Zaeni Imanuddin

Zaeni Imanuddin Creative Designer | Videographer | IT Support | Digital Marketer

BERDAMAI DENGAN ALGORITMA YOUTUBE (PART 5)Untuk perusahaan yang sudah belasan tahun berdiri dan sudah leading the market...
27/09/2020

BERDAMAI DENGAN ALGORITMA YOUTUBE (PART 5)

Untuk perusahaan yang sudah belasan tahun berdiri dan sudah leading the market pasti harus ada yang berubah. Ini hal yang wajar.
Perubahan besar-besaran algoritma pun dilakukan, dan diikuti juga perubahan regulasi adsense.
Video dengan durasi diatas 10 menit punya fleksibilitas dalam mengatur posisi iklan. Berbeda sekali dengan yang dibawah 10 menit di mana kamu sangat terbatas dalam mengatur iklan.
Dari sini kita bisa membaca bahwa kini durasi panjang mulai diutamakan. Yang dulunya youtube penginnya efektif, sekarang youtube seperti mengarahkan kreator untuk membuat konten yang lebih panjang. Aduh mak!
Dan puncaknya terjadi di awal 2018.
Tepatnya 16 Januari 2018. Dimana channel dibawah 1000 subscriber tidak bisa lagi mendapat adsense, ditambah harus ada akumulasi 4000 jam tayang di channelnya. Kreator seperti dipaksa untuk membuat video sebanyak-banyaknya dan sepanjang-panjangnya agar menambah sebanyak-banyaknya subscriber dan watchtime.
Banyak youtuber mengenang keputusan ini dengan Adspocalypse, hal ini diikuti dengan matinya pendapatan jutaan channel yang tidak memenuhi persyaratan yang baru.
Jadi algoritma sudah benar-benar berubah di saat itu. Kalau yang sebelumnya sebuah video dirating berdasarkan kualitasnya, namun sekarang bisa dibilang dari berapa besar potensi cuan dari video kamu.
Nggak heran kalau dulu konten yang terkenal itu video tutorial, daily vlog, cover music, yang mayoritas tidak membutuhkan durasi yang panjang. Kemudian berubah menjadi wawancara, geledah-geledah, review, podcast, komedi panjang, dan konten durasi panjang lainnya.
Pergeseran tren ini nggak terjadi secara alami, ini by system.
Ketika kita mengupload video dengan durasi yang panjang maka potensi cuan kita makin banyak dan itu akan diprioritaskan oleh algoritma sehingga akhirnya video-video seperti inilah yang mudah naik.
SELERA MAYORITAS
Secara garis besar kita bisa kelompokkan 2 jenis masyarakat. Urban dan Rural, yaitu kelompok yang tinggal di daerah perkotaan dan di pedesaan.
Di survei tahun 2018 Google menyatakan bahwa pertumbuhan penonton tertinggi didapat dari masyarakat Rural.
Nah antara masyarakat urban dan rural ini mempunyai jenis tontonan yang berbeda. Hiburan masyarakat urban lebih variatif, berbeda dengan masyarakat rural dimana mereka cenderung memilih hiburan straight forward saja.
Kenapa bisa seperti itu?

(Bersambung)

BERDAMAI DENGAN ALGORITMA YOUTUBE (PART 3)Kita lihat youtuber besar itu colab sama siapa, nggak jauh-jauh ya dengan sesa...
22/09/2020

BERDAMAI DENGAN ALGORITMA YOUTUBE (PART 3)

