tua, namun kembali lagi rasakan denyut nadi sejarah yang kelam. Berikut adalah daftar titik menarik yang merangkum sisi sejarah dan mistis yang ada di benteng bersejarah ini.
Suasana mistis dan sejarah di Benteng Pendem Cilacap

1. Ruang Penjara yang Pengap
Di benteng ini ada ruangan penjara yang cukup pengap, sekaligus jadi titik ikonik yang paling menyeramkan. Pasalnya, sirkulasi udara disini minim dan sering beredar cerita bahwa ada suara-suara rintihan di area ini yang diyakini merupakan jejak energi dari para tawanan masa lampau.

2. Terowongan Gelap Menuju Laut
Benteng Pendem Cilacap memiliki jaringan terowongan bawah tanah yang dulunya berfungsi sebagai jalur pelarian atau pengiriman logistik. Suasananya sangat gelap dan lembap di dalam terowongan, dijamin jika Anda datang langsung membuat bulu kuduk berdiri apalagi jika dijelajahi sendirian.

3. Ruang Amunisi dan Logistik
Wisata sejarah Cilacap ini merupakan benteng pertahanan, yang artinya adalah dulunya juga menjadi tempat penyimpanan senjata. Benteng ini memiliki dinding yang sangat tebal untuk menahan ledakan.

Meski sekarang kosong, kesan dingin dan berat masih sangat terasa. Inilah yang mencerminkan betapa tegangnya situasi perang kala itu.

4. Parit Perlindungan yang Luas
Benteng Pendem Cilacap dikelilingi oleh parit besar, yang dulunya berfungsi untuk menghalau musuh yang mendekat dari arah darat. Parit yang tertutup tanaman air ini menambah kesan angker, sekaligus menjadi pembatas antara dunia modern dan situs bersejarah ini.

5. Barak Prajurit yang Luas
Selain ruang penjaranya, area barak di benteng bersejarah ini juga memiliki cerita sejarah panjang. Area barak adalah tempatnya para serdadu Belanda beristirahat dan mengatur strategi pertahanan di pesisir selatan.

Lorong-lorong panjang di barak ini sering menjadi lokasi favorit para fotografer. Suasananya masih terasa sangat mistis sekalipun datang saat siang hari cerah.

Selengkapnya : Radar Tegal

Jadi gini lurr. Aktor Ammar Zoni bersama empat warga binaan lainnya kembali menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyaraka...
10/05/2026

Jadi gini lurr. Aktor Ammar Zoni bersama empat warga binaan lainnya kembali menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Mereka dipindahkan dari Lapas Narkotika Jakarta menuju Lapas Super Maximum Security Karang Anyar Nusakambangan pada Jumat, 8 Mei 2026, pukul 23.55 WIB setelah menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur.

“Pelaksanaan pemindahan dilakukan dengan pengawalan dan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, petugas Direktorat Pamintel Ditjenpas, personel TNI dan Polri, serta petugas Lapas Narkotika Jakarta,” ujar Kasubdit Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 9 Mei 2026.

Rombongan tiba di Nusakambangan pada Sabtu, 9 Mei 2026, sekitar pukul 06.55 WIB. Setelah tiba, Ammar Zoni dan empat warga binaan lainnya langsung ditempatkan di Lapas Super Maksimum Security Nusakambangan.

“Proses administrasi penerimaan meliputi berita acara serah terima narapidana, tes urine, pemeriksaan kesehatan, dan kegiatan administrasi lainnya. Penerimaan dan penempatan dilakukan sesuai SOP,” katanya.

Pemindahan Ammar Zoni dan sejumlah warga binaan tersebut menjadi bagian dari pengelolaan pembinaan narapidana di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Sumber : Metrotvnews

Jadi gini lurr. Petugas gabungan kembali menggelar operasi pemberantasan rokok ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Cila...
09/05/2026

Jadi gini lurr. Petugas gabungan kembali menggelar operasi pemberantasan rokok ilegal di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap dalam dua hari terakhir.

Dari kegiatan tersebut, ratusan bungkus rokok tanpa pita cukai berhasil diamankan dari sejumlah warung kelontong.

Operasi dilaksanakan bersama oleh Satpol PP Kabupaten Cilacap, Bea Cukai Cilacap, serta unsur aparat lainnya pada Kamis (7/5/2026) dan Jumat (8/5/2026).

Kepala Satpol PP Kabupaten Cilacap Rochman mengatakan, operasi dilakukan sebagai upaya menekan peredaran rokok ilegal yang masih ditemukan di wilayah Cilacap.

"Operasi ini merupakan kegiatan bersama untuk menekan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Cilacap," kata Rochman.

Pada operasi hari pertama, petugas gabungan yang terdiri dari POMAL, Polresta Cilacap, Bea Cukai Cilacap, dan Satpol PP Kabupaten Cilacap menyisir sejumlah toko yang diduga menjual rokok ilegal.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan berbagai merek rokok tanpa pita cukai di sebuah warung kelontong.

"Hari pertama kemarin total barang yang diamankan mencapai 355 bungkus atau sekitar 7.028 batang rokok ilegal," lanjutnya.

Sementara pada operasi lanjutan Jumat (8/5/2026), tadi petugas gabungan kembali menemukan rokok ilegal di warung kelontong lainnya.

"Petugas menyita 12 bungkus atau sekitar 240 batang rokok ilegal dari beberapa merek, seperti Angker Blueburst, Smith Mango, dan Smith Melon," tandas Rochman.

Menurut Rochman, seluruh barang hasil sitaan langsung dibawa ke Kantor Bea Cukai Cilacap untuk proses lebih lanjut.

"Seluruh rokok tanpa pita cukai yang ditemukan langsung diamankan dan dibawa ke Bea Cukai untuk penanganan lebih lanjut," pungkasnya.

Sumber : Radar Banyumas

Jadi gini lurr. Masyarakat Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, kembali menggelar tradisi budaya “Apit...
09/05/2026

Jadi gini lurr. Masyarakat Desa Sawangan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, kembali menggelar tradisi budaya “Apit-apitan” yang rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya menjaga warisan adat leluhur. Tahun ini, pelaksanaan tradisi berlangsung lebih meriah karena bertepatan dengan agenda tiga tahunan desa. (7/5/2026)

Kepala Desa Sawangan, Sunarto, mengatakan rangkaian kegiatan budaya telah dimulai sejak beberapa pekan terakhir dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari berbagai kalangan.

Beragam kegiatan digelar dalam tradisi tersebut, mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan dan fasilitas umum, ziarah serta pembersihan makam leluhur, hingga kirab hasil bumi yang menampilkan gunungan berisi hasil pertanian warga.

Selain itu, warga juga mengadakan ritual ruwat bumi sebagai bentuk doa bersama demi keselamatan dan kesejahteraan desa. Acara kemudian ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menjadi hiburan sekaligus bagian dari pelestarian budaya Jawa.

Menurut Sunarto, tradisi Apit-apitan memiliki makna penting bagi masyarakat Desa Sawangan. Selain memperkuat hubungan antarwarga, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong yang terus dijaga hingga sekarang.

Selengkapnya : Nusantara Pos

Address

Majenang
Cilacap Regency
53261

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majenang Info posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Majenang Info:

Share