Lingkar Dakwah Printing

Lingkar Dakwah Printing Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Lingkar Dakwah Printing, Graphic designer, Makassar.

BAJU KAOS ANAK ABAH✅Tanpa Minimal Order✅Cetak Banyak Makin Murah✅Bisa Didesainkan✅Kualitas Mantap✅Proses Cepat✅Melayani ...
12/10/2024

BAJU KAOS ANAK ABAH
✅Tanpa Minimal Order
✅Cetak Banyak Makin Murah
✅Bisa Didesainkan
✅Kualitas Mantap
✅Proses Cepat
✅Melayani Pengiriman Seluruh Indonesia
Hanya di:
llidmi Lidmi Printing

Cari Souvenir Custom & Percetakanyang Super Lengkap..? Yaa di Lidmi Printing Aja..!✅ Tanpa Minimal Order✅ Cetak Banyak M...
12/06/2024

Cari Souvenir Custom & Percetakan
yang Super Lengkap..? Yaa di Lidmi Printing Aja..!

✅ Tanpa Minimal Order
✅ Cetak Banyak Makin Murah
✅ Bisa Didesainkan
✅ Kualitas Mantap
✅ Proses Cepat
✅ Melayani Pengiriman Seluruh Indonesia

Hanya di:
LIDMI Lidmi Printing
wa.me/6285397720694
@sorotan
PERCETAKAN

PESAN KAOS BISA SATUANDengan Bahan Standar Distro✅bisa Tambahkan nama atau logo sendiriBisa Didesa✅Kualitas Mantap✅Prose...
04/06/2024

PESAN KAOS BISA SATUAN

Dengan Bahan Standar Distro

✅bisa Tambahkan nama atau logo sendiri
Bisa Didesa
✅Kualitas Mantap
✅Proses Cepat
✅Melayani Pengiriman Seluruh Indonesia

Hanya di:
Lidmi Printing
wa.me/6285397720694

08/05/2024
LIDMI PRINTING (Souvenir Costum dan Percetakan)Pusat pembuatan Plakat Wisuda✅Tanpa Minimal Order✅Cetak Banyak Makin Mura...
08/05/2024

LIDMI PRINTING (Souvenir Costum dan Percetakan)
Pusat pembuatan Plakat Wisuda

✅Tanpa Minimal Order
✅Cetak Banyak Makin Murah
✅Bisa Didesainkan
✅Kualitas Mantap
✅Proses Cepat
✅Melayani Pengiriman Seluruh Indonesia

Hanya di:
LIDMI PRINTING
Jl. Paropo 2 No.66 Makassar
wa.me/6285397720694

26/08/2020
DIBALIK KISAH MARMER PENYERAP PANAS DI MASJIDIL HARAM & MASJID NABAWIBismillah...Pria yg mendesain Masjidil Harom Mekkah...
05/08/2020

DIBALIK KISAH MARMER PENYERAP PANAS DI MASJIDIL HARAM & MASJID NABAWI

Bismillah...

Pria yg mendesain Masjidil Harom Mekkah & Masjidil Nabawi Madinah adalah insinyur dan arsitek Mesir yg lebih s**a menjauh dari pusat perhatian publik, tidak diketahui banyak orang, ia adalah Muhammad Kamal Isma'eel (1908-2008)

Dia adalah:
Orang termuda dalam sejarah Mesir yg memperoleh ijazah sekolah menengah,

Orang termuda yg mendaftar di Royal School of Engineering dan yg menjadi wisudawan termuda,

Orang termuda dikirim ke Eropa utk mendapatkan 3 gelar doctor dalam Arsitektur Islam,

Orang termuda yg mendapatkan syal Nil dan pangkat besi dari Raja Saudi Arabia.

Dia adalah insinyur pertama yg melakukan perencanaan dan implementasi proyek perluasan Masjidil Haramain (Mekkah dan Madinah).

Dia menolak menerima bayaran untuk desain teknik dan pengawasan arsitekturalnya, meskipun ada upaya dari Raja Fahd dan perusahaan Bin Laden untuk membayar berapapun yang dia tuliskan dalam selembar cek.

Ketika dia mengembalikan cek kosongnya, dia mengatakan kepada Bakar Bin Ladan: "Mengapa saya harus menerima uang (untuk pekerjaan saya) di 2 Masjid Suci (Mekkah & Madinah), bagaimana saya akan menghadapi Allah (pada Hari Pengadilan nanti?)."

