Hermina Tower for Office Space

Hermina Tower for Office Space Halaman ini berisi lengkap tentang segala informasi dari Hermina Tower Kemayoran Jakarta Pusat, dan mendukung penjuan Office Space / Ruang Perkantorannya.

Pada dasarnya layout unit-unit di lantai 15 dan 16 sama dengan lantai 12 dan 17 namun unit tipe D1 dan D2 digabung jadi ...
27/01/2016

Pada dasarnya layout unit-unit di lantai 15 dan 16 sama dengan lantai 12 dan 17 namun unit tipe D1 dan D2 digabung jadi satu. Hal ini dikarenakan luasannya memang diperuntukkan menjadi office dengan kebutuhan normal yang memuat antara 20 pegawai inti dengan ruangan pimpinan perusahaan namun kembali lagi masalah design interior kantor tersebut. Harga ditawarkan untuk perdana masih lebih murah dibanding lokasi sekitar, antara 26-30 Juta tergantung lokasi unitnya.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi Riky di 0852 1113 9993 baik call atau sms ataupun whatsapp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Untuk lantai 12 pembagian unitnya sama dengan lantai 17 dimana luas lantainya dibagi menjadi 7 tipe. Ukuran terkecil lan...
25/01/2016

Untuk lantai 12 pembagian unitnya sama dengan lantai 17 dimana luas lantainya dibagi menjadi 7 tipe. Ukuran terkecil lantai ini dimulai dari ukuran semigross 66,2 sqm (tipe D1) dan paling luas berlokasi di hook dengan luas semigross 192,5 sqm (Tipe E). Terdapat juga ukuran kecil lainnya yaitu Tipe D2 dengan luas semigross 74,4 sqm. Unit Tipe D1 dan D2 memang unit spesial karena kedepannya memang tidak akan ada lagi unit kecil sperti ini dan hanya dilepas pada saat penjualan awal sebelum launching. Dan yang lebih menarik adalah harganya yang dipasarkan dilepas dengan harga yang spesial juga yaitu 24,2 juta rupiah sqm-nya. sedangkan harga seharusnya 26 jutaan. Bayangkan jika Anda memiliki unit ini dimana lokasi sekitar Hermina Tower harganya mulai 30 juta sampai dengan 40 juta permeternya. (Bisa langsung Cross Check)

Apakah Anda masih menunggu sedangkan saat ini sudah ada beberapa client yang menanyakan untuk mengambilnya? Unit sangat terbatas hanya 4 unit dengan harga promo. Pilihan ini sangat baik bagi Anda terutama yang menginginkan Office Tower di Jakarta dan ingin memiliki Head Office dengan harga sangat terjangkau. Apalagi serah terimanya tidak lama lagi di sekitar Desember 2016.

Segera hubungi Riky di 0852 1113 9993 baik call, sms maupun whatsapp untuk harga terbaik dan view terbaik untuk Office Anda.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, memang belum menjadi favorit para investor dan pebisnis properti...
23/01/2016

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, memang belum menjadi favorit para investor dan pebisnis properti untuk saat ini. Namun, kurang dari lima tahun lagi, Kemayoran bakal mengubah konstelasi bisnis dan industri properti Jakarta.

Betapa tidak, meskipun belum dimanfaatkan seluruhnya, lahan-lahan di kawasan ini, khususnya dalam area Kota Bandar Baru Kemayoran, sudah dikuasai para pengembang kakap. Pengembang besar macam Agung Sedayu Group, Pikko Land Group, Central Cipta Murdaya Group, dan beberapa pengembang menengah seperti Hutama Karya Realtindo yang memiliki konsesi pengelolaan, punya rencana besar membangun properti komersial.

