Ribath Studio

Ribath Studio Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ribath Studio, Printing Service, Cilegon.

Bismillahirrahmanirrahim⁣⁣Selamat malam teman - teman 😄Yuk cobain karya ribath.studio nih "Baby Gift⁣"Dengan Frame minim...
06/06/2020

Bismillahirrahmanirrahim⁣

Selamat malam teman - teman 😄

Yuk cobain karya ribath.studio nih "Baby Gift⁣"
Dengan Frame minimalis warna putih⁣ ukuran A4.

Info harga langsung hubungi ⁣whatsapp ya. ⁣🤭
081388796465

Terimakasih. ⁣😁

https://www.youtube.com/watch?v=mk0bI8qEi_8
04/05/2017

https://www.youtube.com/watch?v=mk0bI8qEi_8

Sobat Yufid yang sholeh dan sholehah ... Apakah Anda termasuk orang yang menangis ketika mendengarkan musik relegi ketimbang mendengarkan Al-Qur'an? Yuk tont...

Sebentar lagi PIN (Pekan Imunisasi  Nasional)Program pemerintah kita sukseskan, taat dan patuh selama tidak dalam kemaks...
03/03/2016

Sebentar lagi PIN (Pekan Imunisasi Nasional)
Program pemerintah kita sukseskan, taat dan patuh selama tidak dalam kemaksiatan

Semoga tulisan dan link Video ini bisa memberikan penjelasan mengenai vaksin
_____________
sebagai info: Imunisasi di Saudi program wajib, buku catatan imunisasi penting sebagai syarat mendapatkan akte kelahiran, syarat masuk sekolah (sekolah gratis di saudi), sampai pembuatan paspor, dan semuanya GRATIS di RS pemerintah (swasta juga ada program tetapi bayar biaya dokternya)

silahkan baca:
http://www.kompasiana.com/sumiatiistrizain/hukum-imunisasi-di-saudi-arabia_5517d34481331147699de2ec

ini untuk logika menjawab kalau vaksin itu berbahaya, mungkin hampir semua orang saudi terkena penyakit berbahaya...
sebenarnya ada jawaban ilmiahnya untuk mereka yang bilang bahaya bahan2 dalam vaksin
Indonesia juga ada program imunisasi nasional dan jadi protap di RS negeri kita

Mungkin ada yang komentar: "Vaksin di Saudi kan beda dengan Indonesia, kalau Vaksin Saudi saya percaya, kalau Indonesia....

Jawabnya: Vaksin Saudi dimpor juga dari Indonesia, Indonesia Eksport banyak sekali Vaksin ke berbagai negara, memenuhi kebutuhan Asia Tenggara, karena vaksin Indonesia buatan dalam negeri oleh PT biofarma sejak zaman belanda, buka buatan Yahudi atau Amerika

Monggo dibaca Indonesia ekspor vaksin ke Saudi
djpen.kemendag.go.id/app_frontend/accepted_rsses/view/519c8380-5f98-4990-b57e-6f220a1e1e48

Ini juga:
m.republika.co.id/berita/nasional/bio-farma/15/04/12/nmofq4-bio-farma-penuhi-kebutuhan-vaksin-47-juta-bayi
_______________

# Pembahasan Lengkap Mengenai Vaksinasi Di Situs Muslimafiyah.com

Bismillah

Berikut kami sampaikan pembahasan lengkap tentang vaksinasi di web kami. Mohon maaf, kami memakai prinsip dakwah, jika diterima alhamdulillah, jika tidak diterima maka jangan dimusuhi karena mereka masih saudara se-Islam, bahkan kita mendoakannya kebaikan.

