Celestial Mindset

Celestial Mindset Tehnik untuk mengidentifikasi gambaran jiwa.Silakan kirim foto.Laporan dan gambar,berikut program terapinya akan dikirim lewat email / WA.Terima kasih

MEMAHAMI KONDISI KEBUGARAN LEWAT 7 POTENSI (VORTEX ENERGI)

Vortex (pusaran energi) di dalam tubuh manusia.Ada tujuh pusaran energy utama di dalam badan manusia,yang biasa disebut dengan istilah chakra. Chakra adalah pusat energi yang terletak di atas kepala dan sepanjang tulang belakang kita. Kata, 'Chakra', berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti, 'roda'. Dinamakan demikian, karena masing-m

asing chakra berputar seperti roda. Mereka juga kadang disebut sebagai pusaran (vortex),yaitu 'titik energi yang berputar', atau pusat energi 'halus'. Masing-masing chakra ini memiliki frekuensi yang unik, dan mereka berkolaborasi mengatur seluruh sistem tubuh. Chakra ini berperan dalam mempengaruhi mood kita, seluruh jalur energi, dan pada akhirnya berpengaruh kesehatan kita. Eckhart Tolle dalam bukunya “The Power of Now” sudah berbicara tentang adanya "medan energi negatif yang menguasai tubuh dan pikiran". Itu sebabnya chakra ini dalam istilah sehari-hari bisa kita sebut sebagai “potensi”. Ketujuh Chakra ini adalah:

1. Chakra Dasar (Stamina)
Ini adalah cakra dasar kita. Memiliki keseimbangan di vortex ini yang menyebabkan kita merasa membumi, aman, dan nyaman. Chakra ini berkaitan dengan kebutuhan paling mendasar kita: kelangsungan hidup; makanan, tempat berteduh, dan perasaan aman. Kalau chakra ini terblokir dampaknya yang bersangkutan akan merasa terancam, atau jika kelangsungan hidup sedang dalam berisiko chakra ini akan melemah.Chakra ini juga berkaitan dengan uang, makanan dan tempat tinggal. Lokasi Fisik: Pangkal Tulang Belakang
Warna : merah
Jika chakra ini tidak selaras, kita bisa merasa cemas, takut, gelisah, dan susah untuk berkonsentrasi.

2. Cakra Sakral (Kreatifitas)
Cakra ini adalah kunci energi kreatif kita. Pemenuhan rasa seni (artistik) dimotivasi oleh pusat energi ini. Chakra ini juga merupakan pusat energi seksual kita. Kita bisa menjadi tidak selaras di area ini, jika kita memiliki masalah seksual, terganggu oleh masalah yang berkaitan dengan kemampuan kreatif kita, atau secara umum sedang berjuang untuk mendapatkan kesenangan dalam hidup,
Lokasi Fisik: Bagian Tengah Perut (pusar)
Warna : oranye/jingga
Ketika chakra ini terblokir, kita akan mengalami hasrat seksual yang rendah, perasaan bosan, atau lesu, atau menjadi cenderung berperilaku adiktif atau kecanduan hal-hal seperti makanan, belanja, atau seks.

3. Chakra Solar Plexus (Mental)
Chakra ini sering disebut sebagai chakra 'kekuatan Diri' kita, karena titik ini berbicara tentang ego, dan rasa percaya diri kita. Ini tentang harga diri kita, dan juga keyakinan bahwa kita memiliki apa yang kita butuhkan untuk meraih kesuksesan pribadi. Lokasi Fisik: Bagian Atas Perut (belakang pusar)
Warna: kuning
Ketika ulu hati bermasalah, kita bisa memiliki perasaan rendah diri: merasa "tidak cukup baik", dan menggoyahkan kepercayaan diri.

4. Chakra Jantung (Empati)
Chakra ini terkait erat dengan kapasitas kita untuk mencintai, memiliki empati dan kasih sayang. Ketika cakra jantung seimbang, kita merasakan rasa penghargaan yang mendalam terhadap orang lain, dan kesadaran akan banyaknya anugerah yang datang dalam hidup kita, serta menikmati rasa kedamaian batin. Kita bisa tidak sejalan dengan chakra ini jika kita pernah mengalami patah hati, atau ditinggalkan, atau sedang berduka karena kehilangan orang yang dicintai atau gagal dalam suatu hubungan. Lokasi Fisik: Bagian Tengah Dada
Warna: hijau
Saat chakra ini tidak seimbang kita bisa merasakan ragu-ragu untuk percaya pada orang lain, kita akan merasa kurang welas asih, kita akan merasa tidak sabaran, dan sulit untuk bisa merasa damai.

