Dramarupa

Dramarupa Karena setiap karya punya cerita Dramarupa adalah studio desain grafis yang berlokasi di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2014.

Studio yang bergerak pada jasa pembuatan desain grafis baik untuk perusahaaan, maupun perorangan. Selain jasa pembuatan desain by request kami juga menjual produk berupa stock desain dan foto. Selain itu kami juga menyediakan artikel dan tutorial desain grafis yang menarik untuk diikuti secara GRATIS yang bisa dicek di web kami. Kami hanya menyediakan jasa secara online, semua produk kami kirim by email atau bisa juga melalui cloud storage.

TejamayaSetelah gagal menelan gunung sekaligus mewarisi tahta Sang Ayah, Tejamaya dan Ismaya ditugaskan turun ke bumi un...
09/10/2023

Tejamaya

Setelah gagal menelan gunung sekaligus mewarisi tahta Sang Ayah, Tejamaya dan Ismaya ditugaskan turun ke bumi untuk menjadi pamong dan penasihat--alias pembisik arti kehidupan--kepada manusia agar manusia berbuat kebajikan.

Namun sayang, berbeda dengan Ismaya yang berhasil menelan gunung, Tejamaya yang gagal menelannya sama sekali mendapat hukuman menjadi pamong para ksatria yang berwatak buruk, dan berganti nama menjadi Togog.

Ia pun harus menemani kaum aristokrat yang berhati busuk dari masa ke masa. Meski begitu, kehadiran Togog dalam pewayangan ini hanya sebagai pelengkap penderita saja.

Di dalam pementasan wayang, ia selalu gagal membisikan kebaijkan kepada orang-orang yang diikutinya. Angkara murka pun terus mengalir, kebajikan tersingkir. Togog pun dianggap gagal sebagai dewa.

***

Togog memiliki wujud mulut lebar karena gagal menelan gunung, mata juling, hidung pesek, tak bergigi, kepala botak, bahkan rambutnya hanya di tengkuk saja, bergelang, dan memiliki suara nge-bass atau rendah besar.

Dalam pewayangan, Togog digambarkan memiliki sifat cukup jelek. Pasalnya, dirinya tidak memiliki kesetiaan. Hal ini dikerenakan Togog s**a berganti-ganti majikan di setiap tempat dan setiap waktu. Tidak hanya itu, Togog juga disebut bermental penjilat, oportunis, dan menafikan kebenaran demi meraih nafsu duniawi.

"Karena setiap karya punya cerita." -dramarupa.

Ada satu komentar menarik yang cocok untuk membuka cerita ini. "Disentuh atau tidak, nilai kebaikan apa yang bisa diambi...
26/08/2020

Ada satu komentar menarik yang cocok untuk membuka cerita ini. "Disentuh atau tidak, nilai kebaikan apa yang bisa diambil dari menculik istri orang apalagi sampai 3 tahun?"

Terlepas dari besarnya cinta Rahwana kepada leluhur Shinta, atau pendapat yang menyatakan bahwa Shinta seharusnya menjadi hak Rahwana, istri orang tetaplah istri orang. Dia sudah sah dinikahi Rama Wijaya. Dan menculiknya adalah tindakan yang salah.

Mungkin begitulah yang ada di pikiran Kumbakarna, salah satu adik Rahwana.

Dia menentang perbuatan kakaknya. Berkali-kali ia meminta kakaknya mengembalikan Shinta, tapi Rahwana tak bergeming.

Ketika Rama dan pas**an wanaranya menyerbu ke Alengka, Kumbakarna sedang berada dalam fase tidur panjangnya. Rahwana mengutus pas**an untuk membangunkannya.

Setelah bangun, Kumbakarna menghadap Rahwana. Ia mencoba menasehatinya sekali lagi agar mengembalikan Shinta dan menjelaskan bahwa tindakannya itu keliru. Rahwana sedih mendengarnya. Barangkali, dia sendiri pun tahu bahwa itu salah, tapi sesuatu dalam dirinya telah membuat keputusan itu. Kumbakarna tersentuh melihat kakaknya.

