Majenang Info

Directions Website Contact the business

Majenang Info Berbagai Tentang Majenang & Sekitarnya! Wisata | Kuliner | Event | Berita | Hiburan

Jadi gini lurr. Keterbatasan armada mobil tangki menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Badan Penanggulangan B...
20/09/2026

Jadi gini lurr. Keterbatasan armada mobil tangki menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap dalam menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Di tengah meluasnya wilayah yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang, BPBD harus mengatur distribusi secara bergantian agar kebutuhan warga di berbagai daerah tetap dapat terpenuhi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan saat ini BPBD hanya memiliki empat unit mobil tangki air.

Armada tersebut tersebar di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPBD dan digunakan untuk melayani masyarakat yang tersebar di 18 kecamatan terdampak kekeringan.

“Armada tersebut tersebar di masing-masing UPT BPBD dan harus melayani warga terdampak kekeringan yang tersebar di 18 kecamatan,” kata Taryo, Jumat (18/9/2026).

Jumlah armada yang terbatas membuat proses distribusi air bersih membutuhkan waktu lebih lama, terutama ketika permintaan bantuan meningkat pada puncak musim kemarau.

Setiap hari, petugas harus menyusun jadwal pengiriman secara bergiliran agar bantuan air dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.

Menurut Taryo, pengaturan distribusi dilakukan secara cermat agar tidak ada daerah yang terlewat.

Mobil tangki harus berpindah dari satu desa ke desa lain dengan mempertimbangkan jumlah kebutuhan masyarakat dan kondisi lapangan.

“Petugas harus mengatur pengiriman secara bergantian agar bantuan bisa menjangkau wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain keterbatasan jumlah kendaraan, kondisi geografis Kabupaten Cilacap juga menjadi tantangan tersendiri.

Sejumlah desa yang mengalami kekeringan berada di kawasan perbukitan dan pegunungan, terutama di wilayah Cilacap bagian barat.

Medan jalan yang cukup berat dan jarak tempuh yang jauh menyebabkan proses distribusi membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan wilayah lain.

“Jarak dan kondisi medan membuat proses pengiriman air membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Taryo.

Kondisi tersebut membuat BPBD harus mencari solusi agar distribusi air bersih dapat dilakukan lebih efektif.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng pemerintah desa untuk menyiapkan tempat penampungan air sementara di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat.

Penampungan air tersebut dapat dibuat secara sederhana, misalnya menggunakan terpal atau bak penampung yang disiapkan oleh pemerintah desa maupun masyarakat.

Dengan adanya titik penampungan bersama, mobil tangki tidak perlu mendatangi rumah warga satu per satu.

BPBD akan memusatkan pengiriman air ke titik penampungan tersebut. Setelah air tersedia, masyarakat dapat mengambil sesuai kebutuhan masing-masing.

Cara ini dinilai lebih efisien karena dapat mempercepat proses distribusi sekaligus memungkinkan armada yang terbatas melayani lebih banyak desa dalam waktu yang sama.

“Air yang dikirim BPBD nantinya dipusatkan ke lokasi penampungan, sehingga mobil tangki tidak harus mendatangi rumah-rumah warga satu per satu,” tambah Taryo.

Selengkapnya : Banyumas Ekspres

Jadi gini lurr. Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyebut ubur-ubur (sejenis binatang laut yang termasuk ...
19/09/2026

Jadi gini lurr. Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyebut ubur-ubur (sejenis binatang laut yang termasuk dalam kelas Scyphozoa) mendominasi hasil tangkapan nelayan selama musim angin timur yang berlangsung dalam dua bulan terakhir.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Cilacap Indarto di Cilacap, Jumat (18/9/2026), mengatakan melimpahnya ubur-ubur mendorong nelayan kapal kecil beralih menangkap komoditas tersebut karena mudah diserap pengepul dan eksportir.

