Akang Elis

Akang Elis Seorang yang hancur adalah ia yang pernah jatuh sedalam-dalamnya, merasakan luka, kehilangan, dan kerapuhan. Ia berjuang bangkit, bukan ka

Namun, dari reruntuhan itu ia perlahan belajar berdiri kembali—menyatukan kepingan dirinya dengan tekad dan harapan.

26/02/2026

Ya ampun… ieu beuteung teh siga nu demo ka DPR, ribut pisan euy!” ceuk Mak Lampir bari nyekel beuteung.
Manéhna ngider-ngider Kampung, néangan warung nasi. Unggal ningali tulisan “WARUNG”, panonna langsung hérang siga nempo diskon gede.
“Bu… aya nasi kénéh teu? Nu haneut, nu ngebul, nu bisa nenangkeun haté nu keur mokel…” ceuk Mak Lampir kalem, tapi beuteungna “kruyukkk” tarik pisan nepi ka nu boga warung kaget.
Nu boga warung ngajawab, “Aya, Mak… tapi tong loba drama atuh, kakara jam sapuluh kénéh.”
Mak Lampir cengkat bari nyengir, “Jam sapuluh keur batur mah isuk, keur abdi mah geus waktu dzuhur batin, Bu…”
Ahirna Mak Lampir calik, hareupeunana sapiring nasi haneut jeung sambel nu beureum ngagoda. Manehna ngomong sorangan,
“Ya Allah… hampura, ieu mah lain lapar biasa, ieu lapar level legenda…”

13/02/2026

“Vokalis gang cewek-cewek mah lain kaleng-kaleng… suarana bisa nembus pager, tapi haténa tetep nembus ka akang hiji wae. 🎤😂”

12/02/2026

Helem Kadaluarsa
Di sebuah kampung kecil di pinggiran kota, tinggal seorang pria sederhana bernama Rudi. Sehari-hari ia bekerja sebagai kurir barang, menyusuri jalanan panas dan hujan demi menafkahi keluarganya. Di kepalanya selalu terpasang sebuah helem lama—catnya sudah kusam, kacanya buram, talinya mulai longgar.
Helem itu bukan sekadar pelindung. Itu saksi perjuangan.
Suatu pagi, saat hendak berangkat kerja, Rudi melihat stiker kecil di bagian dalam helemnya. Tulisan yang dulu tak pernah ia perhatikan kini terlihat jelas: Tanggal produksi 2016. Ia terdiam. Sudah sepuluh tahun helem itu menemaninya.
“Berarti sudah kadaluarsa…” gumamnya pelan.
Di perjalanan, pikirannya melayang. Ia teringat saat pertama membeli helem itu dari hasil lembur berbulan-bulan. Ia bangga waktu itu. Baginya, helem bukan hanya kewajiban, tapi bentuk tanggung jawab.
Namun waktu berjalan. Busa di dalamnya mulai tipis. Cangkangnya pernah jatuh berkali-kali. Ia sadar, benda yang seharusnya melindungi kini mungkin tak lagi mampu menjalankan tugasnya.
Sore itu, di lampu merah, ia melihat seorang anak muda memakai helem baru, mengilap, kokoh, dengan standar SNI yang jelas tertera. Rudi tersenyum kecil. Bukan iri, tapi tersadar.

12/02/2026

“Atas Nama Cinta” – Rossa adalah lagu tema dari sinetron Cinta Fitri. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang mencintai dengan tulus, rela berkorban, dan mempertahankan cinta meskipun banyak cobaan dan air mata. Intinya adalah perjuangan dan keteguhan hati demi cinta sejati.

11/02/2026

“Si Aa panik waktu dengar si Teteh teriak, ‘Tolong, ngocok endog heula!’ Dikira hal aneh-aneh… ternyata cuma disuruh bikin martabak 🤣🥚 ”

02/02/2026

Tempat ini lagi viral… tapi tidak semua orang cocok datang ke sini. Ada energi yang kuat, ada pesan yang tidak semua bisa merasakan. Kalau kamu ke sini, datanglah dengan niat baik

01/02/2026

Hard Gumay meramalkan akan muncul sebuah tempat wisata baru di Indonesia yang awalnya desa terpencil

01/02/2026

“Saya melihat energi pariwisata akan bergerak ke arah alam dan ketenangan. Tempat-tempat yang dulu sepi justru akan bangkit, sementara yang terlalu ramai perlahan ditinggalkan. Wisata bukan lagi soal jalan-jalan, tapi soal penyembuhan batin dan pencarian makna.”

30/01/2026

Anak Kampung Rantau Bintang, Bandar Pusaka – Aceh Tamiang

30/01/2026

Sekecil apapun ada kebahagiaan untuk mereka

24/01/2026

Tamiang sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan warga terdampak. Makanan siap saji diproduksi secara higienis dan didistribusikan secara mobile ke wilayah sasaran untuk membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Address

Depok
Depok

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Akang Elis posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share