Beredar beberapa sumber di dunia maya dan dunia nyata yang menyatakan bahwa vaksinasi haram dan berbahaya. Tentu ini tidak benar, dan mereka menganjutkan beralih ke thibbun nabawi dengan tahnik,

Yang benar, tahnik bukan imunisasi dalam Islam dan secara medis juga bukan imunisasi silahkan baca tulisan saya:
link:
https://muslimafiyah.com/benarkah-tahnik-adalah-imunisasi-dalam-ajaran-islam.html

Mengenai vaksinasi, insyaallah mubah dan bermanfaat, sudah kami bahas agak panjang di sini:
https://muslimafiyah.com/permasalahan-imunisasi-dan-vaksinasi-tuntas-–insya-allah.html

Jika masih ragu, kami sertakan fatwa-fatwa ulama dunia yang membolehkan, fatwa MUI, fatwa dua ormas terbesar di indonesia, muhammadiyah dan NU, silahkan baca:
https://muslimafiyah.com/fatwa-fatwa-ulama-keterangan-para-ustadz-dan-ahli-medis-di-indonesia-tentang-bolehnya-imunisasi-vaksinasi.html

Yang ini fatwa ulama madinah (Madinah dan Mekkah adalah dua kota yang Allah janji selalu menjaganya, Ilmu yang benar selalu ada di sana), link:
https://muslimafiyah.com/hukum-vaksinasi-menurut-beberapa-ulama-madinah.html

Vaksinasi itu berarti tidak percaya dengan penjagaan Allah dan tidak tawakkal??? mohon maaf, ini tidak benar, silahkan baca ini :
https://muslimafiyah.com/benarkah-imunisasi-dan-vaksinasi-berarti-tidak-tawakkal-kepada-allah.html

Ada pemikiran: tidak perlu vaksinasi, cukup makan halal dan thayyiba dan pola hidup sehat saja, pasti terhindar dari penyakit, ini juga kurang tepat, Sahabat Abu Ubaidah Ibnul Jarrah yang dijanjikan masuk surga, beliau meninggal di Syam karena wabah menular, pasti beliau menjaga makanan dan pola hidup sehat
silahkan baca ini:
https://muslimafiyah.com/sekedar-makanan-halal-dan-thayyiba-tidak-bisa-mencegah-menjamin-dari-wabah-penyakit.html

mohon jangan bawa-bawa nama Islam (alhamdulillah ini hanya perbuatan oknum dan sedikit), untuk mempertentangkan antara thibbun nabawi dan kedokteran modern, keduanya sejalan dan sama prinsipnya bahkan bisa dikombinasikan
silahkan baca:
https://muslimafiyah.com/haruskah-kedokteran-modern-dan-thibbun-nabawi-dipertentangkan.html

baca ini juga:
https://muslimafiyah.com/thibbun-nabawi-dan-kedokteran-modern-harus-pakai-dosis-dan-cara-pakai-yang-jelas.html

kami harap, jangan kita saling menjelekkan, misalnya” apa itu obat dokter, bahan kimia semua, malah ngerusak tubuh, mending thibbun nabawi atau herbal, asli dan alami”. Komentar seperti ini perlu belajar pengertian apa itu “bahan kimia” dan ternyata habbatus sauda juga mengandung zat kimia aktif
silahkan baca:
https://muslimafiyah.com/dokter-ahli-herbal-ahli-thibbun-nabawi-sama-baiknya-asalkan-ahli-berilmu-dan-berpengalaman.html

baca juga:
https://muslimafiyah.com/menolak-berobat-dengan-kedokteran-modern-lebih-memilih-thibbun-nabawi.html

baca juga:
https://muslimafiyah.com/akupuntur-vs-thibbun-nabawi.html

Kita berharap agar praktek thibbun Nabawi sesuai dengan prinsip pengobatan (thibbun/طب). karena jika tidak, bisa menjadi bumerang bagi thibbun nabawi. misalnya, mengklaim menguasai thibbun nabawi, tapi belum paham benar apa itu thibbun nabawi dan prinsipnya, misalnya baru ikut pelatihan bekam satu atau dua kali, langsung buka praktek bekam, dengan membawa-bawa nama Syariat, bekam bisa mengobati semuanya (padahal dalam berobat butuh ilmu diagnosis penyakit dan tentu bukan teori saja, perlu pengalaman lihat beratus-ratus atau beribu-ribu pasien supaya tepat diagnosanya)