"Dengan adanya ubur-ubur, tangkapan nelayan meningkat. Sudah memasuki bulan kedua dan memang sedang mendominasi," katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat aktivitas pelelangan ikan di sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) cenderung sepi karena nelayan dengan kapal berukuran di bawah 5 gros ton (GT) lebih memilih menangkap ubur-ubur.

Ia mengatakan ubur-ubur hasil tangkapan nelayan tersebut dijual ke pengepul dan selanjutnya dikirim ke eksportir yang berada di luar wilayah Cilacap.

Setelah melalui berbagai proses pengeringan, ubur-ubur tersebut dikirim ke eksportir di Jakarta untuk diekspor ke sejumlah negara di kawasan Asia Timur seperti China dan Jepang guna diolah menjadi bahan makanan maupun kosmetik.

"Harga jual ubur-ubur di wilayah perkotaan Cilacap saat ini Rp800 per kilogram, sedangkan di wilayah Jetis mencapai Rp1.100 per kilogram, dan harganya relatif sama dengan kisaran harga dalam beberapa tahun terakhir," katanya.

Dalam sehari, kata dia, kapal fiber berukuran sekitar 5 GT yang melaut sejak pagi dapat melakukan hingga tiga kali perjalanan dengan hasil sekitar 1 ton ubur-ubur dalam setiap perjalanan.

Menurut dia, kapal fiber tersebut biasanya ditumpangi dua nelayan dan jarak tempuh untuk menangkap ubur-ubur tidak terlalu jauh.

“Daerah tangkapan ubur-ubur sekitar jalur 1 penangkapan atau berjarak sekitar 4 mil laut dari bibir pantai, sehingga kebutuhan bahan bakar minyak) untuk operasional kapal fiber tidak terlalu banyak,” katanya.

Indarto memperkirakan penangkapan ubur-ubur masih berlangsung sekitar dua bulan ke depan selama musim kemarau dan sebelum ada hujan.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo Cilacap Untung Jayanto mengatakan ubur-ubur yang ditangkap nelayan umumnya langsung dijual kepada pengepul sehingga tidak masuk dalam data produksi TPI yang dikelola KUD.

Selengkapnya : Semarang Bisnis

Jadi gini lurr. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap menertibkan puluhan reklame yang dipasang di se...
19/09/2026

Jadi gini lurr. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cilacap menertibkan puluhan reklame yang dipasang di sejumlah ruas jalan di wilayah Cilacap kota, Jumat (18/9/2026).

Penertiban dilakukan sepanjang Jalan Gatot Subroto dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Petugas menyasar reklame yang tidak memiliki izin, dalam kondisi rusak, maupun yang masa berlakunya sudah habis.

Kepala Satpol PP Cilacap Rochman mengatakan, penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan wilayah perkotaan.

Kegiatan tersebut juga mengacu pada Perda Kabupaten Cilacap Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat.

"Penertiban ini menyasar reklame yang tidak berizin, rusak atau sudah habis masa berlakunya," katanya.

Dari kegiatan tersebut, petugas menertibkan sebanyak 81 reklame. Rinciannya terdiri dari 80 banner dan satu spanduk.

Selain menertibkan reklame, petugas juga memberikan pembinaan kepada PGOT yang ditemukan sedang menunggu kegiatan Jumat Berkah di pinggir jalan.

"Pembinaan tersebut dilakukan agar keberadaan mereka tidak mengganggu ketertiban dan aktivitas pengguna jalan," lanjutnya.

Rochman menambahkan, kegiatan penertiban dan pembinaan akan terus dilakukan di sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan penanganan.

"Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga ketertiban dengan tidak memasang reklame sembarangan serta menggunakan fasilitas umum sesuai peruntukannya," pungkasnya.

Sumber : Radar Banyumas

Jadi gini lurr.  Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI)...
19/09/2026

Jadi gini lurr. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) melaksanakan sosialisasi dan edukasi terkait kental manis melalui Talkshow Edukasi Gizi Meluruskan Persepsi Tentang Kental Manis, yang digelar di Gedung Muslimat NU Cilacap, Kamis (17/9/2026). Edukasi ini diberikan karena selama ini masih terjadi kesalahan persepsi bahwa Kental Manis adalah susu bahkan menjadi susu pengganti bagi balita.

