Pelangi Nu3ntara

Pelangi Nu3ntara Kunjungi juga website kami :
www.BilgeShop.net

MINYAK DAUN BUNGKUS PAPUABesar, Panjang, Kuat dan Tahan LamaHasil permanen dan sangat luar biasa..!!!Hanya dengan 14 har...
28/08/2017

MINYAK DAUN BUNGKUS PAPUA

Besar, Panjang, Kuat dan Tahan Lama
Hasil permanen dan sangat luar biasa..!!!
Hanya dengan 14 hari bisa langsung terlihat hasilnya..

NB. Hasil tiap individu berbeda beda

PENGENDALIAN Hama dan Penyakit tanaman JAGUNGKegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dilakukan agar ...
10/08/2017

PENGENDALIAN Hama dan Penyakit tanaman JAGUNG

Kegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman jagung dilakukan agar tanaman jagung tidak mengalami gangguan kesehatan, yang akhirnya mengganggu hasil produksinya.
Pengendalian terhadap hama dan penyakit dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

1. Secara tradisional
Secara mekanisme atau penanganan secara langsung.

1. Ulat langsung diambil dan dibasmi
2. Tikus, dengan cara digeropyok beramai-ramai
3. Burung dengan diketapel
Tanaman liar dengan disiangi/dicabuti secara langsung
Mengusir burung, dengan dipasang orang-orangan untuk menakuti dan pergi jauh supaya tidak memakan jagung.
Dengan penanaman secara serentak.
Dengan mengadakan rotasi tanaman agar terhimdar dari hama dan penyakit.

2. Modern
Untuk mencegah serangan penyakit digunakan fungisida/senyawa kimia pembasmi jamur/fungi. Misalnya, manzate, DIthane, Antracol, Cobox, dan Vitigran Blue.
Untuk pengendalian hama digunakan insektisida/senyawa kimia pembasmi serangga/insekta, yang berbentuk cairan yang disemprotkan.
Misalnya, Diazinon 60 EC, Baycard 500 EC, HOpcin 50 EC, Klitop 50 EC, Mipcin 50 WP, Azodrin 15 WSC,Sedangkan yang berupa butiran adalah furadan 3G, Dharmafur, dan Curater.

1. Ulat daun (prodenia litura)

Gejala tanaman jagung yang diserang hama ulat daun adalah sebagai berikut:
Ulat dau menyerang bagian pucuk daun.
Umur tanaman yang diserang ulat daun sekitar 1 satu bulan
Daun tanaman bila sudah besar menjadi rusak.
Pencegahan dxengan penyemprotan insektisida folidol, basudin, diazinon dan agrocide dengan ukuran 1,5 cc dalam tiap 1 liter air.

2. Lalat bibit
Disebabkan oleh lalat bibit (Atherigona exigua)
Gejala yang dialami tanaman jagung adalah ada bekas gigitan pada daun, pucuk daun layu, dan akhirnya tanaman jagung mati.
Pengendalian dengan menghembuskan HCH 5% pada saat berumur 5 hari. Atau pengobatan dengan penyemprotan insektisida Hostathion 40EC, sebanyak 2cc tiap liter air dengan volume semprotan 100 liter tiap hektar lahan jagung.
3. Ulat agrotis
Gejala yang dialami pada bagian batang yang masih muda yaitu putus akhirnya tanaman jagung mati.
Agrotis sp. Melakukan penyerangan pada malam dan siang hari. Ada 3 macam ulat grayak/agrotis ini, yaitu:
Agrotis segetum, yang berwarna hitam, sering ditemukan didaerah dataran tinggi.
Agrotis ipsilon, berwarna hitam kecoklatan, di temukan di daerah dataran tinggi dan rendah
Agrotis interjection, berwarna hitam, banyak terdapat di pulau jawa
Pengendalian ulat ini dengan insektisida Dursban 20 EC, dengan dosis 2 ml tiap 1 liter air. Tiap hectare dapat digunakan 500 liter larutan

