23/11/2019
KIDANG - KOMPRENG
Kidang sering disebut juga sebagai kijang. Sebagian yang lain menyebutnya menjangan. Ketiganya merujuk pada satu kerabat rusa dari genus Muntiacus. Tapi dia bukan rusa.
Lho, emange bedo?
Asal tahu saja, lur, kidang dan rusa adalah dua individu berbeda, yang mungkin saja serupa tapi jelas tak sama.
Njuk opo bedane?
Jadi gini, lur. Fauna yang masuk ke dalam ordo Artiodactyla dan famili Cervidae secara umum disebut rusa. Jika kita menyebut rusa, maka pada umunya yang dibicarakan adalah semua jenis satwa yang masuk dalam famili Cervidae. Sementara famili Cervidae sendiri memiliki 23 genus yang terdiri dari 47 spesies di seluruh dunia.
Nah, di Indonesia, ada setidaknya 4 jenis rusa yang bisa dijumpai dan merupakan spesies asli Indonesia. Mereka adalah Rusa Sambar (Cervus unicolor), Rusa Timor (Cervus timorensis), Rusa Bawean (Axis kuhlii), dan Kijang (Muntiacus muntjak).
Rusa dari genus Cervus dan Axis seringkali hanya disebut sebagai rusa, sedangkan rusa dari genus Muntiacus dikenal sebagai kijang/kidang. Sekarang sudah tahu mengapa mereka tidak sama kan, lur?
Kijang tersebar di seluruh Indonesia, terutama di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Meskipun beberapa sumber mengatakan bahwa Rusa Timorlah yang berasal dari Jawa, tapi pada perkembangannya rusa timor menyebar luas sampai ke bagian timur Indonesia seiring perpindahan manusia. Dan kini, rusa timor telah ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hampir sama dengan Macan Jawa yang sebelumnya sempat kita bahas, kijang atau menjangan juga merupakan binatang soliter. Kijang jantan menandai wilayahnya dengan menggosokkan kelenjar frontal preorbital yang terdapat di kepala mereka di tanah dan pepohonan. Selain itu kijang jantan juga menggoreskan kuku ke tanah atau menggores kulit pohon dengan gigi sebagai penanda kawasan. Hmm.. apakah memang begini karakteristik orang jawa? 🤔
Kijang dikenal sebagai fauna dengan kemampuan adaptasi yang cukup tinggi. Mereka mampu berkembang biak di luar habitat aslinya. Di alam bebas maupun di penangkaran, satwa ini dapat hidup selama 15 – 20 tahun dengan rata-rata masa hidup 17,5 tahun. Dalam penangkaran, kijang jantan mampu hidup berdampingan dengan individu jantan lain atau individu betina. Hal ini mengubah perilaku aslinya yang bersifat soliter. Hmm.. lagi-lagi, apakah begini juga karakteristik orang jawa? 🤔
Bagaimanapun, kijang merupakan satwa yang indah. Kijang jantan biasanya mempunyai ranggah (tanduk) cabang dua yang pendek, tidak melebihi setengah dari panjang kepala dan bercabang dua serta gigi taring yang keluar. Bulunya pendek, rapat, halus, dan licin, dengan warna yang cukup bervariasi dari coklat gelap hingga coklat terang.
Jangan biarkan pop**asi satwa indah ini menurun. Mari jaga bersama. Agar seimbang p**a alam kita.
Terima kasih sudah menyimak sedikit ulasan tentang kijang ini. Ikuti terus postingan Dramarupa untuk melihat cerita lainnya.
"Karena setiap karya punya cerita."