Padahal dengan menjadikan kental manis sebagai penuh nutrisi harian menyimpan ancaman serius bagi kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU, dr. Erna Yulia Soefihara.

"Karena selama ini masih ada kesalahan persepsi dari masyarakat bahwa kental manis dianggap sebagai susu, kadang-kadang dijadikan pengganti ASI, dan sudah berlangsung hampir satu abad. Mereka menganggap itu adalah susu yang memang bisa dikonsumsi anak-anak, padahal kandungannya sama dengan gula. Persepsi inilah yang ingin kami luruskan dan sampaikan ke masyarakat," katanya.

Ia menyebut konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, edukasi mengenai pola makan dan perubahan kebiasaan konsumsi perlu diperkuat mulai dari lingkungan keluarga.

Erna menambahkan, Muslimat NU terus mendorong kader-kadernya untuk ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penggunaan kental manis yang tepat.

Menurutnya, kader Muslimat NU memiliki posisi strategis karena banyak di antaranya merupakan tokoh yang aktif berinteraksi dengan masyarakat dan memiliki jamaah.

"Muslimat NU punya perwakilan sampai ke tingkat grassroot, banyak merupakan ustazah, nyai dan mempunyai banyak jamaah, jadi Insyaalah edukasi ini bisa sampai ke sasaran terutama ke ibu-ibu yang punya balita," ujar Erna.

Pemkab Cilacap mengapresiasi peran Muslimat NU dan YAICI yang ikut memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan keterlibatan organisasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemerintah menangani persoalan gizi dan stunting.

"Kental manis itu kan memang kandungan susunya sangat kecil, jadi kalau dikonsumsi tidak sesuai dengan umur dan jadi pokok untuk minuman itu tidak bagus," kata Kabid Pelayanan Kesehatan PPKB Dinkes Cilacap, dr. Retno Purwati Rahayu.

Sementara itu, Sekjen YAICI Satria Yudhistira, menyampaikan jika edukasi terkait kental manis ini sudah dilakukan sejak 2017. Karena itu, kegiatan serupa harus terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang paham bahwa kental manis bukanlah susu.

"Permasalahan yang dulu pun belum selesai, tentang kental manis dan gizi anak, harapannya dari kegiatan ini media bisa menyebarkan, dari kader juga bisa menyebarkan, serta dari Dinas Kesehatan atau stakeholder bisa menindaklanjuti, minimal Posyandu bisa mendapatkan materi bahwa kental manis bukanlah susu," katanya.

Selengkapnya : RRI

Jadi gini lurr. Satuan Reserse Narkoba Polresta Cilacap mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis tembakau sinte di Ke...
19/09/2026

Jadi gini lurr. Satuan Reserse Narkoba Polresta Cilacap mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis tembakau sinte di Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat sebagai pengedar berikut sejumlah barang bukti.

Kedua terduga pelaku diamankan pada Senin (14/9/2026) di sebuah rumah yang berada di wilayah Desa Wanareja. Mereka masing-masing berinisial TK (29) dan CH (26), yang keduanya merupakan warga Kecamatan Wanareja.

Kasi Humas Polresta Cilacap AKP Wendi Andranu, mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi yang diterima kepolisian dari masyarakat terkait dugaan peredaran tembakau sinte di wilayah Wanareja.

“Setelah kami menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya peredaran tembakau sinte di wilayah Wanareja. Kemudian kami tindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan dua orang berikut barang bukti,” ujar AKP Wendi.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 30 paket tembakau sinte dengan berat keseluruhan mencapai 89,46 gram. Selain itu, turut diamankan dua botol yang berisi cairan sinte dengan total volume 34 mililiter.