Dia pun bersiap turun ke medan perang demi membela tanah airnya. Membela kaumnya dari serangan musuh. Konflik yang seharusnya cukup melibatkan dua pihak sebagai individu, kini harus diselesaikan dengan mengorbankan banyak nyawa dari banyak kelompok.

Kumbakarna banyak membunuh pas**an wanara dan banyak melukai prajurit pilihan seperti Anggada, Sugriwa, Hanoman, dan Nila. Dia kehilangan kedua tangannya oleh panah Rama Wijaya. Namun ia masih bisa menginjak-injak pas**an wanara dengan kedua kakinya. Kemudian Rama kembali melepaskan anak panahnya ke kedua kaki Kumbakarna. Tanpa tangan dan kaki, Kumbakarna mengguling-gulingkan badannya dan melindas pas**an wanara.

Andai ia bisa, ia pasti akan mencegah terjadinya perang ini. Tapi karena perang terlanjur pecah, maka yang harus dilakukannya hanyalah menunaikan kewajiban sebagai pembela negara.

Kumbakarna gugur setelah anak panah Rama melesat memisahkan kepala dari tubuhnya. Jatuh tepat di pusat Kota Alengka.

"Karena setiap karya punya cerita." -Dramarupa.

Kisah heroik Garuda bermula ketika Winata, ibunya, kalah dari Kadru, ibu para ular naga, dalam sebuah taruhan yang membu...
25/08/2020

Kisah heroik Garuda bermula ketika Winata, ibunya, kalah dari Kadru, ibu para ular naga, dalam sebuah taruhan yang membuatnya menjadi budak seumur hidup. Kadru adalah istri lain dari Resi Kasyapa, ayah Garuda, sehingga bisa dibilang para naga ini adalah saudara tiri Garuda.

Winata dan Kadru bertaruh menebak warna kuda Ucaihswara. Winata yang menjawab putih seharusnya menjadi pemenang, tetapi dengan liciknya Kadru menyuruh anak-anaknya untuk menyemburkan racun ke tubuh kuda itu sehingga warnanya berubah menjadi hitam. Dan Winata pun kalah.

Bertahun lamanya Winata menjadi budak Kadru, sampai suatu hari Garuda mengetahui kebenaran cerita itu. Ia marah. Pertarungan antara Garuda dan Naga pun tak terelakkan. Namun karena kekuatan keduanya imbang, pertarungan menjadi sangat panjang dan melelahkan, sehingga merekapun memutuskan untuk bernegosiasi.

Para Naga bersedia melepaskan Winata jika Garuda berhasil membawakan Tirta Amerta untuk mereka.

Garuda pun pergi mencari Tirta Amerta. Ia berniat mencurinya. Tapi malang, dia tertangkap basah oleh Batara Indra yang menjaga air itu. Keduanya bertarung. Garuda mampu menandingi kekuatan Batara Indra. Bahkan senjata Indra yang bernama Bajra bisa hancur dibuatnya. Indra pun akhirnya memberikan Tirta Amerta kepada Garuda dengan syarat; dia akan mengambilnya kembali sebelum para Naga meminumnya.

Di perjalanan p**ang, Garuda bertemu dengan Batara Wisnu. Wisnu sangat kagum pada Garuda atas perjuangannya membebaskan Sang Ibu. Dari pertemuan itulah, lahir kesepakatan saling menguntungkan; Garuda bisa hidup abadi tanpa meminum Tirta Amerta, dan sebagai gantinya, ia bersedia menjadi wahana bagi Wisnu.

Garuda langsung menukar air keabadian itu dengan kebebasan ibunya. Winata terbebas. Tepat sebelum para naga meminum air tersebut, Indra datang mengambilnya secepat kilat dan hanya menyisakan ilalang yang basah. Para naga pun berebut menjilati ilalang itu hingga lidah mereka terbelah dua. Konon, itulah penyebab keturunan ular dan reptil berlidah cabang.

