Turkinesia Update

Turkinesia Update Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Turkinesia Update, Social Media Agency, Jakarta.

Bersejarah, Musuh Lama Libya Bersatu, Tentara Suriah Debut, Semua Berkumpul di Bawah Komando TurkiJakarta, Republika — T...
03/06/2026

Bersejarah, Musuh Lama Libya Bersatu, Tentara Suriah Debut, Semua Berkumpul di Bawah Komando Turki

Jakarta, Republika — Turki memperluas pengaruh militernya melalui latihan gabungan multinasional EFES-2026 yang digelar di pesisir Aegea dekat İzmir. Latihan berskala besar tersebut menjadi ajang bagi Ankara untuk memperlihatkan kemampuan diplomasi pertahanan dan proyeksi kekuatan militer di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia.

Latihan tembak langsung EFES-2026 berlangsung hingga 21 Mei 2026 di bawah koordinasi Komando Angkatan Darat Aegea Turki. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 10 ribu personel dari sekitar 50 negara, menjadikannya salah satu latihan militer terbesar yang pernah diselenggarakan Turki. Pelaksanaannya terbagi dalam dua tahap, yaitu simulasi berbasis komputer pada April dan latihan lapangan di wilayah Teluk İzmir serta Doğanbey.

Untuk pertama kalinya, Libya dan Suriah mengirim personel militer mereka ke latihan militer luar negeri melalui EFES-2026. Kehadiran kedua negara dipandang sebagai bagian dari meningkatnya kerja sama pertahanan dengan Turki, sekaligus menunjukkan pengaruh Ankara dalam pembentukan ulang arsitektur keamanan kawasan yang terdampak konflik berkepanjangan.

Partisipasi Libya menjadi sorotan utama karena melibatkan sekitar 502 tentara dari faksi timur dan barat negara itu yang sebelumnya berada di pihak berlawanan dalam perang saudara. Mereka berlatih bersama di bawah satu bendera nasional Libya dalam pengerahan luar negeri pertama yang mempertemukan kedua kubu dalam satu operasi militer bersama.

Dalam latihan tersebut, personel Libya menjalani pelatihan operasi amfibi, taktik pasukan khusus, penyelaman tempur, penanganan ranjau dan alat peledak improvisasi (IED), hingga operasi pencarian dan penyelamatan tempur. Selain itu, kapal patroli Libya kelas Combattante II G Shafak turut ambil bagian pada fase latihan laut sebagai bagian dari kerja sama pertahanan yang diperluas.

Sumber: republika co

Cetak Sejarah Dunia di EFES-2026: Turki Sukses Uji Coba Serangan Otonom Kawanan Drone Kamikaze Pertama Beramunisi TajamI...
21/05/2026

Cetak Sejarah Dunia di EFES-2026: Turki Sukses Uji Coba Serangan Otonom Kawanan Drone Kamikaze Pertama Beramunisi Tajam

IZMIR — Dunia militer modern baru saja menyaksikan torehan sejarah baru yang mencengangkan. Sebanyak 20 unit amunisi pengintai otonom (loitering munitions) jenis Kargu sukses mengeksekusi serangan kawanan drone (swarm drone attack) menggunakan amunisi tajam pertama di dunia dalam skenario latihan militer EFES-2026 pada Rabu (20/5).

Operasi mutakhir ini dikendalikan hanya oleh satu operator tunggal dan dipandu sepenuhnya oleh algoritma kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan secara domestik.

Pertama di Dunia dalam Latihan Militer Realistis
Menurut pernyataan resmi dari STM, perusahaan teknologi pertahanan terkemuka asal Turki, operasi ini menandai pertama kalinya dalam sejarah global di mana wahana tanpa awak (sub-cloud UAV) melakukan serangan kelompok terkoordinasi dengan amunisi aktif di dalam sebuah simulasi tempur resmi.