Kita lihat youtuber besar itu colab sama siapa, nggak jauh-jauh ya dengan sesama artis, atau tokoh dengan tokoh.
Karena dengan cara itu sebenarnya sudah menyatukan dua cluster yang berbeda, cluster penonton kamu ditambah dengan cluster penonton si dia yang kamu ajak collab, dan penggabungan cluster ini berlaku di video kita maupun si teman collab tadi. Dua-duanya untung.
Lalu gimana kalau kita bukan youtuber besar, nggak punya kenalan orang terkenal, nggak bisa ngajak colab siapapun, apa kita harus berakhir seperti ini?
Tidak kawan, tidak.
Masih ada cara lain. Kalau nggak bisa ngajak colab orangnya, kamu bisa bahas dia di video kamu, jadiin muka dia di thumbnail, masukin nama dia di judul video, lalu bahas dia di videomu. Gimana?
Efeknya nggak beda jauh dengan kita colab sama orang tersebut, bedanya yaa kita cuma nggak dapet exposure dari dia.
Tertarik?
Terakhir, tingkatkan engagement rate.
Ini mencakup like, view, share, comment.
Semakin besar engagement, maka videomu makin dimanjakan algoritma.
Apalagi kalau video sudah booming sedari awal tayang, makin kesana makin booming aja pastinya.
Banyak video dengan engagement kecil yang sulitnya minta ampun untuk masuk rekomendasi, tapi ketika video itu sudah dipenuhi komentar, like, dan ribuan view, rasanya kok makin banyak aja yang menonton. Itu adalah hasil dari bantuan algoritma karena engagement video kita yang terus naik, maka dia akan terus menaikkan itu.
Lalu bagaimana dengan video baru, tidak menarik, channel kecil, kualitas datar-datar aja? Di situasi ini kamu memerlukan jasa optimasi youtube. Gunanya untuk memancing engagement rate di awal-awal agar algoritma mau mengkatrol videomu.
Tenang, aku bisa menambah view, share, like, atau bahkan komentar di video kamu. Atau mau konten kamu viral trending di Twitter ? bisa banget !
Nah bagaimana kalau budget kita kurang atau bahkan tidak mampu, untuk upload video saja harus nitip flashdisk ke teman agar dia bisa upload di kantornya.
Sebenarnya masih ada cara manualnya, pasti ribet dan jalannya panjang.
yang harus kamu lakukan adalah membuat CTA atau Call to Action.
"Saya beri waktu 5 detik, jangan lupa subscribe dan nyalakan loncengnya yaa"
"Sebelum lanjut videonya, aku mau ngingetin, buat kamu yang belum subscribe. Ayo subscribe dulu agar kami lebih giat lagi membuat video menarik."
"Subscribe video ini gaezz karena subscribe itu gratiiss.."
Nah CTA ini kamu lakukan setiap saat, sering-sering, di setiap kesempatan, di semua konten.
Komentar ya gaes, jalan sedikit subscribe ya gaez, ketemu orang, like ya gaez. Pokoknya gimana caranya terserah cara marketing masing-masing.
Kalau kamu punya barang untuk dibagikan, kamu bisa adakan giveaway.
Misal giveaway voucher Payzen 10 juta rupiah dengan syarat sudah melakukan semua CTA yang kamu minta. Subscribe, follow IG, like, share 5 grup dan komentar sebanyak-banyaknya. Video kamu auto ramai. Dan komentar itu bukan hanya menaikkan engagement videomu tapi juga bisa untuk menutupi komentar-komentar negatif haters di channelmu.
Atau tidak usah giveaway yang berjuta-juta dulu deh, kamu bisa giveaway masker dan masker itu kamu sablon dengan nama channel kamu dengan tulisan dibawahnya SUBSCRIBE!
Edan kan.
Mungkin kamu bakal dihujat sama orang yang nonton, atau bahkan sama teman-teman kamu. Tapi siapa tau, kalau ternyata video kamu ditonton sama bocah polos yang benar- benar melakukan hal tersebut. Dan ini beneran terjadi loh.
"aku kasih waktu 5 detik buat subscribe yaa"
Dan beneran ditungguin tuh sampe 5 detik, trus beneran disubscribe. Itu yang dilakukan keponakan-keponakanku ketika menonton. Dan bukan tidak mungkin anak seumuran lainnya melakukan hal yang sama.
Sebenarnya cara-cara "mengakali" algoritma youtube dijabarkan tadi sudah banyak dibahas oleh orang lain, bahkan ada yang membuat bukunya dan laku keras di gramedia. Kamu nggak perlu beli buku yang mahal-mahal itu, saripatinya sudah ada di artikel ini.
Dulu awalnya aku hanya melakukan salah satu dari hal diatas, dan berhasil, ya meskipun nggak niat-niat banget. Bayangkan kalau kamu mau melakukan semuanya, bahkan kamu kembangkan lagi. Bukan nggak mungkin channel kamu bisa berkembang jauh diatas ekspektasi kamu.
Dan asal kamu tau, disadari atau tidak Atta halilintar melakukan semuanya.
jadi wajar kalau videonya selalu naik.
Sebenarnya bukan hanya Atta, hampir semua melakukan hal serupa. dan it works!
Lalu kenapa Atta begitu tidak masuk akal?

(Bersambung)

BERDAMAI DENGAN ALGORITMA YOUTUBE (PART 2)Jadi, dari artikel sebelumnya kita dapat pahami algoritma youtube sangat berpe...
21/09/2020

BERDAMAI DENGAN ALGORITMA YOUTUBE (PART 2)

Jadi, dari artikel sebelumnya kita dapat pahami algoritma youtube sangat berperan penting untuk menaikkan traffic suatu video ataupun channel.
Lalu bagaimana dengan video-video Atta halilintar?
Sebentar pak, kita iris pinggirannya dulu jangan langsung ke tengah.