Bukan sekadar properti komersial, melainkan terintegrasi dengan sistem transportasi publik, pusat bisnis, dan pusat perdagangan skala internasional. Central Cipta Murdaya, contohnya. Mereka memiliki rencana membangun pusat bisnis baru seluas 44 hektar, bertajuk CBD Kemayoran. Di dalam CBD Kemayoran ini, nantinya akan dikembangkan kompleks perkantoran sekelas World Trade Center yang sudah mereka bangun di kawasan Sudirman, apartemen, hotel berklasifikasi bintang lima, fasilitas hiburan, dan rekreasi.

Tak main-main, kebutuhan dana untuk mewujudkan "Marina Bay Sands" versi Indonesia itu senilai Rp 80 triliun. Besarnya kebutuhan dana ini, memaksa Central Cipta Murdaya menjalin aliansi strategis dengan berbagai lembaga investasi asing, di antaranya Hongkong Land. Saat ini, properti yang sudah mereka operasikan, adalah Jakarta International Expo.

Sementara Agung Sedayu Group mengembangkan kompleks apartmen dengan nilai jual panorama lapangan golf Kemayoran. Proyek mereka dinamakan The Mansion @ Dukuh Golf Kemayoran. Menyusul kemudian adalah Hutama Karya Realtindo yang meneruskan konsesi pengelolaan Rajawali Apartment.

Hutama Karya Realtindo mengakuisisi menara kembar Chrysant, dan akan membangun menara kembar kedua sebanyak total 3.000 unit tahun ini. Menurut Direktur Utama PT Hutama Karya Realtindo, Putut Ariwibowo, apartemen yang dimulai pembangunannya kuartal I 2014 tersebut dirancang untuk memenuhi segmen pasar menengah.

"Kami akan mematok harga Rp 15 juta per meter persegi," ujar Putut.

Sedangkan PT Pikko Land Development Tbk., berharap dapat memulai kontribusinya menjadikan Kemayoran sebagai destinasi investasi favorit baru, tahun ini juga. Corporate Public Relation PT Pikko Land Development Tbk., Paulus Hasto, memastikan hal tersebut.

"Di lapangan (lokasi pengembangan, red), kami sudah memasang pagar baru dengan citra desain proyek kami," ujar Paulus kepadaKompas.com, Sabtu (29/3/2014).

Dalam catatan Kompas.com, megaproyek yang bakal mereka bangun adalah Grand Kemayoran. Meski masih nama sementara, namun proyek ini merupakan superblok yang membutuhkan investasi besar dan pengembangan jangka panjang. Pasalnya, lahan Grand Kemayoran lumayan luas, yakni 26 hektar. Di dalamnya, terdapat beberapa blok peruntukan residensial vertikal, blok perkantoran dan blok pusat belanja serta blok hotel dengan klasifikasi bintang 4 dan lima.

Grand Kemayoran menempati Blok C7, C9, B2, B3, B7, dan B8. Tahap pertama yang akan dibangun adalah properti multifungsi berupa apartemen, hotel, pusat belanja, dan rumah sakit. Rencananya, PT Pikko Land Development Tbk., akan berkolaborasi dengan PT Lippo Karawaci Tbk.

Menurut CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, upaya para pengembang tersebut merintis pembangunan properti di Kemayoran tak akan sia-sia. Ia memperkirakan kawasan ini akan mengalami ledakan dalam tiga sampai lima tahun ke depan, saat proyek-proyek tersebut dikerjakan dan beberapa sudah beroperasi.

"Dalam kurun tiga sampai lima tahun ke depan, Kemayoran akan sangat menjanjikan," imbuh Hendra.

Bukan tanpa alasan, menurut Hendra, Kota Baru Bandar Kemayoran memiliki potensi luar biasa karena berada di lokasi yang sangat strategis di tengah kota Jakarta, memiliki akses langsung ke Bandar Udara National Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok, serta memiliki aksesibilitas jalan tol Inner Ring Road dan Outer Ring Road.

Berbagai sarana dan prasarana juga telah dibangun, yakni utilitas berupa daya listrik, air bersih/minum, jaringan telepon dan sistem komunikasi sebanyak 20.000 satuan sambungan telepon, dan jaringan serat optik.