Sistem operasi taktis yang diterapkan dalam simulasi ini meliputi beberapa kecanggihan berikut:
• Kemandirian Penuh: Ditenagai algoritma lokal dan arsitektur kecerdasan kelompok terdistribusi (distributed swarm intelligence), ke-20 unit Kargu lepas landas secara otonom dan bernavigasi mandiri ke wilayah misi.
• Serangan Saturasi Sinkron: Drone-drone ini mampu mendeteksi, mengklasifikasikan, dan mengoordinasikan pembagian target di antara mereka sendiri secara otonom.
• Komunikasi Real-Time: Sepanjang operasi, komunikasi antar-UAV terjalin secara langsung untuk bertukar data target secara real-time sebelum melancarkan serangan saturasi serentak dan meledakkan hulu ledak anti-personel tepat di posisi sasaran.

Disaksikan Delegasi Internasional

Aksi destruktif yang presisi ini dipantau langsung di lokasi oleh Menteri Pertahanan Turki Yasar Guler, Panglima Staf Umum Jenderal Selcuk Bayraktaroglu, para komandan angkatan, serta delegasi militer senior dari berbagai belahan dunia. Mereka berkumpul dalam acara Distinguished Observer Day di Area Latihan Doganbey, Seferihisar, Izmir.

Turki Kini Menentukan Standar Global

General Manager STM, Ozgur Guleryuz, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan posisi Turki yang tidak lagi sekadar menjadi pengikut perkembangan teknologi militer, melainkan pionir yang mendikte arah masa depan teknologi pertahanan global.

"Menyusul keberhasilan uji lapangan yang kami lakukan di Ankara pada Januari 2026 lalu, kini kami membawa kapabilitas ini selangkah lebih maju di EFES-2026, latihan militer paling bergengsi di Turki, dan berhasil mencetak sejarah pertama di dunia bagi industri pertahanan," ujar Guleryuz bangga.

"Penghancuran target secara otonom penuh oleh kawanan yang terdiri dari 20 sistem Kargu ini adalah sumber kebanggaan besar. Lewat operasi ini, kami membuktikan bahwa Turki bukan sekadar pengikut tren global dalam kecerdasan kelompok, melainkan salah satu negara yang kini ikut menentukan standar di bidang ini."

Kepala Direktorat Industri Pertahanan Turkiye Haluk Gorgun mengatakan Turkiye kini tidak lagi hanya dikenal sebagai pema...
21/05/2026

Kepala Direktorat Industri Pertahanan Turkiye Haluk Gorgun mengatakan Turkiye kini tidak lagi hanya dikenal sebagai pemasok produk pertahanan, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem industri pertahanan yang diminati banyak negara untuk bekerja sama dan melakukan produksi bersama.

Dalam wawancara dengan Anadolu terkait kunjungan Misi Ekonomi Belgia ke Turkiye, Gorgun mengatakan keterlibatan terbaru tersebut mencerminkan hasil dari pembangunan kepercayaan, dialog kelembagaan, dan kemampuan pertahanan Turkiye yang telah teruji di lapangan selama bertahun-tahun.

“Apa yang kita lihat hari ini bukan hasil dari aktivitas beberapa hari. Ini adalah hasil dari kontak berkelanjutan, saling percaya, dan kemampuan yang telah membuktikan diri di lapangan,” kata Gorgun.

“Turkiye tidak lagi menjadi negara yang hanya diikuti karena produknya. Turkiye telah menjadi ekosistem industri pertahanan yang ingin diajak bekerja sama dan diproduksi bersama,” tambahnya.

Gorgun mengatakan Belgia datang ke Turkiye dengan delegasi besar yang mencakup perwakilan sektor pertahanan, penerbangan, teknologi, dan industri, yang menunjukkan meningkatnya minat internasional terhadap industri pertahanan Turkiye.

Menurut dia, kerja sama pertahanan yang berkelanjutan tidak dapat dibangun hanya berdasarkan niat baik, tetapi membutuhkan kepercayaan, kemampuan, dan manfaat bersama yang nyata.

Ia juga menyinggung pernyataan Menteri Pertahanan Belgia Theo Francken yang menyebut Turkiye “jauh lebih maju” dibanding Belgia dalam modernisasi pertahanan dan kemampuan perang nirawak.

Menurut Gorgun, komentar tersebut menunjukkan bagaimana kemajuan Turkiye kini dipandang di tingkat internasional.

Ia mengatakan Turkiye tidak ingin hubungan industri pertahanan dengan Belgia hanya terbatas pada jual beli produk.

“Akan selalu ada perdagangan, produk, dan proyek. Tetapi kita perlu melangkah lebih jauh dari itu,” ujarnya.