4. Penggerek daun dan penggerek batang
Bagian tanaman jagung yang diserang oleh ulat sesamia inferens dan pyrasauta nubilasis adalah ruas batang sebelah bawah dan titik tumbuh tunas daun tanaman jagung.
Gejala tanaman menjadi layu.
Penanggulangan dengan menggunakan insektisida Azodrin 15 WSC dengan dosis 30 liter dalam 10 liter air.
5. Ulat tongkol (Heliothis armigera)

Gejalanya dapat dilihat dengan adanya bekas gigitan pada biji dan adanya terowongan dalam tongkol jagung.
Ulat tongkol menyerang/masuk dalam tanaman jagung melalui tongkol, baru memakan biji jagung.
Pengendalian dengan penyemprotan menggunakan Furadan 3G atau dengan membuat lubang dekat tanaman, diberi insektisida dan ditutup lagi.
Dosis yang digunakan 10 gram tiap meter persegi.
Sebaiknya dilakukan pada saat tanaman jagung masih berbunga, jangan menjelang panen, sebab dapat membahayakan kita yang ikut mengkonsumsi jagung karena residu dari insektisida tersebut.
Penyakit pada tanaman jagung, yaitu:

1. Hawar daun atau karat daun
Penyakit hawar daun dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

a. Hawar daun turcicum
Gejala penyakit ini berupa adanya bercak kecil berbentuk jorong, berwarna hijau kelabu. Lama kelamaan bercak menjadi besar dan berwarna coklat. Bentuk seperti kumparan, bila parah daun seperti terbakar.
Penyebab penyakit ini adalah Helminthos porrirum turcicum.
b. Hawar daun maydis
Gejala yang dialami berupa bercak coklat abu-abu pada seluruh permukaan daun.
Bila parah dapat sampai ke jaringan tulang daun yang akhirnya jaringan dapat mati.
c. Hawar daun corbonum
Gejala berupa bercak coklat muda kekuningan bersudut-sudut memanjang yang dapat menyatu dan mematikan daun.
Penyebabnya adalah cendawan Dreschslera zeicola yang tumbuh di daerah yang dingin, bersuhu rendah, lembab dan di daerah dataran tinggi.
Pengendalian dengan fungisida atau dengan thiram dan karboxin, serta dengan pengasapan atau perawatan suhu panas selama 17 menit dengan suhu 55 derajat celcius.

2. Bulai
Penyakit bulai pada daun jagung disebabkan oleh cendawan atau jamur sclerospora maydis
Gejala berupa daun tanaman jagung berwarna kuning keputih-putihan bergaris, sejajar dengan urat daun dan tampak kaku.
Pencegahan dengan pemberian Ridomil 35 SD pada benih agar tidak tumbuh jamur pada biji jagung.
Tanaman jagung yang mengalami kekurangan zat makanan akan mengalami berbagaib gangguan antara lain:

1. Kekurangan nitrogen (N)
Akibat kekurangan unsure Nitrogen adalah tumbuhan menjadi kerdil, kurus, dan daun berwarna hijau kekuningan. Akibat yang paling parah tumbuhan jagung tidak berbuah.

2. Kekurangan fosfor (P)
Kekurangan Fosfor juga menyebabkan tanaman menjadi kerdil, daun agak ungu dan kaku. Pertumbuhan tongkol terganggu, sehingga barisan biji tidak teratur.

3. Kekurangan kalium (K)
Gejala yang tampak adalah ujung bagian bawah daun menguning dan mati. Tumbuhan menghasilkan buah yang kecil dan ujungnya runcing.

4. Kekurangan Kalsium (K)
Kekurangan kalsium menyebabkan daun mudanya tidak muncul dari ujung tanaman, daun agak kaku, berwarna kuning kehijauan dan kerdil.

5. Kekurangan Magnesium (Mg)
Tanaman jagung yang kekurangan magnesium, biasanya kerdil, bagian atas daun berwarna kuning. Dengan bergaris-garis tak normal berwarna putih. Daun yang tua berubah warna menjadi ungu kemerahan pada bagian tepid an ujung daun.

