Bisa Bikin Brand

Bisa Bikin Brand Buat kamu Bisa Bikin Brand

Get Repost App • Subiakto Priosoedarsono “KALAU BRAND ANDA HILANG BESOK… ADA YANG NYARI NGGAK?”Kalau jawabannya nggak, m...
17/09/2026

Get Repost App • Subiakto Priosoedarsono “KALAU BRAND ANDA HILANG BESOK… ADA YANG NYARI NGGAK?”

Kalau jawabannya nggak, mungkin Anda baru punya produk.
Belum punya brand.

Produk itu yang Anda jual.
Brand itu yang tinggal di kepala orang.

Kalau orang cuma ingat harga, rasa, bentuk, atau kemasan, Anda masih gampang diganti.

Tapi kalau produk Anda nggak ada lalu orang bilang, “Lho, kok nggak ada? Saya dah biasa pakai itu.”

Nah, di situlah brand mulai bekerja.

Karena brand bukan logo.
Bukan sekadar nama.

Brand adalah sesuatu yang terasa hilang ketika Anda tidak ada.

Sekarang jawab:

Anda baru punya produk… atau sudah punya brand?

Subiakto CBS
Praktisi Branding 50 Tahun

  Subiakto Priosoedarsono with Let Repost • • • • • •KALAU IKLAN ANDA BERHENTI HARI INI, BESUK PRODUK ANDA MASIH DICARI ...
17/09/2026

Subiakto Priosoedarsono with Let Repost
• • • • • •
KALAU IKLAN ANDA BERHENTI HARI INI, BESUK PRODUK ANDA MASIH DICARI NGGAK?”

Banyak pengusaha merasa sudah punya brand karena sudah punya nama, logo, kemasan, Instagram, bahkan rajin iklan.

Padahal brand bukan apa yang Anda tampilkan. Brand adalah apa yang tertinggal di kepala konsumen.

Selama lebih dari 50 tahun, saya belajar satu hal: produk bisa dibuat siapa saja, tapi brand hanya bisa dibangun dengan STRATEGI.

Di Workshop 15 Langkah Bisa Bikin Brand, kita bedah mulai dari Product Insight, target market, Brand DNA, positioning, sampai Brand Experience.

23 September 2026, Ibis Styles Simatupang.

Kalau Anda sudah punya produk, sekarang waktunya punya BRAND

saya pandu

Subiakto CBS
Praktisi Branding 50 Tahun

BISA BIKIN BRAND.

16/09/2026

BRANDING ITU BUKAN SEKADAR VIRAL, TAPI MENGUBAH PERILAKU KARENA MAKNA.

Hari ini sebuah brand bisa viral dalam hitungan jam.

Dilihat banyak orang.
Dibicarakan di mana-mana.
Masuk FYP berkali-kali.

Tapi pertanyaannya:
Apakah viral membuat konsumen berubah perilaku?

Di Workshop Bisa Bikin Brand, peserta diajak memahami bahwa membangun brand bukan sekadar mengejar awareness atau menjadi viral, tetapi bagaimana menciptakan makna yang relevan dan punya arti bagi konsumen.

Lalu, apa yang mereka rasakan dan sadari setelah mengikuti BBB?

Simak cerita dari para peserta. 👀

—
Workshop BisaBikinBrand kini berlangsung 1 (satu) hari dan peserta akan mendapatkan Kitab Bisa Bikin Brand 1 & 2!

CATAT TANGGALNYA!
📅 Rabu, 23 September 2026
🏨 Hotel Ibis Styles Simatupang, Jakarta Selatan

Bagi Alumni angkatan sebelumnya juga dapat mengikuti Workshop Bisa Bikin Brand lagi lho! Belajar ilmu Brand tidak pernah berhenti berkembang. Yuk update ilmunya biar semakin naik kelas!

Pendaftaran dan informasi dengan Buku & Workshop dapat melalui lynk.id/pakbi atau melalui Biolink Subiakto Priosoedarsono.

Sampai jumpa di kelas!

Get Repost App • Subiakto Priosoedarsono UVP (Unique Value Proposition) itu istilah Marketing. Dia menjawab: “Kenapa say...
16/09/2026

Get Repost App • Subiakto Priosoedarsono UVP (Unique Value Proposition) itu istilah Marketing. Dia menjawab: “Kenapa saya harus memilih produk ini?”
Brand menjawab: “Kenapa saya harus percaya, ingat, dan memilih nama ini terus?”