Oke, next.
Bagaimana untuk "mengakali" algoritmanya?
Jawaban singkatnya adalah kita harus menarik penonton sebanyak mungkin. Udah itu aja sih intinya.
Penjabarannya :
Kita mulai dari judul dan thumbnail.
Pastikan judul kamu menarik, apalagi thumbnailnya. Aku nggak bilang bagus loh ya. Kamu nggak perlu thumbnail yang sesuai dengan kaidah desain visual, yang kamu perlukan cuma menarik. Menarik yang seperti apa? kamu bisa riset atau ATM dari channel panutanmu.
Selanjutnya, Ride the Wave.
Kalau kamu bukan trendsetter, belum punya ceruk pasar sendiri dan bukan tokoh besar mau nggak mau sebagai content creator harus mengikuti isu apa yang lagi tren, berita apa yang sedang hangat, kasus apa yang sedang viral.
Jangan cuma diikuti saja, kita harus obrolin juga, langsung buat konten tentang itu, jangan terlalu lama.
Cari faktor apa saja dari isu tersebut yang relevan dengan kamu. Kita ulas dari kacamata kita, kalau perlu buat yang lebih panas, bahkan sampai lahir sebuah kontroversi, kalau kontroversi sudah bergulir, keluarkan jurus akhir. Buatlah klarifikasi. Duarr.
Misal sekarang sedang ada isu tentang RCTI yang menggugat UU Penyiaran, dimana mengatur para konten kreator ketika melakukan live streaming, sedangkan niche channel kamu seputar gaming mobile legend. Gimana nyambuunginnya d**g?
Kamu bisa mengulas isu itu di percakapan kamu pas ngegame, atau buat judul video
"Coba live 2 jam, tonton dulu besok kayaknya diblokir RCTI", atau buat challenge dimana tim yang kalah harus nonton sinetron di RCTI, atau apalah. Kalau bisa buatlah kontroversinya, atau meme isu tersebut kamu jadikan thumbnail. Banyak hal yang bisa kita sambung-sambungkan, termasuk endingnya yang paling mentok bikin klarifikasi bahwa yang digugat RCTI itu layanan video over the top (OTT), bukan konten kreatornya, dan sebagainya.
Penjabaran selanjutnya dari bagaimana cara kita menarik penonton adalah dengan kolaborasi.
Kita lihat youtuber besar itu colab sama siapa, nggak jauh-jauh ya dengan sesama artis, atau tokoh dengan tokoh.
Karena dengan cara itu kita sudah menyatukan dua cluster yang berbeda, cluster penonton kamu ditambah dengan cluster penonton si dia yang kamu ajak collab, dan penggabungan cluster ini berlaku di video kita maupun si teman collab tadi. Dua-duanya untung.
Lalu gimana kalau kita bukan youtuber besar, nggak punya kenalan orang terkenal, nggak bisa ngajak colab siapapun, apa kita harus berakhir seperti ini?

(Bersambung)

Oom Digahayurastu Indonesia 🇮🇩
17/08/2020

Oom Digahayurastu Indonesia 🇮🇩

Informasi memang harus disampaikan.Media membantu menyebarkan.Lalu bagaimana dengan kebenaran.Yang diklaim oleh tiap pih...
15/06/2020

Informasi memang harus disampaikan.
Media membantu menyebarkan.
Lalu bagaimana dengan kebenaran.
Yang diklaim oleh tiap pihak yang bertengkaran.

Fakta dan data menjadi bias.
Giringan opini kian hari makin deras.
Penuh kepentingan orang-orang culas.
Kebenaran menjadi tertindas.
Digilas hoax lalu mati lemas.

Sayyidina Ali dan Wanita ArabSayyidina Ali pernah memberikan makanan dan uang secara merata kepada dua orang wanita, ora...
27/04/2020

Sayyidina Ali dan Wanita Arab

Sayyidina Ali pernah memberikan makanan dan uang secara merata kepada dua orang wanita, orang arab dan 'ajam (non-Arab).
Kemudian wanita Arab protes dan berkata

"Demi Allah aku adalah orang Arab, sementara dia bukan."

"Demi Allah, aku tidak melihat adanya keutamaan anak-anak Ismail atas keturunan Ishaq dalam masalah ini."

