kilas kediri

kilas kediri Kilas Kediri | Pantau Negeri
Isu lokal hingga nasional, semua di sini.
đź“© DM untuk kontribusi berita

07/08/2026

Dua wanita lanjut usia menjadi sorotan publik usai kepergok mencuri cabai di area persawahan dekat TPU Desa Purworejo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (6/8/2026) siang tersebut terekam dalam video amatir warga hingga akhirnya viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Kedua lansia yang mengaku berasal dari Desa Sente tersebut langsung diamankan warga di sekitar lokasi kebun. Kasus ini memicu beragam reaksi warganet, sementara masyarakat mengimbau agar penanganan dugaan pelanggaran hukum tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang secara bijak tanpa main hakim sendiri.

Sumber : dimasAR

Sejumlah fakta baru terus bermunculan di tengah misteri kasus kematian Winda Lorenza Gowasa (35), mantan istri polisi da...
07/08/2026

Sejumlah fakta baru terus bermunculan di tengah misteri kasus kematian Winda Lorenza Gowasa (35), mantan istri polisi dari anggota Polsek Medan Sunggal, Bripka IH. Winda Lorenza ditemukan tewas usai diduga bunuh diri di kamar mandi di sebuah rumah di kawasan Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (2/8/2026).

Mantan istri polisi itu diduga tewas bunuh diri menggunakan senjata api (senpi) jenis revolver milik Bripka IH. Sebab, terdengar letusan senjata dari kamar mandi yang terkunci rapat. Di tengah perkara ini, sejumlah tangkapan layar percakapan diduga Winda Lorenza dengan para sahabat beredar di media sosial. Hal ini diunggah melalui akun Instagram Folk Cyber, Kamis (6/8/2026). "Untuk meluruskan berita dugaan bahwa korban bunuh diri, itu sangat mustahil," tulis akun Blogger tersebut dikutip tvOnenews.com, Jumat (7/8/2026). Sejumlah percakapan itu diunggah untuk menguatkan keyakinan keluarga korban. Hal ini bisa menjadi petunjuk terkait fakta terbaru di tengah pengusutan kematian mantan istri polisi itu.

Sumber : tvonenews

Warga, pelaku usaha, dan Pemerintah Kota Kediri menyepakati penataan kawasan Jalan Stasiun yang selama ini menjadi salah...
07/08/2026

Warga, pelaku usaha, dan Pemerintah Kota Kediri menyepakati penataan kawasan Jalan Stasiun yang selama ini menjadi salah satu pusat keramaian. Kesepakatan itu mencakup penataan trotoar, pengaturan parkir, hingga pemanfaatan ruang bagi pedagang agar kawasan tetap nyaman tanpa mengganggu pengguna jalan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi yang diikuti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), DPUPR, Disbudpar, Dinas Koperasi dan UMTK, Kecamatan Kota, Kelurahan Balowerti, serta pemilik kafe, warung, dan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Stasiun, Rabu (5/8/2026).

Salah seorang pemilik warung, Antok mengatakan, warga mendukung langkah pemerintah menata Jalan Stasiun yang kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Kediri.

"Karena ini sifatnya masih uji coba, kami masyarakat khususnya di Jalan Stasiun mendukung program pemerintah dengan aturan yang ada. Harapan kami nanti ada solusi yang lebih baik lagi. Intinya kami tetap mendukung, tidak mungkin pemerintah ingin menjadikan Jalan Stasiun lebih baik lalu kami menghalangi," jelas Antok.

Menurut Antok, penataan kawasan Jalan Stasiun telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga. Jika sebelumnya hanya terdapat sekitar empat hingga lima pedagang, kini jumlah pelaku UMKM yang berjualan mencapai sekitar 21 usaha dan masih terus bertambah.

"Dampaknya luar biasa. Penghasilan warga meningkat dan banyak masyarakat yang membuka usaha karena melihat potensi Jalan Stasiun," katanya.

Meski mendukung kebijakan tersebut, warga berharap aturan parkir tetap dievaluasi. Dalam skema uji coba, parkir sepeda motor hanya diperbolehkan di sisi selatan Jalan Stasiun setiap hari pukul 18.00-22.00 WIB, sedangkan mobil diwajibkan masuk ke kantong parkir eks Pasifik.

"Harapan kami sebenarnya parkir tetap bisa di dua sisi khusus sepeda motor. Tapi karena ini masih uji coba, nanti kita evaluasi bersama hasilnya seperti apa," ujar Antok kepada detikJatim, Kamis (6/8/2026).

Sumber : detikjatim

Laju perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sangat pesat kini telah meng...
06/08/2026

Laju perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang sangat pesat kini telah menggeser dominasi kecerdasan intelektual manusia. Menanggapi tantangan zaman tersebut, Situs Persada Soekarno Kediri menggaungkan pentingnya "Manifesto Pendidikan Hati" sebagai solusi mendasar dalam mencetak generasi masa depan yang bijaksana dan berkarakter kuat.