Gorgun menyebut sejumlah bidang potensial untuk kerja sama, seperti pengembangan bersama, produksi bersama, kerja sama di pasar negara ketiga, serta solusi bersama untuk kebutuhan NATO.

Menurut dia, Belgia memiliki keunggulan pada komponen sensitif, material canggih, teknologi antariksa, dan elektronik pertahanan khusus, sementara Turkiye memiliki sistem yang telah teruji di lapangan, kapasitas produksi cepat, dan jaringan industri yang luas.

Gorgun mengatakan karakter peperangan berubah dengan cepat, dengan sistem nirawak, kecerdasan buatan, perang elektronik, teknologi anti-drone, dan kapasitas produksi cepat menjadi faktor penentu di medan perang.

“Turkiye membaca transformasi ini lebih awal,” katanya.

“Kami tidak hanya mengembangkan produk. Kami membangun keseluruhan struktur mulai dari desain hingga produksi, dari subsistem hingga perangkat lunak, dari amunisi hingga pemeliharaan dan keberlanjutan,” tambahnya.

Menurut dia, pejabat Belgia yang mengunjungi perusahaan seperti Baykar, Turkish Aerospace Industries, Aselsan, Roketsan, dan Havelsan tidak hanya melihat produk individual, tetapi juga kemampuan rekayasa, disiplin produksi, pengalaman lapangan, dan kapasitas pengambilan keputusan cepat.

Gorgun mengatakan momentum hubungan antara Turkiye dan Belgia tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan dibangun melalui proses bertahap.

Ia mengingat pertemuan sebelumnya dengan Theo Francken dalam KTT NATO, pertemuan di pameran IDEF, dan Hari Industri Pertahanan Turkiye-Belgia pertama di Brussel yang mempertemukan perusahaan-perusahaan kedua negara.

“Gambaran hari ini tidak muncul dengan sendirinya. Di baliknya ada proses yang dijalankan, diikuti, dan dimatangkan langkah demi langkah,” katanya.

Menurut dia, Letter of Intent yang baru ditandatangani menjadi langkah penting dan dapat menjadi kerangka kerja yang menyatukan institusi, perusahaan, dan pengambil keputusan menuju tujuan bersama jika ditindaklanjuti dengan baik.

Gorgun juga menggambarkan situasi global saat ini sebagai “pandemi geopolitik,” di mana krisis tidak lagi terbatas pada satu kawasan.

“Krisis politik dapat berubah menjadi krisis energi, krisis energi menjadi krisis pasokan, dan akhirnya mempengaruhi seluruh dunia,” katanya.

“Dalam dunia seperti ini, Anda tidak bisa tetap bergantung pada belas kasihan pihak lain. Keamanan bukan sesuatu yang bisa begitu saja diimpor,” tambahnya.

Ia mengatakan tawaran Turkiye kepada negara-negara mitra didasarkan pada kerja sama saling menguntungkan dengan memperkuat ekosistem masing-masing negara.

“Usulan kami adalah mari bersiap bersama bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi juga tantangan keamanan masa depan,” kata Gorgun, seraya menambahkan Belgia termasuk negara yang merespons ajakan tersebut.

Source: Anadolu Agency

Kepala Intelijen Turki Temui Presiden Suriah di Damaskus Kepala Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT), Ibrahim Kalın...
20/05/2026

Kepala Intelijen Turki Temui Presiden Suriah di Damaskus

Kepala Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT), Ibrahim Kalın, bertemu dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di Damaskus pada hari Senin. Pertemuan ini dilakukan seiring berlanjutnya upaya Turki dan Suriah dalam memperkuat koordinasi terkait perkembangan regional dan kerja sama bilateral.

Menurut keterangan para pejabat Suriah, pertemuan yang diadakan di Istana Rakyat di ibu kota Suriah tersebut juga dihadiri oleh:
• Menteri Luar Negeri Suriah, Asaad al-Shaibani
• Direktur Intelijen Umum, Hussein al-Salamah

Fokus Diskusi dan Kunjungan Diplomatik

Diskusi dalam pertemuan tersebut berfokus pada perkembangan regional terkini serta langkah-langkah untuk memperdalam kerja sama dan koordinasi antara Ankara dan Damaskus, di tengah hubungan diplomatik yang tengah berjalan antara kedua negara bertetangga tersebut.

