05/12/2022
CARA BERTERNAK BURUNG MERPATI (METODE BREDING I)
METODE BREDING
Kenapa ternak kita hasilnya acak-acakan dan banyak yang dibuang Hasilnya tidak seragam, dan kualitas mutunya lambat laun terasa semakin menurun… Kebanyakan peternak di Indonesia sangat fanatik dgn trah burung juara. Juara VS Juara, tapi anakannya tidak ada yg juara… Ini menimbulkan pertanyaan tersendiri...
Salah satu penyebabnya mungkin krn indukan kita geno-typenya tidak seragam alias acak-acakan juga. Itulah sebabnya diperlukan ternak dgn "rekayasa genetik" untuk menyeragamkan geno-type melalui proses ternak yg lebih terpadu, tersistematis atau terpola dengan baik.
Buat rekan - rekan sekalian, ini ada sedikit pengetahuan mengenai teknik breeding (beternak) dgn cara yg lebih sistematis sehingga bisa juga disebut sebagai ‘Rekayasa Genetika’.
Tulisan ini dikutip dari sebuah artikel karangan Steven van Breemen berjudul Mini Course The Art of Breeding dari web site nya : http://www.stevenvanbreemen.nl/en/?Home.
Mr. Steven ini adalah penggemar merpati pos. Tapi saya rasa, cara ternaknya bisa juga diterapkan pada merpati balap atau tinggian yg ada di Indonesia.
Sebelum dilanjut, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa kosa kata yg ada dalam artikel ini agar tdk terjadi salah penafsiran.
1.Inbreed : Perkawinan antara dua individu yg memiliki hubungan darah sangat dekat. Yaitu : Ibu dgn anak, bapak dgn anak dan anak vs anak.
2.Line breed : Perkawinan dua individu yg memiliki hubungan darah tidak terlalu jauh. Contoh : Kakek vs cucu, paman vs keponakan, dll.
3.Cross breed : Perkawinan antara 2 individu yg tidak memiliki hubungan darah. Atau minimal hubungan darahnya terlalu jauh.
4.Super breed : Individu yang selalu mampu menurunkan sifat2 terbaik pada keturunannya.
5.Super racer : Individu yang diproyeksikan khusus untuk lomba.
Berikut ringkasan Mini Course The Art of Breeding :
Steven Van Breemen mengembangkan sebuah metode ternak yang disebut : "pop**ation genetics". Tujuan metode ini adalah membangun sua
Op deze site vindt u alles over de duiven van het ras Steven van Breemen gebaseerd op basis van de duiven van Desmet-Matthijs en Janssen Arendonk. Nieuw zijn de is de grote fond.