Dia menikah pada usia 44 tahun, istrinya melahirkan seorang putra, tetapi kemudian meninggal, dan setelah itu ia tetap melajang dan mengabdikan seluruh waktunya untuk menyembah Allah sampai ia wafat.

Dia melebihi 100 tahun waktu yang dihabiskannya untuk melayani 2 Masjid Suci tersebut dan jauh dari pusat perhatian media massa, ketenaran dan uang.

Jenius ini memiliki kisah yang luar biasa mengenai marmer (karya) Masjidil Harom, karena ia ingin menutupi lantai Masjidil Harom bagi mereka yg melakukan thowaf, dan marmer khusus utk menyerap panas, dan marmer ini hanya ada di gunung kecil di Yunani.

Dia melakukan perjalanan ke Yunani dan menandatangani kontrak untuk membeli marmer dalam jumlah yg banyak untuk Masjidil Haram (marbling), yakni hampir setengah dari gunung marmer itu.

Dia menandatangani perjanjian dan kembali ke Mekah, sampai marmer putih itu tiba di Mekkah. Memulai dan mengawasi proses pemasangan marmer putih di lantai Masjidil Haram di Mekkah sampai selesai.

Setelah 15 tahun, pemerintah Saudi memintanya kembali untuk menggunakan jenis marmer yg serupa agar dipasang di Masjidil Nabawi di Madinah.

Insinyur Muhammad Kamal berkata, "Ketika Raja meminta untuk menggunakan jenis marmer yang sama untuk Masjid Nabawi, saya sangat bingung, karena hanya ada 1 tempat di bumi ini yang terdapat marmer jenis ini, yaitu Yunani, dan saya sudah membeli 1/2 dari deposit marmer yang ada di gunung tersebut."

Lantas Kamal pergi ke perusahaan yg sama di Yunani dan bertemu CEO, dan bertanya kepadanya tentang deposit marmer yg tersisa. CEO mengatakan bahwa setengah deposit marmer itu telah dijual segera setelah Kamal pergi 15 tahun yg lalu.

Kamal menjadi sangat sedih. Kamal meninggalkan pertemuan, dan ketika meninggalkan kantor mereka, dia bertemu dengan Sekretaris Kantor dan memintanya untuk mencari informasi keberadaan orang yg telah membeli sisa deposit marmer itu.

Sekretaris Kantor mengatakan bahwa hal itu akan sulit diketahui jika tidak membuka arsip karena proses bisnis nya telah berlalu begitu lama. Atas permintaan Kamal, dia berjanji untuk mencari datanya di arsip. Kamal memberikan alamat dan nomor kamar hotelnya, serta berjanji akan mengunjungi kembali keesokan harinya.

Pada hari berikutnya, beberapa jam sebelum berangkat ke bandara, Kamal menerima panggilan telepon dari sekretaris yg mengatakan bahwa dia telah menemukan alamat pembeli, lantas Kamal menuju kantor yg dimaksud, ternyata pembelinya sebuah perusahaan di Saudi Arabia.

Kemudian Kamal terbang ke Arab Saudi pada hari yg sama dan pada saat kedatangan, dia langsung pergi ke kantor perusahaan tersebut dan bertemu dengan Direkturnya, dan bertanya kepadanya apa yang telah dia lakukan dengan marmer yang dia beli bertahun-tahu lalu dari Yunani.

Direktur itu berkata, dia tidak ingat. Dia menghubungi bagian stok (perusahaan) dan bertanya kepada mereka tentang marmer putih dari Yunani dan mereka mengatakan kepada nya bahwa semua marmer masih ada, tidak pernah digunakan.

Kamal mulai menangis seperti bayi, dan selanjutnya menceritakan kisah lengkapnya kepada pemilik perusahaan.

Kamal menyodorkan cek kosong (tanpa menulis besaran nilai transaksi) kepada pemilik marmer, dan memintanya menuliskan jumlah yang diinginkan, berapa pun besarnya.

Ketika Pemilik marmer mengetahui bahwa marmer itu untuk pembangunan Masjid Nabawi di Madinah, dia berkata: "Saya tidak akan menerima 1 Riyal pun. Allah yang membuat saya membeli marmer ini dan melupakannya, itu artinya marmer ini memang sudah ditakdirkan oleh Allah harus digunakan untuk Masjid Nabawi."

Semoga Allah memberkati Kamal tempat tertinggi di Jannah, aamiin.