Kalın, yang merupakan tokoh kunci dalam hubungan Turki-Suriah, menjadi pejabat senior Turki pertama yang mengunjungi Damaskus di bawah pemerintahan baru Suriah. Pada 12 Desember, kepala intelijen Turki tersebut juga sempat menunaikan salat di Masjid Umayyad yang bersejarah di bawah pengawalan keamanan yang ketat.

Erdoğan: Sukses Dobrak Embargo, Industri Pertahanan Turki Kini Jadi Raksasa yang Disegani DuniaISTANBUL – Presiden Recep...
18/05/2026

Erdoğan: Sukses Dobrak Embargo, Industri Pertahanan Turki Kini Jadi Raksasa yang Disegani Dunia

ISTANBUL – Presiden Recep Tayyip Erdoğan menegaskan bahwa industri pertahanan Turki telah bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang dicari, dipercaya, dan menjadi pilihan utama, tidak hanya di kawasan regional tetapi juga di kancah global.

Berbicara di ajang pameran pertahanan bergengsi SAHA 2026 di Istanbul, Erdoğan menyebut Turki kini tak terbantahkan lagi telah menjadi salah satu "aktor pendiri" dari era baru keamanan dunia, di mana elemen kekuatan konvensional mulai digantikan oleh sistem yang berlapis dan terintegrasi.

Pameran SAHA 2026 sendiri menjadi panggung utama bagi Turki untuk memamerkan kemampuan pertahanan domestiknya yang terus meroket, sekaligus menjadi mesin pencetak ekspor bernilai miliaran dolar.

"Turki dengan bangga telah mengukir namanya di antara negara-negara yang bintangnya bersinar paling terang pada skala global di bidang pertahanan, penerbangan, dan ruang angkasa," ujar Erdoğan dalam pidatona.

Dari Ketergantungan Menjadi Eksportir Utama

Sebagai salah satu anggota NATO, Turki dalam beberapa tahun terakhir secara signifikan terus memacu produksi industri pertahanannya. Ankara telah menyuntikkan dana miliaran dolar untuk mengubah statusnya dari negara yang dulunya sangat bergantung pada pasokan luar negeri, menjadi salah satu eksportir utama dunia di mana sistem buatan dalam negeri kini mampu memenuhi hampir seluruh kebutuhan militernya.

Transformasi ini juga dipicu oleh rasa frustrasi Ankara selama dua dekade terakhir terhadap sekutu-sekutu Baratnya, yang dinilai gagal menyediakan sistem pertahanan yang memadai untuk menghadapi ancaman rudal, meskipun Turki merupakan anggota penting NATO.

Kini, peta kekuatan telah berubah. Turki tercatat telah mengekspor lebih dari 230 jenis sistem pertahanan ke 185 negara di seluruh dunia.

SAHA 2026 Cetak Transaksi Fantastis

Dalam pidatonya, Erdoğan juga membeberkan pencapaian luar biasa yang terjadi selama pameran SAHA 2026 berlangsung:
• Total Kesepakatan: Sebanyak 182 perjanjian ditandatangani dengan total volume bisnis mencapai USD 8 miliar (sekitar Rp128 triliun).
• Porsi Ekspor: Dari total angka tersebut, sebesar USD 6 miliar merupakan kontrak yang ditujukan langsung untuk ekspor.

Salah satu daya tarik utama yang paling menyedot perhatian pengunjung di pameran tahun ini adalah Rudal Balistik Yıldırımhan, yang merupakan Rudal Balistik Antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) pertama yang berhasil diproduksi oleh Turki.

Membidik Posisi 10 Besar Dunia

Sektor ekspor pertahanan Turki mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 48% secara tahunan (YoY) pada tahun 2025, dengan nilai rekor menembus lebih dari USD 10 miliar.

Tren positif ini terus berlanjut pada tahun 2026.

"Terdapat peningkatan sebesar 28% pada empat bulan pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kami telah membukukan ekspor sebesar USD 2,87 miliar dalam empat bulan pertama ini," papar Erdoğan.