Perlu diingat juga , bukan diagnosa secara general sekali misalnya baru lihat telapak tangan, langsung ambil kesimpulan “ada masalah perut dan gangguan pencernaan”. Padahal gangguan dan penyakit perut sangat banyak jenisnya dan terapinya beragam
Ada yang bilang herbal atau yang berbau Arab dibilang thibbun nabawi, padahal bukan. misalnya rumput fatimah
baca ini supaya bisa lebih memahami thibbun nabawi:
https://muslimafiyah.com/apakah-rumput-fatimah-adalah-thibbun-nabawi.html

Salah satu contoh, pemahaman yang kurang tepat tentang thibbun nabawi, hadits jika demam, maka guyur dengan air dan bahasi dengan air. Nah, jika tidak membaca penjelasan ulama, mungkin akan mengguyur atau mandi dengan air, padahal demam tinggi (bisa dibayangkan, tampah parah), apalagi ditambah semangat 45 sambil bilang “sabar kalo tambah parah berarti penyakitnya akan keluar, ini proses, sabar, ini sunnah”

Penjelasan ulama, maksud hadits adalah demam karena sengatan matahari (sunburn), nah kalo ini terapinya baik secara kedokteran juga dengan air, di lap basah-basah (gak bertentangan kan?)
Silahkan baca:
https://muslimafiyah.com/pandangan-kedokteran-modern-tentang-hadist-shahih-demam-didinginkan-dengan-air.html

Mengenai konspirasi, ada bisnis uang dan konspirasi melemahkan negara Islam. tentu tidak benar, hanya berdasarkan paranoid semata dan nukilan dari perkataan tokoh yang sebagiannya ada tokoh fiktif dan sebagiannya bukan ahlinya.

silahkan baca ini:

https://muslimafiyah.com/who-adalah-antek-yahudi-dan-barat-melalui-vaksin-konspirasi-kah.html

dan ini:

https://muslimafiyah.com/mantan-menkes-siti-fadilah-menolak-vaksin-dan-bilang-ada-konspirasi-konspirasi-lagi-kah.html

dan ini:

https://muslimafiyah.com/vaksinasi-bukan-konspirasi-yahudi-israel.html

dan ini:

https://muslimafiyah.com/vaksinasi-bukan-konspirasi-yahudi-israel-dan-amerika-cerdas-dan-ilmiah-mengkritisi.html

Vaksin untuk indonesia bukan buatan luar negeri atau buatan yahudi atau amerika, tetapi sudah diproduksi dalam negeri oleh PT. biofarma sejak zaman belanda. bakan sudah mengekspor ke banyak negara.

silahkan baca:

https://muslimafiyah.com/abio-farma-telah-120-tahun-memproduksi-vaksin-untuk-indonesia-dan-mengekspornya.html



Mari kita bijak menyikapi
Semoga kita bisa menghormati pendapat satu sama lain, yang mau vaksinasi silahkan, yang tidak juga silahkan, jangan sampai saling bermusuhan dan kaum muslimin tetap bersaudara dan memiliki hak-hak persaudaraan

Mohon maaf, demikian yang bisa kami sampaikan

Salam dari kami

dr. Raehanul Bahraen

Pengasuh situs www.muslimafiyah.com



NOTE:
-mohon maaf, berdasarkan pengalaman, saya tidak melayani debat kusir, karena saya menggunakan prinsip dakwah: diterima alhamdulillah, ditolak jangan dimusuhi tetapi didoakan karena masih saudara se-Islam, kami hanya menyampaikan