Demi Memberi Air untuk SahabatnyaJubair ibn Muth'im mengisahkan, ketika sayyidina Utsman dikepung, beliau sama sekali ti...
26/04/2020

Demi Memberi Air untuk Sahabatnya

Jubair ibn Muth'im mengisahkan, ketika sayyidina Utsman dikepung, beliau sama sekali tidak bisa minum kecuali dari sumur faqir (Sumur kering yang tidak enak diminum).

lalu ditemuinya sayyidina Ali.
"Wahai Ali apakah engkau ridha dengan semua ini? Anak pamanmu dikepung hingga dia tidak bisa minum kecuali dari sumur kering?"

"Apakah mereka sudah sejauh itu?" Jawab sayyidina Ali penuh kaget.

"Ya, bahkan lebih buruk dari itu."

Sayyidina Ali kemudian mengambil wadah yang berisi penuh air dan membawanya menuju kediaman sayyidina Utsman.
Ia menerobos kepungan tentara pemberontak, mengayunkan pedang dan mereka pun memberi jalan karena kewibawaan yang dimiliki sayyidina Ali.

TUKANG SOL SANDALPada Perang Hudaibiyah, sebelum terjadinya resolusi Hudaibiyah, sebagian budak keluar dari Mekah menuju...
24/04/2020

TUKANG SOL SANDAL

Pada Perang Hudaibiyah, sebelum terjadinya resolusi Hudaibiyah, sebagian budak keluar dari Mekah menuju Rasulullah. Karena itu tuan-tuan mereka menulis surat kepada Nabi agar beliau mengembalikan mereka. Namun Rasul menolak mengembalikan mereka.

Beliau bersabda
"Wahai kaum Quraisy, berhentilah kalian atau Allah akan mengutus kalian orang yang akan menebas leher kalian dengan pedang. Sungguh Allah telah menguji hatinya pada keimanan."

Para sahabat bertanya dengan penuh harap " Siapakah dia wahai Rasulullah ?"

Tiap-tiap sahabat berharap mendapat kesaksian dari Rasul, lalu beliau bersabda
"Dia yang sedang menjahit sandal."

Lalu sahabat pun mencari-cari siapa diantara mereka gerangan tersebut.
Ternyata sayyidina Ali sedang sendirian menjahit sandal Rasulullah.

Sayyidina Ali dan Orang yang Bertanya Tentang Takdir"Katakanlah kepadaku tentang takdir." Tanya seseorang."Jalan yang ge...
24/04/2020

Sayyidina Ali dan Orang yang Bertanya Tentang Takdir

"Katakanlah kepadaku tentang takdir." Tanya seseorang.

"Jalan yang gelap, janganlah kamu menitinya."
Jawab Beliau.

"Katakan kepadaku tentang takdir."
Laki-laki itu kembali bertanya.

"Lautan yang dalam, janganlah kamu menceburkan diri ke dalamnya.".

"Katakan kepadaku tentang takdir." Ia kembali bertanya.

"Rahasia Allah yang Dia sembunyikan dariku. Karena itu janganlah kamu menelitinya."

Namun laki-laki itu tetap bertanya denga pertanyaan serupa.

"Wahai orang yang bertanya, sesungguhnya Allah menciptakanmu sesuai kehendakNya atau kehendakmu?" Tanya sayyidina Ali.

"Tentu saja kehendakNya."

"Jika begitu, Dia akan memperlakukanmu sekehendakNya."

NABI MENGGANTI NAMA HURBANKetika Hasan lahir, diberi nama Hurban.Lalu Rasulullah datang."berikan anakmu padaku. Dengan a...
23/04/2020

NABI MENGGANTI NAMA HURBAN

Ketika Hasan lahir, diberi nama Hurban.
Lalu Rasulullah datang.
"berikan anakmu padaku. Dengan apa engkau menamainya?"

"Hurban" Jawab sayyidina Ali.

Rupanya Nabi tidak menyetujui dan mengatakan "Tidak. Namanya adalah Hasan."

Ketika Husein lahir pun sayyidina Ali menamainya Hurban. Kemudian Rasul datang dan memberinya nama Husein.

Ketika Muhsin lahir pun dinamai Hurban. Lalu Nabi kembali datang dan memberinya nama Muhsin.
Lantas beliau berkata
"Aku menamai mereka dengan nama anak Harun : Syabbar, Syabbir, Musyabbir".

/SE.NIN/(n.)Hari yang gak pernah salah apa-apa, tapi bikin mager.
19/04/2020

/SE.NIN/

(n.)
Hari yang gak pernah salah apa-apa, tapi bikin mager.

Address

Jalan Pemuda No. 289
Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Zaeni Imanuddin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share