Ketua Harian Situs Persada Soekarno Kediri, Kushartono, menegaskan bahwa istilah "Manifesto" diusung karena adanya keresahan mendasar terhadap sistem pendidikan formal yang selama ini terlalu berfokus pada capaian akademis. Menurutnya, ketika kemampuan otak manusia kini mulai tersaingi oleh efisiensi AI, maka kecerdasan rasa (roso) dan kecerdasan spiritual harus menjadi penggerak utama agar teknologi dimanfaatkan secara bijak.

"Perkembangan AI begitu cepat dan sudah memenuhi ruang hingga bisa mengalahkan kecerdasan otak manusia. Oleh karena itu, kecerdasan rasa dan spiritual ini harus digerakkan. Tiga kekuatan jiwa manusia yaitu cipta, rasa, dan karsa harus seimbang agar kecerdasan emosional dan kepekaan hati menjadi fondasi dalam menghadapi masa depan," ujar Kushartono dalam dialog Ruang public di RRI, Kamis, 06 Agustus 2026.

Kushartono menilai fenomena krisis karakter saat ini—seperti maraknya aksi perundungan (bullying), kemerosotan etika, hingga krisis empati di media sosial—merupakan dampak langsung dari diabaikannya pendidikan hati. Gagasan pendidikan berbasis olah rasa ini sendiri terinspirasi dari jejak sejarah dan nilai-nilai perjuangan B**g Karno sewaktu masa muda di Kediri, yang ditempa dengan ketahanan karakter serta kepekaan sosial yang tinggi.

Penggunaan istilah "Manifesto" lahir dari keresahan mendasar atas fenomena krisis karakter yang marak terjadi saat ini, seperti perundungan (bullying), kemerosotan etika, hingga krisis empati di ruang digital. Kushartono menilai bahwa berbagai masalah sosial tersebut merupakan dampak langsung dari pengabaian pendidikan berbasis olah rasa dan penanaman kecerdasan emosional sejak dini.

Gagasan pendidikan hati ini juga terinspirasi kuat dari jejak sejarah dan tempaan masa muda B**g Karno selama berada di Kediri. Menurutnya, kepemimp

06/08/2026

Pemerintah Kota Kediri saat ini tengah mematangkan berbagai persiapan untuk menyelenggarakan kegiatan Pasar Rakyat yang dipusatkan di kawasan GOR Joyoboyo. Acara meriah ini dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 8 hingga 15 Agustus 2026 guna menyemarakkan perayaan Hari Kemerdekaan sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.

Berbagai persiapan terus dikebut, mulai dari penataan lokasi stan UMKM, penyediaan panggung hiburan, hingga pengaturan fasilitas pendukung bagi para pengunjung. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pusat interaksi sosial serta wadah promosi bagi produk-produk unggulan karya masyarakat Kediri.

Sumber : kedirirayainfo

06/08/2026

Suasana perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kediri mendadak riuh dan dipenuhi gelak tawa berkat aksi seru seorang kakek bersarung. Dengan penuh semangat dan gaya khasnya yang kocak, kakek tersebut tampak antusias mengikuti salah satu perlombaan tradisional yang diselenggarakan di lingkungan warga.

Kehadiran peserta lansia yang energik ini berhasil menghibur seluruh penonton dan warga yang hadir memberikan dukungan di lokasi acara. Momen penuh kebersamaan dan gelak tawa ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan serta keceriaan menyambut HUT RI dapat dirasakan oleh semua kalangan usia.

Sumber : kt.binalestari

Prestasi membanggakan ditorehkan Moh Hamzah Risqi, siswa SMK Kartanegara Wates, Kabupaten Kediri, yang berhasil meraih m...
06/08/2026

Prestasi membanggakan ditorehkan Moh Hamzah Risqi, siswa SMK Kartanegara Wates, Kabupaten Kediri, yang berhasil meraih medali emas pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah Tingkat Nasional 2026. Atas capaian tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito memberikan apresiasi berupa beasiswa pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi serta bantuan peralatan las untuk mendukung pengembangan kemampuan Hamzah di bidang welding atau pengelasan.

Apresiasi tersebut diberikan saat Hamzah diundang ke ruang kerja Bupati Kediri, Rabu (5/8/2026). Dalam pertemuan itu, ia didampingi orangtua, guru pembimbing, dan Kepala SMK Kartanegara Wates. "Capaian ini sesuatu yang luar biasa. Dia asal Kecamatan Kandat menjadi juara nasional dan meraih medali emas di bidang welding atau pengelasan. Ini butuh ketelatenan dan daya juang," kata Mas Dhito dalam keterangan tertulis yang diterima .

Sumber : kompas

Address

Kediri
64124

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when kilas kediri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share