-jika diskusi bertukar pikiran dalam rangka mencari kebenaran maka saya menerima tetapi mohon TIDAK di komentar, silahkan Inbox/japri atau email
karena:
1. Bisa membuat orang awam bingung
2. Kemudian jika ada salah satu yang sebenarnya dalam hati mengaku “kalah” tetapi “gengsi” kalah dan “gengsi menerima kebenaran” karena diskusinya dilihat oleh banyak orang (kami tidak ingin terjadi pada diri kami dan orang lain)

-Jangan sampai kita kaum musilimin, berpecah belah dan saling bermusuhan hanya karena masalah vaksin. Ulama saja berbeda pendapat tetapi tetap bersaudara

-mohon maaf, kepada yang tidak setuju dengan vaksin, kalian adalah saudara saya se-Islam, tidak ada niat saya yang tidak baik, jika saya ada salah kata saya mohon maaf

Dari dr Raehanul bahrein.

Imunisasi dan vaksinasi mempunyai pengertian yang sama yaitu memberikan kekebalan tubuh. Imunisasi berasal dar kata immune artinya kebal, jadi imunisasi…

Panasnya Api NerakaAssalamu'alaikumAlhamdulillah shalawat dan salam semoga dillimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga d...
11/02/2016

Panasnya Api Neraka

Assalamu'alaikum
Alhamdulillah shalawat dan salam semoga dillimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Saudaraku! mungkin anda pernah merasakan betapa panasnya ketika kaki anda menginjak puntung rokok! Kaki anda melepuh bukan? Atau mungkin anda pernah merasakan panasnya api dunia, sehingga sebagian dari tubuh anda mengalami luka bakar! Coba kembali anda mengingat-ingat perasaan anda kala itu. Pedih, panas dan duka menyelimuti hati anda, bukan?
Tahukah anda, bahwa panas api yang pernah anda rasakan itu terlalu kecil dan ringan bila dibanding api neraka .
(نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِى يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ). قَالُوا: وَاللَّهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: (فَإِنَّهَا فُضِّلَتْ عَلَيْهَا بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهَا مِثْلُ حَرِّهَا ) متفق عليه
"Api kalian ini yang biasa digunakan oleh manusia untuk membakar hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian (1/70) panasnya neraka Jahannam." Sepontan para sahabat berkata: Ya Rasulullah, sungguh demi Allah, api kita ini sudah cukup untuk menyiksa para pelaku kemaksiatan, (mengapa harus dilipat gandakan)? Beliau menjawab: "(tidak) sesungguhnya panasnya api neraka lebih panas dibanding panas api di dunia ini sebanyak enam puluh sembilah kali." Muttafaqun a'alaih!
Coba ingat kembali panas api yang pernah membakar kulit anda. Selanjutnya bayangkan, panas yang telah teringat kembali di benak anda itu ternyata dilipat gandakan sebanyak 70 kali, kira-kira rasanya seperti apa?
Menurut hemat anda, akan menjadi apa kulit dan tubuh anda bila terbakar dengan api yang begitu panasnya? Bagaimana rasanya kulit anda bila terkena sengatan api yang panasnya telah dilipatgandakan sebanyak 70 kali lipat?
Coba anda kembali membayangkan, andai sekujur tubuh anda terbakar dengan api yang panasnya berlipat ganda tersebut? Mungkinkah anda mampu bertahan hidup setelah sekujur tubuh anda mengalami luka bakar tersebut?
Anda penasaran ingin mengetahui apa yang akan terjadi pada kulit dan diri anda bila sampai merasakannya?
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُواْ الْعَذَابَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا النساء 56