5. Chakra Tenggorokan (Komunikasi)
Ini berkaitan dengan kemampuan kita untuk mengekspresikan diri-sejati kita. Melalui chakra inilah kita menyampaikan diri kita yang terdalam ke dunia luar. Ini juga tentang bagaimana kita bisa mengekspresikan dengan bebas kreatifitas kita. ini terkait erat dengan kemampuan kita untuk meminta apa yang kita butuhkan, dan untuk dapat mengatakan apa yang kita maksud. Chakra ini bisa menjadi tidak seimbang bila kita "mematikan" suara hati kita dalam kaitannya dengan upaya untuk mengekspresikan kebutuhan kita. Lokasi Fisik: Tenggorokan
Warna : biru
Ketika chakra ini menjadi tidak seimbang, kita jadi tidak mampu untuk mengatakan apa yang kita butuhkan, kita cenderung menyimpan rahasia, dan kita cenderung berpendapat bahwa orang lain tidak peduli untuk mendengar apa yang sebenarnya kita mau sampaikan.

6.Cakra Mata Ketiga (Inteligensi)
Cakra ini adalah sumber energi yang paling kuat, karena berkaitan dengan intuisi kita, yang diyakini sebagai penghubung antara kita dengan Yang Maha Kuasa. Kita "melihat" melalui wawasan kita, dan membaca intuisi dari "naluri" kita. Ketika kita selaras, pengetahuan batiniah ini akan terkoneksi otomatis, dan mengalir ke dalam otak. Chakra ini bisa kehilangan keseimbangan bila kita telah terjebak oleh kepercayaan bahwa ide-ide kita tidak valid, atau ketika firasat kita dan rasa kebenaran disangkal oleh orang lain. Lokasi Fisik: Bagian tengah di antara kedua alis
Warna: biru tua/indigo
Ketika chakra ini tidak seimbang, kita cenderung meragukan kemampuan diri sendiri; kita dipaksa harus berjuang dengan sekuat diri kita, karena kita kesulitan dalam melihat gambaran yang 'lebih besar'. Kita sering merasa semuanya tidak sesuai harapan, atau tidak penting, dan kita juga kurang percaya pada kemampuan kita untuk membuat keputusan yang terbaik. Kita gagal untuk mendengar, mengikuti esensi kebijaksanaan batin yang sesungguhnya sudah kita miliki.

7. Cakra Mahkota / Spiritual
Ini kadang-kadang disebut "teratai kelopak seribu". Ini adalah hubungan kita dengan Yang Ilahi. Sangat penting untuk merasakan kedamaian, dan dalam menciptakan kehidupan yang kita inginkan. Saat selaras, kita merasa damai dan gembira. Kita melihat keindahan di sekitar kita, dan mengalami perasaan gembira secara umum. Pengalaman traumatis dapat menghalangi aliran energi bebas di chakra ini. Lokasi Fisik: Mahkota Kepala/ubun-ubun
Warna : putih
Ketika vortex ini tidak selaras, kita meragukan diri kita sendiri dan tujuan hidup kita. Ada kecenderungan depresi,gelisah dan ragu-ragu.

Harta di Balik Waktu  - relsouldrawingHBWNadira, seorang copywriter muda yang tinggal di sebuah apartemen mungil di sela...
22/10/2024

Harta di Balik Waktu - relsouldrawing
HBW

Nadira, seorang copywriter muda yang tinggal di sebuah apartemen mungil di selatan Jakarta , me...

Baca selengkapnya di aplikasi KBM App. Klik link di bawah:

Ayo bergabung dan subscribe buku Harta di Balik Waktu agar selalu mendapatkan informasi update terbaru di buku ini dan lihat hasil karya lainnya dari relsouldrawing di aplikasi KBM.

04/09/2024

Manusia adalah serpihan kecil dari semesta raya, yang kita namai alam. Namun, kita merasa seolah diri ini terpisah, berdiri sendiri dalam buaian pikiran dan perasaan yang tampak nyata namun sebenarnya fatamorgana belaka. Ilusi kesadaran ini menjelma menjadi penjara, memenjarakan kita dalam hasrat pribadi, dalam cinta yang hanya terbatas pada mereka yang paling dekat. Penjara yang sempit dan gelap, mengekang hati di dalam tembok-tembok keakuan.