Lokasi Hermina Tower Kemayoran Jakarta PusatSeperti yang disebutkan sebelumnya, lokasi Hermina Tower berada di Kawasan s...
21/01/2016

Lokasi Hermina Tower Kemayoran Jakarta Pusat

Seperti yang disebutkan sebelumnya, lokasi Hermina Tower berada di Kawasan strategis Jakarta Pusat tepatnya di Kemayoran. Lokasi tersebut pada dasarnya sudah terbukti mudah dituju baik menggunakan jalur tol maupun non tol. Dan karena itulah salah satu sebabnya bahwa event terbesar di Jakarta, Pekan Raya Jakarta (PRJ), diadakan di Kemayoran. Areanya sangat mudah dijangkau dan lebar jalan pun sangat luas. Cocok untuk dijadikan Central Bussiness District yang baru terutama ruang perkantorannya.

Bukti lainnya untuk kestrategisan lokasi dari Hermina Tower Kemayoran adalah bahwa sebelumnya kawasan ini merupakan Bandara Udara Internasional Indonesia pertama kali. Artinya sebelum dipindahkan, kawasan ini memang sudah terkenal. Fasilitas disekitarnya juga sudah terbangun seperti hunian, hotel, wisata kuliner, perkantoran, pusat perdagangan, sudah menjamur di sekeliling Kawasan Kemayoran ini.

Kawasan memang terbilang dekat dengan pusat bisnis dan perdagangan. Mulai dari Kelapa Gading, Sunter, Tomang, Mangga Dua, Gunung Sahari dan Senen. Selanjutnya juga tinggal selangkah menuju pusat kota seperti Jalan Thamrin, Jalan Sudirman, Kuningan Jakarta, Cawang, Slipi dan Kota. Dari berbagai sektor akses transportasi juga terbilang mudah seperti menuju Bandara Soekarno Hatta atau Pelabuhan Tanjung Priok.

20/01/2016

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari data peneliti properti Colliers harga gedung perkantoran yang memakai kurs mata uang dolar AS jika dikonversi ke rupiah kini sudah mencapai Rp 68 juta per meter persegi.

Angka tersebut dinilai sudah terlalu mahal, sehingga penyerapan sektor perkantoran di properti sulit dilakukan.

"52 juta sampai 68 juta harga per meter persegi, di daerah Sudirman Jakarta," ujar Associate Director Colliers Ferry Salanto di Jakarta, Rabu (6/5/2015).

Ferry menjelaskan alasan harga sudah melampaui kemampuan pengusaha, karena masih banyak bangunan yang menjual memakai mata uang dolar AS.

Hal itu pun memicu investor mencari gedung yang menggunakan mata uang rupiah.

"Penyerapan mulai berkurang untuk gedung yang masih pakai dolar AS, orang masuk ke gedung yang pakai rupiah," ujar Ferry.

Ferry memaparkan kenaikan harga jual dan sewa kantor sudah dirasakan sejak awal tahun 2014 hingga sekarang.

Namun dua tahun mendatang, Bank Indonesia (BI) telah membuat regulasi agar semua penjualan dan sewa gedung harus menggunakan mata uang rupiah.

"Bank Indonesia tahun 2017 enforcement agar menyewa dan menjual gedung pakai rupiah," kata Ferry.