Contoh Indomie :

* Produknya: Mie Instant bermacam rasa.
* UVP-nya: bisa menikmati sensasi rasa Mie secara instant
* Brand-nya: Indomie “Hari ini kita puass” Bukan cuma menjelaskan manfaat, tetapi menanamkan posisi di kepala orang. Indomie bisa untuk sahur maupun buka. Apalagi kalau waktunya mepet.

Jadi UVP lebih dekat ke nilai yang ditawarkan produk kepada konsumen, biasanya konkret dan rasional. Brand jauh lebih luas: mencakup positioning, personality, cerita, pengalaman, simbol, memori, dan kepercayaan.

UVP membuat orang berkata: “Oh, ini berguna buat saya.”

Brand membuat orang berkata: “Kalau butuh itu, saya ingat dia.”

Karena itu UVP bisa menjadi salah satu bahan pembentuk brand, tetapi UVP bukan brand.

UVP paling dekat dengan Brand Added Value + Brand Positioning. Sedangkan Brand adalah hasil keseluruhan proses 15 langkah sampai akhirnya hidup sebagai memori di kepala konsumen.

Subiakto CBS
praktisi Branding 50 Tahun

Get Repost App • Subiakto Priosoedarsono “IKLANNYA SUDAH LAMA HILANG. KOK BRANDNYA MASIH HIDUP? Kopiko saya kerjakan pul...
16/09/2026

Get Repost App • Subiakto Priosoedarsono “IKLANNYA SUDAH LAMA HILANG. KOK BRANDNYA MASIH HIDUP?

Kopiko saya kerjakan puluhan tahun lalu. Tepatnya thn 1986. Iklannya sudah berganti. Medianya sudah berubah. Tapi sampai sekarang, orang masih ingat: ‘Gantinya ngopi.’

Kenapa?

Karena iklan cuma lewat di depan mata. Tapi branding yang tepat masuk ke kepala.

Iklan berhenti saat budget berhenti.
Branding terus bekerja selama memorinya masih hidup.

Itulah bedanya.

Marketing itu biaya untuk tampil.
Branding itu investasi untuk diingat.”

Subiakto CBS
Raktisi Branding 50 Tahun

15/09/2026

Get Repost App • Subiakto Priosoedarsono BANYAK BRAND MATI BUKAN KARENA PRODUKNYA JELEK.

Mereka mati karena salah paham soal branding.

Mereka pikir branding itu logo., Desain., Konten., Follower. Atau sekadar viral.

Padahal tidak. Dulu medianya koran, radio, televisi. Sekarang Instagram, TikTok, Google, AI.

Medianya berubah.

Tapi kepala manusia tetap berpikir dengan cara yang hampir sama. “Kenapa saya harus pilih brand ini?”
Kalau Anda tidak punya jawaban yang kuat, Anda akan kalah.

Mau kontennya tiap hari. Mau pakai AI. Mau viral berkali-kali. Tetap saja susah jadi pilihan.

Branding yang timeless itu sederhana: Kenali produknya, produknya apa?, buat apa?, manfaatnya apa?

Kenali manusianya, Isi dompetnya, Perilakunya?, kebiasaan hariannya?, ritual hariannya?
Temukan relevansinya?
Tentukan positioningnya, Mau diingat sebagai apa? Begitu merek disebut ingat produk kamu?

Berikan pengalaman dengan produk ksmu, jadikan moment itu sebuah memori

Karena pada akhirnya… Brand yang kuat bukan yang paling sering muncul.

Tapi yang paling SULIT DILUPAKAN.

Subiakto CBS
Praktisi Branding 50 Tahun

“Brand kita harus beda.” Hampir semua orang setuju dengan kalimat itu. Tapi beda seperti apa? Karena sekarang semua bran...
15/09/2026

“Brand kita harus beda.” Hampir semua orang setuju dengan kalimat itu. Tapi beda seperti apa? Karena sekarang semua brand juga ingin unik.

Packaging dibuat berbeda, bahasa dibuat lebih santai, campaign dibuat lebih berani, bahkan hal-hal kecil dipoles supaya terlihat punya USP.

Padahal ada satu pertanyaan yang sering terlupakan: pedulikah customer dengan perbedaan itu?