Tugas kita adalah membebaskan diri dari penjara ini, meluaskan lingkaran kasih hingga merangkul semua makhluk, hingga menyentuh seluruh alam dengan segala keindahannya. Nilai sejati seorang manusia terletak pada sejauh mana ia berhasil memerdekakan diri dari belenggu ego. Tanpa pembebasan ini, kita hanya akan terjebak dalam kegelapan yang sama, berputar-putar dalam lingkaran setan keakuan.

Kita memerlukan cara berpikir yang baru, yang murni, yang dapat menyelamatkan diri dan manusia dari jurang kehancuran. Sebuah pemikiran yang bukan lagi berpijak pada diri sendiri, tetapi pada semesta yang lebih luas, yang berdenyut dalam setiap makhluk dan setiap hembusan angin.

Hanya dengan begitu, manusia akan benar-benar hidup, dalam makna yang sejati.

03/09/2024

Dalam detik-detik sunyi, ketika jiwa menjerit di keheningan malam, dan kamu tak s**a pada lakon hidup yang dimainkan oleh nasib, jangan biarkan ratap dan keluh menjadi simfoni. Angkatlah kesadaranmu, bagaikan menyalakan lentera di lorong gelap, dan saksikanlah, wahai saudaraku, bagaimana dunia yang kelam itu memintal ulang takdirnya, mengubah rupa dan warna, menjadi taman tempat bunga-bunga baru bermekaran.

Dan di saat kesadaranmu mengangkasa, dunia pun menari dalam harmoni, bertransformasi dalam cahaya yang kau pancarkan dari relung terdalam jiwamu.

03/09/2024

Aku memulai dengan bertanya pada diriku sendiri, "Apa yang kuinginkan dari kehidupan ini?" Jawabannya adalah kebahagiaan. Aku pun menyelam lebih dalam, menyusuri saat-saat ketika kebahagiaan itu terasa begitu nyata. Aku menemukan sesuatu yang mengejutkan, sebuah rahasia yang seakan tersembunyi di balik tirai waktu. Ternyata, kebahagiaanku bukan terletak pada saat aku dicintai, melainkan ketika aku mencintai. Kebahagiaan itu setara dengan kemampuanku untuk mencintai, bukan sekadar menerima cinta. Itulah titik awal yang menggetarkan jiwa, bagai aliran angin yang menyapu sunyi.

Bebaskan Diri dari Belenggu Sosmed:Memutus Rantai Ketergantungan Pernahkah kamu merasa cemas saat tidak membuka sosmed? ...
13/07/2024

Bebaskan Diri dari Belenggu Sosmed:Memutus Rantai Ketergantungan

Pernahkah kamu merasa cemas saat tidak membuka sosmed? Tertekan melihat kesempurnaan hidup orang lain di layar?

Kamu tidak sendiri. Riset menunjukkan bahwa ketergantungan sosmed dapat membahayakan kesehatan mental dan kebahagiaan kita.

Depresi dan Kecemasan: Terlalu lama di sosmed memicu kecemasan dan depresi, terutama pada remaja dan dewasa muda.
FOMO: Ketakutan ketinggalan momen di sosmed bikin stres dan cemas.
Perbandingan Sosial: Bandingkan diri dengan orang lain di sosmed bikin harga diri jatuh dan gak puas diri.
Citra Tubuh Negatif: Paparan standar kecantikan tidak realistis di sosmed bikin insecure.
Penurunan Produktivitas: Sosmed bikin terdistraksi dan menunda tugas.
Isolasi Sosial: Terlalu fokus di sosmed bikin hubungan sosial di dunia nyata dangkal dan terisolasi.
Penelitian Membuktikan Bahaya Sosmed:

The American Journal of Preventive Medicine (2017): Orang yang aktif di sosmed dua kali lebih mungkin merasa terisolasi.
Journal of Social and Clinical Psychology (2018): Mengurangi penggunaan sosmed dapat mengurangi depresi dan kesepian.
The Journal of Adolescent Health (2019): Penggunaan sosmed berlebihan terkait dengan masalah kesehatan mental pada remaja, termasuk depresi dan kecemasan.

Apa solusinya? Cintai Diri Sendiri:

Terima dirimu apa adanya, dengan kelebihan dan kekuranganmu
Fokuslah pada kekuatan dan pencapaianmu
Hindari mencari validasi dari orang lain di media sosial
Ingatlah, kamu berhak untuk bahagia dan bebas dari belenggu emosi media sosial.