Kisah kegigihan Garuda ini diadopsi secara filosofis oleh founding fathers Negara Indonesia ketika merumuskan lambang negara.

"Karena setiap karya punya cerita." -Dramarupa

Batara Aswin-AswanKita sama-sama tahu, saat ini dunia tengah menghadapi pandemi. Virus baru yang bernama SARS-CoV-2 ini ...
17/04/2020

Batara Aswin-Aswan

Kita sama-sama tahu, saat ini dunia tengah menghadapi pandemi. Virus baru yang bernama SARS-CoV-2 ini dapat menginfeksi tiap manusia di muka bumi. Tenaga medis dan paramedis menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi ini. Mereka tidak hanya berjuang merawat dan mengobati yang telah sakit, melainkan juga memastikan orang-orang yang masih sehat tidak ikut terjangkit.

Dalam kisah Wayang Jawa, ada penokohan dewa yang mengemban tugas menjaga keselamatan umat manusia, termasuk memerangi penyakit dan menyembuhkan kemalangan. Mereka adalah dewa kembar, Batara Aswin-Aswan.

Ada beberapa kisah mengenai Batara Kembar ini. Dua yang paling terkenal adalah mereka pernah menghadiahkan umur panjang dan "kembali muda" kepada Maharsi Cyawana setelah menguji kesetiaan istri pertapa tersebut. Juga pernah menyembuhkan seorang penggembala bernama Utamanyu dari kebutaan yang dideritanya.

Tentang Utamanyu, kalian bisa simak kisah selengkapnya pada cerita bergambar di atas.
"Karena setiap karya punya cerita" - Dramarupastudio.

Jangan lupa, cek highlight Dramarupa untuk dapatkan wallpapernya. Dan tag teman kalian untuk bersama mempelajari kisah-kisah Pewayangan Jawa demi lestarinya budaya kita. 🤙





̇d19


Batara SuryaSetelah kemarin  menampilkan Gunungan sebagai visualisasi pintu gerbang menuju cerita baru, kini saatnya kit...
13/04/2020

Batara Surya

Setelah kemarin menampilkan Gunungan sebagai visualisasi pintu gerbang menuju cerita baru, kini saatnya kita berkenalan dengan tokoh-tokoh wayang yang perannya begitu dekat dengan kehidupan manusia di bumi.

Sejak pandemi virus corona merebak dan menginfeksi ratusan ribu orang di dunia, aktivitas-aktivitas yang dapat meningkatkan kesehatan dan imunitas tubuh mulai banyak dilirik, salah satunya ialah berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa sinar matahari pagi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, seperti meningkatkan imunitas, menyehatkan tulang, dan menekan resiko depresi ringan. Tak heran jika dalam beberapa bulan terakhir, sinar matahari menjadi begitu populer dan dinanti banyak orang.

Tapi tahukah kamu bahwa dalam pewayangan jawa, ada satu tokoh yang berkuasa atas matahari? Dia bahkan mendapat gelar sebagai Dewa Matahari.

Namanya Batara Surya.

Simak kisahnya dan mari cintai budaya jawa.

"Karena setiap karya punya cerita."




GununganDalam dunia pewayangan jawa, gunungan dipakai sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita baru.Umat manu...
12/04/2020

Gunungan

Dalam dunia pewayangan jawa, gunungan dipakai sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita baru.

Umat manusia kini tengah menghadapi krisis global. Keputusan individu dan pemerintah dalam minggu-minggu terakhir ini mungkin akan membentuk bagaimana dunia di tahun-tahun mendatang. Tidak hanya sistem kesehatannya, hampir semua lini dari politik, ekonomi, sampai budaya akan kena dampaknya. Ketika hendak mengambil sikap dalam masa-masa pandemi ini, kita perlu bertanya kepada diri sendiri bukan hanya bagaimana ancaman saat ini, melainkan juga dunia macam apa yang ingin kita huni selepas badai ini berlalu.

Ya, krisis global ini akan membawa umat manusia pada babak baru kehidupan dunia. Mari saling jaga. Saling rangkul sampai pandemi ini mereda.