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." An Nisa' 56
Anda tidak kuasa menahannya? Anda tidak ingin api itu menimpa tubuh anda? Anda bercita-cita untuk tidak turut mencicipi api yang demikian panas?
Sekarang ini adalah saatnya anda mewujudkan cita-cita itu. Bebaskan diri anda dari sengatan api neraka yang luar biasa panasnya.
Anda menjadi penasaran ingin tahu bagaimana caranya membebaskan diri anda dari sengatan api neraka? Mudah saudaraku!
Jagalah puasa anda dari segala hal yang dapat merusak atau mengurangi pahalanya. Dengannya, anda termasuk salah satu dari orang-orang yang dimaksudkan dari hadits ini:
(مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا) متفق عليه
"Barang siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, niscaya Allah akan menjauhkan dirinya dari api neraka sejauh perjalanan 70 tahun." Muttafaqun 'alaih
Saudaraku! Betapa besar penyesalan yang anda alami bila semasa hidup di dunia senantiasa berpuasa, menahan lapar, haus, dan lelah, akan tetapi puasa anda tidak di terima Allah. Akibatnya, andapun tidak terjauhkan dari api neraka.
Apa penyebabnya? Temukanlah jawabannya pada sabda Nabi berikut:
(مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ) رواه البخاري
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, niscaya Allah tidak akan menerima amalannya (yang hanya berupa) meninggalkan makanan dan minuman semata." Riwayat Bukhari
Pada riwayat lain, beliau bersabda:
(الصِّيَامُ جُنَّةٌ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى صَائِمٌ ، مَرَّتَيْنِ) رواه البخاري
"Puasa adalah perisai, maka orang yang sedang berpuasa hendaknya tidak berkata-kata keji dan berperilaku layaknya orang-orang bodoh (semisal berteriak-teriak-pen). Dan bila ada seseorang yang memerangi atau mencacinya, hendaknya ia membela diri dengan berkata: sesungguhnya aku sedang berpuasa, 2 kali".) Riwayat Bukhari
وَقَالَ اِبْن الْعَرَبِيّ : إِنَّمَا كَانَ الصَّوْم جُنَّة مِنْ النَّار لِأَنَّهُ إِمْسَاك عَنْ الشَّهَوَات ، وَالنَّار مَحْفُوفَة بِالشَّهَوَاتِ . فَالْحَاصِل أَنَّهُ إِذَا كَفّ نَفْسه عَنْ الشَّهَوَات فِي الدُّنْيَا كَانَ ذَلِكَ سَاتِرًا لَهُ مِنْ النَّار فِي الْآخِرَة
Ibnul Araby Al Maliky berkata: "Sesungguhnya puasa itu berperan sebagai perisai dari siksa api neraka, karena hakikat puasa ialah menahan diri dari seruan syahwat. Sedangkan neraka diselimuti oleh seruan-seruan syahwat. Dengan demikian bila anda berhasil menahan diri dari godaan syahwat anda semasa di dunia, maka amalan anda ini akan menjadi tabir pelindung bagi diri anda dari sengatan siksa api neraka di akhirat." (Fathul Bari oleh Ibnu hajar Al Asqalaani 4/104)
Inilah yang akan merusak puasa anda, karenanya, bersama ini saya mengucapkan: selamat berjuang menjaga puasa anda dari segala seruan syahwat anda. Doa saya, semoga Allah Ta'ala memudahkan perjuangan anda. Shalawat dan salam tidak lupa untuk kita haturkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Wassalamu'alaikum

Dicopy dari tulisan Ustadz Muhammad Arifin Badri
https://www.facebook.com/DrMuhammadArifinBadri/posts/486064464808065

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam,...
15/01/2016

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari)

Nasihat Islami: Jangan Marah - Ustadz Dr. Syafiq Basalamah, M.A. Video http://yufid.tv (Klik link untuk melihat koleksi video lainnya) Kunjungi juga situs Is...

