TANI Nusantara Indonesia

TANI Nusantara Indonesia Pusat Penjualan Nutrisi Tanaman Sehat

Wes suwe gak turun gunung, sek mandi opo ora iki suwuke
25/08/2023

Wes suwe gak turun gunung, sek mandi opo ora iki suwuke

15/04/2023
29/07/2022

Full Irex + taniSIL tanpa fungisida bhn aktif difenokonazol atau yg setara...hemat pestisida, hemat biaya, hasil luar biasa

2018TANAMAN PANGAN : Naikkan Produksi dengan Hara Si Silika memang tidak termasuk unsur hara essensial, tapi kalau diapl...
30/06/2022

2018TANAMAN PANGAN : Naikkan Produksi dengan Hara Si

Silika memang tidak termasuk unsur hara essensial, tapi kalau diaplikasikan bisa mendongkrak produktivitas hingga 20%.

Peran unsur silikon (Si) dalam pertumbuhan tanaman belum banyak diperhatikan, baik oleh para ahli, pemerintah, maupun petani. Tanpa Si, tanaman masih bisa tumbuh. Tapi sebenarnya fungsi hara yang biasanya tersedia dalam bentuk SiO2 (silika) ini penting bagi tanaman suku Gramineae, terutama padi dan tebu.

Fungsi Penting

Menurut Dr. Husnain, M.P., M.Sc., silika berperan dalam pembentukan dinding sel tanaman, memperkokoh pertumbuhan tanaman sehingga tumbuh tegak dan dapat menangkap sinar matahari untuk proses fotosintesis yang optimal. Di samping itu, Si juga memperkuat ketahanan batang dan daun terhadap serangan hama penyakit dan sebagai penyeimbang unsur hara lain, seperti fosfat dan trace element yang menjadi racun. Si pun berperan dalam mengefisienkan penggunaan air bagi tanaman

�Tanaman padi kalau diberi silika, tumbuhnya tegak, nggak gampang rebah. Tumbuhnya bagus, uptake (menyerap) sinar matahari. Insect (serangga hama) dan penyakit yang menyerang akan berkurang sehingga risikonya lebih rendah daripada yang nggak punya silika,� ungkap Uut, sapaan Kepala Balai Penelitian Tanah, itu, kepada AGRINA.

Kandungan kritis Si pada padi adalah 7,5%. �Di bawah nilai tersebut tanaman sangat rentan terhadap serangan OPT (organisme pengganggu tumbuhan) dan penurunan kualitas gabah,� imbuh alumnus S1 Universitas Andalas, Padang, ini.

Sependapat dengan Uut, Bambang Widjajanto pun menyatakan, Si termasuk salah satu unsur yang dibutuhkan padi. �Pembentukan sekam butuh silika. Jerami butuh silika. Jadi, kalau kekurangan silika, padi tidak dapat berproduksi dengan baik karena kebutuhannya sama dengan total N, P, dan K,� papar Direktur Pengembangan Bisnis PT Rabana Agro Resources, distributor produk agrokimia di Jakarta, ini.

Uut menyebut, kebutuhan Si pada padi sebanyak 300-500 kg/ha dalam bentuk SiO2 tersedia atau siap serap. Dosis ini tanpa jerami dan diaplikasikan setahun sekali. Namun kalau jerami dikembalikan ke lahan setelah dikomposkan terlebih dulu, dosis Si bisa dikurangi sepertiga sampai separuhnya.

Mengapa Terabaikan?

Sampai hari ini kebanyakan orang menganggap pemupukan Si tidak perlu. Toh, banyak terdapat di tanah. �Lahan kita memang tinggi total silikanya, tapi ketersediaannya rendah. Dalam kondisi penanaman normal, maksudnya tidak dieksploitasi seperti sekarang, (sampai tiga kali tanam), itu cukup. Tapi kalau jerami tidak kembali ke lahan, sumber silikanya dari mana lagi?� ulas Uut.

Jadi, lanjut alumnus Tottori University, Jepang, tersebut, lahan yang ditanami padi secara intensif hingga tiga kali setahun dan jeraminya tidak dikembalikan ke lahan, seperti di Karawang, Jabar, perlu aplikasi silika. Pun di tanah-tanah masam yang ber-pH kurang dari 6,5 seperti di Serang, Banten, unsur Si-nya banyak tercuci sehingga jumlahnya tidak mencukupi. Demikian p**a tanah-tanah tua sejenis Ultisol, Oksisol, dan Alluvial yang mengarah ke pantai miskin Si, jadi perlu ditambahkan.

Pada kesempatan berbeda, Bambang membuktikan, aplikasi pupuk Si di lahan dekat gunung Merapi, Magelang, yang kaya akan silika pun tetap diperlukan. �Ternyata di sana masih bisa menaikkan produksi 20%. Artinya Si di sana belum tersedia,� tandas jebolan Jurusan Agronomi, Faperta IPB angkatan 18 ini.

