Oikonomics

Directions Contact the business

Oikonomics OPENPO is a digitally-driven, Social-Economics Ecosystems OPENPO by Oikonomics Ecosystems

HATI BAPA YANG MENANTI: Membangun Kembali Mezbah KeluargaMerasa jauh dari Tuhan akhir-akhir ini? Di tengah kesibukan ker...
02/08/2026

HATI BAPA YANG MENANTI: Membangun Kembali Mezbah Keluarga

Merasa jauh dari Tuhan akhir-akhir ini? Di tengah kesibukan kerja, sekolah, dan rutinitas, tanpa sadar hubungan keluarga kita dengan Tuhan bisa memudar.

Tapi tahukah Anda? Firman Tuhan dalam Yeremia 3:22 menyuarakan sebuah undangan yang begitu indah: "Kembalilah..." 🕊️✨

Tuhan tidak meminta kita sempurna untuk datang kepada-Nya. Ia menanti layaknya seorang Bapa yang merindukan kepulangan anak-Nya. Kasih karunia-Nya selalu cukup untuk menyembuhkan luka dan memulihkan mezbah keluarga kita yang sempat terbengkalai.

Mari luangkan waktu hari ini, duduk bersama keluarga, saling mengampuni, dan berbalik kembali kepada cinta mula-mula. Baca selengkapnya renungan hari ini di tautan berikut dan bagikan kepada mereka yang membutuhkan kekuatan baru! 👇

Sebuah Undangan Kasih Karunia dari Yeremia 3. Yeremia 3:22 (TB) "Kembalilah, hai anak-anak yang murtad! Aku akan menyembuhkan engkau dari murtadmu." "Inilah

Pernahkah kamu merasa lelah mengejar banyak hal di dunia ini, tapi hatimu tetap terasa kosong dan haus? 🥀Sering kali, ta...
31/07/2026

Pernahkah kamu merasa lelah mengejar banyak hal di dunia ini, tapi hatimu tetap terasa kosong dan haus? 🥀

Sering kali, tanpa sadar kita meninggalkan Tuhan yang merupakan "Sumber Air Kehidupan" dan justru bersusah payah menggali "kolam bocor" yang tidak bisa menahan air (Yeremia 2:13). Karir, harta, dan validasi manusia tak akan pernah mampu memuaskan jiwa kita yang terdalam.

Mari berhenti sejenak hari ini. Kembali ingat cinta mula-mula kita kepada-Nya. Berhentilah menggali kolam yang bocor, dan kembalilah kepada Dia yang selalu rindu menyegarkan jiwamu secara cuma-cuma. 💧✨

Baca renungan lengkapnya, diskusikan bersama sel grup/keluargamu, dan temukan kembali kedamaian sejatimu di dalam Dia! 🙏

Renungan Kristen keluarga dari Yeremia 2 tentang kembali kepada Tuhan sebagai sumber air kehidupan. Temukan pertanyaan diskusi sel dan doa penutup untuk pertumbuhan rohani Anda.

[DIPANGGIL SEJAK DALAM KANDUNGAN: Apakah Keluarga Kita Anonim bagi Surga?] ✨Pernahkah Anda merasa keluarga Anda hanyalah...
30/07/2026

[DIPANGGIL SEJAK DALAM KANDUNGAN: Apakah Keluarga Kita Anonim bagi Surga?] ✨

Pernahkah Anda merasa keluarga Anda hanyalah satu keluarga biasa di tengah hiruk pikuk dunia? Firman Tuhan hari ini dari Yeremia 1:5 meruntuhkan ilusi itu:

"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau..." đź“–

Renungan minggu ini mengajak kita merenungkan bahwa keluarga kita tidak diciptakan secara kebetulan. Tuhan mengenal identitas unik kita dan menguduskan kita untuk tujuan mulia-Nya—bahkan sebelum kita menyadarinya. Jangan biarkan alasan "aku terlalu lemah" atau "aku terlalu muda" membungkam panggilan ilahi itu.

Tuhan tidak memanggil yang memenuhi kualifikasi; Dia mengkualifikasi yang Dia panggil. 🤝

Baca renungan contemplative lengkapnya, diskusikan bersama Kelompok Sel Anda (tersedia 5 pertanyaan panduan!), dan berserah dalam doa bersama keluarga.👇

Renungan Kristen mendalam tentang panggilan Allah yang berdaulat atas keluarga dari Yeremia 1, dilengkapi pertanyaan diskusi sel group dan panduan visual AI.

Makin Tinggi Pohonnya, Makin Kencang Anginnya! 🌳💨Pernahkah kamu merasa semua kerja kerasmu akhirnya membuahkan hasil? Ka...
21/06/2026

Makin Tinggi Pohonnya, Makin Kencang Anginnya! 🌳💨

Pernahkah kamu merasa semua kerja kerasmu akhirnya membuahkan hasil? Karier melesat, bisnis lancar, atau pelayanan makin dikenal orang. Rasanya seperti pohon yang tumbuh tinggi menjulang ke awan!