Dicopy dari artikel www.muslim.or.idhttps://muslim.or.id/429-bom-bunuh-diri-jihadkah.htmlKaum muslimin –semoga Allah men...
14/01/2016

Dicopy dari artikel www.muslim.or.id
https://muslim.or.id/429-bom-bunuh-diri-jihadkah.html

Kaum muslimin –semoga Allah menjaga aqidah kita dari kesalahpahaman- sesungguhnya menunaikan jihad dalam pengertian dan penerapan yang benar termasuk ibadah yang mulia. Sebab Allah telah memerintahkan kaum muslimin untuk berjihad melawan musuh-musuh-Nya. Allah berfirman (yang artinya), “Hai Nabi, berjihadlah melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafiq, dan bersikaplah keras kepada mereka…” (QS. At-Taubah: 9). Karena jihad adalah ibadah, maka untuk melaksanakannya pun harus terpenuhi 2 syarat utama: (1) ikhlas dan (2) sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah fenomena pengeboman yang dilakukan oleh sebagian pemuda Islam di tempat maksiat yang dikunjungi oleh turis asing yang notabene orang-orang kafir. Benarkah tindakan bom bunuh diri di tempat semacam itu termasuk dalam kategori jihad dan orang yang mati karena aksi tersebut -baik pada saat hari-H maupun karena tertangkap aparat dan dijatuhi hukuman mati- boleh disebut orang yang mati syahid?

Bom Bunuh Diri Bukan Jihad

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian.” (QS. An-Nisaa’: 29)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang bunuh diri dengan menggunakan suatu alat/cara di dunia, maka dia akan disiksa dengan cara itu pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun bunuh diri tanpa sengaja maka hal itu diberikan udzur dan pelakunya tidak berdosa berdasarkan firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Dan tidak ada dosa bagi kalian karena melakukan kesalahan yang tidak kalian sengaja akan tetapi (yang berdosa adalah) yang kalian sengaja dari hati kalian.” (QS. Al-Ahzab: 5). Dengan demikian aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh sebagian orang dengan mengatasnamakan jihad adalah sebuah penyimpangan (baca: pelanggaran syari’at). Apalagi dengan aksi itu menyebabkan terbunuhnya kaum muslimin atau orang kafir yang dilindungi oleh pemerintah muslimin tanpa alasan yang dibenarkan syari’at.

Allah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan alasan yang benar.” (QS. Al-Israa’: 33)

Membunuh Muslim Dengan Sengaja dan Tidak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal menumpahkan darah seorang muslim yang bersaksi tidak ada sesembahan (yang benar) selain Allah dan bersaksi bahwa aku (Muhammad) adalah Rasulullah kecuali dengan salah satu dari tiga alasan: [1] nyawa dibalas nyawa (qishash), [2] seorang lelaki
beristri yang berzina, [3] dan orang yang memisahkan agama dan meninggalkan jama’ah (murtad).” (HR. Bukhari Muslim)

Beliau juga bersabda, “Sungguh, lenyapnya dunia lebih ringan bagi Allah daripada terbunuhnya seorang mukmin tanpa alasan yang benar.” (HR. Al-Mundziri, lihat Sahih At-Targhib wa At-Tarhib). Hal ini menunjukkan bahwa membunuh muslim dengan sengaja adalah dosa besar.

Dalam hal membunuh seorang mukmin tanpa kesengajaan, Allah mewajibkan pelakunya untuk membayar diyat/denda dan kaffarah/tebusan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidak sepantasnya bagi orang mukmin membunuh mukmin yang lain kecuali karena tidak sengaja. Maka barangsiapa yang membunuh mukmin karena tidak sengaja maka wajib baginya memerdekakan seorang budak yang beriman dan membayar diyat yang diserahkannya kepada keluarganya, kecuali apabila keluarganya itu berkenan untuk bersedekah (dengan memaafkannya).” (QS. An-Nisaa’: 92). Adapun terbunuhnya sebagian kaum muslimin akibat tindakan bom bunuh diri, maka ini jelas tidak termasuk pembunuhan tanpa sengaja, sehingga hal itu tidak bisa dibenarkan dengan alasan jihad.