Karena itu, ketika mencari USP, jangan cuma bertanya “Apa yang belum dilakukan kompetitor?” Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Apa yang bisa jadi kita banget kepala customer?” Kompetitor mungkin bisa meniru produk, packaging, bahkan campaign.

Tetapi kalau sebuah asosiasi sudah kuat melekat pada brand, menirunya tidak semudah menyalin tampilan. Di situlah diferensiasi mulai punya nilai.

Penulis: Nungki Mayangwangi|COPYWRITER

  Nungki Mayangwangi|COPYWRITER with Let Repost • • • • • •Ketika sebuah band sudah menjadi brand, setiap keputusan dan ...
14/09/2026

Nungki Mayangwangi|COPYWRITER with Let Repost
• • • • • •
Ketika sebuah band sudah menjadi brand, setiap keputusan dan cara berkomunikasi ikut membentuk persepsi dan trust penggemarnya. Karena membangun kepercayaan butuh waktu, menjaganya harus dilakukan dengan konsisten, terutama saat brand sedang menghadapi krisis.

Dan, mereka mungkin harus belajar strategi branding lebih dalam dari Pak Bi Subiakto Priosoedarsono… 😬



Nungki Mayangwangi|COPYWRITER

Get Repost App • Subiakto Priosoedarsono Banyak yang ngaku, “bisa bikin brand.”Bisa bikin logo.Bisa bikin nama.Bisa biki...
11/09/2026

Get Repost App • Subiakto Priosoedarsono Banyak yang ngaku, “bisa bikin brand.”

Bisa bikin logo.
Bisa bikin nama.
Bisa bikin tagline.
Bisa bikin value

Tapi Pertanyaannya adalah:
bisakah kita hidup sebagai sebuah brand?

Karena brand itu bukan apa yang kita katakan tentang diri kita. Brand adalah apa pengalaman orang menggunakan produk kita, yang di ingat sebagai memori.

Kalau kita bilang kerja cepat, ya harus terlihat dari cara kita bekerja. Kalau kita bilang bisa dipercaya, ya harus terlihat bisa dipercya walau keadaan sedang sulit sekalipun. Kalau kita bilang punya value, ya value itu harus dirasakan konsumen, bukan hanya waktu bikin konten.

Itulah kenapa saya bilang:

Banyak yang bisa bikin brand. Tapi sedikit yang bisa hidup sebagai sebuah brand.

Rahasianya adalah pada :
komitmen dan konsisten.

Karena pada akhirnya, brand bukan sesuatu yang kita buat. Brand adalah sesuatu yang harus kita jalani.

Subiakto CBS
Praktisi Branding 50 tahun

Pernah ketemu business owner dan bertanya, “Brand-mu mau dikenal sebagai apa?” Jawabannya bisa bermacam-macam. Contohnya...
10/09/2026

Pernah ketemu business owner dan bertanya, “Brand-mu mau dikenal sebagai apa?” Jawabannya bisa bermacam-macam. Contohnya, “profesional”, “terpercaya”, “berkualitas”, “inovatif”, “customer-oriented”, “berpengalaman lebih dari 20 tahun”, dll.

Oke. Coba lanjutkan dengan pertanyaan: “Lantas, apa yang mau kamu tinggalkan di benak customer?”

Di titik ini, biasanya orang yang kamu tanya akan mulai terlihat bingung dan sibuk berpikir. Karena ternyata menjelaskan siapa diri kita dan berhasil dikenali sebagai siapa oleh orang lain itu dua pekerjaan yang berbeda. Ini menarik dari cara Pak Bi Subiakto Priosoedarsono membicarakan branding.

Mau beli kopi, ingat siapa. Mau cari skincare, ingat siapa. Mau cari konsultan, ingat siapa. Mau makan bareng anak, ingat siapa. Brand yang kuat akhirnya menjadi semacam jawaban otomatis di kepala manusia. Jadi kalau sekarang brand kamu sedang sibuk membuat konten setiap hari, coba sesekali berpikir, setelah melihat semua ini, orang akan mengingat kita sebagai siapa?

Likes, reach, algoritma bisa berubah, namun ketika sebuah makna sudah benar-benar tinggal di kepala orang, di situlah brand mulai punya aset yang jauh lebih mahal.

Penulis: Nungki Mayangwangi|COPYWRITER

Address

Jakarta Selatan
Jakarta
12430

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bisa Bikin Brand posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share