Sehingga apa yang akan kita lihat di balik gunungan ini hanyalah hal-hal baik.

***

"Karena setiap karya punya cerita." -Dramarupa.



TERWELU - KENTHIAda yang tahu bedanya terwelu dengan kelinci?Pasti pernah mendengar peribahasa "serupa tapi tak sama", k...
26/11/2019

TERWELU - KENTHI

Ada yang tahu bedanya terwelu dengan kelinci?

Pasti pernah mendengar peribahasa "serupa tapi tak sama", kan? Peribahasa ini tampaknya cocok untuk menggambarkan kelinci dan terwelu. Dua binatang ini memiliki ciri fisik yang hampir sama tapi sebetulnya berbeda. Perbedaan antara keduanya bahkan sudah terlihat dari sejak lahir lho.

Apa saja bedanya lur?

1. Ibu kelinci mengandung selama 30-31 hari, sementara ibu terwelu mengandung selama 42 hari.

2. Bayi kelinci lahir tanpa bulu, belum bisa melihat, dan masih sangat tergantung pada ibunya; sementara bayi terwelu lahir berbulu dan bisa melihat, bahkan sudah bisa bergerak sejak 1 jam setelah dilahirkan.

3. Dari segi fisik, terwelu tumbuh lebih besar daripada kelinci, dengan kaki dan telinga yang lebih panjang.

4. Kelinci telah lama dipelihara oleh manusia, sedangkan terwelu secara relatif masih hidup di alam bebas.

Itu ya lur, beberapa berbedaan antara kelinci dan terwelu. Benar-benar serupa tapi tak sama. Sekarang lur tahu kan apa itu terwelu?

Kalau arane anak terwelu sudah tahu belum?

Monggo digeser gambarnya, agar tahu apa nama anak terwelu dalam bahasa jawa.

Jangan lupa ikuti terus feed untuk melihat lebih banyak lagi cerita. "Karena setiap karya, punya cerita." Terwelu menjadi penutup seri Arane Anak Kewan. Sampai jumpa di seri-seri menarik berikutnya ya, lur.

ULA - KISIUla, atau ular, adalah hewan melata yang masuk ke dalam kelompok reptil. Ada banyaaaaak sekali spesies ular di...
26/11/2019

ULA - KISI

Ula, atau ular, adalah hewan melata yang masuk ke dalam kelompok reptil. Ada banyaaaaak sekali spesies ular di muka bumi ini, dan tersebar di hamir seluruh negara di dunia. Tapi ada satu yang menyebar secara terbatas di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Dia merupakan ular dari genus Naja, dan memiliki nama spesies Naja sputatrix. Dalam kehidupan masyarakat luas, dia dikenal sebagai Ular Sendok Jawa atau Kobra Jawa (Javan Spitting Cobra).

Kobra jawa umumnya dijumpai di lingkungan hutan hujan tropika, namun ular ini mampu beradaptasi dengan sangat baik pada pelbagai variasi habitat, termasuk pada wilayah-wilayah yang lebih kering, hutan tanah kering dan lahan-lahan pertanian. Hmmm.. kita kembali menemukan satu kesamaan dari kewan-kewan dalam seri ini, yaitu memiliki kemampuan adaptasi yang cukup tinggi. Rasa-rasanya sangat pas untuk menggambarkan bagaimana orang Jawa mampu keluar dari tanah kelahirannya dan kini banyak tersebar di seluruh penjuru negeri, dari sabang sampai merauke, bahkan sampai membentuk suatu komunitas etnis di negara asing.

Jika macan jawa secara resmi telah dinyatakan punah akibat perburuan besar-besaran yang dilakukan oleh manusia, maka kobra jawa ini dapat memiliki nasib serupa. Saat ini, kobra jawa terancam kelestariannya. Aktivitas perburuan satwa liar untuk diperdagangkan makin marak seiring melejitnya permintaan pasar. Dan ular menjadi salah satu komoditas ekspor yang berharga di masa sekarang. Terutama, kobra jawa.

