29/07/2019
.
Skor Air Quality Index (AQI) Jakarta mencapai angka 172 yang berarti berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Terkait hal tersebut, peneliti perubahan iklim dan kesehatan lingkungan, Dr. Budi Haryanto, SKM, MSPH, MSC, dari Universitas Indonesia menjelaskan ada dua ancaman polusi udara yaitu debu dan gas. Keduanya disebut bisa berdampak buruk menimbulkan berbagai penyakit mulai dari masalah pernapasan, kanker, hingga jantung.
Ancaman debu dalam konteks karena konstruksi pekerjaan trotoar, mungkin kurang berbahaya dibanding polusi gas. Debu yang berukuran besar sulit untuk menembus masuk saluran napas.
Sedangkan polusi gas berasal dari bahan bakar kendaraan yang kualitasnya rendah sehingga pembakarannya tidak sempurna. Akibatnya akan menjadi sumber pencemaran udara yang tinggi.
Solar yang mengandung sulfur efek jangka panjangnya bisa mengganggu sistem saraf, mengganggu ginjal, gangguan fungsi paru dan jantung. Bensin karena ada benzena hidrokarbon bisa menyebabkan gangguan saraf pusat, gangguan paru, dan jantung. (Sumber: health.detik.com/berita-detikhealth/d-4641856/sama-sama-jadi-biang-polusi-dki-ini-bahaya-polutan-gas-vs-debu) Lantas, apa yang bisa kita sumbangkan untuk tidak memperburuk kualitas udara? Jika kita sering beraktifitas yang menggunakan kendaraan bermotor, pastikan kendaraan kita memenuhi standar emisi karbon. Bahkan, jika bisa menghilangkan emisi karbon monoksida hingga menjadi 0%, kenapa tidak? Salah satu caranya adalah dengan menambahkan ECO RACING, aditif bahan bakar yang sudah teruji menurunkan emisi gas CO hingga 100%, menghemat BBM hingga 50%, dan meningkatkan oktan hingga 10 RON.
Yuk, bersedekah udara bersih untuk kehidupan yang lebih sehat.
Info lengkap klik link di BIO
Atau kunjungi
https://orti.co/go-ecoracing