20/01/2016

Komersial - Dijual di Jl. HBR Motik Kav No 4 Blok B/10 Kemayoran Jakarta Pusat (Belakang MGK ), Jakarta Pusat, Jakarta 4,82mily Di jual unit perkantoran di Jakarta Pusat dengan harga yang masih relatif murah dibanding harga perkantoran di sekitarnya. Lokasi strategis, akses tol yang mudah, berpotens…

RSIA HERMINA group adalah RS swasta sosio-ekonomi yang mengkhususkan diri dalam bidang pelayanan spesialistik kebidanan ...
20/01/2016

RSIA HERMINA group adalah RS swasta sosio-ekonomi yang mengkhususkan diri dalam bidang pelayanan spesialistik kebidanan penyakit kandungan dan kesehatan anak, serta ditunjang dengan unit-unit pelayanan spesialistik lain Dalam menjalankan fungsinya, RSIA HERMINA Group memberikan pelayanan kesehatan untuk wanita dan anak, pelayanan kesehatan diberikan secara optimal dan profesional bagi pasien, keluarga pasien dan dokter-dokter provider. Dalam upaya mencapai pelayanan yang optimal dan profesional ini, maka secara konsisten dan berkesinambungan manajemen RSIA HERMINA Group menjalankan program-program peningkatan mutu dan pengawasan pada semua bidang pelayanan untuk menunjang upaya peningkatan mutu pelayanan dibentuk Departemen Pengembangan RS dan Departemen Pendidikan dan pelatihan.

Berikut adalah visi, misi dan tujuan dari RSIA Hermina Group.

Hermina Hospital Group

Visi

Menjadikan RSIA Hermina Grup sebagai Rumah Sakit Ibu dan Anak terkemuka diwilayah cakupannya dan mampu bersaing di Era Globalisasi .

Misi

Melakukan upaya secara berlanjut untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pelanggan Melakukan pelatihan dan pendidikan kepada para karyawan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional Melakukan pengelolaan Rumah Sakit secara profesional agar tercapai efisiensi dan efektifitas yang tinggi.

Tujuan

Mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi semua lapisan masyarakat melalui pemeliharaan kesehatan secara preventif, promosi, kuratif dan rehabilitatif yang dilaksanakan secara menyeluruh. Mengkhususkan diri pada pelayanan kesehatan ibu dan anak serta dapat mewujudkan predikat Rumah Sakit Sayang Anak dan Sayang Ibu.

Kemayoran adalah sebuah kawasan yang pernah menjadi pintu gerbang Indonesia. Itu ketika perannya sebagai lapangan terban...
20/01/2016

Kemayoran adalah sebuah kawasan yang pernah menjadi pintu gerbang Indonesia. Itu ketika perannya sebagai lapangan terbang belum digantikan oleh Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Karena itu tugas mengelola kawasan Kemayoran adalah tugas luhur untuk meningkatkan harkat dan martabat bangsa di mata dunia.

“Dipercaya oleh sekretriat negara untuk mengelola kawasan Kemayoran adalah amanah dan tanggung jawab mulia, karena itu saya akan mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dengan menjadikan kawasan ini menjadi hijau, teduh, megah, modern, mandiri, terpadu, aman dan nyaman dalam berbagai kegiatan,”kata Mayjen (Pur) Tabrie kepada Jakarta Review di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.

Mantan Dirut PT. ASABRI (Persero) inipun bertekad menjadikan kawasan niaga terpadu bertaraf Internasional atau yang lebih dikenal dengan Green International Business District (GIBD). Namun demikian, upaya untuk mewujudkannya bukanlah hal yang mudah. Masalah yang ada di kawasan Kemayoran ini banyak dan beragam. Karena itu perlu kerja keras dan tuntas untuk mengatasinya.”Masalah terberat adalah lebih kepada persoalan internal PPKK sendiri, semua orang kelihatannya bergerak sendiri-sendiri. Karena itu, yang pertama saya lakukan adalah membangun soliditas, semangat dan kinerja. Tanpa itu semua, asa untuk mewujudkan Kemayoran menjadi kawasan GIBD sulit untuk diwujudkan,” ujar lelaki keharian Jombang, 6 Maret 1948 ini. Berikut petikannya dari wawancara Jakrev.com 9 April 2015 lalu:

Wawancara Mayjen TNI (Pur) Tabrie Dirut PPK Kemayoran

Sebagai orang nomer satu di PPK Kemayoran. Tugas apa yang dibebankan kepada anda ?