SELF RELEASING Output:•Pengurangan Stres dan Kecemasan: Membantu melepaskan perasaan cemas dan stres yang sering kali me...
07/07/2024

SELF RELEASING

Output:
•Pengurangan Stres dan Kecemasan: Membantu melepaskan perasaan cemas dan stres yang sering kali membebani pikiran dan tubuh.
•Peningkatan Kesejahteraan Emosional: Membantu seseorang merasa lebih tenang dan damai, sehingga meningkatkan kesejahteraan emosional secara keseluruhan.
•Peningkatan Fokus dan Produktivitas: Dengan mengurangi gangguan emosional, seseorang dapat lebih fokus pada tugas-tugas penting dan meningkatkan produktivitas.
•Pengembangan Hubungan yang Lebih Baik: Membantu melepaskan emosi negatif yang dapat merusak hubungan, sehingga memungkinkan seseorang untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan harmonis.
•Peningkatan Kepercayaan Diri: Dengan melepaskan rasa takut dan keraguan, seseorang dapat merasa lebih percaya diri dan yakin dalam mengambil keputusan.
•Kesehatan Fisik yang Lebih Baik: Stres dan emosi negatif seringkali berdampak pada kesehatan fisik. Dengan melepaskan emosi-emosi tersebut, seseorang dapat merasakan peningkatan dalam kesehatannya.

Proses releasing itu melibatkan pilihan. Karena sesungguhnya individu lain tidak mampu memiliki power atas emosi, pikiran dan hidup kamu, terkecuali kamu yang mengizinkan hal itu untuk terjadi.

Jadi jangan biarkan beban emosimu mengendalikan hidupmu! Saatnya melepaskan dan menemukan kebahagiaan sejati.

Langkah Lebih Ringan, Hidup Lebih Bahagia: Bebaskan Diri Dari Beban !Pernahkah kamu merasa seperti membawa beban berat d...
06/07/2024

Langkah Lebih Ringan, Hidup Lebih Bahagia: Bebaskan Diri Dari Beban !

Pernahkah kamu merasa seperti membawa beban berat di punggungmu?
Beban ini bukan hanya tas ranselmu yang penuh buku, tapi juga beban emosi yang menumpuk dan menggerogoti ketenanganmu.

Emosi, seperti koper yang berisi pakaian dan barang-barang pribadi, bisa menjadi beban yang berat. Kecemasan, marah,trauma,dendam, kesedihan, dan emosi negatif lainnya dapat menguras energi dan mengganggu kesejahteraanmu.

Semua yang berasal dari masa lalu kadang meninggalkan jejak emosional yang terasa berat. Seperti membawa kenangan pahit yang terus menghantui, emosi ini menjadi "bagasi" yang sulit dilepaskan.

Tanggung jawab, seperti rasa bersalah atau cemas atas tindakan masa lalu, juga menambah beban emosional. Beban ini terasa seperti "koper" yang harus kamu bawa kemana-mana.

Sudah saatnya kamu melepaskan beban emosi yang membebani punggungmu! Berikut beberapa teknik yang bisa membantu:

Ubah cara kamu memandang situasi atau peristiwa menjadi lebih positif. Bayangkan seperti mengganti kacamata lama dengan yang baru, dunia akan terlihat lebih cerah.

Gali akar penyebab emosimu dan atasi trauma masa lalu. Ini seperti membongkar "koper" lama dan mengeluarkan isi yang sudah tidak relevan.

Jangan biarkan beban emosimu mengendalikan hidupmu! Saatnya melepaskan dan menemukan kebahagiaan sejati.

Sadarkah Kamu Sedang Dikendalikan Pikiranmu? Bisakah Kita Menjadi Magician Otak Kita Sendiri?Pernahkah kamu merasa pikir...
02/07/2024

Sadarkah Kamu Sedang Dikendalikan Pikiranmu? Bisakah Kita Menjadi Magician Otak Kita Sendiri?

Pernahkah kamu merasa pikiranmu menipu dan membohongimu? Atau kamu merasa terjebak dalam pola pikir negatif yang menghambatmu mencapai tujuan?

Tahukah kamu bahwa pikiranmu memiliki kekuatan luar biasa, bagaikan seorang magician yang cerdik?