Barang bukti lain yang turut disita meliputi telepon genggam, timbangan digital, sepeda motor, uang tunai, serta sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran tembakau sinte.

“Barang bukti yang diamankan cukup beragam, mulai dari paket tembakau sinte dan cairan sinte hingga telepon seluler dan timbangan digital. Seluruhnya sudah diamankan untuk kepentingan penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, CH (26) diduga mendapatkan tembakau sinte melalui akun media sosial. Barang tersebut kemudian dikirim menggunakan jasa ekspedisi ke alamat rumahnya.

Setelah menerima barang, CH bersama TK diduga kembali menjual tembakau sinte tersebut di wilayah Kecamatan Wanareja. Penjualan dilakukan melalui akun media sosial yang digunakan keduanya.

AKP Wendi mengatakan, proses penyidikan masih terus dilakukan untuk mengetahui lebih jauh sumber barang tersebut sekaligus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredarannya.

“Saat ini keduanya masih dalam proses penyidikan. Kami terus mengembangkan perkara ini, termasuk mendalami sumber tembakau sinte dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peredarannya,” katanya.

Kedua tersangka bersama seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolresta Cilacap untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, keduanya dikenakan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.

Polresta Cilacap juga mengimbau masyarakat agar turut berperan dalam upaya pemberantasan narkotika. Masyarakat diminta segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungannya. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti dan menjadi bagian penting dalam upaya bersama memberantas peredaran narkotika,” ujar AKP Wendi.

Selengkapnya : RRI

Jadi gini lurr. Hewan ubur-ubur menjadi salah satu hasil tangkapan yang mendominasi aktivitas nelayan di pesisir Kabupat...
19/09/2026

Jadi gini lurr. Hewan ubur-ubur menjadi salah satu hasil tangkapan yang mendominasi aktivitas nelayan di pesisir Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, selama musim angin timur dalam sebulan terakhir.

Melimpahnya ubur-ubur membuat sejumlah nelayan kapal kecil memilih beralih menangkap komoditas laut tersebut. Dalam sekali melaut, mereka bahkan mampu membawa pulang hingga sekitar 1 ton ubur-ubur.

Dodi, salah seorang nelayan Cilacap, mengatakan hasil tangkapan sekitar 1 ton merupakan rata-rata yang dapat dibawa oleh satu perahu berukuran kecil dalam sehari. "Paling ya satu ton (sehari). Itu hitungan rata-rata untuk satu perahu kecil," kata Dodi.

Menurut Dodi, menangkap ubur-ubur relatif mudah. Namun, jumlah hasil tangkapan sangat bergantung pada kondisi laut dan cuaca saat nelayan melaut. "Tapi ya tidak tentu, tergantung kondisi rezeki dan kondisi laut," ujarnya.

Selain kondisi alam, nelayan juga harus menghadapi risiko rasa gatal akibat terkena ubur-ubur ketika menangkap dan mengumpulkannya.

Dodi mengatakan, rasa gatal akibat bersentuhan dengan ubur-ubur sudah menjadi hal yang biasa dialami nelayan. Penanganannya pun relatif sederhana. "Sebenarnya kalau rasa gatal sudah biasa. Cukup dibilas pakai air bersih juga biasanya sudah teratasi," katanya.

Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Mino Saroyo Cilacap, Untung Jayanto, mengatakan hasil tangkapan ubur-ubur umumnya tidak masuk dalam catatan produksi tempat pelelangan ikan (TPI) yang dikelola koperasi. Sebab, ubur-ubur yang ditangkap nelayan biasanya langsung dijual kepada pengepul. "Banyak, tapi itu langsung ke pengepul, tidak terdata di koperasi," ujar Untung.

Saat ini, aktivitas pelelangan ikan di Cilacap masih berlangsung di TPI Tegalkatilayu dan TPI Dermaga 3 PPS Cilacap. Sementara aktivitas pelelangan di TPI Kemiren dialihkan ke Dermaga 3 PPS Cilacap.