Tapi hati-hati, Yehezkiel 31 memberikan sebuah peringatan keras tentang "Pohon Aras" yang lupa daratan. Ketika kita sukses, ujian terberat kita bukanlah mempertahankan kesuksesan itu, melainkan menjaga hati agar tetap tunduk di hadapan Tuhan. Kesombongan adalah rayap tak kasat mata yang bisa meruntuhkan pohon sebesar apa pun.

Bagaimana caranya agar kita tetap rendah hati saat berada di puncak?

Mari luangkan waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan hari ini. Klik tautan di bawah untuk membaca renungan lengkapnya dan temukan 5 pertanyaan diskusi yang cocok banget untuk dibahas di Komsel kamu minggu ini! 👇✨

https://renungan.online/blog/renungan-iman-dan-pengharapan-7/runtuhnya-pohon-aras-yang-sombong-607

Renungan Kristen dari Yehezkiel 31 tentang bahaya kesombongan dan pentingnya kerendahan hati. Pelajari cara menjaga hati saat berada di puncak kesuksesan bersama Tuhan Yesus.

ROH KUDUS MENYINGKAPKAN FIRMAN TUHAN✨ Pernahkah kamu membaca ayat Alkitab yang sama, tapi tiba-tiba mendapatkan makna ba...
17/06/2026

ROH KUDUS MENYINGKAPKAN FIRMAN TUHAN

✨ Pernahkah kamu membaca ayat Alkitab yang sama, tapi tiba-tiba mendapatkan makna baru yang sangat pas dengan keadaanmu saat ini? Itulah karya Roh Kudus! 🕊️📖

Hari ini kita belajar bahwa membaca firman Tuhan bukan sekadar rutinitas atau kebiasaan, tapi sebuah momen perjumpaan rohani. Akal manusia punya batasan, tapi Roh Kudus selalu rindu menyingkapkan kebenaran yang tersembunyi untuk menguatkan langkah kita. Yuk, jadikan doa sebagai langkah pertama sebelum kamu membuka Alkitab hari ini!

Tonton video lengkapnya untuk merenungkan lebih dalam bagaimana Roh Kudus bekerja melalui firman Tuhan dalam keseharian kita. Jangan lupa like, share, dan tag teman, keluarga, atau sahabatmu yang butuh penguatan hari ini! 🙏❤️



*ROH KUDUS MENYINGKAPKAN FIRMAN TUHAN*Renungan rohani hari ini, "...

Runtuhnya Kesombongan Sang Buaya Sungai NilPernahkah kita melihat pencapaian kita—karir, keluarga, atau pelayanan—dan di...
15/06/2026

Runtuhnya Kesombongan Sang Buaya Sungai Nil

Pernahkah kita melihat pencapaian kita—karir, keluarga, atau pelayanan—dan diam-diam bergumam, "Ini hasil kerja kerasku, aku yang membangun semuanya"? 🤔

Di Yehezkiel 29, Tuhan dengan tegas menegur Firaun yang menyebut Sungai Nil sebagai hasil ciptaannya sendiri. Kesombongan dan ilusi kemandirian adalah jebakan yang sering kali tidak kita sadari. Ketika kita merasa bisa mengendalikan segalanya, kita kehilangan kedamaian sejati yang hanya didapat dari berserah kepada kedaulatan Tuhan.

Mari luangkan waktu sejenak hari ini untuk merenungkan: Apakah kita sedang bersandar pada Tuhan, atau pada "tongkat bambu" kekuatan kita sendiri yang mudah patah?

📖 Baca renungan lengkapnya untuk mereset kembali perspektif hati kita hari ini! Jangan lupa bagikan (Share) dan tag teman komsel kamu yang perlu dikuatkan. 👇
https://renungan.online/blog/renungan-iman-dan-pengharapan-7/runtuhnya-kesombongan-sang-buaya-sungai-nil-605

Temukan makna kedaulatan Tuhan atas kesombongan manusia melalui renungan Yehezkiel 29. Pelajari bahaya mengandalkan diri sendiri dan pentingnya berserah penuh kepada sang pencipta kehidupan.

KAPAL MEGAH YANG KARAM⚓️ Pernahkah kamu merasa sangat aman karena karier sedang bagus, keuangan stabil, dan segalanya be...
01/06/2026

KAPAL MEGAH YANG KARAM

⚓️ Pernahkah kamu merasa sangat aman karena karier sedang bagus, keuangan stabil, dan segalanya berjalan lancar? Hati-hati, terkadang rasa aman itu bisa menjadi "kapal megah" yang membuat kita lupa pada Sang Pencipta Lautan. 🌊

Dalam renungan hari ini yang diambil dari Yehezkiel 27, kita belajar dari kota Tirus. Mereka memiliki segalanya—kapal terindah, harta melimpah, dan prajurit terkuat. Tapi ketika "badai" kehidupan datang, semua itu hancur dan tenggelam ke dasar laut.

