17/01/2015
SubhanAllah sahabat sholehku, kalau sungguh sungguh cinta Allah dan benar benar ingin selamat di akhirat, pasti selalu senang dan semangat berjamaah di mesjid, saking senangnya berjamaah di mesjid, ia tidak peduli perbedaan yg tidak prinsip, apakah mesjidnya berqunut atau tidak, berzikir jahar atau siri, berdoa bersama atau tidak, Muhammadiyah atau NU, hujan turun malah menambah kenikmatan berjamaah ke mesjid. Karena faham benar "fadhooil" keutamaan berjamaah di mesjid, ia hormati perbedaan kecil yg tidak pokok itu, yg terpenting dirinya selalu berjamaah di mesjid berkumpul dg saudara saudara seiman. Mencari cari alasan tidak mau ke mesjid sebenarnya hanya karena cinta dunia lalu malas, dan ini justru terjadi pada orang orang pintar bahkan pintar agamanya. Rasulullah dan para sahabat selalu berjamaah di mesjid kecuali dalam safar, sedang berperang, sakit berat dan wafat. Rasulullah tidak pernah lepas dari beribadah di masjid. Ketika beliau sakit menjelang akhir hayatnya, tatkala mendengar azan Bilal, beliau berkata kepada Saidah Aisyah, ''Antarkan aku ke rumahku!'' Saidah Aisyah keheranan dan seraya bertanya, ''Bukankah ini rumah engkau wahai kekasih Allah?' ' Rasulullah menjawab, ''Bukan, rumahku adalah masjid'', pada kesempatan lain beliau bersabda, ''Seandainya umatku mengetahui keutamaan shalat berjamaah di masjid, merangkak pun mereka tetap shalat berjamaah di masjid.''. MasyaAllah abang menulis bersamaan turun hujan subuh ini di mesjid Az Zikra Sentul. Semoga Allah terus curahkan hujan rahmat dan hidayahNya kepada kita agar selalu semangat senang berjamaah di rumahNya hingga akhir hayat kita...aamiin.