Membunuh Orang Kafir Tanpa Hak

Membunuh orang kafir dzimmi, mu’ahad, dan musta’man (orang-orang kafir yang dilindungi oleh pemerintah muslim), adalah perbuatan yang haram. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membunuh jiwa seorang mu’ahad (orang kafir yang memiliki ikatan perjanjian dengan pemerintah
kaum muslimin) maka dia tidak akan mencium bau surga, padahal sesungguhnya baunya surga bisa tercium dari jarak perjalanan 40 tahun.” (HR. Bukhari).

Adapun membunuh orang kafir mu’ahad karena tidak sengaja maka Allah mewajibkan pelakunya untuk membayar diyat dan kaffarah sebagaimana disebutkan dalam ayat (yang artinya), “Apabila yang terbunuh itu berasal dari kaum yang menjadi musuh kalian (kafir harbi) dan dia adalah orang yang beriman maka kaffarahnya adalah memerdekakan budak yang beriman, adapun apabila yang terbunuh itu berasal dari kaum yang memiliki ikatan perjanjian antara kamu dengan mereka (kafir mu’ahad) maka dia harus membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya dan memerdekakan budak yang beriman. Barangsiapa yang tidak mendapatkannya maka hendaklah berpuasa dua bulan berturut-turut supaya taubatnya diterima oleh Allah. Allah Maha mengetahui lagi Maha bijaksana.” (QS. An-Nisaa’: 92)

Bolehkah Mengatakan Si Fulan Syahid?

Di dalam kitab Sahihnya yang merupakan kitab paling sahih sesudah Al-Qur’an, Bukhari rahimahullah menulis bab berjudul “Bab. Tidak boleh mengatakan si fulan Syahid” berdalil dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah yang lebih mengetahui siapakah orang yang benar-benar berjihad di jalan-Nya, dan Allah yang lebih mengetahui siapakah orang yang terluka di jalan-Nya.” (Sahih Bukhari, cet. Dar Ibnu Hazm, hal. 520)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan (Fath Al-Bari, jilid 6 hal. 90. cet. Dar Al-Ma’rifah Beirut. Asy-Syamilah), “Perkataan beliau ‘Tidak boleh mengatakan si fulan syahid’, maksudnya tidak boleh memastikan perkara itu kecuali didasari dengan wahyu…”

Al-‘Aini rahimahullah juga mengatakan, “Maksudnya tidak boleh memastikan hal itu (si fulan syahid, pent) kecuali ada dalil wahyu yang menegaskannya.” (Umdat Al-Qari, jilid 14 hal. 180. Asy-Syamilah)

Nah, sebenarnya perkara ini sudah jelas. Yaitu apabila ada seorang mujahid yang berjihad dengan jihad yang syar’i kemudian dia mati dalam peperangan maka tidak boleh dipastikan bahwa dia mati syahid, kecuali terhadap orang-orang tertentu yang secara tegas disebutkan oleh dalil!

Maka keterangan Bukhari, Ibnu Hajar, dan Al-‘Aini –rahimahumullah– di atas dapat kita bandingkan dengan komentar Abu Bakar Ba’asyir -semoga Allah menunjukinya- terhadap para pelaku bom Bali, “… Amrozi dan kawan-kawan ini memperjuangkan keyakinan di jalan Allah karena itu saya yakin dia termasuk mati
sahid,” tegasnya dalam orasi di Pondok Pesantren Al Islam, Sabtu (8/11/2008).” (sebagaimana dikutip Okezone.com.news)

Kalau orang yang benar-benar berjihad dengan jihad yang syar’i saja tidak boleh dipastikan sebagai syahid -selama tidak ada dalil khusus yang menegaskannya- lalu bagaimanakah lagi terhadap orang yang melakukan tindak perusakan di muka bumi tanpa hak dengan mengatasnamakan jihad -semoga Allah mengampuni dosa mereka yang sudah meninggal dan menyadarkan pendukungnya yang masih hidup-… Ambillah pelajaran, wahai saudaraku…