Ditulis oleh:
Dr. Zaglool Al Najjar, seorang Ilmuwan Bumi,

SULEIMAN AL RAJHI - Seorang Milioner Tanpa HartaSaya merasa ringan, saya merasa bebas, saya merasa seperti burung dan ke...
01/08/2020

SULEIMAN AL RAJHI - Seorang Milioner Tanpa Harta

Saya merasa ringan, saya merasa bebas, saya merasa seperti burung dan ketika Allah Swt memanggil saya, saya akan menjawab panggilan-Nya tanpa terikat kepada sesuatu apapun.

Sebuah perkebunan kurma di Saudi Arabia di kota Al-Qassim memiliki lebih dari 200 ribu pohon didedikasikan ke “jalan Allah”. Terdapat 45 jenis varitas kurma di kebun tersebut, dengan tingkat produksi sebesar 10 ribu ton kurma per tahun. Kebun ini merupakan harta wakaf terbesar di bumi. Pendapatan dari kebun wakaf ini digunakan untuk membangun masjid di banyak negara di dunia, membiayai kegiatan amal dan pelaksanaan ifthar (buka puasa) selama bulan Ramadhan di dua masjid suci yakni masjid Nabawi di Madinah dan Masjidil Haram di Mekkah Al-Mukarammah.

Kebun kurma ini merupakan dedikasi ke “Jalan Allah” oleh orang terkaya di Saudi Arabia yaitu Suleiman Al-Rajhi.

Dari Seorang Miskin Menjadi Milioner (Orang Kaya Raya)

Suleiman Al-Rajhi terlahir sebagai seorang anak yang miskin. Ketika bersekolah di kampungnya. Suatu hari pihak sekolah mengadakan kegiatan perjalanan wisata dan meminta setiap pelajar untuk membayar sejumlah 1 (satu) Riyal. Ketika pulang dia meminta uang kepada orang tuanya namun mereka tidak memiliki uang 1 (satu) riyal tersebut. Dia menangis sejadinya ketika waktu pelaksanaan perjalanan wisata semakin dekat. Sehingga sampai dengan waktu pengumuman hasil ujian kuarter (caturwulan), dia dinyatakan sebagai pemenang ranking pertama di kelas dan gurunya seorang Palestina memberikan uang 1 (satu) Riyal sebagai reward (hadiah). Mengetahui hal tersebut, dia bergegas berlari kearah guru (penyelenggara program wisata) untuk menyerahkan uang 1 (satu) Riyal yang telah diterimanya sebagai hadiah.

Sejalan dengan berlalunya waktu, dia menyelesaikan pendidikan dan mulai bekerja. Dimulai dari sebuah ruang kecil yang dia sebut Bank, dia menjalankan usahanya sebagai pengusaha muda dengan dedikasi dan kerja keras. Allah swt memberkahi jerih-payahnya. Dalam jangka waktu yang singkat, jaringan perbankan yang bernama Al-Rajhi berkembang di seluruh wilayah Arab Saudi.

Suleiman Al-Rajhi mencari tahu keberadaan gurunya seorang Palestina. Dia bertemu dengan sang guru yang sudah pensiun. Kondisi ekonomi di Palestina sangat sulit bahkan hanya untuk sekedar menyambung hidup. Rajhi mengajak sang guru ke dalam mobil dan mengatakan bahwa “saya berhutang dengan anda tuan”. Sang guru menjawab bagaimana mungkin seseorang bisa berhutang dari orang miskin seperti saya. Rajhi mengingatkan sang guru beberapa tahun silam anda telah memberikan saya sejumlah 1 (satu) Riyal. Sang guru tersenyum sambil mengatakan sekarang engkau ingin mengembalikan uang 1 (satu) Riyal itu kepada saya?

Rajhi memarkirkan mobilnya didepan sebuah bungalow yang juga terdapat sebuah mobil mewah dihalamannya. Rajhi mengatakan kepada sang guru mulai hari ini bungalow dan mobil mewah tersebut menjadi milik sang guru dan dia yang akan bertanggungjawab atas semua biaya yang diperlukan.

Sang guru Palestina bersimbah airmata mendengarkan hal itu seraya mengatakan pemberian bungalow dan mobil mewah tersebut terlalu berlebihan baginya, dia tidak layak untuk mendapatkannya. Rajhi menjelaskan bahwa kebahagiaan yang dia dapatkan dulu ketika menerima uang 1 (satu) Riyal dari sang guru jauh lebih besar daripada kebahagiaan sang guru di saat menerima pemberiannya.