Untung mengatakan nilai produksi hasil pelelangan ikan pada Agustus 2026 mencapai sekitar Rp14 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan Juli yang masih berada di bawah Rp14 miliar. "Kalau bulan Juli masih di bawah Rp14 miliar. Semoga ke depan masih bisa meningkat," katanya.

Selengkapnya : Media Indonesia

Jadi gini lurr. Dua orang disabilitas tuli asal Cilacap, Islah (26) dan Meita (25) tampak cermat mengamati juru bahasa i...
18/09/2026

Jadi gini lurr. Dua orang disabilitas tuli asal Cilacap, Islah (26) dan Meita (25) tampak cermat mengamati juru bahasa isyarat mereka yang menerangkan mengenai persyaratan sebuah perusahaan yang membuka lowongan kerja bagi disabilitas.

Mereka tak peduli panasnya kota Semarang yang merangsek masuk ke tenda besar lokasi Jobfair MTQ Nasional ke-31 Jawa Tengah, di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Kamis (17/9/2026) siang.

Sembari berdesakan, mereka ikut turut memasukan lamaran yang ditumpuk ke petugas dari Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng.

Bagi Islah dan Meita, kertas itu bukan hanya kertas biasa melainkan sebuah harapan baru bagi mereka yang telah berbulan-bulan menganggur.

Disabilitas Tuli, Islah mengatakan, sudah tiga bulan ini menganggur selepas kontrak kerjanya di PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia (PT SAMI) Tugu Factory Semarang tidak diperpanjang.

Oleh karena itu, ia nekat motoran kembali ke kota Semarang selepas mendengar informasi adanya jobfair MTQ.

"Rumah ku Cilacap, saya ke sini naik motor untuk mencari kerja di acara jobfair Semarang," katanya kepada Tribun melalui juru bahasa isyarat.

Ia mengaku, sudah memasukkan sejumlah lamaran kepada seluruh perusahaan yang membuka peluang bagi disabilitas untuk bekerja. "Banyak lamaran yang aku masukan, kerja apapun pokoknya ada kesempatan bagi disabilitas di sana aku apply (melamar)," terangnya.

Selengkapnya : Tribun Jateng

Jadi gini lurr. Sebanyak 321 knalpot brong telah diamankan Polresta Cilacap dari sejumlah pengendara.Polisi menyebut pen...
18/09/2026

Jadi gini lurr. Sebanyak 321 knalpot brong telah diamankan Polresta Cilacap dari sejumlah pengendara.

Polisi menyebut penindakan akan dilakukan lebih banyak jika penggunaan knalpot tersebut semakin mengganggu masyarakat.

Kasat Lantas Polresta Cilacap AKP David Raditya Yudhistira mengatakan, ratusan knalpot tersebut diamankan dalam penindakan yang dilakukan hingga saat ini.

"Sampai saat ini, jumlah knalpot brong yang kami amankan sudah 321 unit. Kami akan melakukan tindakan secara masif apabila itu sudah sangat meresahkan masyarakat," katanya, Kamis (17/9/2026).

Menurut David, penggunaan knalpot brong paling banyak ditemukan pada sepeda motor.

Polisi juga tetap memantau kendaraan roda empat yang menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik.

Penindakan dilakukan dengan melihat spesifikasi teknis kendaraan.

Menurutnya, kendaraan yang sejak awal menggunakan knalpot sesuai standar pabrik tetap diperbolehkan.

“Jadi kami bekerja secara selektif berdasarkan spesifikasi teknis yang dikeluarkan pabrikan,” ujarnya.

Selain melakukan penindakan, polisi juga terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Pengendara diimbau menggunakan knalpot sesuai standar agar tidak mengganggu pengguna jalan maupun warga di sekitar.

David mengatakan, pendekatan kepada generasi muda juga terus dilakukan melalui berbagai kegiatan. Polisi berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

"Meski penggunaan knalpot brong dilarang keras di jalan raya, Namun apabila digunakan pada tempat atau even yang semestinya, pihak kepolisian memberikan ruang edukasi," pungkasnya.