Mandatnya adalah mengembalikan kejayaan kawasan Kemayoran. Singkatnya Kemayoran harus menjadi kawasan perdagangan Internasional yang hijau dan bersifat one stop service.

Caranya bagaimana ?

Terus berupaya membangun infrastruktur pendukung kawasan ini. Mulai dari jalan raya, pedestrian, pintu gerbang spektakuler dan tematik, dan maksimalisasi jaringan teknologi informasi–IT satu pintu seluas 175 M2 di area gedung dekat Mal Mega Glodok Kemayoran (MGK) dengan menggandeng Epsilon Communications, perusahaan penyedia basis data asal London, Inggris. Area itu mampu menyimpan 48 rak data yang berisi ribuan hingga jutaan informasi dari perusahaan penyewa di kawasan GIBD.

Sejak kapan PPK Kemayoran mendapat mandat untuk mengelola kawasan Kemayoran ?

Mandat itu kita terima melalui PP Nomor 31 tanggal 17 Juni 1985. Melalui PP tersebut, Sekretaris Negara membentuk BPKK (Badan Pengelolaan Komplek Kemayoran) yang ditugaskan mengelola kawasan ini hingga sekarang. BPKK sendiri kini telah berubah nama menjadi PPK Kemayoran.

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU), seperti apa peran PPK Kemayoran ?

Berdasarkan Kepmenkeu RI No 390/KMK.05/2011 tentang penetapan pusat pengelolaan komplek Kemayoran pada kementerian sekneg sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pengelolaan keuangan BLU. Sebagai BLU, kami bukan badan yang semata-mata mencari keuntungan yang sebesar-besarnya karena di dalam BLU dijelaskan tidak berorientasi pada pencarian keuntungan tetapi harus memberikan pelayanan ke masyarakat. Bahkan sebagai BLU, kami diwajibkan menyetorkan pendapatan dari pengelolaan aset sebesar 20 persen langsung secepatnya ke Kas Negara.

Selama 7 tahun terakhir, bagaiamana kontribusi PNBP yang disumbangkan PPK Kemayoran kepada negara ?

Kontribusi PNBP yang kita berikan kepada negara selama 7 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tahun 2008 Rp6,6 miliar, 2009 Rp13,1 miliar, 2010 Rp17,5 miliar, 2011 Rp22,2 miliar, 2012 Rp36,54 miliar, 2013 Rp41,4 miliar dan terakhir sementara ini hingga triwulan III tahun 2014 Rp17 miliar. Jadi selama hampir 7 tahun ini kontribusi kita kepada negara dalam bentuk PNBP nilainya sudah mencapai Rp154.7 miliar. Terkait perolehan triwulan III yang masih minim, siklusnya memang demikian, pasalnya pembayaran sewa, biasanya dominan pada akhir tahun. Tapi kami yakin akhir tahun nilainya akan melampaui tahun 2013.

Berapa luas lahan bekas bandar udara Kemayoran ?

Luas lahan yang kita kelola 454 Ha. Dan itu telah definisikan berdasarkan HPL dan berdasarkan pengembangan. Sekarang batas-batasnya telah diperjelas dengan dibangunnya Pintu Gerbang Utama di Utara, Jl. Benyamin Suaeb. Kemudian patung ondel-ondel Betawi setinggi 8 M dan tanaman pohon langka raksasa (bao-bao) di Selatan, Jl. Benyamin Suaeb. Selain itu kami juga telah menyelesaikan pembuatan peta kawasan PPK Kemayoran secara keseluruhan dan menunjukkan batas areal yang jelas.

Apakah pengelolaan lahannya sudah optimal ?