Pemerintah Turki kini membidik target jangka pendek untuk mendongkrak angka ekspor setahun penuh menjadi USD 11 miliar, sebuah pencapaian yang akan menempatkan Turki secara resmi ke dalam jajaran 10 besar eksportir pertahanan terbesar di dunia.

Pertumbuhan Eksponensial dan Tantangan Internal

Dikelola oleh SAHA Istanbul—yang merupakan klaster industri pertahanan, penerbangan, dan ruang angkasa terbesar di Turki sekaligus Eropa—pameran ini mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa sejak pertama kali diluncurkan pada 2018. Berawal dari hanya memfasilitasi 180 perusahaan dari 12 negara, SAHA kini telah berkembang pesat dengan menjamu delegasi dari lebih dari 120 negara dan menarik lebih dari 100.000 pengunjung.

Tahun ini, pameran tersebut diikuti oleh lebih dari 1.760 perusahaan, yang terdiri dari 1.500 perusahaan domestik Turki dan 263 perusahaan asing, dengan menampilkan lebih dari 200 produk baru yang diperkenalkan ke publik untuk pertama kalinya.

Meski demikian, Erdoğan mengingatkan bahwa kesuksesan besar ini tidak diraih dengan mudah. Turki harus melewati jalan terjal yang penuh dengan tekanan geopolitik.

"Di balik potret kesuksesan ini, tidak diragukan lagi, terdapat kerja keras selama beberapa dekade dan cucuran keringat dari ratusan ribu rakyat kami yang bekerja dengan jiwa pengabdian, memberikan segalanya siang dan malam," tutur Erdoğan. "Kami menghadapi rintangan yang tak terhitung jumlahnya; mereka mencoba memblokir jalan kami dengan embargo. Kami bahkan sempat mengalami pengkhianatan dan konspirasi dari dalam negeri sendiri."

Kesepakatan Bersejarah: Indonesia Jadi Negara Pertama yang Boyong Jet Tempur Tanpa Awak Kızılelma dari TurkiISTANBUL – I...
18/05/2026

Kesepakatan Bersejarah: Indonesia Jadi Negara Pertama yang Boyong Jet Tempur Tanpa Awak Kızılelma dari Turki
ISTANBUL – Indonesia kembali memperkuat lini pertahanan udaranya dengan langkah yang spektakuler. Produsen drone raksasa asal Turki, Baykar, secara resmi menandatangani kesepakatan untuk menjual jet tempur tanpa awak (UCAV) canggih mereka, Bayraktar Kızılelma, kepada Pemerintah Indonesia.
Kesepakatan ini mencetak sejarah baru karena Indonesia menjadi pelanggan ekspor pertama bagi Kızılelma, yang disebut-sebut sebagai salah satu teknologi jet tempur tanpa awak pertama di dunia.
Pengiriman Mulai 2028 dan Transfer Teknologi
Kontrak awal ini mencakup pengadaan satu armada yang terdiri dari 12 unit pesawat Kızılelma, dengan proses pengiriman yang dijadwalkan bakal dimulai pada tahun 2028.
CEO Baykar, Haluk Bayraktar, dalam upacara penandatanganan di pameran pertahanan bergengsi SAHA 2026 di Istanbul, mengungkapkan bahwa kesepakatan ini juga membuka opsi tambahan untuk pembelian empat armada lagi di masa depan.
Menariknya, kerja sama ini tidak hanya sebatas jual-beli alutsista.
"Selain pengadaan sistem, kesepakatan ini juga mencakup pembangunan pusat produksi serta pusat pemeliharaan (maintenance) langsung di Indonesia," ujar Haluk Bayraktar.
Penandatanganan kontrak bersejarah ini dilakukan langsung oleh Haluk Bayraktar dan Norman Joesoef selaku Ketua dari grup pertahanan Indonesia, Republikorp. Norman menyatakan bahwa pihaknya sangat antusias untuk melanjutkan dan memperdalam kolaborasi strategis antara kedua belah pihak.
Dengan masuknya Kızılelma, jet tempur ini akan menjadi platform ketiga buatan Baykar yang diadopsi oleh Indonesia, menyusul keberhasilan kontrak pengadaan drone Bayraktar Akıncı dan TB2 sebelumnya.