Sumber : Radar Banyumas

Jadi gini lurr. Meski tidak siginifikan, harga komoditas cabai dan bawang di Pasar Majenang, Kabupaten Cilacap sempat me...
18/09/2026

Jadi gini lurr. Meski tidak siginifikan, harga komoditas cabai dan bawang di Pasar Majenang, Kabupaten Cilacap sempat mengalami fluktuasi dalam beberapa pekan terakhir ini. Namun demikian, ketersediaan stok masih cukup aman karena dipasok dari berbagai daerah.

Kepala Pasar Majenang, Sulhani mengatakan, harga cabai merah besar biasa sempat naik dan mencapai Rp 40.000/kg, saat memasuki pekan kedua bulan September 2026 ini. Namun masih di pekan kedua, harga jual jenis cabai itu beranjak turun menjadi Rp 35.000/kg.

Sementara pemantauan pihaknya pada Kamis (17/9/2026), harga jual cabai masih relatif tetap di angka Rp 35.000/kg.

Harga jual cabai rawit merah pada pekan kedua bulan ini juga sempat naik dari Rp 70.000 menjadi Rp 75.000/kg. Sementara hasil pemantauan dalam tiga hari terakhir ini, harga jual jenis cabai tersebut masih tetap, Rp 75.000/kg.

"Dari pantauan kami dalam beberapa pekan kemarin, harga sejumlah jenis cabai dan bawang memang sempat naik dan turun, tapi tidak terlalu signifikan," kata Sulhani pada Kamis (17/9/2026).

Namun demikian dia memastikan untuk stoknya masih cukup aman. Mengingat, stok cabai dan bawang di pasar itu banyak dipasok dari sejumlah daerah.

Ia menyontohkan stok cabai, banyak dipasok dari daerah Garut, Jawa Barat dan Wonosobo, Jawa Tengah. Sementara untuk stok bawang merah, banyak didapatkan pedagang dari daerah Brebes dan Pati.

Menurutnya, banyaknya pasokan cabai luar daerah menunjang ketersediaan stok di tingkat pedagang. Walau di sisi lain, untuk perkembangan harganya akan mengikuti harga dari tingkat pemasok.

"Alhamdulillah untuk stok kebutuhan masyarakat di Pasar Majenang masih tercukupi dan harganya juga masih relatir terjangkau," jelas dia.

Sumber : Suara Merdeka

Jadi gini lurr. PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala membangun Rumah Layak Huni (RLH) untuk warga Desa Bunto...
18/09/2026

Jadi gini lurr. PT PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala membangun Rumah Layak Huni (RLH) untuk warga Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa 15 September 2026. Bantuan tersebut membuat hunian keluarga penerima manfaat menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditempati.

Sebelumnya, rumah yang ditempati penerima manfaat memiliki sejumlah keterbatasan. Melalui program tersebut, UBP Adipala memperbaiki dan meningkatkan kondisi rumah agar lebih layak digunakan sebagai tempat tinggal dan ruang berkumpul bersama keluarga.

Pelaksana Senior CSR, Humas dan Keamanan PLN Indonesia Power UBP Jawa Tengah 2 Adipala, Galih Eka Purnomo, mengatakan pembangunan RLH merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Pembangunan Rumah Layak Huni ini merupakan wujud kepedulian dan kontribusi kami dalam menghadirkan hunian yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional PLN Indonesia Power UBP Adipala,” kata Galih.

Dalam pembangunan RLH tersebut, UBP Adipala juga memanfaatkan Fly Ash Bottom Ash (FABA) sebagai salah satu material pendukung. Pemanfaatan material sisa pembakaran batu bara itu menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumber daya sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular.

Selengkapnya : Suara Merdeka

Address

Majenang
Cilacap Regency
53261

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majenang Info posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Majenang Info:

Shortcuts

Share