02/06/2026
Di Balik Hilangnya Aman Yani: Konspirasi Keluarga atau Ketidaktahuan?
Nama Aman Yani mendadak viral setelah terdakwa Ririn mengklaimnya di persidangan sebagai otak pembantaian keji H. Syahroni sekeluarga di Paoman, Indramayu. Pengakuan ini mengejutkan publik karena nama tersebut sama sekali tidak pernah muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) selama proses penyidikan. Fakta hukum justru menunjukkan bahwa Pengadilan Negeri telah menetapkan status Aman Yani resmi hilang sejak tahun 2017, membuat motif, keterlibatan, dan keberadaannya hingga kini masih menjadi misteri besar yang belum jelas.
Narasi liar ini telah menyita perhatian luas hingga Kang Dedi Mulyadi (KDM) mengundang mantan istri dan anak Aman Yani ke dalam podcastnya. Sang mantan istri, Saminah, menerangkan bahwa ia mendapatkan akta cerai pada tahun 2017, tak berselang lama suaminya dinyatakan resmi oleh negara lenyap tak berjejak. Ia pun membangun narasi pilu tentang hidup menderita pasca kehilangan; mengaku terpaksa makan hasil mulung mie instan 3 biji untuk 6 hari dan dikejar banyak penagih utang, bahkan menyebut rumah mereka telah dijaminkan oleh Aman Yani ke bank sebelum menghilang meski pada kenyatannya rumah megah tersebut masih ditempati dan tidak pernah disita bank.
Sikap keluarga Aman Yani ini memicu kejanggalan besar di mata publik karena terkesan langsung membenarkan tuduhan Ririn. Dalam sebuah video di kesempatan berbeda, sang putri berbicara kepada sang ayah tanpa ekspresi kesedihan ataupun kerinduan sedikit pun. Ia secara dingin memanggil ayahnya dengan sebutan "kamu" sambil mengatakan, "Kamu jangan jadi pengecut, dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya." Tidak terkesan riak air mata duka atau gumpalan rindu, yang ada hanyalah tatapan dingin dan penghakiman tak berdasar. Sang anak bahkan menegaskan cerita Ririn soal mobil Pajero ayahnya yang mondar-mandir di rumah kakeknya, meski belakangan terbukti kendaraan itu bukan milik Aman Yani, melainkan milik saudaranya dari pihak kakek.
Di balik narasi penderitaan dan klaim kaburnya Aman Yani, fakta menunjukkan hal yang bertolak belakang mengenai kondisi ekonomi yang ditinggalkan. Aman Yani tidak menghilang tanpa meninggalkan hal yang bisa mereka nikmati, melainkan pergi dengan meninggalkan banyak warisan. Di antaranya adalah sebuah rumah yang megah, dua unit kendaraan, serta jejak aliran dana transferan dari H. Thosin yang terungkap dalam podcast KDM. Jika ia melarikan diri sebagai pelaku kejahatan, lalu Aman Yani pergi membawa apa?
Logika publik kini mempertanyakan apakah hilangnya Aman Yani sebenarnya merupakan jalan mulus yang sengaja diciptakan untuk menguntungkan pihak tertentu. Kepergiannya terbukti memberi ruang bagi Ririn untuk menguasai dokumen, memalsukan KTP bersama Pak Dudu, hingga membobol dana pensiun milik Aman Yani di tahun 2018.
Pertanyaan besar yang tersisa kini mengarah pada pihak keluarga: Apakah mungkin mantan istri dan anaknya benar-benar tidak tahu sama sekali mengenai apa yang sebenarnya telah dilakukan Ririn terhadap sang kepala keluarga, Aman Yani?