20/12/2021
Sampai akhirnya kita memasuki masa-masa sebagai orang dewasa. Kesibukkan kita menjadi fokus dalam dunia pekerjaan atau passion kita. Lagi-lagi kita berpikir, kita melakukan itu semua untuk orang tua kita dan keluarga kita akan memaklumi kesibukan kita. Lagi.
Dan di suatu titik, kita menengok sebentar kedua orang tua kita. Menyadari keduanya semakin di makan usia. Tapi, pikiran itu hanya sekedar mampir lalu pergi. Kemudian, kita kembali pada kesibukkan kita.
Satu kata yang sudah disebutkan di awal, penyesalan. Hingga suatu kehilangan lah yang membuat kita menyesal dan menyadari sedikit sekali waktu yang kita sediakan untuk orang tua kita, juga keluarga hangat kita. Mungkin tak hanya sekali-dua kali kita berpikir, keluarga adalah salah satu tempat yang akan selalu siap membukakan pintu untuk kita. Tak kemana-mana. Tapi, mungkin kita juga sempat lupa bahwa keluarga adalah pemberian Tuhan yang sangat berharga. Dan kita tahu, sesuatu yang berharga seharusnya dijaga, dirawat dengan baik.
Sebelum penyesalan itu benar-benar datang, sediakan waktu kita untuk keluarga kita. Khusus, bukan sekedar ketika 'sempat'. Karena sekedar 'sempat' itu yang terkadang menyebabkan penyesalan kita semakin besar. Jangan sampai ada, "Ah, andaikan saat aku pulang, aku lebih memilih berbincang dengan ibu. Menanyakan kabarnya, mengajaknya medical check up, jalan-jalan dan lainnya. Bukan pergi ke kafe sekedar menghabiskan waktu sendiri dengan segelas kopi yang toh akhirnya habis kuminum."
Sebagai anak kita tidak akan bisa membalas apa yang sudah dilakukan oleh ibu kita. Sejak masih di dalam kandungan dan membesarkan kita dengan perjuangan dan air mata. Tidak cukup rasanya satu hari spesial dalam setahun sanggup mebalas jasanya. Ini ungkapan beberapa anak untuk Ibu. Sudahkah kita meluangkan waktu untuk Ibu?
source video : womanindonesia.co.id