16/07/2025
Kau pernah menjadi segala harapan,
Sebuah mimpi yang kusebut dalam doa-doa panjang,
Tapi waktu mengajarkan aku bahwa tak semua yang indah
Dapat bertahan dalam pelukan takdir.
Kau adalah senyum yang kutemukan di setiap pagi,
Adalah suara yang menenangkan setiap malam yang sepi,
Dan aku pernah percaya,
Kita adalah rumah yang takkan hancur selamanya.
Namun takdir memilih untuk memisahkan,
Meski hati ini belum siap.
Kau pergi,meninggalkan jejak yang perlahan lahan
Terhapus oleh waktu.
Dan aku,disini,harus belajar
Bahwa tak semua pertemuan ditakdirkan untuk menjadi abadi.
Aku tak akan lagi mengingatmu dengan rindu,
Meski jiwaku ingin sekali memanggilmu kembali.
Aku akan mengingatmu dengan doa,dengan harapan yang ikhlas,
Agar kau bahagia,
Meski bukan bersamaku.
Selamat tinggal,
Orang yang pernah kusebut cinta selamanya,
Terimakasih,
Karena telah memberi makna pada setiap detik yang kita bagi,
Kini,kita berjalan di jalan yang berbeda,
Dan aku akan belajar membebaskanmu,
Dengan hati yang penuh doa dan kenangan.
By:Diki Hendiawan.