6. Kekurangan belerang (S)
Gejala yang tampak pada tanaman jagung yang kekurangan belerang adalah seluruh daunnya berubah warna menjadi kuning, baik dari daun yang muda sampai yang tua. Gejala lain adalah tubuh tanaman jagung menjadi kerdil dan tidak/terlambat berbunga.

7. Kekurangan Seng (Zn)
Gelala penyakit ini dilihat setelah tanaman berumur 2 minggu yaitu pada tengah daun terdapat garis kuning sepanjang tulang daun, sedangkan bagian tepi daun tetap hijau

8. Kekurangan zat besi (Fe)
Gejala penyakit ini dapat dilihat pada daun tanaman jagung bagian atasnya hijau pucat sampai putih di antara urat-urat daun.

9. Kekurangan tembaga (Cu)
Gejala penyakit ini muncul dengan diawali mengeringnya daun termuda, kemudian tanaman jagung menjadi kerdil dan daun yang tua mati.
Gejala yang lain adalah batang jagung menjadi lunak sehingga mudah bengkok atau roboh terkena angin.

Hama dan Penyakit Tanaman TembakauHama dan Penyakit Tanaman TembakauPengendalian hama dan penyakit tanaman tembakau meru...
10/08/2017

Hama dan Penyakit Tanaman Tembakau
Hama dan Penyakit Tanaman Tembakau
Pengendalian hama dan penyakit tanaman tembakau merupakan salah satu aspek terpenting dalam budidaya tanaman tembakau agar hasil yang diperoleh dapat optimal. dibiarkannya organisme pengganggu tanaman akan menurunkan produksi tembakau baik dari kualitas ataupun dari kuantitas.

Jenis hama yang sering menyerang tembakau menurut Maulidiana (2008) antara lain:

1. Ulat daun (Spodoptera litura dan Prodenia litura)

Penyebab : ulat daun memakan daun tembakau sampai habis, gejalanya adalah timbulnya lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan. Pengendaliannya dilakukan dengan cara, memangkas daun yang menjadi sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada saat pagi atau sore, karena pada saat itu ulat-ulat berada di tanah atau dengan penyemprotan herbisida seperti permetrin 2 g/liter atau betasiflutrin 25 g/liter.

2. Kutu Tembakau (Myzus persicae).

Kutu ini merusak tanaman tembakau karena mengisap cairan daun tanaman, menyerang di pembibitan dan pertanaman, sehingga pertumbuhan tanaman terhambat. Kutu ini menghasilkan embun madu yang menyebabkan daun menjadi lengket dan ditumbuhi cendawan berwarna hitam. Kutu daun secara fisik mempengaruhi warna, aroma dan tekstur dan selanjutnya akan mengurangi mutu dan harga. Secara Khemis kutu daun mengurangi kandungan alkoloid, gula, rasio gula alkoloid dan maningkatkan total nitrogen daun. Kutu daun dapat menyebabkan kerugian sampai 50 %. Cara pengendalian hama ini adalah dengan mengurangi pemupukan N dan melakukan penyemprotan insektisida yaitu apabila lebih besar dari 10 % tanaman dijumpai koloni kutu tembakau (setiap koloni sekitar 50 ekor kutu). Pestisida yang digunakan yaitu jenis imidaklorid.

3. Kutu Putih (Bemisia tabaci Genn).

Baik kutu dewasa maupun nimfanya mengisap cairan daun sehingga daun menjadi rusak. Disamping merusak daun, kutu ini juga menjadi vektor bagi virus krupuk atau penyakit mosaik tembakau. Cara pengendalian dengan sanitasi lahan dan meyemprot dengan insektisida Klorpirifos.

4. Nematoda ( Meloydogyne sp)

Gejala: bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat dengan ukuran bervariasi, tanaman menjadi kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya tanaman tersebut mati. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, memberantas gulma dan menyemprotkan herbisida.