Bagaimana dengan pondasi hidup kita saat ini? Apakah kita bersandar pada hal-hal duniawi yang sementara, atau kita sudah menambatkan jangkar hidup kita kuat-kuat di dalam Tuhan Yesus? 🙏✨

Mari renungkan bersama dalam artikel terbaru kami. Cocok banget untuk bahan diskusi di Kelompok Sel minggu ini! 👇
https://shorturl.at/xkvVh

Temukan kekuatan sejati dalam hidup. Renungan Yehezkiel 27 mengingatkan kita bahwa kekayaan dunia bisa karam, tetapi hidup yang berlabuh pada Tuhan akan selalu aman.

[SIAPAKAH YANG BERDIRI DI CELAH?] 🛡️✨Pernahkah Anda merasa bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja? Dalam Yehezkiel 22, ...
11/05/2026

[SIAPAKAH YANG BERDIRI DI CELAH?] 🛡️✨

Pernahkah Anda merasa bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja? Dalam Yehezkiel 22, Tuhan tidak mencari kerumunan orang, Dia mencari SATU ORANG yang mau berdiri di celah tembok untuk menahan kehancuran.

Bukan tentang seberapa kuat kita, tapi seberapa bersedia kita dipakai oleh-Nya. Menjadi berbeda di tengah arus kompromi memang tidak mudah, tapi itulah panggilan kita sebagai garam dan terang.

Apakah Tuhan menemukan Anda saat Dia mencari "penjaga tembok" itu? Mari merenung sejenak dan ambil komitmen untuk menjadi pembawa dampak di mana pun kita ditempatkan. 📖🙏

Klik di sini untuk membaca Renungan lengkapnya:
https://shorturl.at/rDjkx

Temukan makna mendalam Yehezkiel 22:30. Pelajari cara menjadi pembangun tembok doa dan iman di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan menjauh dari Tuhan.

Ketika Tuhan "Menghunus Pedang" 🗡️✨Pernahkah merasa hidup sedang ditegur keras oleh keadaan? Dalam Yehezkiel 21, kita be...
10/05/2026

Ketika Tuhan "Menghunus Pedang" 🗡️✨

Pernahkah merasa hidup sedang ditegur keras oleh keadaan? Dalam Yehezkiel 21, kita belajar bahwa pedang Tuhan yang terhunus bukanlah tanda Ia meninggalkan kita, melainkan tanda bahwa Ia terlalu mengasihi kita untuk membiarkan kita terus dalam dosa.

Tuhan ingin kita berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan kembali memandang kepada-Nya. Mari jadikan hari ini momen introspeksi: apakah hati kita sudah selaras dengan kehendak-Nya?

Baca selengkapnya renungan kontemplatif "Pedang yang Terhunus" di bawah ini. 👇
https://shorturl.at/o8Ojl

Renungan mendalam Yehezkiel 21 tentang keadilan Tuhan dan pertobatan sejati. Temukan makna pedang yang terhunus bagi kehidupan rohani Kristen masa kini melalui perspektif biblika yang kuat.

[MEMUTUS RANTAI DOSA WARISAN] 🛡️✨Seringkali kita bertanya, mengapa hidup terasa stagnan? Dalam Yehezkiel 20, Tuhan mengi...
07/05/2026

[MEMUTUS RANTAI DOSA WARISAN] 🛡️✨

Seringkali kita bertanya, mengapa hidup terasa stagnan? Dalam Yehezkiel 20, Tuhan mengingatkan bangsa Israel (dan kita!) tentang pola pemberontakan yang terus berulang.

Tuhan memberikan ketetapan-Nya supaya kita HIDUP, namun kita seringkali lebih memilih mengikuti "berhala" kenyamanan dan ego sendiri. Berita baiknya? Allah tetap setia demi nama-Nya yang kudus! Beliau memanggil kita kembali untuk beribadah dengan murni.

Mari renungkan: Apa yang masih menghalangi kita untuk taat sepenuhnya kepada-Nya?

Bacalah renungan selengkapnya di bawah ini dan bagikan berkat ini kepada rekan-rekanmu! 👇
https://shorturl.at/XONsy

Pelajari makna mendalam Yehezkiel 20 tentang kesetiaan Allah, pengudusan hari Sabat, dan cara memutus rantai dosa warisan untuk hidup yang lebih berkenan di hadapan Tuhan.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Oikonomics posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Oikonomics:

Shortcuts

Share