19/09/2014
Supermarket "Masa Depan", Tanpa Barang Terpajang!
Belanja online, memang sekarang sudah jamak. Namun, pada masa mendatang, pusat perbelanjaan alias supermarket pun tak akan lagi perlu menyimpan stok dan memajang barang dagangan. Bahkan, supermarket itu bisa hanya akan berupa papan pajangan di selasar.
Supermarket masa depan tersebut hanya akan memajang kardus dan gambar barang dagangan. Para pembeli cukup memotret kode quick response (QR code) dari kemasan atau gambar produk itu, memesan laiknya belanja online, bayar dengan transaksi online, dan barang sudah akan berada di rumah saat dia p**ang.
Adalah Korea Selatan memulai supermarket virtual ini pada 2011. Uji coba pusat perbelanjaan maya itu berlokasi di stasiun bawah tanah Seolleung di Seoul.
Ide pendirian supermarket virtual ini datang dari Homeplus, perusahaan Korea dalam jaringan supermarket Tesco dari Inggris. Saat supermarket virtual perdana itu berdiri, Wall Street Journal sudah mempublikasikan bahwa pada waktu itu pengguna telepon genggam di Korea Selatan telah mencapai 10 juta, dari sebelumnya hanya beberapa ratus ribu orang pada 2009.
Lihat, potret, barang terkirim
"Pelanggan kami adalah orang-orang yang benar-benar sibuk dan banyak yang tak punya waktu bahkan untuk ke supermarket," tutur koordinator proyek perdana itu, Jo Hyun Jae, seperti dikutip dari BBC. Alasan itulah yang mendasari optimisme kesuksesan ide supermarket virtual ini.
Menurut Jo, orang muda Korea Selatan akan semakin bergantung pada telepon genggam untuk segala urusan harian mereka. "Toko virtual kami memungkinkan mereka menghemat waktu.
Setelah memilah produk yang gambar kemasannya terpajang di supermarket virtual itu, pelanggan akan memotret QR code di gambar itu. Mereka sebelumnya harus menginstal aplikasi yang disediakan Homeplus untuk bisa menjajal cara baru belanja ini. Begitu terdengar bunyi "bip", gambar produk pun akan muncul di layar telepon pelanggan.
Sesudah gambar muncul, pelanggan bisa memilih ukuran kemasan produk yang ingin dibeli. Lalu, laiknya belanja online, mereka diminta mengisikan alamat pengiriman barang, kapan barang itu diinginkan tiba, dan cara pembayaran.
Bila pemesanan dilakukan sebelum pukul 13.00 waktu setempat, barang dijanjikan sudah bisa tiba di tujuan pengiriman pada malam harinya. "Kami pikir konsep ini dapat juga bekerja di luar Korea, karena banyak orang muda di seluruh dunia yang mengadopsi teknologi smartphone," imbuh Jo.
Soal budaya
Namun, Kwon Ki-Duk, dari Samsung Economic Research Institute di Seoul, mengatakan ada faktor budaya konsumen lokal yang membuat penerapan teknologi berupa toko kelontong maya semacam ini lebih mungkin untuk cepat lepas landas di Korea Selatan daripada di tempat lain.
Menurut Kwon, warga Korea Selatan adalah orang-orang yang sangat cepat beradaptasi dengan produk teknologi baru. "Korea benar-benar tertarik konvergen dan menjejalkan banyak fungsi yang berbeda menjadi sebuah gadget tunggal, dan pencampuran teknologi, dalam rangka untuk menemukan cara-cara baru untuk menyelesaikan tugas-tugas biasa," kata Kwon.
Meski demikian, Kwon juga berpendapat supermarket virtual ini bakal berbenturan p**a dengan budaya lain di Korea. Di negara yang terkenal dengan jam kerja panjang dan budaya kerja keras tersebut, belanja sudah menjadi salah satu cara orang-orang di sana untuk bersantai selepas kerja.
Salah satu warga Korea Selatan yang mengikuti uji coba supermarket virtual itu, Kim Yoona, membenarkan pendapat Kwon. Meski dia senang dengan ide ini, tetapi dia pun mengaku masih senang melihat dan menyentuh produk-produk yang ingin dia beli.
"Ketika saya pergi ke toko yang sebenarnya, saya dapat memeriksa kualitas sayuran atau buah-buahan," kata Kim. Ini tantangan yang tak akan bisa digantikan oleh smartphone sepintar apa pun, tentu saja. Setidaknya belum ada smartphone yang sepintar itu.
Fakta 2014
Bila keraguan masih membayangi optimisme membangun supermarket virtual saat cara jualan maya itu diluncurkan pada 2011, pada hari ini supermarket virtual benar-benar sudah bermunculan tak hanya di Korea Selatan.
Pada 2012, Tesco membuka supermarket virtual serupa di Inggris. Lokasi perdananya adalah di Terminal Utara Bandara Gatwick, Sussex. Ini cuplikan situasinya:
http://youtu.be/7JItU05mjCk
Raja Cetak Kemasan
www.RajaCetakKemasan.com