Hama lainnya seperti, Gangsir (Gryllus mitratus), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis) dan kepik (Besimea tabaci).

Beberapa penyakit yang dapat menimbulkan kerugian cukup besar pada tanaman tembakau adalah antara lain adalah sebagai berikut (Alfiyan, 2011):

1. Penyakit Rebah Kecambah.

Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Phytium spp, Sclerotium sp dan Rhizoctonia sp. Penyakit ini pada umumnya menyerang pada fase pembibitan, dengan gejala serangan pangkal bibit berlekuk seperti terjepit, busuk, berwarna coklat dan akhirnya bibit roboh. Penyakit biasanya menyerang didaerah dengan suhu 240C, kelembaban di atas 85 % drainase buruk curah hujan tinggi dan pH tanah 5,2 - 8,5. Penyakit ini dapat diatasi dengan pengaturan jarak tanam pembibitan, disinfeksi tanah sebelum penaburan benih atau penyemprotan pembibitan serta pencelupan bibit sebelum tanam dengan fungisida netalaksil (3 g/liter air), Mankozep (2-3 g/liter air), Benomil (2-3 g/liter air).

2. Penyakit Lanas.

Patogen penyebab penyakit ini adalah cendawan Phytophthora nicotianae (Semangun 1988). Gejala serangannya dapat dibedakan menjadi 3 tipe yaitu : Tipe 1; tanaman yang daunnya masih hijau mendadak terkulai layu dan akhirnya mati, pangkal batang dekat permukaan tanah busuk berwarna coklat dan apabila dibelah empulur tanaman bersekat-sekat, Tipe 2; daunnya terkulai kemudian menguning tanaman layu dan akhirnya mati, Tipe 3; bergejala nekrosis berwarna gelap terang (konsentris) dan setelah prosesing warnanya lebih coklat dibanding daun normal. Cara pencegahannya adalah melakukan sanitasi pengolahan tanah yang matang memperbaiki drainase penggunaan pupuk kandang yang telah masak, rotasi tanaman minimal 2 tahun dan menggunakan varietas tahan seperti Coker 48, Coker 206 NC85, DB 102, Speight G-28, Ky 317, Ky 340, Oxford 1, dan Vesta 33 (Lucas 1975, Powel 1988, Melton 1991). Pengendaliannya dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida pada pangkal batang dengan menggunakan fungisida Mankozeb 2 - 3 g/liter air, Benomil 2 -3 g/liter air, Propanokarb Hidroklorida 1 - 2 ml air.

3. Penyakit Kerupuk.

Patogen penyebabnya adalah virus krupuk tembakau (Tabacco Leaf Corl Virus = TLCV). Gejala serangannya adalah daun terlihat agak berkerut, tepi daun melengkung ke atas, tulang daun bengkok, daun menebal, atau sampai daun berkerut dan sangat kasar. Pencegahan penyakit ini adalah memberantas vektor lalat putih (Bemisia tabaci) dengan insektisida dimetoat atau imedakloprid.

APA ITU PUPUK DI.GROW....??Pupuk Organik DI.Grow adalah 100% Organik, terbuat dari bahan baku rumput laut segar jenis As...
10/08/2017

APA ITU PUPUK DI.GROW....??
Pupuk Organik DI.Grow adalah 100% Organik, terbuat dari bahan baku rumput laut segar jenis Ascophyllum Nodosum yang diambil dari Atlantik Utara (Bukan dari Urine, Kohe, "Limbah" organik lainnya).
Proses produksi pupuk organik DI.Grow adalah EKSTRAKSI dengan Teknologi NANO, dan sudah dipasarkan di lebih dari 71 negara di dunia. Bahkan di beberapa negara Afrika, Pupuk organik DI.Grow dijadikan pupuk resmi nasional negara setempat.

