18/03/2023
Tantrum atau melampiaskan emosi secara berlebihan adalah perilaku yang lazim pada anak-anak, terutama pada usia di bawah 5 tahun. Saat anak mengalami tantrum, mereka dapat menangis, berteriak, mengamuk, merangkak di lantai, melempar benda, atau bahkan memukul orang-orang di sekitarnya. Dalam situasi seperti ini, sebagai orang tua, Anda dapat mengambil langkah-langkah berikut untuk mengatasi tantrum anak:
1. Tenang dan beri dukungan
Cobalah untuk tetap tenang, jangan memarahi atau memaki anak. Beri dukungan dan katakan padanya bahwa Anda memahami perasaannya. Anak yang sedang tantrum membutuhkan perhatian, dukungan, dan kehadiran Anda.
2. Jangan memperlihatkan emosi
Jangan memperlihatkan emosi Anda pada anak. Jangan terpancing untuk bertengkar atau memperbesar masalah. Bicaralah dengan tenang dan jangan menunjukkan rasa takut atau cemas.
3. Ajak anak bicara
Ajak anak bicara, tanyakan apa yang terjadi dan cobalah untuk memahami penyebab tantrumnya. Anak yang kelelahan, lapar, atau bosan, mungkin lebih rentan untuk mengalami tantrum. Cobalah untuk menawarkan pilihan, misalnya menawarkan pilihan makanan, mainan, atau kegiatan yang sesuai dengan keinginan anak.
4. Berikan batasan yang jelas
Berikan batasan yang jelas tentang perilaku yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Jangan melanggar aturan yang sudah Anda buat. Jika Anda telah menetapkan batasan yang jelas sejak awal, anak akan tahu apa yang diharapkan dari mereka.
5. Berikan alternatif
Jika anak sedang tantrum karena ia tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, tawarkan alternatif yang dapat memenuhi keinginannya. Jangan menyerah dan memberikan apa yang ia inginkan, karena itu akan memperkuat perilaku yang salah.
6. Jangan membiarkan anak merusak atau membahayakan dirinya sendiri atau orang lain
Jika anak sedang melampiaskan emosinya dengan merusak atau membahayakan dirinya sendiri atau orang lain, jangan biarkan perilaku tersebut berlanjut. Cobalah untuk membimbingnya dengan lembut, berikan pilihan yang aman dan bantu anak untuk meredakan emosinya.
7. Berikan contoh perilaku yang baik
Berikan contoh perilaku yang baik dengan tetap tenang dan sabar dalam menghadapi tantrum anak. Anak akan belajar dari apa yang Anda lakukan, sehingga penting bagi Anda untuk menjadi teladan yang baik.
Ingatlah bahwa menghadapi tantrum anak membutuhkan kesabaran dan ketenangan. Jangan terpancing untuk bertengkar atau memperburuk masalah. Cobalah untuk memahami perasaan anak dan memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat. Jika perilaku tantrum anak terus berlanjut dan tidak dapat diatasi, konsultasikan dengan dokter atau terapis anak untuk membantu mengatasi masalah tersebut.