Mendonasikan Seluruh Kekayaan

Pada tahun 2010, Suleiman Al-Rajhi memanggil anak-anak, istri-istri, dan orang yang dia cintai dan membagi hartanya kepada mereka serta seluruh kewajiban yang harus dipenuhinya. Pada saat ini, nilai wakaf dari Suleiman Al-Rajhi lebih dari 60 Milyar Riyal. Dia memiliki sebuah perusahaan Saudi dan Rajhi Bank yang telah mendonasikan 170 juta Riyal untuk penanganan virus Corona dan menyerahkan 2 (dua) hotel di Mekkah kepada kementerian Kesehatan Saudi Arabia.

Kebun yang disebutkan di atas menurut Guiness Book of Record tercatat sebagai usaha donasi terbesar yang pernah ada. Menurut majalah Forbes, Rajhi merupakan salah seorah dermawan yang termasuk 20 terbesar di dunia, otobiografinya layak untuk dibaca oleh publik (masyarakat).

Selain sebagai pendiri bank Islam terbesar di dunia, Rajhi juga mendirikan perusahaan peternakan unggas terbesar di seluruh Timur Tengah yaitu Al-Watania Poultry.

Anda mungkin tidak akan menemukan sebuah kota di Saudi Arabia dimana tidak terdapat masjid yang dibangun oleh keluarga Al-Rajhi. Dengan dukungan yang penuh terhadap pusat dakwah, yayasan Al-Quran, dsb. Dan yang lebih penting, mereka membayar gaji 1,5 juta karyawan mereka sebelum akhir bulan.

Dalam salah satu wawancara, Al-Rajhi mengatakan bahwa sangat penting untuk memastikan bahwa anda meninggalkan harta yang cukup bagi ahli waris anda, dan senang menyaksikan mereka menikmati bagian mereka secara damai dengan yang lain. Namun, juga sangat penting apabila seseorang membalas “keburuntungan” yang ia dapatkan kepada negara dan masyarakat.

Kami berhutang atas keberhasilan yang kami peroleh kepada negara yang telah menjaga kami dan kepada masyarakat yang telah mempercayai kami serta membeli produk-produk kami. Disamping itu, anda juga berhutang kepada diri anda sendiri sebagaimana anda berhutang kepada keluarga anda. Ketika anda meninggalkan kehidupan di dunia ini, investasi satu-satunya yang penting adalah menabung untuk kehidupan yang lain (akhirat).

Sehingga anda menyerahkan setengah dari kekayaan anda kepada keluarga anda dan setengah yang lain untuk donasi (yayasan) anda. Apa yang anda miliki untuk biaya hidup anda? Sebuah rumah? Sebuah peternakan? Sebuah pendapatan/penghasilan yang tetap?

“Tidak ada”, jawab Al-Rajhi dengan senyuman yang indah dan hangat diwajahnya. "Saya sudah berusia 80an tahun! Apalagi yang saya perlukan? Yayasan membayarkan seluruh tagihan saya, menyediakan saya akomodasi, makanan, perobatan, transportasi, yang akan saya tekankan di tingkat yang minimum. Semua sudah terpenuhi!”.

Seorang Milioner Tanpa Harta (Uang)! “Bagaimana rasanya?”
Al-Rajhi tersenyum kembali, matanya berkaca-kaca dan mengatakan: “Saya merasa ringan, saya merasa bebas, saya merasa seperti burung dan ketika Allah Swt memanggil saya, saya akan menjawab panggilan-Nya tanpa terikat kepada sesuatu apapun, bebas”.

Dikutip dari I Love Muhammad (Saw),
Diterjemahkan oleh Syahruddin Ramlan Al-Faqir
Buitenzorg, 29 Juli 2020
Photo: Suleiman Al-Rajhi

19/07/2020

Tumbler kini hadir dengan wajah baru

Terimakasih sudah pesan tumbler di Lingkar Dakwah Printing Kami menerima pesan tumbler satuan, puluhan dan ratusanYang m...
04/03/2020

Terimakasih sudah pesan tumbler di Lingkar Dakwah Printing

Kami menerima pesan tumbler satuan, puluhan dan ratusan

Yang minat bisa langsung japri
085242614094

Address

Makassar
90233

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lingkar Dakwah Printing posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share