Ya, otak kita bagaikan sebuah alat canggih yang mampu menciptakan keajaiban. Namun, seperti halnya alat lainnya, otak juga bisa disalahgunakan. Pikiran yang tidak terlatih dapat menipu dan membohongimu, menjebakmu dalam pola pikir negatif dan menghambatmu meraih potensi terbaikmu.

Kebohongan-Kebohongan Pikiran yang Perlu Diwaspadai:

Pikiran Cenderung Membuat Penafsiran yang Salah: Seringkali, pikiran kita membuat asumsi, interpretasi, dan penilaian yang tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya, kamu merasa tidak dis**ai orang lain tanpa dasar yang kuat, hanya karena interpretasi dari situasi tertentu.
Pikiran Dipengaruhi oleh Emosi: Emosi negatif seperti takut, marah, atau cemas dapat membingungkan cara berpikir dan membuatmu mengambil keputusan yang tidak bijaksana. Contohnya, saat marah, kamu mungkin berpikir bahwa orang lain berusaha menyakitimu, padahal itu hanya persepsi yang salah.

Pikiran Terjebak di Masa Lalu atau Masa Depan: Pikiran kita sering kali terjebak dalam penyesalan masa lalu atau kekhawatiran masa depan, sehingga kita tidak bisa hidup di saat ini. Contohnya, memikirkan kesalahan masa lalu dapat membuatmu merasa bersalah, sementara kekhawatiran tentang masa depan dapat menyebabkan stres dan kecemasan.

Pikiran Dipengaruhi oleh Keyakinan dan Kondisi Sosial: Keyakinan yang diadopsi sejak kecil atau dari lingkungan sosial, yang mungkin tidak selalu benar atau bermanfaat, dapat membentuk pola pikirmu. Contohnya, keyakinan bahwa "harus bekerja keras untuk sukses" dapat membuatmu terus bekerja tanpa henti, meskipun tubuh dan pikiran membutuhkan istirahat.

Berhenti Menjadi Korban Pikiranmu Sendiri!

Kabar baiknya, kamu tidak harus menjadi korban pikiranmu sendiri. Kamu memiliki kekuatan untuk mengendalikan dan melatih pikiranmu, layaknya seorang magician yang mengendalikan trik sulapnya.

Dengan mempelajari cara kerja pikiran dan melatihnya dengan tepat, kamu dapat:

Membedakan antara fakta dan ilusi yang diciptakan pikiranmu.
Mengendalikan emosi negatif dan mengambil keputusan yang bijaksana.
Hidup di saat ini dengan penuh kesadaran dan kebahagiaan.
Membangun keyakinan positif dan mencapai tujuanmu.

Di era yang penuh perubahan dan disrupsi ini, kemampuan beradaptasi adalah kunci untuk bertahan hidup dan berkembang. Ha...
01/07/2024

Di era yang penuh perubahan dan disrupsi ini, kemampuan beradaptasi adalah kunci untuk bertahan hidup dan berkembang. Hal ini berlaku di semua bidang, termasuk dalam mencari pekerjaan dan membangun karir.

Banyak orang yang merasa terjebak dalam pola pikir mencari pekerjaan yang sempit, yaitu fokus pada pekerjaan tetap dengan gaji tinggi dan status sosial. Namun, di era ini, pola pikir tersebut tidak lagi cukup untuk menjamin kesuksesan.

Solusinya adalah dengan mengadopsi celestial mindset, yaitu sebuah pola pikir yang fokus pada penerimaan, kebijaksanaan, pikiran positif, harapan, kreativitas, fleksibilitas, pengelolaan stres, kesejahteraan mental, dan tujuan hidup yang lebih besar.

Tujuan Hidup yang Lebih Besar:

Celestial mindset membantu kita menemukan tujuan hidup yang lebih besar daripada sekadar mendapatkan pekerjaan. Ini bisa berarti berkontribusi kepada komunitas, mengejar passion, atau mengembangkan hubungan yang bermakna. Dengan fokus pada tujuan yang lebih besar, kita bisa menemukan makna dan kebahagiaan yang tidak hanya bergantung pada pekerjaan.

Kembangkan Kemampuan Beradaptasi dan Jadilah Pemenang di Era DisrupsiPernahkah kamu merasa tertinggal di era yang serba ...
26/06/2024

Kembangkan Kemampuan Beradaptasi dan Jadilah Pemenang di Era Disrupsi

Pernahkah kamu merasa tertinggal di era yang serba cepat ini? Atau, kamu ingin menjadi individu yang selalu siap menghadapi berbagai perubahan dan tantangan? Jawabannya ada pada kemampuan beradaptasi, sebuah kunci utama untuk meraih kesuksesan di era disrupsi.