Mengenal Kızılelma: Masa Depan Perang Udara
Bayraktar Kızılelma mencuri perhatian dunia sejak melakukan penerbangan perdana pada tahun 2022. Baykar sendiri menargetkan jet tempur tanpa awak ini untuk mulai resmi bertugas di militer Turki pada tahun ini.
Sebagai jet tempur masa depan, Kızılelma dilengkapi dengan spesifikasi lini depan yang mengerikan:
• Fitur Siluman (Stealth): Memiliki visibilitas radar yang sangat rendah dan dilengkapi dengan internal weapons bay (ruang senjata di dalam badan pesawat) untuk menjaga sifat senyapnya.
• Kapasitas Besar: Memiliki bobot lepas landas maksimum hingga 8,5 ton dengan kapasitas angkut senjata (payload) mencapai 1,5 ton.
• Manuver Tinggi: Dirancang untuk mampu melakukan manuver udara agresif layaknya jet tempur berawak.
Kızılelma juga mencatatkan tinta emas dalam sejarah penerbangan sebagai pesawat tanpa awak pertama yang berhasil mendeteksi dan menembak jatuh target udara menggunakan sistem radar AESA miliknya sendiri, dikombinasikan dengan rudal udara-ke-udara produksi domestik Turki.
Ditambah dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) untuk formasi penerbangan otonom dan operasi armada pintar (smart fleet), Kızılelma diyakini akan mengubah doktrin perang udara modern di masa depan.

Kerja Sama Tambahan dengan Aselsan
Selain kesepakatan dengan Baykar, sektor pertahanan Indonesia juga memperluas kerja sama dengan perusahaan elektronika pertahanan terkemuka Turki lainnya, Aselsan, di pameran SAHA 2026.
Aselsan menandatangani dua kontrak penting dengan otoritas Indonesia yang meliputi:
1. Pengadaan muatan teknologi untuk kendaraan laut tanpa awak milik TNI Angkatan Laut.
2. Penyediaan sistem komunikasi misi krusial untuk memperkuat koordinasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Langkah-langkah strategis ini menandai babak baru hubungan bilateral Indonesia-Turki yang kian solid dalam membangun kemandirian teknologi pertahanan yang disegani di kawasan regional maupun global.

 # Pasifik Teknoloji Cetak Rekor: Ekspor 100 Ribu Drone Kamikaze, Saham Langsung MeroketPerusahaan teknologi terkemuka a...
18/05/2026

# Pasifik Teknoloji Cetak Rekor: Ekspor 100 Ribu Drone Kamikaze, Saham Langsung Meroket

Perusahaan teknologi terkemuka asal Turki, Pasifik Teknoloji, baru saja mengumumkan kesepakatan besar untuk mengekspor ratusan ribu drone kamikaze *First-Person View* (FPV) ke luar negeri. Ini merupakan debut kesepakatan ekspor pertahanan pertama bagi perusahaan, yang langsung memicu lonjakan tajam pada harga saham mereka.

Dalam laporan keterbukaan informasi resmi pada Senin malam, pihak manajemen menyatakan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian strategis dengan lembaga teknologi dan pertahanan dari sebuah negara asing yang berstatus sebagai "sahabat dan sekutu."

---

# # # Detail Alutsista yang Diekspor

Dalam kesepakatan kakap ini, Pasifik Teknoloji akan mengirimkan sejumlah besar sistem nirawak canggih. Berikut adalah rincian paket ekspor tersebut:

* 100.000 unit sistem drone kamikaze FPV bermerek Merküt.
* 10 unit helikopter tanpa awak Alpin.
* 25 unit helikopter tanpa awak mini Dumrul.
* 500 unit sistem kamikaze taktis Deli.
* 500 unit unit pengawasan dan dukungan darat otonom Korgan.

---

# # # Respons Pasar: Saham Menyentuh Batas Atas

Pengumuman ini langsung direspons dengan euforia oleh para investor. Pada perdagangan Selasa, saham Pasifik Teknoloji melesat tajam sebesar **9,96%**, langsung menyentuh batas atas perdagangan harian (*auto rejection* atas).

Perusahaan pialang Global Menkul Değerler memberikan catatan positif terhadap langkah ini. Menurut mereka, kesepakatan ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah sebagai ekspor pertahanan pertama perusahaan, tetapi juga berpotensi besar dalam memperkuat posisi kompetitif Pasifik Teknoloji di pasar internasional.