Lebih jauh dia menerangkan, silika bisa diaplikasikan dalam bentuk cair melalui daun dan bentuk serbuk lewat tanah. Si diserap tanaman dalam bentuk H2SiO4. Perbedaannya, silika lewat daun tidak berfungsi seperti yang di tanah. Sementara Si yang melalui tanah, sebelum bekerja di tanaman, bereaksi dulu memperbaiki struktur tanah, melepas hara P yang semula terikat sehingga bisa diserap akar tanaman.

Mengapa bisa begitu? Si menggantikan P yang terikat oleh Al, Fe, Mn karena ionnya lebih kuat. Al yang terlalu banyak dalam tanah bikin pH rendah dan bisa meracuni tanaman.

�Setelah dua minggu aplikasi Si, perkembangan akar lebih bagus, lebih panjang, akar serabut lebih banyak. Efek ini membuat akar mengambil unsur hara jauh lebih efektif. Di dalam tanaman Si membantu translokasi unsur hara merata ke seluruh bagian tanaman. Akibatnya pertumbuhan tanaman lebih seragam. Pengisian bulir juga lebih banyak,� jelas Bambang panjang lebar.

Selain itu, sambung dia, tanaman padi yang diaplikasi Si dari daun dan tanah, daun dan batangnya terlindungi seperti dilaminating. Wajar bila ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama blas, lebih tinggi.

Yoyo Suparyo, petani senior di Pamanukan, Subang, membuktikan manfaat tersebut pada tanaman padinya musim tanam yang lalu. �Daya tahannya lebih kuat terhadap blas dan wereng meskipun saya juga tetap menggunakan insektisida antiwereng. Yang jelas, maintenance-nya jadi lebih ringan,� ungkapnya.

Pengalaman Yoyo tersebut diperkuat hasil uji coba Uut di lapangan. �Khusus untuk ketahanan terhadap blas sudah valid, banyak risetnya. Di Lampung juga saya coba dua musim, blasnya berkurang 50%. Pada percobaan sengaja kita nggak kasih pestisida,� katanya.

Dari Mana Sumbernya?

Menurut Uut, sumber silika selain dari air irigasi, ada dua macam, yaitu dari bahan organik dan limbah industri. Bahan organik sumber silika mencakup jerami, sekam, limbah tanaman tebu, dan janjang kosong sawit. Semua bahan ini hendaknya dikomposkan dulu baru diberikan ke tanaman agar kandungan silika dan juga kalium bisa diserap tanaman.

Sementara yang dari industri adalah limbah batubara, yaitu abu terbang (fly ash) dan abu di bagian bawah (bottom ash). Fly ash lebih disarankan karena berbentuk serbuk sehingga mudah digunakan. Apalagi kadar Si-nya mencapai 30% dan kandungan kalsiumnya juga tinggi. Sedangkan bottom ash masih berbentuk bongkahan.

Selain itu limbah industri baja (terak baja) juga layak digunakan lantaran kandungan kalsium dan silikanya tinggi, mencapai 40%. Namun, lanjut Uut, pemanfaatan ini menghadapi kendala pengangkutannya dari lokasi lantaran termasuk B3 (bahan beracun, berbahaya). Perlu izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengeluarkan limbah tersebut dari pabrik.

Sementara Bambang mengintroduksi pupuk silika dari Kolombia. Produk pupuk ini diklaimnya mengandung Si yang reaktif, kalsium, dan magnesium. Dengan dosis 100 kg/ha, ia menyakinkan, produksi padi meningkat rata-rata 20%. Aplikasinya lebih baik bersama pupuk dasar atau paling lambat berbarengan pemupukan pertama, umur 1-2 minggu setelah tanam. Sebagai salah satu cara meningkatkan poduksi padi, pemupukan Si lebih strategis ketimbang pembukaan lahan baru. Siapa tertarik?

Peni Sari Palupi

21/06/2022
taniSIL, silika murni dgn teknologi nano, langsung terserap ke dlm stomata daun, bikin daun glowing/berkilau, gabah beni...
13/05/2022

taniSIL, silika murni dgn teknologi nano, langsung terserap ke dlm stomata daun, bikin daun glowing/berkilau, gabah bening, batang kokoh tahan roboh, tidak disukai hama dan penyakit

Yang minat, ketik "MAU" pada kolom komentar
05/04/2022

Yang minat, ketik "MAU" pada kolom komentar

02/04/2022
PROMO SELAMA BULAN SYA'BAN......CUUUSSSS SIAPA YG MINAT LANGSUNG CHAT ADMIN
10/03/2022

PROMO SELAMA BULAN SYA'BAN......CUUUSSSS SIAPA YG MINAT LANGSUNG CHAT ADMIN

24/02/2022

Address

Nganjuk
66181

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TANI Nusantara Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share