Pondok Dukuh

Pondok Dukuh Tempat kami dilahirkan dan dibesarkan

Sekali kali perlu diam sambil merenung bertanya pada diri sendiri .Siapa saya? Saya siapa?Biar mengurangi rasa ego,karen...
24/09/2025

Sekali kali perlu diam sambil merenung bertanya pada diri sendiri .
Siapa saya?
Saya siapa?
Biar mengurangi rasa ego,karena menilai diri sendiri tidaklah semudah menilai orang lain.

19/02/2025
Begini katanya
19/02/2025

Begini katanya

Astungkara piodalan purnama kalima sampun memargi antar
16/11/2024

Astungkara piodalan purnama kalima sampun memargi antar

30/07/2024

Polih ipil ipil
KUTUKAN BAGI PANDITHA (SULINGGIH).

Olih : Mangku Sudiarta Yasa

Buku Shastra Wangsa mengupas 'Sesana' dari semua Wangsa, mendudukkan sistem Wangsa sebagaimana harusnya ( yaitu sebagai Tatanan, Tugas & Tanggung Jawab Sosial), bukan malah menjadi seperti yang kini membuat segelintir orang fanatik

Sulinggih berarti ia yang berkedudukan ( Linggih) , Mulia (Su), yang setiap ;

,
,
,

Demikian ketat diatur dalam " SESANA" yang berlaku, Sulinggih juga memiliki Tugas yang sangat Berat secara " ", bukan sebatas menyelesaikan RITUAL . namun memastikan Ritual tersebut berhasil mendatangkan manfaat yang ingin dicapai.

Karena tugas berat itulah maka masyarakat Bali sangat menghormati Sulinggih

Seorang Sulinggih tidak boleh lagi melakukan hal-hal selayaknya kebanyakan orang lakukan, dan jika Sulinggih bersangkutan melanggar maka ada beberapa , dan yang ditujukan padanya.

:

Wiku Amayong-Mayong pada saatnya akan mendapatkan NERAKA, karena benar benar tidak tahu bagaimana tingkah laku yang disebut " PUTUS " namun perilaku dirinya masih serba meraba- raba. Sungguh-sungguh Wiku jaman Kali, Wiku Amayong Mayong namanya Bukannya menyebabkan kerahayuan jagat, sebaliknya menyebabkan kehancuran karena ;
Berat pada pamerih,
Weda mantra tanpa perhatian,

Sebaiknya seorang wiku, la tidak terpengaruh oleh harta kekayaan Sebab lantaran terikat kesenangan,
• Mantra menjadi tidak berkekuatan ,
• Pengetahuan tidak ada.
• Weda tidak menembus pada
kehalusan Tattwa



Wiku jenis ini mengharapkan (guru yaga) yang besar.

Jalan pikiran wiku jenis ini ;
Menggampangkan WEDA dan SASTRA, karena diduga orang yang punya Yajna tidak akan mengetahui salah benarnya.

Seperti itu jalan pikiran wiku jenis ini Apabila ada wiku sekelas ini, janganlah hendaknya dijadikan tempat penyucian , baik untuk ;
Upacara Mayat ( Sawa Wedana ),
Upacara Abu Jenasah ( Asti Wedana),

Karena tidak akan mampu wiku jenis ini membersihkan kekotoran mayat, Kalau untuk upacara abu jenasah, tidak akan bisa dientaskan kekotoran abu-abu jenasah itu.



Wiku Anyolong Smara adalah sebutan untuk seorang Panditha yang melakukan hubungan badan dengan seorang atau beberapa orang perempuan yang bukan istrinya .
Menurut Shastra dan Sasana-nya, Wiku Anyolong Smara seperti itu harus segera dicatut status Kepandithaannya

Sebagaimana dikutip dari

(dalam Buku Shastra Wangsa) berikut;

:

Asu Amundung adalah satu istilah yang ditujukan kepada seorang Panditha yang bertengkar di tengah pasar Menurut Shastranya, Panditha ini harus diupacarai , Apabila ada Panditha yang bertengkar di depan rumah Guru Nabhenya, menurut shastranya jaman dahulu harus didenda sebesar lima ribu uang kepeng bolong Demikianlah seorang pendeta yang bertengkar disamakan derajatnya dengan ANJING atau ASU

ASU ANGLULU RING LONGAN:

Asu Anglulu ring Longan adalah istilah yang ditujukan kepada Panditha yang membantu seseorang melarikan seorang gadis .
Menurut shastranya jaman dulu, Panditha ini harus dihukum denda lima puluh kepeng, dan diupacaral Prayascita Ulang.

Demikianlah, seorang pendeta yang terlibat dalam melarikan gadis disamakan derajatnya dengan anjing di bawah kolong.

ASU MEREBUT TAI

Asu Marebut Tai adalah istilah yang ditujukan kepada seorang Panditha yang senang bertaruh di dalam arena perjudian Menurut shastranya, pendeta seperti ini harus di-Prayascila Ulang .
Demikianlah, pendeta penjudi disamakan derajatnya dengarı anjing pemakan kotoran.

Berikut ini merupakan jenis-jenis Panditha yang diberi " PASTU " karena sudah ingkar dengan sesana kePandithaannya.

:

Wiku Cacing disebutkan di dalam teks berjudul " Wiksu Pungu " adalah seorang Panditha yang memperkarakan sepetak sawah yang tidak bisa lagi diperkarakan.

:

Istilah Wiku Kalicun Kataka disebutkan di dalam teks Tatakrama Ning Wiku Mayasa Dharma, adalah seorang wiku yang berjumpa dengan musuhnya, kemudian membuat pertengkaran.
Wiku ini sangat beresiko bukan Wiku Dharma melainkan Kalicun Kataka namanya Wiku seperti ini tidak boleh melakukan Puja Parakkırama karena sudah salah jalan namanya

:

Istilah Wiku Sisu Paling disebutkan di dalam teks Shastra Purwana Tattwa, adalah seorang Panditha yang dan sisi luarnya kelihatan suci tapi di dalamnya DUSTA, LOBA, IRI HARI , dan sejenisnya.

Wiku seperti itu akan menumbuhkan banyak masalah bagi lingkungan sekitarnya Karena Panditha seperti itu sudah bermasalah di dalam dirinya sendiri yakni beda di dalam lain di luar

Kaden Aluh..... ! !!

Ong Rahayu

®Warih Mula Keto

25/11/2023

Rahajeng Rahina "TUMPEK WAYANG"

Makna Seselat atau Sesuuk
[ Pandan berduri dgn tapak dara kapur sirih ]

Pandan berduri merupakan simbul dari Kala
Sedangkan kapur sirih, melambangkan Dharma

Sesuuk biasanya dipasang sehari sebelum Tumpek Wayang di setiap pelinggih, plangkiran, pintu rumah dan pintu gerbang

Tujuan pemasangan sesuuk adalah untuk menetralisir unsur" buruk [ unsur Kala ]

Di Hari Tumpek Wayang, sesuuk diambil dan dijadikan satu diikat dgn benang Tri Datu
Diletakkan di lebuh [ dpn pintu gerbang ] disertai dgn segehan n canang jg api takep
Tujuannya ; untuk mengembalikan unsur " buruk ( unsur Kala ) kembali ke asalnya yaitu di lebuh simbul Sapta Petala tempat dari Kala Kali

Semoga copas ini bermanfaat
Salam Rahayu🙏🏻

Address

Br. Bokong Sampalan Klod Dawan
Klungkung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Dukuh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share