> **Catatan: Hingga saat ini, rincian nilai finansial dari kontrak raksasa ini serta identitas negara pembeli masih dirahasiakan oleh kedua belah pihak demi alasan kerahasiaan strategis.

Mesin Pesawat Buatan Turki untuk menyaingi mesin terkuat di dunia PW F135...Turkiye secara terbuka telah memperkenalkan ...
09/05/2026

Mesin Pesawat Buatan Turki untuk menyaingi mesin terkuat di dunia PW F135...

Turkiye secara terbuka telah memperkenalkan mesin jet turbofan baru buatan dalam negeri di pameran pertahanan SAHA 2026 di Istanbul. Mesin yang diberi nama “Guchan” ini menandai penampilan publik pertamanya.Konsultasi pertahanan industri

Program propulsi nasional kelas 42.000 lbf ini sebelumnya dirahasiakan dan dikelola langsung oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Nasional Turkiye.

Sumber : Airspace Review

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan kenaikan jumlah wisatawan internasional ke Tur...
08/05/2026

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan kenaikan jumlah wisatawan internasional ke Turki mencapai 4,2 persen menjadi 9,2 juta orang. Sementara pendapatan pariwisatanya naik 4,2% menjadi 9,9 miliar dolar AS.

Menurut Ersoy, kondisi global saat ini masih penuh tantangan akibat konflik regional, situasi geopolitik, dan perubahan tren perjalanan internasional. Meski begitu, Turki dinilai berhasil menjaga sektor pariwisatanya tetap kuat berkat kemampuan manajemen krisis yang baik.

Source: Medcom

Perusahaan pertahanan Turkiye, ARCA Defense, dan Kementerian Pertahanan Estonia menandatangani perjanjian pada Rabu untu...
08/05/2026

Perusahaan pertahanan Turkiye, ARCA Defense, dan Kementerian Pertahanan Estonia menandatangani perjanjian pada Rabu untuk membangun fasilitas produksi amunisi di Estonia dalam ajang SAHA 2026 International Defense and Aerospace Exhibition di Istanbul.

Pameran yang diselenggarakan oleh SAHA Istanbul tersebut berlangsung di Istanbul Expo Center, dengan Anadolu bertindak sebagai mitra komunikasi global acara.

Upacara penandatanganan dihadiri Menteri Pertahanan Turkiye Yasar Guler, Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur, Ketua ARCA Defense Ismail Terlemez, anggota dewan ARCA Defense Ozgur Rodoplu, serta Ketua SAHA Istanbul Haluk Bayraktar.

Dalam sambutannya, Guler mengingat kembali kehadirannya bersama Pevkur dalam acara penandatanganan di Estonia lima tahun lalu terkait pembelian kendaraan dari produsen kendaraan lapis baja Turkiye, Otokar.

“Sekarang, saya ingin menyampaikan kebahagiaan besar dapat hadir dalam penandatanganan perjanjian antara sahabat kami dari Estonia dan ARCA, salah satu perusahaan terkemuka di negara kami,” kata Guler.

Pevkur mengatakan kesepakatan tersebut akan semakin memperdalam kerja sama pertahanan antara Turki dan Estonia.

“Selalu menyenangkan berada di Istanbul, di Turkiye. Saya percaya ini adalah momen bersejarah yang sedang kita hadapi,” ujarnya.

“Hari ini, kami mendapat kehormatan untuk menandatangani deklarasi bahwa ARCA Defense akan mendirikan pabrik amunisi di Estonia, yang semakin mempererat kerja sama kami,” tambahnya.

Pevkur mengatakan Estonia saat ini telah menjalin kerja sama pertahanan yang kuat dengan sejumlah perusahaan Turki.

“Ini adalah investasi yang sangat besar bagi Estonia. Saya ingin berterima kasih kepada ARCA Defense atas investasi luar biasa ini, yang akan menciptakan sekitar 1.000 lapangan pekerjaan di Estonia serta memulai produksi amunisi artileri jarak jauh untuk Estonia, Eropa, dan negara-negara NATO,” katanya.

“Jadi ini adalah hari yang sangat penting bagi kita semua,” tambahnya.

AA

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Turkinesia Update posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share