23/07/2026
Tumbuh dewasa ternyata tidak selalu berarti meninggalkan sisi anak-anak dalam diri kita.
Masih ada rasa ingin tahu, keberanian untuk bermimpi, dan keinginan untuk menciptakan sesuatu dengan bebas. ✨
Dalam rangka Hari Anak Nasional, Floothink mengadakan kompetisi internal bertema “Kita Semua adalah Anak.”
Setiap peserta diajak menuangkan kenangan, mimpi, dan imajinasi masa kecil ke dalam karya yang penuh makna.
Sekarang, saatnya berkenalan dengan tiga karya terbaik! 🏆
Sumbu Simetri
“Gw adalah anak ketiga dari lima bersaudara anak tengah, dalam arti yang paling harfiah. Sejak kecil gw melihat polanya: satu dengan lima, dua dengan empat. Masing-masing punya pasangan. Tiga berdiri sendiri di tengah.
Lama rasanya seperti menjadi sumbu simetri: titik yang membuat semuanya seimbang, tapi hanya digambar sebagai garis putus-putus. Ada, tapi tak terlihat.
Setelah dewasa, gw menyadari sesuatu yang sederhana: 1+5=6, 2+4=6. Dan supaya genap, 3 butuh 3 lagi. Pasangan si anak tengah tidak pernah hilang dia hanya datang belakangan. Pasangannya adalah gw yang sekarang: yang menoleh ke belakang, mengulurkan tangan, dan akhirnya melihat anak itu.
Empat saudara gw berbagi warna dengan pasangannya. Warnaku berbeda karena warnaku tidak datang dari barisan itu, melainkan dibawa oleh diri gw yang sekarang.
Karya ini tentang menjadi genap. Kita semua adalah anak dan sebagian dari kita adalah anak yang masih menunggu untuk dilihat. Bagi gw, tumbuh dewasa bukan berarti meninggalkan anak itu, melainkan menjadi orang pertama yang sungguh-sungguh melihatnya.”
Sembunyi di Balik Senyuman
“Ketika kecil bermain petak umpet, tirai sering menjadi tempat persembunyian favorit. Meski kaki terlihat, bayangan masih tampak, atau tubuh masih jelas terlihat dari balik kain, kita tetap percaya bahwa tidak ada yang bisa menemukan kita.
Bukan karena tirai benar-benar menyembunyikan, tetapi karena kita ingin merasa aman di baliknya.
Saat dewasa, ternyata kita masih melakukan hal yang sama. Kita bersembunyi di balik senyuman, kesibukan, pencapaian, atau topeng yang kita ciptakan sendiri. Kita merasa kegelisahan, ketakutan, dan luka kita tersembunyi rapat.
Padahal, seringkali semuanya terliha