Dunia terus berkembang dengan pesat, ditandai dengan kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan berbagai disrupsi di berbagai bidang. Bagi generasi saat ini, kemampuan beradaptasi menjadi semakin penting untuk bertahan dan berkembang di tengah perubahan yang tak terduga.

Sejak didirikan pada tahun 1972, Panorama Group telah menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Berawal dari perusahaan tur dan perjalanan, Panorama Group berkembang menjadi konglomerat besar yang bergerak di berbagai sektor, termasuk pariwisata, perjalanan, perhotelan, dan media.Panorama Hospitality Management (PHM),adalah salah satu perusahaan manajemen hotel ternama di Indonesia yang memahami pentingnya kemampuan beradaptasi dalam mengelola berbagai properti perhotelan. PHM menerapkan pola pikir yang sesuai dengan konsep neuroplasticity, yang menekankan pada kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi.

Namun, kemampuan beradaptasi bukan hanya tentang mengikuti tren terbaru. Ini juga tentang memahami perubahan, menganalisis situasi, dan menemukan solusi kreatif untuk mengatasi tantangan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kemampuan beradaptasi yang tinggi cenderung lebih sukses dalam hidup. Mereka lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan, lebih mampu untuk mengatasi stres, dan lebih bahagia dalam hidup mereka.

Menuju Dunia yang Lebih Baik: Manfaatkan Kekuatan Kesadaran KomunalPernahkah kamu merasakan sensasi aneh saat tiba-tiba ...
24/06/2024

Menuju Dunia yang Lebih Baik: Manfaatkan Kekuatan Kesadaran Komunal

Pernahkah kamu merasakan sensasi aneh saat tiba-tiba mengetahui kabar sedih temanmu tanpa diberitahu? Atau merasakan dorongan untuk membantu orang asing yang sedang kesulitan? Fenomena ini bukan kebetulan, lho! Di baliknya terdapat kekuatan luar biasa yang disebut kesadaran komunal.

Manusia bukan sekadar kumpulan daging dan tulang. Kita adalah energi yang bercahaya, saling terhubung dalam jaringan kesadaran yang tak kasat mata. Jaringan ini, yang disebut spiritual mundi oleh Carl Jung, memungkinkan kita untuk merasakan dan berbagi informasi secara instan, melampaui batas jarak dan waktu.

Lihatlah alam semesta. Ikan kecil yang mengubah arah saat temannya terancam, burung yang terbang dengan formasi sempurna tanpa latihan, dan salmon yang kembali ke tempat kelahirannya tanpa panduan - semua ini adalah bukti nyata kekuatan kesadaran komunal.

Sebagai makhluk paling cerdas di planet ini, manusia memiliki potensi luar biasa untuk memanfaatkan kekuatan ini. Kita bisa merasakan sakitnya orang lain, memahami kebutuhan mereka, dan bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Namun, kesibukan dan keterasingan di era modern seringkali membuat kita terputus dari jaringan kesadaran komunal. Kita terjebak dalam ego dan pikiran individual, melupakan bahwa kita adalah bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Kabar baiknya, kita bisa kembali terhubung! Dengan meningkatkan kesadaran diri, mempraktikkan empati, dan membuka diri terhadap pengalaman baru, kita dapat membuka kunci kekuatan kesadaran komunal yang terpendam dalam diri kita.

Bayangkan dunia di mana setiap orang saling memahami, bekerja sama untuk menyelesaikan masalah bersama, dan hidup dalam harmoni dengan alam. Ini adalah dunia yang bisa kita ciptakan dengan memanfaatkan kekuatan kesadaran komunal.

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana caranya? Jawabannya sederhana: mulai dari diri sendiri. Sadarilah bahwa kamu adalah bagian dari jaringan kesadaran yang luas. Dengarkan intuisi kamu, bantu orang lain tanpa pamrih, dan buka diri terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

Kesadaran komunal bukan hanya teori filosofis, tapi kekuatan nyata yang dapat mengubah hidup kita. Saat kita terhubung dengan jaringan ini, kita menemukan kebijaksanaan, kebahagiaan, dan kekuatan yang tak terbayangkan.

Address

Jakarta
60282

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

081317810318

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Celestial Mindset posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Celestial Mindset:

Share