Apa itu NANO TEKNOLOGI..?
NANO berasal dari kata NINE yang berarti SEMBILAN.
Maksudnya adalah proses Teknologi NANO itu merupakan proses pemecahan molekul hingga menjadi seukuran NANO. Satu NANO berukuran sepermilyar meter, atau sepersejuta milimeter = ukuran 1/50.000 kali diameter rambut manusia (Itu penjelasan sederhananya).

Apa manfaat teknologi NANO pada Pupuk Organik DI.Grow..?
Ukuran NANO itu lebih kecil daripada mulut daun (Stomata), maka proses penyerapan Pupuk Organik DI.Grow bisa dipersingkat hanya 30 - 40 menit saja sudah mampu terserap mulut daun (Stomata). Sementara pada umumnya pupuk daun membutuhkan waktu lebih panjang yaitu 2 - 3 jam.
Dalam mengaplikasikan Pupuk DI.Grow tidak perlu lagi ditambahkan perekat seperti halnya pupuk cair lainnya. Setelah 1 jam tanaman disemprot Pupuk DI.Grow kemudian turun hujan, petani TIDAK PERLU melakukan penyemprotan ulang.
Pupuk DI.Grow juga diproses dengan cara EKSTRAKSI bukan FERMENTASI, dengan begitu Pupuk DI.Grow tidak mengandung MIKROBA. Dengan begitu dalam penggunaan Pupuk DI.Grow dapat dicampur dan diaplikasikan bersamaan dengan PESTISIDA, INSEKTISIDA, FUNGISIDA, BAKTERISIDA. Dengan begitu dalam penggunaan Pupuk DI.Grow akan menghemat WAKTU & TENAGA KERJA.
Selain itu, menggunakan Pupuk DI.Grow dapat menghemat penggunaan Pupuk Dasar Kimia antara 30% - 50%.
Dan untuk peningkatan produksi secara empirik berkisar antara 30% - 300%.

MANFAAT DI.Grow
Pupuk DI.Grow terdiri dari 2 varian warna kemasan dan disetiap warna kemasan tersebut mempunyai fungsi yang berbeda.
A. Pupuk DI.Grow Hijau
Bagi Tanaman fungsinya sbb:
- Digunakan pada masa vegetatif.
- Merangsang & Meningkatka pertumbuhan Akar, Batang, Daun dan Tunas/Anakan dengan cepat.
- Meningkatkan Daya Tahan tanaman terhadap serangan Hama & Penyakit.
- Mempercepat pemulihan kondisi tanaman yg sakit atau sehabis dipanen.
- Memperpanjang usia produktif tanaman.

Bagi Hewan Ternak dan Ikan fungsinya sbb:
- Meningkatkan nafsu makan & memacu pertumbuhan/penggemukan.
- Mempercepat pemulihan kondisi hewan/ikan sehabis bereproduksi.
- Meningkatkan daya tahab tubuh.
- Meningkatkan produksi susu.
- Meningkatkan & menstabilkan populasi plankton pada kolam ikan.
- Menekan angka FCR (Feed Convertion Rasio).
- Menghemat biaya pakan.

B. Pupuk DI.Grow Merah
Bagi Tanaman fungsinya sbb:
- Mengoptimalkan masa vegetatif.
- Merangsang & Mempercepat pembungaan, pembuahan dan pembentukan umbi.
- Menguatkan tangkai bunga & buah.
- Mencegah kerontokan bunga & buah.
- Meningkatkan kualitas & kuantitas hasil panen.
- Meningkatkan rendemen hasil panen.
- Mempertahankan kualitas buah pasca panen (lebih tahan lama).

Bagi Hewan Ternak dan Ikan fungsinya sbb:
- Digunakan pada masa menjelang dan saat masa kehamilan/produksi telur.
- Meningkatkan kualitas sperma.
- Meningkatkan kualitas janin/telur.
- Meningkatkan rasio produksi telur.
- Meningkatkan rasio penetasan telur.

Address

Lamongan
99999

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pelangi Nu3ntara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pelangi Nu3ntara:

Share