Ular kobra jawa menjadi fokus yang menarik dalam perdagangan satwa liar karena pemanfaatan penggunaan kulitnya sebagai bahan industri, makanan, obat tradisional dan satwa peliharaan. Daging ular ini diyakini memiliki khasiat meningkatkan vitalitas tubuh. Jenis ini banyak ditangkap di persawahan untuk dijual di rumah makan di berbagai kota besar. Inilah yang kemudian mengakibatkan pop**asi kobra jawa menurun di habitat aslinya.

Pernahkah kita berpikir, lur, kenapa makin banyak hama tikus yang kita jumpai di lingkungan sekitar kita? Bisa jadi, itulah penyebabnya.

***

Ikuti terus postingan Dramarupa untuk melihat lebih banyak cerita. "Karena setiap karya, punya cerita."

P.S. Pengembangbiakan kobra jawa dalam kandang penangkaran telah digerakkan sebagai upaya untuk menjaga kelestarian serta meminimalisir pengambilan satwa ini di alam liar.

PITIK - KUTHUKPitik adalah nama lain dari ayam. Dan anak ayam, dalam bahasa jawa, bernama Kuthuk.Mengulas topik tentang ...
25/11/2019

PITIK - KUTHUK

Pitik adalah nama lain dari ayam. Dan anak ayam, dalam bahasa jawa, bernama Kuthuk.

Mengulas topik tentang ayam dan kaitannya dengan budaya Jawa tak bisa lepas dari salah satu cerita rakyat dari Jawa Timur, berjudul Cindelaras. Cindelaras ya, Lur, bukan Cinderella. 🤭 Tahu kaaan?

Cindelaras berkisah tentang seorang pangeran yang dapat bertemu kembali dengan ayahnya, seorang Raja dari Jenggala, melalui praktik sabung ayam.

Apa itu sabung ayam?
Sabung ayam adalah permainan adu dua ekor ayam dalam sebuah arena untuk melihat mana ayam yang lebih unggul. Konon katanya, permainan ini telah ada sejak Kerajaan Demak lho, sekitar 500 tahun silam. Ayam yang digunakan dalam kegiatan menyabung ini biasanya adalah ayam jago, atau ayam jantan, dari jenis apapun; dari mulai Bangkok, Burma, Siam, Saigon, Peru, sampai Asil yang berasal dari India.

Ayam jago memiliki ciri fisik yang berbeda dengan ayam babon (betina). Ayam jago lebih atraktif, berukuran lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan bulu ekornya panjang menjuntai.

Tapi, asal kalian tahu ya, Lur. Selain digunakan untuk diadu, ada beberapa jenis ayam yang dipelihara sebagai binatang hias karena keindahan fisiknya, seperti Ayam Katai dan Ayam Pelung. Dan lebih dari itu, ada banyak sekali ayam yang berakhir di meja makan, tersaji lezat di atas piringmu, baik daging maupun terlurnya.

Hayo, kamu tim ayam geprek atau ayam penyet, Lur? 🤤

MUNYUK - KOWEArane anak munyuk yaiku kowe.Munyuk dikenal juga sebagai monyet. Di Indonesia, ada satu spesies monyet yang...
24/11/2019

MUNYUK - KOWE

Arane anak munyuk yaiku kowe.

Munyuk dikenal juga sebagai monyet. Di Indonesia, ada satu spesies monyet yang sangat erat kaitannya dengan kesenian tradisional Jawa, yaitu spesies Macaca Fascicularis atau biasa disebut juga crab eating monkey (monyet pemakan kepiting) atau long tailed monkey (monyet ekor panjang). Monyet inilah yang biasa digunakan dalam pertunjukan Topeng Monyet.

Topeng monyet adalah kesenian tradisional yang sejak dahulu sangat dikenal di Indonesia, terutama di daerah Jawa, baik Jawa Timur, Jawa Tengah, maupun Jawa Barat. Dalam kebudayaan orang jawa biasa menyebutnya dengan Ledhek Kthek dan Tandhak bedhes, yang berarti Tontonan Monyet.

