04/01/2017
“…Allah menyukai seorang pekerja kalau melakukan suatu pekerjaan agar melakukannya dengan baik (profesional).” (HR. Abu Ya’la, no. 4386, Syua’b Al-Iman, no. 5312) (Lihat: Bab Akhlak)
Dan ini, tulisan dari Ayah Edi ini menjawab semuanya.
---
A2A Studio
ETOS KERJA KEBANYAKAN ORANG INDONESIA
Suatu ketika saya cuci mobil di tempat cucian mobil
Biayanya lumayan mahal Rp. 35.000.
Setelah selesai saya masih kasih tips untuk yang cuci Rp. 5.000,-
Hanya diluar dugaan saya ia sepertinya tidak puas dengan nilai tips tsb dan bilang dengan keras pada teman disebelahnya, Cuma dikasih Lima Ribu Perak. dan tentu saja saya dengar.
Saya geleng2 kepala......, padahal memberi tips itu adalah atas kerelaan dan kemurahan hati kita dan tidak ada kewajiban apapun. Apa lagi saya sendiri sebenarnya tidak puas dengan hasil kerjanya yang asal-asalan hanya sekeder terlihat agak bersih saja. Sudah bagus saya masih mau kasih tips, pikir saya dalam hati.
Inilah yang disebut Etos kerja asal-asalan; kerja asal ingin uang besar !
Inilah etos kerja yang tidak akan pernah bisa menghatar seseorang mencapai sukses kerja atau hidup dimanapun.....
Sayangnya etos kerja semacam inilah yang banyak dimiliki oleh orang Indonesia.
Saya jadi ingat sebuah kisah, tentang seseorang anak yang memiliki etos kerja luar biasa... etos kerja orang sukses, persis seperti etos kerja yang kebanyakan dimiliki oleh bangsa Jepang.
Mari kita simak kisahnya jika anda yang kebetulan membaca artikal ini ingin menjadi orang sukses atau ingin anaknya menjadi orang sukses.....
Belajar menjadi yang terbaik....
Karena semua kebaikan akan datang pada siapa saja yg bisa menjadi yang terbaik
Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya shg ia bisa menekan tombol angka di telepon dgn leluasa. Ditekannya tujuh digit angka. Si pemilik toko mengamati terus tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.
Bocah: "Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?"
Ibu (di ujung telepon): "Saya sudah punya orang utk mengerjakannya".
Bocah: "Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu".
Ibu: "Saya sudah sangat puas dgn hasil kerja orang itu".
Bocah (dgn sedikit memaksa): "Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu dan saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yg tercantik di antara rumah-rumah yg berada di kompleks perumahan ibu".
Ibu: "Tidak, terima kasih".
Dgn senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yg sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.
Pemilik Toko: "Nak, aku s**a sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan".
Bocah: "Tidak. Makasih".
Pemilik Toko: "Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan".
Bocah: "Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yg bekerja utk Ibu tadi!"
Hikmah yg bisa kita petik, sebaiknyalah kita mengevaluasi tentang apa yg kita kerjakan di tahun 2016 utk memastikan kualitas kerja kita yg lebih baik di tahun 2017
WAKTU spt sungai, kita tidak bisa menyentuh air yg sama utk kedua kalinya, karena air yg telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah KEMBALI.
Selamat Tahun Baru Tahun 2017 memberikan kesuksesan dan kebahagiaan bagi Kita semua...😊👍
www.ayahkita.blogspot.com