Yang perlu diketahui, dari lahan seluas 454 hektar tersebut, tentu saja semuanya tidak digunakan untuk kepentingan komersial. Artinya hanya 250,33 hektar (55,14) persen yang dikerjasamakan dengan pihak swasta. Kemudian 193,09 hektar (42,53) persen digunakan untuk kepentingan Fasilitas sosial dan Fasilitas umum dan sisanya 10,59 hektar diantaranya atau 2,33 persen diserahkan kepada pemerintah untuk digunakan sebagai kantor pemerintahan.

Jadi HPL nya tidak semuanya untuk kepentingan swasta ?

Tentu saja tidak. Karena bisa dilihat sendiri di kawasan ini banyak kantor pemerintahan seperti Kantor Kodim Jakarta Pusat, Kantor Imigrasi, Kantor Kejaksaan Tinggi, dan beberapa kantor lainnya. Selain itu di kawasan ini juga mudah dijumpai taman dan pedestrian yang luas sebagai fasilitas sosial dan fasilitas umum.

Lalu bagaimana dengan 250,33 hektar yang dikerjasamakan kepada swasta, apakah semuanya sudah habis tersewa ?

Dari lahan seluas 250,33 hektar tersebut, yang sudah dikerjasamakan dengan pihak swasta 224,85 hektar atau 49,53 persen. Yang siap dimanfaatkan 13,78 hektar atau 3,04 persen. Yang belum siap dimanfaatkan 11,69 hektar atau 2,58 persen dan sisanya 25,48 hektar atau 5,61 persen belum dikerjasamakan.

Dari lahan yang sudah dikerjasamakan, apakah semuanya sudah terbangun ?

Dari 224,85 hektar yang sudah dikerjasamakan, baru 12,66 hektar yang terbangun, 27,87 hektar sedang dibangun, 11,96 hektar mangkrak, sementara 64,37 hektar diantaranya belum terbangun.

Bagaimana dengan lahan yang terbengkalai ?

Untuk lahan yang mangkrak atau bahkan belum dibangun sama sekali, kami ajukan denda kepada para pemegang HPL tersebut. Namun karena sudah terlalu lama nggak dibangun, dendanya jadi besar dan mereka mengajukan pengurangan denda kepada kami. Persoalannya kami tak berwenang memutuskan pengurangan denda tersebut. Karena kewenangan tersebut ada pada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Lalu bagaimana solusinya ?

Buat kami, prinsip yang terbaik adalah lahan tersebut segera terbangun. Karena kalau itu terjadi dampak ikutannya menjadi besar dan positif buat semuanya. Misalnya terbukanya lapangan kerja baru dan penerimaan negara yang bertambah. Karena itu, kami mengupayakan jalan tengah dengan menggunakan tenaga konsultan dari pihak ketiga untuk menghitung denda yang wajar tersebut. Dan perhitungan dari konsultan ini sudah kami berikan kepada Kemenkeu. Kini bola ada pada mereka untuk memutuskannya.

Pemprov DKI ingin mengambil alih pengelolaan. Tanggapan anda ?

Soal siapa yang berwenang untuk mengelola kemayoran semuanya terpulang kepada pemerintah. Jika pemerintah ingin kami yang mengelola seperti sekarang, kami tentu sangat senang, sebaliknya jika mandat kami dicabut, itu juga silahkan. Semuanya terserah pemerintah sebagai pemegang saham utama, kami tidak dalam posisi memutuskan.

Apa kabar dengan menara Jakarta ?

Pembangunan menara Jakarta yang sempat terbengkalai sejak beberapa tahun lalu karena kesulitan pendanaan akan kembali diteruskan. Kami mendorong diteruskannya proyek ini, karena bermanfaat bagi orang banyak. Apalagi Menara yang tingginya 558 meter tersebut akan menjadi salah satu ikon nasional di Jakarta selain Monumen Nasional.

Sumber : http://jakrev.com

Address

Jalan HBR Motik Kav No 4 Blok B/10 Kemayoran Jakarta Pusat Jakarta Pusat Samping PRJ
Jakarta
10610

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hermina Tower for Office Space posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hermina Tower for Office Space:

Share