Kini, pertunjukan topeng monyet telah dilarang dibeberapa daerah, karena dianggap sebagai bentuk tindakan menyakiti hewan. Meski begitu, topeng monyet telah menjadi bagian dari sejarah kesenian tradisional Jawa, dan memiliki para pecintanya sendiri.

Sama halnya dengan kidang, monyet ini juga merupakan fauna yang sangat adaptif dan termasuk hewan liar yang mampu mengikuti perkembangan peradaban manusia.

Satu hal yang pasti melekat di ingatan anak-anak yang bersekolah di Jawa, terutama generasi X dan Y, adalah sebutan untuk anak monyet. Pertanyaan tentang arane anak munyuk atau kethek atau monyet ini sering dilontarkan dengan tujuan gurauan atau ejekan. Sebab kata kowe juga bisa diartikan sebagai kamu (sebutan untuk lawan bicara tunggal).

"Jon, anak kethek jenenge opo?"

"Kowe!"

"Kowe, nyuk."

"Kowe!"

"Kowe."

Dan begitu terus sampai jarak memisahkan kita.

***

Dramarupa.
"Karena setiap karya punya cerita."

KIDANG - KOMPRENGKidang sering disebut juga sebagai kijang. Sebagian yang lain menyebutnya menjangan. Ketiganya merujuk ...
23/11/2019

KIDANG - KOMPRENG

Kidang sering disebut juga sebagai kijang. Sebagian yang lain menyebutnya menjangan. Ketiganya merujuk pada satu kerabat rusa dari genus Muntiacus. Tapi dia bukan rusa.

Lho, emange bedo?

Asal tahu saja, lur, kidang dan rusa adalah dua individu berbeda, yang mungkin saja serupa tapi jelas tak sama.

Njuk opo bedane?

Jadi gini, lur. Fauna yang masuk ke dalam ordo Artiodactyla dan famili Cervidae secara umum disebut rusa. Jika kita menyebut rusa, maka pada umunya yang dibicarakan adalah semua jenis satwa yang masuk dalam famili Cervidae. Sementara famili Cervidae sendiri memiliki 23 genus yang terdiri dari 47 spesies di seluruh dunia.

Nah, di Indonesia, ada setidaknya 4 jenis rusa yang bisa dijumpai dan merupakan spesies asli Indonesia. Mereka adalah Rusa Sambar (Cervus unicolor), Rusa Timor (Cervus timorensis), Rusa Bawean (Axis kuhlii), dan Kijang (Muntiacus muntjak).

Rusa dari genus Cervus dan Axis seringkali hanya disebut sebagai rusa, sedangkan rusa dari genus Muntiacus dikenal sebagai kijang/kidang. Sekarang sudah tahu mengapa mereka tidak sama kan, lur?

Kijang tersebar di seluruh Indonesia, terutama di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Meskipun beberapa sumber mengatakan bahwa Rusa Timorlah yang berasal dari Jawa, tapi pada perkembangannya rusa timor menyebar luas sampai ke bagian timur Indonesia seiring perpindahan manusia. Dan kini, rusa timor telah ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hampir sama dengan Macan Jawa yang sebelumnya sempat kita bahas, kijang atau menjangan juga merupakan binatang soliter. Kijang jantan menandai wilayahnya dengan menggosokkan kelenjar frontal preorbital yang terdapat di kepala mereka di tanah dan pepohonan. Selain itu kijang jantan juga menggoreskan kuku ke tanah atau menggores kulit pohon dengan gigi sebagai penanda kawasan. Hmm.. apakah memang begini karakteristik orang jawa? 🤔

Kijang dikenal sebagai fauna dengan kemampuan adaptasi yang cukup tinggi. Mereka mampu berkembang biak di luar habitat aslinya. Di alam bebas maupun di penangkaran, satwa ini dapat hidup selama 15 – 20 tahun dengan rata-rata masa hidup 17,5 tahun. Dalam penangkaran, kijang jantan mampu hidup berdampingan dengan individu jantan lain atau individu betina. Hal ini mengubah perilaku aslinya yang bersifat soliter. Hmm.. lagi-lagi, apakah begini juga karakteristik orang jawa? 🤔