Sebagai penutup, kami mengingatkan kepada para pemuda untuk bertakwa kepada Allah dan menjauhkan diri mereka dari tindakan-tindakan yang akan menjerumuskan mereka ke dalam neraka. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka takutlah kalian terhadap neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. Al-Baqarah: 24). Sadarlah wahai saudara-saudaraku dari kelalaian kalian, janganlah kalian menjadi tunggangan syaitan untuk menebarkan kerusakan di atas muka bumi ini. Kami berdoa kepada Allah ‘azza wa jalla agar memahamkan kaum muslimin tentang agama mereka, dan menjaga mereka dari fitnah menyesatkan yang tampak ataupun yang tersembunyi. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada hamba dan utusan-Nya Muhammad, para pengikutnya, dan segenap para sahabatnya.

Diringkas oleh Ari Wahyudi dari penjelasan Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizhahullah dalam kitab beliau Bi ayyi ‘aqlin wa diinin yakuunu tafjir wa tadmir jihaadan?! Waihakum, … Afiiquu yaa syabaab!! (artinya: Menurut akal dan agama siapa; tindakan pengeboman dan penghancuran dinilai sebagai jihad?! Sungguh celaka kalian… Sadarlah hai para pemuda!!) di web Islamspirit.com. Dengan tambahan keterangan dari sumber lain.

***

Penyusun: Abu Mushlih Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id

13/01/2016

Like a magnet...

Hukum April MopAlhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,Semua manusia sepakat bahwa berdusta ter...
05/04/2015

Hukum April Mop

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Semua manusia sepakat bahwa berdusta termasuk akhlak yang buruk. Sifat ini bertentangan dengan fitrah dan naluri manusia yang sehat. Karena itulah, Allah menghilangkan sifat dusta ini dari para hambanya yang soleh. Para nabi dan rasul yang diutus, tidak ada satupun yang memiliki sifat pendusta. Baik sebelum maupun sesudah menjadi nabi.

Terlalu banyak dalil yang menunjukkan haram dan tercelanya berdusta,

Hukum April Mop Alhamdulillah was shalatu was salamu 'ala rasulillah, amma ba'du, Semua manusia sepakat bahwa berdusta termasuk akhlak yang buruk. Sifat ini

Tidak ada hati yang fitrah dan bersih kecuali pasti akan memberikan respon positif terhadap senyuman. Wajah yang penuh s...
25/03/2015

Tidak ada hati yang fitrah dan bersih kecuali pasti akan memberikan respon positif terhadap senyuman. Wajah yang penuh senyuman adalah akhlak Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Sebagaimana yang diceritakan oleh sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu : “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” (HR. Bukhari, no.6089).
Selain menjadi bagian dari praktek akhlak mulia Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, senyuman juga hal yang diperintahkan oleh beliau kepada ummatnya dalam berinteraksi sosial. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib)
Hadits ini juga dalil bahwa senyum itu merupakan sedekah. Walhamdulillah, betapa Allah itu Ar Rahim, sangat penyayang kepada hamba-Nya. Karena ternyata sedekah itu tidak harus dengan uang atau harta benda. Cukup menggerakkan otot wajah dan bibir, membentuk sebuah senyuman, seseorang sudah bisa bersedekah. Betapa banyak orang yang ditemui setiap hari sehingga betapa banyaknya sedekah yang dilakukan jika kita mempraktekan akhlak mulia ini.
Andai anda berat untuk tersenyum, setidaknya janganlah bermuka masam, kecut, sinis kepada orang lain. Sekedar memasang muka yang cerah, itu sudah dihitung kebaikan dalam Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa cerahnya wajahmu terhadap saudaramu” (HR. Muslim, no. 2626)

22/03/2015

Doa untuk Kesembuhan Ibu Assalamu'alaikum Ustadz...semoga Allah Azza Waa Jalla slalu menyertai antum sekeluarga..Aamiin Yaa Robbal'alaamiin... Afwan Ustadz..an

Address

Cilegon
42434

Telephone

+6281388796465

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ribath Studio posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share