Bagaimanapun, kijang merupakan satwa yang indah. Kijang jantan biasanya mempunyai ranggah (tanduk) cabang dua yang pendek, tidak melebihi setengah dari panjang kepala dan bercabang dua serta gigi taring yang keluar. Bulunya pendek, rapat, halus, dan licin, dengan warna yang cukup bervariasi dari coklat gelap hingga coklat terang.

Jangan biarkan pop**asi satwa indah ini menurun. Mari jaga bersama. Agar seimbang p**a alam kita.

Terima kasih sudah menyimak sedikit ulasan tentang kijang ini. Ikuti terus postingan Dramarupa untuk melihat cerita lainnya.

"Karena setiap karya punya cerita."

MACAN - GOGORTahu nggak lur, ada satu subspesies macan yang hanya bisa kalian temukan di tanah Jawa, yaitu Panthera Trig...
21/11/2019

MACAN - GOGOR

Tahu nggak lur, ada satu subspesies macan yang hanya bisa kalian temukan di tanah Jawa, yaitu Panthera Trigris Sondaica, atau yang biasa dikenal sebagai Macan Jawa.

Macan Jawa bertubuh relatif kecil, jika dibandingkan dengan subspesies lain yang tersebar di Asia, tapi masih sedikit lebih besar daripada Harimau Sumatera. Bobot pejantannya berkisar antara 100-140 Kg, sementara betinanya memiliki bobot lebih ringan, sekitar 75-115 Kg. Kepalanya terlihat kecil untuk ukuran badannya yang agak besar, panjang, dan ramping. Bentuk kepalanya juga lebih pipih dengan hidung yang sempit dan panjang. Lehernya tampak jenjang. Kakinya agak panjang dengan telapak kaki yang sangat besar. Sangat berbeda dengan Harimau Sumatera.

Kalau kamu, lur, pernah melihat Harimau Sumatera, kamu mungkin akan langsung terkesima oleh surai atau jenggotnya yang lebat. Ya, Harimau Sumatera adalah subspesies yang memiliki surai paling lebat di seluruh dunia. Macan Jawa tidak memiliki itu. Tapi kamu ga perlu iri, lur. Macan Jawa sudah cukup elegan dan seksi dengan postur tubuhnya yang gagah-ramping dan lehernya yang jenjang.

Macan Jawa menduduki posisi puncak dalam rantai makanan pada masanya. Dia bisa memangsa apa saja yang ditemuinya selama perjalanan, baik babi hutan, rusa, banteng, sampai berbagai jenis reptil dan burung. Sangar kan, lur? Ojo wani-wani karo Macan Jowo!

Sayangnya, sejak sekitar tahun 1980-an, Macan Jawa kita ini telah dinyatakan punah. Salah satu penyebab kepunahannya adalah adanya aktivitas perburuan yang dilakukan masyarakat terhadap macan ini. Tragedi ini tertuang dalam sebuah lukisan cat minyak karya Raden Saleh yang bertajuk "Berburu" pada abad ke-19, tahun-tahun dimana Macan Jawa masih dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Jawa.

Sedih ya, lur. Padahal alam membutuhkan keseimbangan ekosistem, termasuk di dalamnya hewan pemangsa dan yang dimangsa. Jika salah satunya punah, maka yang lain ikut terguncang.

Mari kita jaga kelestarian alam tanah ini dengan menjaga keseimbangan ekosistemnya. Dan jaga p**a kebudayaannya agar tidak hilang ditelan zaman.

Ikuti terus postingan-postingan Dramarupa untuk melihat lebih banyak lagi cerita, dalam hal ini: cerita tentang kewan-kewan dan anaknya.

Sugeng enjing~
Salam drama lan rupa.
"Karena setiap karya punya cerita."

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dramarupa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dramarupa:

Share